Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KETERAMPILAN BERBAHASA DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Fety Fatiah Rahmah; Anisa Mawadah; Dede Indra Setiabudi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 2 No. 2 (2022): Juli: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v2i2.320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berbahasa dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang di tinjau berdasarkan gender. kemampuan komunikasi matematis yang akan diteliti adalah kemampuan komunikasi dalam bentuk kemampuan menggambar (drawing), Ekspresi matematika (mathematical expression), dan menulis (written texts). Dan keterampilan berbahasa yang akan diteliti adalah keterampilan menulis dan berbicara. Subjek dalam penelitian ini sebanyak satu siswa laki-laki (LL) dan satu siswa perempuan (PP) Yayasan Gemah Ripah Kuningan Kelas III. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan Analisis data untuk mendeskripsikan hasil penyelesaian soal tertulis mengenai keterampilan berbahasa dan komunikasi matematis. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Teknik tes, wawancara, observasi dan pengkajian dokumen. Hasil penelitian adalah: dalam komunikasi matematis, siswa laki-laki lebih baik dalam kemampuan visualisasi serta pengorganisasian informasi dan perempuan lebih teliti dalam merepresentasikan ide matematis. Lalu dalam keterampilan berbahasa, siswa perempuan lebih verbal ketimbang siswa laki-laki. Namun siswa laki-laki lebih baik dalam menjaga kontak mata dengan lawan bicara ketimbang siswa perempuan.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR: Upaya Pendidik Membentuk Karakter Siswa Dalam Mempersiapkan Generasi Emas 2045 Berbasis Neurosains Dini Nurul Insani; Chasan Arif; Dede Indra Setiabudi
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1125

Abstract

Education is a creative endeavor and an absolute necessity for human beings. character. This cannot be separated from the role of parents and teachers. parent first Teacher, character development is not only during childbirth, but during pregnancy uterus. Moreover, teachers, especially in primary schools, have the same obligations. in character building. In doing so, teachers must use brain-based characters Educational Approach (Neuroscience). The reason is the success of character building Start by changing the brains of your students. When brain-based character building is applied From an early age, Indonesian education is of higher quality, We can prepare high quality Golden Generation 2045. This survey uses qualitative research Based on a literature survey. Based on the results of research, this quality was established Education is an education that can shape the character of a student. Character Education is changing, so using a brain (neuroscience) approach is more effective Characters start by changing the brains of students.
Karakteristik Pembelajaran Tematik Yang Ideal Pada Sekolah Dasar Siti Rahimah Ikhsani; Arrum Tangawunisma; Atika Sholeha; Putra Divanka; Dede Indra Setiabudi
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1126

Abstract

Thematic learning in elementary schools has several special characteristics that distinguish it from other learning approaches. Children of school age / 6-12 years are called school age, because children have finished kindergarten as a real preparatory institution. It is called the ripe period for learning, because the child has tried to achieve something, but the activity of playing development is only aimed at getting pleasure when doing the activity itself. It is called a mature period for school, because children already want new abilities, which can be provided by schools (Nasution Noehi, 1993: 44). According to Banett, et al., the characteristics of elementary school age children are as follows. (1) They are naturally curious and interested in the world around them. (2) Enjoys playing and prefers to have fun. (3) Likes to organize himself to handle things, explore a situation and try new ventures. (4) usually thrilled and driven to excel because they do not like to experience dissatisfaction and reject failures. (5) Learn effectively when satisfied with the situation that occurs. (6) Learning by working, observing, taking initiative and teaching other children (Mulyani Sumantri & Nana Syaodih, 2000: 12).
Analisis Kesulitan Guru Dalam Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Dina Nur Riska; Faizal Aditya; Ma’rifatun Utami; Muthia Nurul Karimah; Dede Indra Setiabudi
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1135

Abstract

Bagi mayoritas instruktur dan pelamar sekolah dasar selama bertahun-tahun, pembelajaran tema sangatlah menantang.. Kesulitan-kesulitan tersebut diantaranya kesulitan dalam perencanaan pembelajaran tematik, Kesulitan-kesulitan ini berdampak pada kesiapan dan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesulitan yang dialami guru dalam hal merencanakan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi pustaka. Data dalam studi ini dikumpulkan melalui dokumentasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sulit menentukan tujuan pembelajaran dan penilaian (soal, skor dan kunci jawaban); sulit menguraikan KD menjadi indikator; sulit menyusun langkah pembelajaran dalam RPP; sulit menyesuaikan metode; sulit membuat media sendiri; serta kesulitan dalam menyesuaikan materi ajar dengan siswa.
Penerapan Model Jaring Laba-Laba Sebagai Metode Pembelajaran Tematik Yang Efektif Pada Satuan Tingkat Pendidikan Sekolah Dasar/Mi Wiwin Supriyati; Rizki Putri Sholehah; Ridwan Firdaus; Dede Indra Setiabudi
Student Research Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Februari : Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sjryappi.v1i1.217

Abstract

Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam sebuah tema tertentu, Ada berbagai macam model pembelajaran dalam pendekatan pembelajaran tematik salah satunya yaitu model pembelajaran jaring laba-laba (Webbed) yang saat ini banyak digunakan oleh guru dalam proses pembelajaranya dikelas. Penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa efesien dan efektif model pembelajaraan jaring laba-laba (Webbed) pada satuan tingkat pendidikan sekolah dasar. Metode pada penelitian ini menggunakan metode Studi Pustaka (Library research) yaitu metode pengumpulan data dengan cara mempelajari dan memahami teori-teori dengan cara mencari sumber dari beberapa penelitian seperti buku, jurnal, skripsi dll.
ANALISIS KECERDASAN MAJEMUK PADA BUKU AJAR SISWA KELAS III KURIKULUM 2013 Alma Eka Rakhmawati; Muhamad Rizki Mubarok; Dede Indra Setiabudi
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Riset sosial humaniora, dan pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i1.68

Abstract

This study aims to: 1) describe the multiple intelligences seen in student activities in the third grade 2013 curriculum; and 2) explain the development of multiple intelligences that have not been seen in student activities in the textbooks for class III students of the 2013 curriculum. The research conducted is included in the type of qualitative research. The data collection method used is literature study and discussion with colleagues. The results of the analysis of the thematic book for class III Objects Around Me 2013 curriculum that aspects of multiple intelligences have not been raised or developed as a whole. This can be seen in sub-theme 1 of intelligence that appears more dominant, namely linguistic intelligence and interpersonal intelligence, while intelligence that is not at all raised is naturalist intelligence. In sub-theme 2, visual-spatial intelligence and interpersonal intelligence are dominantly developed, and musical intelligence is not developed at all. Meanwhile, the 3 intelligence sub-themes that often appear are linguistic intelligence and intrapersonal intelligence, besides that musical intelligence has not yet been raised. And sub-theme 4 has visual-spatial intelligence and interpersonal intelligence that are often raised in student activities, the intelligence that is still lacking and has not been raised is musical intelligence. So that the results of the study can be concluded that in general the activities contained in the class III curriculum 2013 textbooks are able to develop eight intelligences.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK PADA PELAJARAN MATEMATIKA Indah Hafizhah; Ikhwan Aldi Wardana; Dede Indra Setiabudi
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Riset sosial humaniora, dan pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i1.69

Abstract

Strategi yang dilakukan oleh guru dalam menentukan metode pelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika salah satunya yaitu, dengan menggunakan metode quantum learning. Dengan metode ini guru dapat mencakup penanaman konsep matematika yang kreatif dan menyenangkan, sehingga proses pembelajaran yang dilakukan sangat bervariasi dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran matematika menggunakan metode Quantum. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif menyusun data yang terkumpul dari wawancara dengan reduksi data dan melakukan meta-analisis jurnal, melalui berbagai macam jurnal yang berhubungan dengan variabel penelitian dikumpulkan kemudian dikaji dan ditarik suatu kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika efektif jika menggunakan metode quantum learning dampaknya adalah adanya peningkatan belajar pada setiap siswa secara garis besar, peningkatan yang terlihat adalah siswa lebih kritis, lebih berekspresi dan semangat ketika belajar, hal ini sangat berguna untuk meningkatkan psikomotorik pada anak. Namun, menurut narasumber metode ini penerapannya masih 90% untuk saat ini kendala yang dihadapi hanya alokasi waktu Karena di sekolah tersebut sangat terbatas dan membutuhkan waktu lebih lama agar anak dapat mengeksplorasi lebih banyak tentang konsep matematika yang diajarkan. Dan guru selalu berupaya untuk menggali informasi dan pengetahuan sebanyak-banyaknya agar dapat diterapkan dalam pembelajaran.
PEMBIASAAN PENDIDIKAN MUATAN LOKAL NYUNDA DALAM MEMBANGUN KARAKTER CINTA TANAH AIR PADA SISWA SD/MI Fadiyah Nur Afifah; Zahira Nadya Hanifa; Dede Indra Setiabudi
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Riset sosial humaniora, dan pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i1.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembiasaan Pendidikan muatan lokal nyunda dalam membangun karakter cinta tanah air yang tujuan utamanya agar anak tidak melupakan budaya daerah asalnya yang semata – mata untuk mempertahankan budaya asli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara di sekolah SDN 213 babakan ciparay. Keabsahan data menggunakan uji kredibilitas. Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data hasil observasi, wawancara, penginterpretasian data, dan pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan Pendidikan muatan lokal ‘nyunda’ tersebut membuat anak tetap mengenal Bahasa daerah, makanan daerah, permainan daerah, dan tata krama daerah ditengah gencarnya budaya luar yang kian masuk ke tanah air. Setelah melakukan penelitian mengenai pembiasaan Pendidikan muatan lokal ‘nyunda’ dalam membangun karakter cinta tanah air tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa begitu pentingnya pembiasaan muatan lokal di sekolah dasar sebagai usaha dalam menanamkan karakter cinta tanah air lewat budaya daerah agar generasi muda tidak lupa budaya daerah asalnya sehingga tetap mengenal dan melestarikan budaya daerahnya tersebut.
PENGEMBANGAN BUKU CERITA ANAK BERBASIS NILAI KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR Lutfia Rosidah; Siti Hajar; Zasiyah Auliyatulloh; Dede Indra Setiabudi
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Riset sosial humaniora, dan pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i1.71

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keterbatasan buku bacaan sebagai implementasi penanaman nilai karakter dan belum adanya pengembangan buku cerita anak berbasis nilai karakter semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Anak usia Sekolah Dasar harusnya diberikan elective untuk menanamkan nilai karakter semangat kebangsaan dan cinta tanah air berupa buku cerita berbasis nilai karakter tersebut, dari pengembangan yang dilakukan dalam penelitian ini diharapkan mengembalikan nilai kebangsaan dan rasa cinta tanah air. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yaitu pendefinisian (Characterize), Perencanaan (Plan), Pengembangan (Create) dan penyebaran (Dessiminate)Berdasarkan hasil validasi ahli media mendapatkan persentase rata 93.5% dengan kriteria "Sangat Layak". Hasil validasi ahli bahasa mendapatkan persentase 78.5% dengan kriteria "Layak". Hasil validasi ahli materi mendapatkan persentase 82.25% dengan kriteria"Sangat Layak. Hasil respon penilaian pendidik mendapatkan hasil akhir dengan persentase 84% dengan kriteria "Sangat Layak".
PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYONGSONG KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Annisa Alfath; Fara Nur Azizah; Dede Indra Setiabudi
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2022): Juni : Jurnal Riset sosial humaniora, dan pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i2.73

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses tranformasi ilmu pengetahuan dari pendidik kepada peserta didik. Guru sebagai garda terdepan dalam menjalankan roda pendidikan memiliki peran yang penting untuk menentukan generasi berkualitas yang berakhlakul karimah. Berdasarkan program yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengenai kurikulum Merdeka belajar memiliki makna bahwa siswa berhak berfikir secara kreatif dalam mencari pengetahuan dari berbagai sumber untuk mewujudkan pembelajaran yang bermutu serta sanggup bersaing dalam arus perkembangan globalisasi. Dalam rangka menyongsong program merdeka belajar, peningkatan mutu pendidikan terus diupayakan dengan adanya pengembangan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif deskriptif dengan metode studi pustaka dan teknik analisis konten (content analysis) untuk menghasilkan data yang relavan.
Co-Authors Abdul Rosyid Aceng Cahyani Adisti Choiri Andani Afdhalul Madani Agus Ikhsanudin Ahda Aulia Fajriah Ahda Aulia Fajriah Aidi Agung Sani Ajironi Ali Kosasigh Alma Eka Rakhmawati Amelia Muasyasya Anisa Aulia Anisa Fitriani Anisa Mawadah Anisa Nur Fitria Anisa Nur Rahma Annimah Imani Annisa Alfath Arrum Tangawunisma Arsy Mutiara Rihada Arsyad Adlan Asep Parida Atika Sholeha Aulia Fahriza Hasanah Auliya Nabaul Insani Azzahra Auliadin Chasan Arif Dadan Mardani Dadeng Irman Fauzi Dede Jaenudin Dewi Utami Dhea Mutia Jameliani Dina Nur Riska Dinda Mardianah Dini Nurul Insani Dita Zahrotul Nadhifah Endhi Darmadi Endri Safrudin Fadiyah Nur Afifah Faizal Aditya Fara Dhiyah Hasni Fara Nur Azizah Fety Fatiah Rahmah Fiddini Hilwa Sukma Fitriyani Habsah Musliman Halimatu Sadiah Halimatu Sadiah Hasnah Dini Nurfatih Henri Peranginangin Tanjung Humaeroh, Iis Iis Humaeroh Iis Susiawati Ikhwan Aldi Wardana Indah Aulia Alfath Indah Hafizhah Ira Kusmiati Irsa Lina Aulia Irvan Iswandi Izzah Khaiurunnisaa Janah Mutmainah Kholifah Al Marah Hafidzhoh Luqman Hakim Lutfia Rosidah Maman Supriatman Maryam Ma’rifatun Utami Miftah Sabillah Moch. Hasyim Fanirin Moch. Irfan Malindo Muhamad Rizki Mubarok Munir Ashadi Muthia Nurul Karimah Nabila Aulia Nabilla Al Zahira Najibullah Nur Fatihani Nur Fitri Islami Nur Laila Al Hafidz Nurajizah Nurhayat Nurhayat, Nurhayat Puji Rasmuri Putra Divanka Putri Dian Khairani Ratih Soko Aji Jagat Ridwan Firdaus Riris Mahirotun Nisa Risa Sabrina Rizki Putri Sholehah Samsia Manalu Sapto Cahyono Sarah Aini Amara Luthfiyah Shania Salsabila SITI AMINAH Siti Hajar Siti Rahimah Ikhsani Sugeng Riyadi Sugino Sugino Sugito - Syakillah Fi Ismi Syifa Aulia Syifa Kolbiyah Tatang Tatang Winda Maesaroh Wiwin Supriyati Wiwin Wiwin, Wiwin Zahira Fitriana Zahira Nadya Hanifa Zahra Putri Alhaqni Zasiyah Auliyatulloh Zaytunil Hikma Zulfa Nazifah Ramadhanti