Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAPATAN MASYARAKAT DESA MANDIANGIN BARAT DARI HASIL HUTAN BUKAN KAYU (HHBK) DI KHDTK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Muhammad Dedi; Muhammad Naparin; Arfa Agustina Rezekiah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.372 KB) | DOI: 10.20527/jss.v4i6.4610

Abstract

Forest is a unity of ecosystems on a wide expanse of land containing biological natural resources. Non-timber forest products called HHBK are products sourced from forests other than wood in the form of vegetable objects such as rattan, nipah, sago, bamboo, sap-sap, grains, leaves, medicines and others as well as animals such as wildlife and parts of the wildlife (horns, skins, etc.). Special Purpose Forest Area (KHDTK) is a forest area intended for research and development, education and training, as well as local religious and cultural interests in accordance with the mandate of Decree No. 16. Document Number 41 Year 1999 without changing the function of the region. This research was conducted in KHDTK ULM West Mandiangin Village, Karang Intan District, Banjar Regency. The purpose of this study is to identify the type, analyze the income and its contribution to the income of the community from the utilization of HHBK in KHDTK ULM. This study uses descriptive analysis. The results of identification of HHBK utilization by the community are rubber, jengkol, betel leaves, hazelnuts and kupang fruit. With the amount of revenue sourced from HHBK is Rp. 285.440.000 / year, and in addition to HHBK Rp.379.320.000 / year.  With a breakdown of contributions sourced from HHBK of 42.94%, and in addition to HHBK of 57.06% to public incomeHutan merupakan suatu kesatuan ekosistem di atas lahan luas yang mengandung banyak sumber daya alam. Hasil hutan bukan kayu yang disebut HHBK yaitu hasil berupa hasil nabati di hutan selain kayu, seperti rotan, pinang, sagu, bambu, getah, biji-bijian, daun, obat-obatan, dan lain-lain, serta produk dalam berupa hewan, misalnya hewan liar dan lokasinya (tanduk, kulit, dll). Kawasan hutan tujuan khusus (KHDTK) yaitu kawasan hutan yang diperuntukkan bagi penelitian, pengembangan, pendidikan dan pelatihan, serta kepentingan agama dan budaya daerah sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 249. 16. Dokumen No. 41 tahun 1999 tidak mengubah peraturan perundang-undangan. Penelitian ini dilaksanakan di KHDTK ULM Desa Mandiangin Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis, menganalisis pendapatan dan kontribusinya terhadap pendapatan masyarakat dari pemanfaatan HHBK di KHDTK ULM oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil identifikasi pemanfaatan HHBK oleh masyarakat adalah karet, jengkol, daun sirih, kemiri dan buah kupang. Dengan besarnya pendapatan yang bersumber dari HHBK adalah Rp.285.440.000 / tahun dan selain HHBK Rp.379.320.000/ tahun.  Dengan rincian kontribusi yang bersumber dari HHBK sebesar 42,94%, dan selain HHBK sebesar 57,06% terhadap pendapatan masyarakat.
ANALISIS FINANSIAL TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis) AREAL PT. INHUTANI III KERJASAMA OPERASI (KSO) DENGAN PT. CITRA PUTRA KEBUN ASRI KABUPATEN TANAH LAUT Elok Koeswindarti; Arfa Agustina Rezekiah; Muhammad Helmi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.371 KB) | DOI: 10.20527/jss.v4i2.3336

Abstract

This study aims to analyze the financial feasibility of PT. Citra Putra Kebun Asri in the area of PT. Inhutani III Tanah Laut Regency. This research method uses financial analysis methods including NPV, Net B / C and IRR. The results of this study indicate the financial feasibility analysis obtained using a discount rate of 9.95% with the NPV method of Rp11,384,378,028, - net B / C value of Rp1,202 and IRR of 12,702%. PT. Citra Putra Kebun Asri (CPKA) in developing the rubber plant business is very beneficial for the company itself so that the estate is financially feasible to continue.Keywords: Financial analysis; NPV; Net B/C; IRR
ANALISIS KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT ATAS KEBERADAAN TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING DI KELURAHAN KUMAI HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT Nindra Nindra; Arfa Agustina Rezekiah; Daniel Itta
Jurnal Sylva Scienteae Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.248 KB) | DOI: 10.20527/jss.v4i3.3749

Abstract

The socioeconomic aspects of the community around the ecotourism site will have an impact on the existence of community-based ecotourism, as well as the existence of Tanjung Puting National Park. This research aims to analyze the impact of Tanjung Puting National Park on the socio-economic condition of the people of Kumai Hulu Village. The location of the research was chosen the location of the village closest to TNTP. A sample of 98 respondents was taken purposively sampling on the grounds of the location of the village closest to ecotourism. Research methods by conducting interviews, observations and documentation. The data analysis used in this study is qualitative descriptive analysis. The impact of TNTP on social conditions in Kumai Hulu Village is high and for economic conditions is being seen with increasing economic opportunities such as trade, lodging and klotok transportation business. Tourism development will certainly have an impact on the conditions around tourism, both in the form of positive impacts such as improving people's living standards by creating new jobs and increasing people's incomes. The negative impact with this TNTP such as the price of basic and local goods increased and the cost of building facilities and infrastructure also increased.Aspek sosial ekonomi masyarakat yang ada disekitar lokasi ekowisata akan berdampak terhadap keberadaan ekowisata berbasis masyarakat, begitu pun dengan adanya Taman Nasional Tanjung Puting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisis dampak Taman Nasional Tanjung Puting terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Kelurahan Kumai Hulu. Penetapan lokasi penelitian dipilih lokasi kelurahan yang paling dekat dengan TNTP. Sampel responden untuk dilakukan wawancara berjumlah 98 orang yang diambil secara purposive sampling dengan alasan lokasi kelurahan yang paling dekat dengan ekowisata. Metode penelitian dengan melakukan wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Dampak adanya TNTP terhadap kondisi sosial di Kelurahan Kumai Hulu adalah tinggi dan untuk kondisi ekonomi adalah sedang hal ini terlihat dengan meningkatnya peluang ekonomi seperti perdagangan, penginapan serta usaha transportasi klotok. Pengembangan pariwisata tentu saja akan memberikan dampak terhadap kondisi sekitar pariwisata, baik berupa dampak positif seperti meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Dampak negative dengan adanya TNTP ini seperti harga barang-barang pokok dan lokal meningkat dan biaya pembangunan sarana dan prasarana juga meningkat.
ANALISIS PRESTASI KERJA PERSEMAIAN PADA AREAL KEBUN BIBIT PUTERA PANNJALU UPT CEMPAKA DI KECAMATAN CEMPAKA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Nur Vitta Sari; Arfa Agustina Rezekiah; Daniel Itta
Jurnal Sylva Scienteae Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.563 KB) | DOI: 10.20527/jss.v4i5.4197

Abstract

The achievement of this work is done to identify the necessary work time in the nursery of the Putera Pannjalu seed Garden by knowing the level of efficient work achievement. This research aims to calculate the performance of work on seedlings at the Putera Pannjalu Nursery TIU (Technical Implementing Unit) Cempaka. The working time measurement uses a Cumulative method. Cumulative method is a method used in the actual work time measurement of any working element that the hand continues to run without returning to zero to the end. Work time measurement is performed on each activity cycle. Measuring the performance of seedlings in the plantation of PT. Putera Pannjalu TIU Cempaka consists of filling activities such as polybag, weaning, watering, maintenance and grow grass. Working performance measurement time at 07:30 am to 16:30 pm for seven days. The result of the polybag filling measurement is done by three workers with an average obtained for one week produce 202 polybag/hour/person, for the weaning activities by three workers with an average of 639 polybag/hour/person. While in measuring the performance of watering work performed by two workers get an average work performance of 79,838 polybag/hour/person. On the treatment activities acquired average of 19,739 polybag/hour/person and for the average performance of the work of the material of 14,898 polybag/hr/person. The results of the measurement of work performance in the Putera Pannjalu nursery of TIU Cempaka are influenced by age, sex and duration of work.Prestasi kerja ini dilakukan untuk menidentifikasi waktu kerja yang diperlukan di persemaian Kebun Bibit Putera Pannjalu dengan mengetahui tingkat prestasi kerja yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung prestasi kerja pada kegiatan persemaian di Kebun Bibit Putera Pannjalu UPT (Unit Pelaksana Teknis) Cempaka. Pengukuran waktu kerja menggunakan metode berturut (Cumulative). Metode berturut (Cumulative) merupakan metode yang digunakan dalam pengukuran waktu kerja yang sesungguhnya dari setiap elemen kerja yang jarum jam nya terus berjalan tanpa kembali ke nol sampai akhir. Pengukuran waktu kerja dilakukan pada setiap siklus kegiatan. Pengukuran prestasi kerja persemaian di kebun Bibit PT. Putera Pannjalu UPT Cempaka terdiri dari kegiatan pengisian polybag, penyapihan, penyiraman, perawatan dan perumputan. Waktu pengukuran prestasi kerja pada pukul 07:30 sampai 16:30 selama tujuh hari. Hasil pengukuran pengisian polybag dilakukan oleh tiga orang pekerja dengan rata-rata yang diperoleh selama satu minggu yaitu sebesar 202 polybag/jam/orang, untuk kegiatan penyapihan dilakukan oleh tiga orang pekerja dengan rata-rata 639 polybag/jam/orang. Sedangkan pada pengukuran prestasi kerja penyiraman yang dilakukan oleh dua orang pekerja memperoleh rata-rata prestasi kerja sebesar 79.838 polybag/jam/orang. Pada kegiatan perawatan diperoleh rata-rata sebesar 19.739 polybag/jam/orang dan untuk rata-rat prestasi kerja perumputan sebesar 14.898 polybag/jam/orang. Hasil pengukuran prestasi kerja di Kebun Bibit Putera Pannjalu UPT Cempaka dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin dan lama kerja.
ANALISIS PRODUKSI BIOMASSA PERMUKAAN TANAH DI BERBAGAI PENUTUPAN LAHAN KHDTK MANDIANGIN Muhammad Dedi; Muhammad Naparin; Arfa Agustina Rezekiah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v2i2.1076

Abstract

ABSTRACT Borneo forests have a variety of land cover, one located in South Borneo precisely in Mandiangin Education forest, where it’s based on land cover map that has a wide variety of land cover.  Stand density that varies on each land cover will trigger existing different biomass in surface soils.  Aboveground biomass is an energy that produced from all organic plants, such as roots, trunk, branches, flowers, fruits, seeds and leaves that have fallen.  Aboveground biomass is a very important research, because the plants require a lot of nutrients, for life and growth.  The purpose of this study is to determine the number of aboveground biomass production in various Mandiangin KHDTK land cover.  The research methods is to sampling the litter and undergrowth up process in a laboratory oven.  The data that being analysed is using Biomass Formula.  The highest litter biomass production are land cover old coppice with production of 0, 333 tons/ha and biomass production smallest litter found on open land and shrubs that do not have a litter biomass production of 0,000 tons/ha.  The lower biomass production plant is located on land cover bush and open land with biomass production amounted to 0,619 tons/ha and 0,468 tons/ha, the production of plant biomass under the smallest are in the old coppice land cover with a production of 0,046 tons/ha.  Keywords: Land Cover; Ground Biomass Production; litter and undergrowth.  ABSTRAK. Hutan kalimantan memiliki berbagai tutupan lahan yang bervariasi, salah satunya terdapat di Kalimantan selatan tepatnya pada hutan Pendidikan mandiangin, dimana di hutan Pendidikan mandiangin berdasarkan peta tutupan lahan mempunyai berbagai atau ragam variasi tutupan lahan. Kerapatan tegakan yang bervariasi pada setiap tutupan lahan akan memicu variasi biomassa yang ada di permukaan tanah. Biomassa permukaan tanah merupakan suatu energi yang dihasilkan dari semua bahan organik dari tumbuhan, mulai dari akar, batang, cabang, bunga, buah, biji dan daun yang telah gugur. Biomassa permukaan tanah ini sangat penting untuk dilakukan penelitian, karena tumbuhan memerlukan banyak unsur hara, untuk hidup dan pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar produksi biomassa permukaan tanah diberbagai tutupan lahan KHDTK Mandiangin. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengambilan sampel seresah dan tumbuhan bawah sampai proses pengovenan di laboratorium. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan Rumus Biomassa. Produksi biomassa seresah terbesar terdapat pada tutupan lahan belukar tua dengan produksi sebesar 0, 333 ton/ha dan produksi biomassa seresah terkecil terkecil terdapat pada lahan terbuka dan semak yang tidak mempunyai produksi biomassa seresah 0,000 ton/ha. Produksi biomassa tumbuhan bawah terbesar berada pada tutupan lahan semak dan lahan terbuka dengan produksi biomassa sebesar 0,619 ton/ha dan 0,468 ton/ha, produksi biomassa tumbuhan bawah terkecil berada pada tutupan lahan belukar tua dengan produksi sebesar 0,046 ton/ha.   Kata Kunci: Tutupan Lahan; Produksi Biomassa Permukaan Tanah; Seresah dan Tumbuhan Bawah
Pemanfaatan Pekarangan Dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Sekitar KHDTK ULM Arfa Agustina Rezekiah; Adi Rahmadi; Abdi Fithria; Hafizianor Hafizianor; Mufidah Asy'ari
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.5076

Abstract

Desa Mandiangin Timur memiliki luas wilayah kurang lebih 85.000 ha, berjarak 7 Km dari Kecamatan Karang Intan. Desa Mandiangin Timur berbatasan dengan Desa Padang Panjang di Sebelah selatan. Berbatasan dengan Desa Awang Bangkal Barat di Sebelah Timur, Desa Kiram di sebelah Selatan dan Desa Mandiangin Barat di Sebelah Barat.  Desa Mandiangin Timur merupakan salah satu desa yang berada di sekitar KHDTK ULM.   Selama ini masyarakat desa kurang optimal dalam memanfaatkan lahan pekarangan, mereka menanami pekarangan hanya dengan pohon rambutan atau mangga dan masih banyak lahan kosong yang tidak digunakan secara optimal.  Permasalahan yang dialami mitra adalah a) rendahnya pengetahuan dan keterampilan inovatif dalam budidaya tanaman obat, b) rendahnya pengetahuan tentang tanaman obat dan cara bertani, c) kurangnya pengetahuan tentang pelestarian tanaman obat.  Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anggota kelompok mitra tentang budidaya dan pemeliharaan tanaman berkhasiat obat. Solusi dalam program ini adalah a) penyuluhan tentang tanaman obat di pekarangan, b) transfer teknologi dengan demonstrasi plot, c) praktek penataan pekarangan dengan system blok.  Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini terdiri dari penyuluhan, pelatihan budidaya dan pemeliharaan TOGA, penanaman TOGA pada demplot. Hasil yang diperoleh berupa peran serta mitra dalam kegiatan paket teknologi intensifikasi TOGA yang dapat diterapkan masyarakat (mitra) untuk pemanfaatan lahan pekarangan.. Kata kunci: Pekarangan, tanaman obat keluarga, Kesehatan, KHDTK ULM 
PKm Alat Penjernih Air Di Desa Pemangkih Tengah Abdi Fithria; Adi Rahmadi; Arfa Agustina Rezekiah; Friska Septian Pratiwi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.5077

Abstract

Clean water is an invaluable need for the residents of Pemangkih Tengah village. The water in the village of Pemangkih Tengah is actually blackish in color, because the area of this village is located in a location with peaty soil and acid soil. To overcome this problem, it is necessary to have a water purification device using materials that are easily available. Materials that are easily available include rice husks, sand, gravel and palm fibers. The goal is that people are more enthusiastic about making their own, because the materials used are around them. Moreover, part of the village land is planted with rice, so that the husks produced from the rice grinder can be used for natural water purification. In contrast to water purification using chemical techniques, natural techniques are preferred by the community because the costs incurred to make tools are cheaper. From the results of the purification that has been carried out, it is clear that there is a difference in the level of water clarity before and after it is done.
SIKAP DAN PERSEPSI MASYARAKAT DESA MANGUNANG SEBERANG TERHADAP KEGIATAN PENDAMPINGAN TIM PASCASARJANA ULM TENTANG TEKNOLOGI INOVASI GULA AREN DAN PENGEMASANNYA Rosidah Muis Radam; Dina Naemah; Arfa Agustina Rezekiah; Yuniarti Yuniarti; Muthia Elma; Yusuf Aziz
Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 2 edisi Juli 2020
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1487.534 KB) | DOI: 10.20527/jht.v8i2.9053

Abstract

he purpose of this research is to measure the level of perception and attitude towards the mentoring post-graduate team. The method used in data collection is a live interview using structured questionnaires and direct observations to measure the skills of respondents. Purpossive Random samplingtechniqueto 20 respondents was applied. The parameters are observed counseling/socialization activities, the training of sugar-making innovations, the training of palm sugar products and the training of liquid sugar products and the packaging of brown sugar products. The results showed that public attitudes and perception of socialization activities showed 100% understand the content of material, demonstration processing of palm sugar Products innovations 60% understand and will try to cultivate, 40% understand just do not try to cultivate; Demonstration brown sugarprocessing 85% understand and will try to do, and 15% just look at the process and would try for livelihood needs, processing liquid sugar 50% who enthusiastically understand and 50% less understanding, packaging the product modeled 75% understand and interested, 25% do not understand and have no desire to make packaging.
PENGOLAHAN GULA AREN (Arrenga Pinnata Merr) DI DESA BANUA HANYAR KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Rosidah R Radam; Arfa Agustina Rezekiah
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 No 3 Edisi November 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1902.052 KB) | DOI: 10.20527/jht.v3i3.2279

Abstract

Gula aren salah satu pemanis yang telah diproduksi oleh bangsa Indonesia sejak lama. Gula aren sebagai alternatif bahan pemanis makanan dan merupakan mata pencaharian sampingan bagi kebanyakan masyarakat di Desa Banua Hanyar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui produktivitas dan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat. Objek penelitian ini adalah pembuat gula aren. Data yang dikumpulkan terdiri dari  karakteristik responden, proses pembuatan gula aren, perhitungan produktivitas dan kontribusinya terhadap pendapatan masyarakat. Produktivitas gula aren (Arenga pinnata Merr) berkisar antara 0,465 Kg/hari hingga 1,137 kg/hari. Kontribusi dari pengolahan gula aren sebesar 60,48% dari pendapatan masyarakat. Tingkat kesejahteraan masyarakat termasuk dalam golongan termiskin dengan pendapatan tahunan per kapita Rp.962 919,- atau setara dengan 148 kg beras. Disarankan perlu pembentukan kelompok tani dengan tujuan keseragaman dalam harga pasar gula aren. Peningkatan kualitas dengan peningkatan bentuk cetakan, kemasan dan aneka  rasa. Sehingga produk gula aren dapat dijual di pasar modern.Palm sugar is a sweetener that has been produced by the nation of Indonesia since long ago.  Palm sugar as an alternative sweetener foodstuffs as well as an second job for most people in the Banua Hanyar village.  The purpose of this research to know the productivity and contribution to community income. The object of this research is the maker of palm sugar. Data collected as data characteristics, the process of making palm sugar, calculation of productivity and its contribution to household income. Productivity sugar palm (Arenga pinnata Merr) ranged from 0.465 Kg / day up to 1,137 kg / day. Contributions from processing palm sugar by 60.48% of household income. The level of welfare including in the poorest of the poor with annual income  per capita of IDR 962 919, - or the equivalent of 148 kg of rice.  Need formation of farmer groups with the goal of uniformity in the market price of palm sugar. Improved quality with improved shape of the mold, packaging and various flavors. So that the products of palm sugar can be sold on the modern markets.
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN BUAH RAMBUTAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEIAHTERAAN MASYARAKAT PEDESAAN HUTAN DI DESA KOLAM KIRI Arfa Agustina Rezekiah; Adistina Fitriani
Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 6 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v6i3.6009

Abstract

Rambutan is a native fruit plant that grows in Southeast Asia. The rambutan yield is generally consumed directly or through a canning process to have a selling value. Kolam Kiri Village, Wanaraya District, Barito Kuala, South Kalimantan Province is one of the centers producing rambutan fruit. Kolam Kiri Village society has problems, especially during the rambutan harvest. The selling value of rambutan fruit is very low and the fruit decomposes. The research purpose is to diversify processed rambutan fruit to improve the prosperity of the Kolam Kiri Village. The results of the research diversification product rambutan is rambutan juice, rambutan cocktail and chipc rambutan seed and an increase of Kolam Kiri community Village until 50% after product diversification.Rambutan adalah tanaman buah asli yang tumbuh di Asia Tenggara. Hasil rambutan umumnya dikonsumsi langsung atau melalui proses pengalengan untuk memiliki nilai jual. Desa Kolam Kiri, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan adalah salah satu sentra penghasil buah rambutan. Masyarakat Desa Kolam Kiri memiliki masalah, terutama pada saat panen rambutan. Nilai jual buah rambutan rendah dan buahnya terbuang percuma. Tujuan penelitian adalah untuk mendiversifikasi buah rambutan yang diolah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kolam Kiri. Hasil dari penelitian diversi ikasi produk rambutan adalah jus rambutan, koktail rambutan dan biji rambutan dan peningkatan pendapatan masyarakat Desa Kolam Kiri hingga 50% setelah diversifikasi produk.
Co-Authors - Asysyifa - Susilawati Abdi Fithria Abdi Fithria Abdi Fithria Abdul Haliq Sudin M. Batalipu Adi Rahmadi Adi Rahmadi Adistina Fitriani Ahmad Yunani Akbar, Pani Ali, Syamani D Ali, Syam’ani D. Alvhian Noor, Andi Azizah, Noor Aida Candra Candra Damaris Payung Daniel Itta Dewi Ratna Wulan Dewi, Nurul Mellyana Dicky Renaldy Dina Naemah Dionisius Marhaen Gloi Murin Diva, Achmad Arya Eko Budi Setiawan Eko Rini Indrayatie Elis Muslichah Elok Koeswindarti Eny Dwi Pujawati Eva Prihatiningtyas Eva Prihatiningtyas Fahmi, Hilman Fajar Fajar Fatriani Fatriani Ferry, Ferry Firdaus, Noor Fonny Rianawati Friska Septian Pratiwi Gadis Yuniar Paradika Gunawan Gunawan Gunawansyah Gunawansyah Guspianur, Selimi Gusti Syeransyah Rudy Hafizianor Hafizianor Hafizianor Hafizianor, Hafizianor Hamdani Fauzi Jarkasi, Jarkasi Jose Alphama Junaedi Junaedi Junaedi Junaedi Kamil, Naufal Noor Kanti, Rina Kissinger Kissinger Lolyta Lolyta M. Aldi Rahmat Magdalena Yoesran Mitha Permata Amelia Mochamad Arief Soendjoto Mochamad Arief Soendjoto Mufidah Asy’ari Muhammad Dedi Muhammad Hasbi Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Reza Ramadhani Muhammad Ruslan Muhammad Ruslan Muthia Elma Najla, Siti Naparin, Muhammad Nindra Nindra Noor Arida Fauzana Normela Rachmawati Novita Indah Nurnaini Nur Vitta Sari Nur Vitta Sari Nurhasanah Nurhasanah Oktaliana Riadi Putri Prakoso, Yudo Pramudya, Firman Pribadi, Ahdiyaka Jayasukma Prima Dunia Rahmadi Noor Rina Kanti Rina Muhayah Noor Pitri Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rinakanti, Rinakanti Risnawati Risnawati Rosidah - Rosidah Radam Saputri Aulia Sariana Sariana, Sariana Shiba, Yasinta Nur Siti Hamidah Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati SYAHRANI SYAHRANI Syam'ani Syam'ani, Syam'ani Syamani D. Ali Syam’ani, Syam’ani Tisha Wildayanti Ramadhini Trisnu Satriadi Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Wahyudi, Firman Pramudya Rahmat Wahyuni Ilham Wahyuni Ilham Yasinta Nur Shiba Yasinta Nur Shiba Yazid Busthami Yuniarti Yuniarti Yusanto Nugroho Yusanto Nugroho Yusuf Aziz