Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Risiko Depresi Perinatal Dengan Situasi Hidup dan Dukungan Sosial Pada Ibu Hamil Hanna Aulia Ifadah; Brihastami Sawitri; Alphania Rahniayu; Hanifa Erlin Dhamayanti
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.23439

Abstract

Depresi perinatal merupakan hasil dari interaksi kompleks yang dipengaruhi oleh faktor genetik, epigenetik, neuroendokrin, hipotalamus-hipofisis-adrenal, sosial, dan lingkungan, terutama pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara risiko depresi perinatal dengan kondisi kehidupan dan dukungan sosial pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik, menggunakan metodologi cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang berdomisili di Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, dengan jumlah sampel sebanyak 93 partisipan yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian meliputi Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dengan skala Likert. Temuan menunjukkan adanya korelasi antara dukungan sosial dan risiko depresi perinatal, yang dibuktikan dengan uji Chi Square. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat dukungan sosial yang diterima ibu hamil dan risiko depresi perinatal. Sebaliknya, kondisi tempat tinggal dalam penelitian ini tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan risiko depresi perinatal. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa ibu hamil yang berisiko mengalami depresi perinatal cenderung memiliki tingkat dukungan sosial yang lebih rendah. Yang penting, dukungan sosial tampaknya menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko depresi perinatal pada wanita hamil.
Accuracy of Fine Needle Biopsy (FNAB) in Lymph Nodes Tuberculosis Sari, Aditya Sita; Kurniasari, Nila; Rahaju, Anny Setijo; Kusumastuti, Etty Hary; Rahniayu, Alphania
Health and Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HEME January 2026
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v8i1.1875

Abstract

Introduction: Tuberculosis (TB) is an infection caused by Mycobacterium Tuberculosis (Mtb) that can attack various organs such as peripheral lymph nodes. Fine needle aspiration biopsy (FNAB) is often used as one of the modalities of diagnosis of lymph node tuberculosis to determine the management of patients. Objective: The objective of this study is to evaluate the accuracy, efficiency, and effectiveness of FNAB in diagnosing lymph node tuberculosis. The findings will assess whether FNAB can be adopted as a standard diagnostic and management tool for patients with this condition. Methods: This is an observational analytic cross-sectional study in the population of patients with suspicion of lymph node tuberculosis at the Anatomical Pathology Unit of Dr. Soetomo General Academic Hospital Surabaya in one year period. FNAB examination was performed with Modified Grunwald Giemsa (MGG) and Ziehl Nielsen (ZN) staining to detect AFB (Acid Fast Bacilli) organisms, as well as PCR (Polymerase Chain Reaction) of peripheral blood. The results were analysed using Chi square statistic test. Results: The sensitivity, specificity, Positive Predictive Value (PPV) and Negative Predictive Value (NPV) of FNAB examinations were 100%, 33%, 59% and 100%, respectively, meanwhile the sensitivity and specificity of PCR peripheral blood examination were 8% and 70% compared to the ZN examination of the FNA aspiration material. Conclusion: FNAB had a higher sensitivity than PCR of peripheral blood to detect Mycobacterium Tuberculosis infection; on the other hand PCR of peripheral blood had a higher specificity than FNAB to detect Mycobacterium Tuberculosis infection.
Analisis Ekspresi Cyclin Dependent Kinase (Cdk)6 dan Ki-67 pada Neoplasma Kelenjar Liur Meyta Riniastuti; Dyah Fauziah; Alphania Rahniayu
Majalah Patologi Indonesia Volume 26 No. 2, Mei 2017
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BackgroundBroad spectrum tumors can arise in salivary glands, giving diagnostic difficulties in some subtypes due to morphological similarities. Immunohistochemistry studies done to differentiate between benign and malignant neoplasms of salivary glands are very few, including Cdk6 and Ki-67. Cdk6’s role in tumorigenesis is halting cellular proliferation and differentiation. Ki-67 is actively expressed in proliferating cells, particularly neoplasms. The objectives are to analyze differences of Cdk6 and Ki-67 expression in benign and malignant salivary gland neoplasms and to analyze the correlation between those two proteins.MethodsThis is an analitic observational study with cross sectional design. Samples were taken proportionally, each 15 samples of benign and malignant salivary gland neoplasms, derived from pathological archives during 1 January 2011-30 June 2013 period. Immunohistochemical staining with Cdk6 and Ki-67 monoclonal antibody were performed. Differences in Cdk6 and Ki-67 expression of both groups were analyzed using Mann Whitney. The correlation between the Ki-67 and Cdk6 expression were analyzed using Spearman.ResultsThere were significant differences in the Cdk6 and Ki-67 expression between benign and malignant salivary gland neoplasms.The expressions of Ki-67 have a cut-off point of 6.50%. There was a significant correlation between Cdk6 and Ki-67 expression in the salivary gland neoplasms.ConclusionExpression of Cdk6 and Ki-67 were low at benign salivary gland neoplasms and high at malignant salivary glands neoplasms. There was significant correlation between Cdk6 expression and Ki-67 expression at benign and malignant salivary gland neoplasms. Although both could differentiate the behavior of neoplasms, Ki-67 was more reliable and applicable.
Analisis Ekspresi CD117 dan Ki-67 pada Tumor Phyllodes Benign, Borderline dan Malignant Fetty Fatimah; Sjahjenny mustokoweni; Alphania Rahniayu
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No.1, Januari 2018
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangTumor phyllodes adalah neoplasma stromal-epitelial yang jarang ditemui, secara histologis dibedakan menjadi benign, borderline, malignant. Patogenesis tumor phyllodes belum jelas. CD117 merupakan reseptor tirosin kinase yang terletak di membrane sel dan berperan dalam proses patogenesis suatu keganasan, sedangkan Ki-67 terlibat dalam jalur proliferasi sel. Tujuan penelitian ini menganalisis adanya perbedaan ekspresi CD117 dan Ki-67 pada tumor phyllodes yang benign, borderline, malignant.MetodePenelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Masing-masing sepuluh sampel tumor phyllodes benign,borderline dan malignant diambil acak dari arsip histopatologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode Januari 2009-Juli 2014, lalu dilakukan pulasan immunohistokimia dengan antibodi poliklonal CD117 dan monoklonal Ki-67. Perbedaan ekspresi CD117 dan Ki-67 pada tumor phyllodes benign, borderline dan malignant dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-whitney. Korelasi antara ekspresi CD117 dan Ki-67 pada tumor phyllodes dianalisis menggunakan uji Spearman.HasilUji Kruskal-Wallis ekspresi CD117 antara tumor phyllodes benign dan malignant menunjukkan perbedaan bermakna. Uji Mann-Whitney ekspresi Ki-67 antara tumor phyllodes benign, borderline, dan malignant menunjukkan perbedaan bermakna, sedangkan uji Spearman antara ekspresi CD117 dan Ki-67 menunjukkan perbedaan bermakna.KesimpulanEkspresi CD117 dan Ki-67 dapat digunakan untuk membedakan tumor phyllodes benign, borderline, dan malignant.
Co-Authors Afria Arista Afria Arista, Afria Alfi Nureta Rachmani Anggoro, Adhitri Anisia Indiralia Anny Setijo Rahaju, Anny Setijo Ariadna Anggi Pasang Ariani, Grace Bilqis Inayatillah Budi Harjanto Budi Harjanto David Setyo Budi Dewi Sartika A. W. Djuanda, Stephanie N. Dwi Murtiastutik DYAH FAUZIAH, DYAH Edi Suyanto Endang Joewarini Evy Ervianti Fatimah, Nurmawati Fetty Fatimah Fira Soraya Fitria Kusumastuti Gatot Soegiarto Gondo Mastutik Gunawan, Vania A. Hanifa Erlin Dhamayanti Hanna Aulia Ifadah Harjono, Shella HERAWATI, LILIK Heriyawati, Heriyawati Heru Fajar Trianto Heru Purwanto I'tishom, Reny Ilmiah, Khafidhotul Imam Susilo Indiralia, Anisia INDRA YULIATI, INDRA Irwadi, Irfiansyah Isnin Anang Marhana I’tishom, Reny Khafidhotul Ilmiah Khafidhotul Ilmiah Kusumastuti, Etty H. Kusumastuti, Etty Hari KUSUMASTUTI, ETTY HARY Ladyna Rumapar Lefi, Achmad Lestari, Neviana Fitri Lilihata, Jilientasia G. Linda Dewanti Lutfi, Delfitri Maharani, Andi RK. Mamiek Dwi Putro Marhana, Isnin A. Meyta Riniastuti MOCHAMAD AMIN Mochamad Amin Mohammad Fathul Qorib Muhammad Alim Ananto Muhammad Alim Ananto Nabiha Missaoui Nadya Kelfinta Hanani Nila Kurniasari Nugraha, Ricardo A. Nugroho, Gilang MS. Nurdhani Hi Djafar Priangga Adi Wiratama Qonitatillah, Ana Rahaju, Anny S. Rahmi Alia Rahmi Alia Rahmi Alia, Rahmi Ramadhani, Amelia Safitri Raniah Baswedan Renny I’tishom Ridholia Ridholia, Ridholia Rinjani, Lalu GP. Romi Alfianto Rosyid, Alfian N. Rumapar, Ladyna S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sari, Aditya Sita Sari, Eny Wulan Sawitri, Brihastami Semedi, Bambang P. Setiawan, Hayuris Kinandita Sjahjenny Mustokoweni, Sjahjenny Stella Agatha Widjaja Suhartono Taat Putra Supriadi Supriadi Tamam Jauhar Tomy Lesmana Trianto, Heru Fajar Trisniartami Setyaningrum Ummi Maimunah Vira Yasmina Ramadhani Wahyu, Dwi Willy Sandhika Wira Santoso Ongko Wiratama, Priangga A. Wiratama, Priangga Adi Yandi, I KR. Yudith Meityana Hernandita Zamzam, Ramadhani Rizki Zuhria, Ismi