Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Kompleksometri Kalsium dan SSA Timbal Beberapa Depot Air Isi Ulang di Medan Nur’Adina; Hendri Faisal; Suprianto
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v2i2.19

Abstract

Calcium minerals play an important role in maintaining body functions, while Lead is a dangerous heavy metal. The research was aimed at determining the levels of Calcium and Lead from several refill water depots in Medan. Calcium complexometry and lead AAS as their respective assay methods. Research shows calcium levels are 10.3-29.3 mg/L, correlation coefficient is 0.9928, and no lead is found in refill drinking water. Calcium levels do not meet the requirements, while lead levels still meet the WHO requirements.
Analisa Vitamin C dan Evaluasi Sediaan Tablet Effervescent Campuran Ekstrak Etanol Biji Jambu Biji Merah dan Putih (Psidium guajava L.) Hendri Faisal; Suprianto; Nur Aisyah Pitri; Sri Handayani; Dwi Setio Purnomo
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v3i1.40

Abstract

Effervescent tablets, CO2-producing tablets from the reaction of tablet constituents with their solvents. Red guava contains beta-carotene vitamin C is quite high, white guava is rich in vitamins, flavonoids, carotenoids, saponins, tannins, phenols, triterpenes, essential oils, fiber, and fatty acids. The study aimed at the comparison of vitamin C extract of red and white guava seeds (Psidium guavala. L). Powder evaluation includes flow time, angle of repose, compactibility. The evaluation of tablets included organoleptic, soluble time, weight uniformity, hardness, friability, pH, vitamin C content using UV spectrophotometry method. The results showed that the flow time test was 11.31-16 gram/second, the angle of repose was 33.02-34.92%; compactibility 7.59-16.9%; effervescent tablet preparation is round in shape, brown aroma, dark brown-brown color, slightly sweet taste, dissolving time 33.79- 89.53 seconds; hardness 4-5,4 kg; friability 0.04-0.9%; pH is close to neutral at pH 5.83-6.39; vitamin C content of red and white guava seeds were 37.86 mg/g and 42.32 mg/g, respectively. Red and white guava seed extract can be formulated into effervescent tablets and has vitamin C 0.19 – 0.28 mg/g
Pengembangan Cleansing Oil Berbasis Minyak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) dengan Variasi Konsentrasi Surfaktan sebagai Pembersih Make-Up Tahan Air Adek Chan; Ervina Syahfitri Lubis; Hendri Faisal; Osy Devitania
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v6i2.01

Abstract

Background: Avocado seeds contain 15–25% oil and are rich in bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and terpenoids, making them a potential natural ingredient for skincare formulations. Objective: This study aimed to develop a cleansing oil using avocado seed oil with varying surfactant concentrations to evaluate its effectiveness in removing waterproof makeup. Method: The oil was extracted from avocado seeds using the Soxhlet method with n-hexane, yielding 20% oil. Cleansing oil formulations were prepared using surfactant concentrations of 4%, 6%, and 8%, and tested for organoleptic characteristics, homogeneity, pH, irritation, viscosity, stability, user preference, and cleansing performance. Result: All formulations showed safe pH levels (6.4–7.0), no skin irritation, good physical stability, and were well accepted by users. The formulation with 8% surfactant demonstrated the best cleansing ability. Conclusion: Avocado seed oil is suitable for use in cleansing oil formulations, particularly when combined with higher surfactant concentrations, offering an effective and natural solution for removing waterproof makeup
Characterization Of Physicochemical Properties Of Passion Fruit (Passiflora Edulis) Effervescent Powder Rizka Hasmi; Mayang Sari; Hendri Faisal; Wanda Hijriyani
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 10 No. 2 (2026): July Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v10i2.8421

Abstract

The health drink market has evolved significantly, driving the development of innovative dosage forms like effervescent powders. Purple passion fruit (Passionflowerwas.edible) is a natural ingredient rich in bioactive antioxidants, including carotenoids, anthocyanins, flavonoids, and vitamin C. This study aims to formulate an effervescent powder utilizing purple passion fruit juice as an alternative health drink. An experimental laboratory design was employed to evaluate various physical properties and consumer acceptance. Passion fruit pulp was purposely sampled from Gajah Village, Karo Regency. The formulated effervescent granules were evaluated for organoleptic properties, foam height, dissolution time, pH levels, and hedonic preference using 12 semi-trained panelists. The results indicated that passion fruit juice can be successfully transformed into a stable effervescent powder. The preparation met all standard requirements for quality effervescent powders, showing an acceptable pH, rapid dissolution time, adequate foam height, and high acceptability in hedonic testing. In conclusion, the combination of citric acid, tartaric acid, and sodium bicarbonate yields an optimal effervescence reaction. Future studies should focus on long-term stability testing and developing this formulation into a compressed effervescent tablet.
Formulasi dan Uji Efektivitas Krim Anti-Aging Berbasis Serbuk Tulang Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus Albacares) dengan Penambahan Precipitated Calcium Carbonate (PCC) Azzura Ligo; Pricella Aqwilla Ginting; Hendri Faisal; Denny Akbar Tanjung; Sri Mutia Wahyuni
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1509

Abstract

Penuaan kulit merupakan proses biologis yang ditandai dengan menurunnya elastisitas kulit, munculnya kerutan, meningkatnya pigmentasi, serta berkurangnya kadar air kulit akibat degradasi kolagen dan peningkatan stres oksidatif. Salah satu pendekatan yang banyak dikembangkan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah penggunaan bahan aktif alami yang kaya mineral dan kolagen. Tulang ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) merupakan limbah hasil industri perikanan yang memiliki kandungan kalsium, fosfor, kolagen, dan protein yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif kosmetik anti-aging. Penelitian ini bertujuan memformulasikan serbuk tulang ikan tuna sirip kuning yang dikombinasikan dengan Precipitated Calcium Carbonate (PCC) ke dalam sediaan krim anti-aging serta mengevaluasi karakteristik fisik dan efektivitasnya terhadap kondisi kulit. Penelitian dilakukan secara eksperimental melalui beberapa tahapan meliputi preparasi tulang ikan, sintesis PCC, karakterisasi bahan baku, formulasi krim pada beberapa konsentrasi, evaluasi mutu fisik sediaan, pengujian stabilitas, uji iritasi, serta pengujian efektivitas terhadap sukarelawan menggunakan skin analyzer. Parameter evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, stabilitas, iritasi kulit, kadar air kulit, kadar minyak, dan jumlah noda hitam (dark spot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan krim bertekstur semi padat, homogen, memiliki pH berkisar 4,90–5,38, daya sebar 5–6 cm, stabil selama penyimpanan, serta tidak menimbulkan iritasi pada seluruh sukarelawan. Serbuk tulang ikan tuna memiliki kadar air sebesar 7,53 persen dan kadar abu sebesar 2 persen, sehingga memenuhi persyaratan mutu bahan baku. Kombinasi serbuk tulang ikan tuna dan PCC mampu meningkatkan kelembapan kulit, memperbaiki keseimbangan minyak kulit, serta menurunkan jumlah noda hitam setelah penggunaan selama empat minggu. Formula dengan konsentrasi serbuk tulang ikan tertinggi menunjukkan efektivitas anti-aging yang paling baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi serbuk tulang ikan tuna sirip kuning dan Precipitated Calcium Carbonate berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi krim anti-aging yang aman, stabil, dan efektif.
Hubungan Kepatuhan Pengobatan dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Beras Basah Kecamatan Pangkalan Susu Indah Pertiwi; Azzura Ligo; Hendri Faisal; Denny Akbar Tanjung; Ervina Syahfitri Lubis
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026 Part 2
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1537

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Kepatuhan dalam mengonsumsi obat merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien. Rendahnya kepatuhan minum obat dapat menyebabkan pengendalian kadar glukosa darah yang kurang optimal sehingga meningkatkan risiko komplikasi dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Beras Basah Kecamatan Pangkalan Susu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan minum obat dan kuesioner kualitas hidup yang telah memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95 persen (α = 0,05). Karakteristik responden didominasi oleh perempuan (73 persen), berusia di atas 50 tahun (80,0 persen), berpendidikan SD/ tidak bersekolah (49 persen), dan ibu rumah tangga/ tidak bekerja (70 persen). Sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan minum obat kategori sedang (74 persen), sedangkan 26 persen memiliki kepatuhan rendah dan tidak terdapat responden dengan kepatuhan tinggi. Mayoritas responden memiliki kualitas hidup yang baik (84 persen), sedangkan 16 persen memiliki kualitas hidup buruk. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (p = 0,001). Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Beras Basah Kecamatan Pangkalan Susu. Peningkatan kepatuhan minum obat melalui edukasi, konseling, dan pendampingan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien serta mencegah terjadinya komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2. Kata Kunci: ; kepatuhan minum obat, kualitas hidup; pasien; Puskesmas