Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pendampingan Pelatihan Kondisi Fisik PB Liyansa Lombok Timur Primayanti, Intan; Wahyudi, Johan; Syobri, Nazalus
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 3 No. 1 (2024): July
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v3i1.12489

Abstract

Latihan kondisi fisik merupakan bagian terpenting dalam semua cabang olahraga. Setiap cabang olahraga membutuhkan kondisi fisik yang baik. Kondisi fisik sangat mendukung aspek-aspek lainnya seperti teknik, taktik dan mental. Kondisi fisik dapat berpengaruh dalam mendukung tugas atlet dalam latihan/pertandingan sehingga dapat tampil secara maksimal. Tujuan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kondisi fisik kepada para pemain bulutangkis PB Liyansa Lombok Timur. Pelatihan ini perlu dilakukan karena adanya proses latihan fisik yang kurang maksimal. Untuk itu program pengabdian kepada masyarakat menghadirkan untuk memberikan pelatihan atlet adalah cara yang ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 3 sampai 4 Juni 2024 di Gedung Bulutangkis tempat pusat latihan PB Liyansa. Jumlah dari anggota tersebut adalah 18 orang usia remaja, yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 8 orang pemain. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui 2 kegiatan. Kegiatan yang pertama adalah metode pemaparan materi dan diskusi, serta kegiatan kedua pelaksanaan praktik latihan fisik.
PENDAMPINGAN TES KEBUGARAN LANSIA DESA MASBAGIK LOMBOK TIMUR Wahyudi, Johan; Primayanti, Intan; Mariawati, Mariawati
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v3i2.14285

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menuntut perhatian khusus dalam menjaga kualitas hidup mereka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendampingan tes kebugaran, yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisik dan memberikan intervensi yang sesuai. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas, mencakup sosialisasi, pelaksanaan tes kebugaran, serta pendampingan individu. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran lansia terhadap pentingnya kebugaran fisik serta terciptanya komunitas pendukung untuk aktivitas fisik lansia. Selain itu, intervensi yang dilakukan melalui program ini terbukti efektif dalam mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kualitas hidup lansia secara keseluruhan. Dengan pendekatan yang terstruktur, program ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah untuk menjangkau lebih banyak lansia dan memberikan dampak positif yang lebih luas.
TRACKING THE ROLE OF LEMBAGA ADAT TANA SAMAWA AS AN INFORMAL DEMOCRATIC INSTITUTION IN THE LOCAL POLITICAL ARENA IN SUMBAWA Wahyudi, Johan
Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja Vol 50 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengkajian Strategi Pemerintahan (LRPSP), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jipwp.v50i1.4092

Abstract

This study aims to explain how informal democratic institutions, such as aristocracy and customary institutions, interact with formal democratic institutions within the framework of modern state institutions. This study was conducted in the Sumbawa Regency by considering the Lembaga Adat Tana Samawa (Tana Samawa Customary Institution) which is the embodiment of the revitalization of the Sumbawa Sultanate as an informal democratic institution. This study aims to further trace how aristocracy in Sumbawa, represented by Tana Samawa Customary Institution (LATS), plays a role in local democracy. This study uses Helme and Levitsky's analytical framework to examine how informal institutions are positioned relative to formal institutions as seen in four typologies; (1) complementary informal institutions, (2) accommodating informal institutions, (3) competing informal institutions, and (4) substitutive informal institutions. By interviewing Sumbawa LATS administrators, Sumbawa regional leaders, and document studies, this research shows that LATS Sumbawa Regency can complement the role of formal institutions and accommodate formal institutions. Keywords; Informal Democracy, Formal Democracy, Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), Sumbawa
Ground Movement Tracking System for Airside Operations using Global Navigation Satellite System (GNSS) and Long Range (LoRa) Communication Wisnuardana, Cokorda Dwija; Wahyudi, Johan; Sulaiman, Muhammad Arif
Aviation Electronics, Information Technology, Telecommunications, Electricals, and Controls (AVITEC) Vol 8, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/avitec.v8i1.3544

Abstract

Accurate monitoring of ground vehicle and aircraft movement in the airport airside is essential to reduce the risk of incidents caused by limited coordination between controllers, pilots, and ground operators. This study proposes the design of a ground movement tracking system for airside operations, utilizing a Global Navigation Satellite System (GNSS) module (Matek M10Q-5883) and a Long Range (LoRa) communication module (LILYGO ESP32), integrated with a web dashboard for real-time visualization. The system was developed using the Waterfall methodology, covering requirement analysis, system design, hardware and software implementation, and performance testing in simulated airside conditions. Experimental results show that the system achieved an average coordinate deviation of only 0.000017º equivalent to about 1.7 meters  compared to a reference device, and maintained reliable data transmission up to 1.4 km under line-of-sight conditions. These findings demonstrate that the proposed system provides accurate and stable monitoring of ground movements, offering a cost-efficient and weather-independent alternative to GSM-based solutions. In addition, by optimizing LoRa parameters, the system successfully extended its communication range beyond the ~1 km typically reported in related studies, highlighting its novelty and contribution to enhanced safety in airport operations.