Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Amerta

MODEL PEMANFAATAN KAWASAN CAGAR BUDAYA TROWULAN BERBASIS MASYARAKAT Ramelan, W. Djuwita Sudjana; Rahardjo, Supratikno; Arifin, Karina; Huntley, Myrna Laksman; Pojoh, Ingrid H.E.; Ginanjar, Agi
AMERTA Vol. 33 No. 1 (2015)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penanganan cagar budaya diharapkan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, masyarakat juga harus diajak berperan aktif. Utamanya, yang terkait langsung dengan kehidupan masyarakat dengan cagar budaya yaitu pemanfaatannya. Apabila pemanfaatan itu tidak dikelola secara baik maka yang timbul adalah konflik sosial. Trowulan ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional melalui SK Mendikbud No. 260/M/2013 namun penanganan puluhan ribu cagar budaya masih perlu dibenahi. Studi ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif: observasi di situs-situs yang dimanfaatkan oleh masyarakat baik dikuasai oleh negara maupun dimiliki masyarakat; wawancara mendalam kepada tokoh-tokoh yang berperan di dalam kehidupan masyarakat, pejabat pemerintah; diskusi kelompok bersama para peneliti, akademisi, pemerhati, pejabat pemerintah; dan kajian legislasi. Hasil studi ini menangkap esensi dari aspirasi masyarakat dalam pemanfaatan Trowulan berbasis masyarakat. Model tersebut bermuara pada manfaat identitas nasional dan kesejahteraan sosial. Semua aspek saling terkait dan memberi umpan balik (badan pengelola, legalitas, cetak biru, dana) sehingga menjadi majemen yang kuat dan berkesinambungan. Kata Kunci: Cagar Budaya, Pelestarian, Kawasan, Badan pengelola, Trowulan Abstract. Community Based Model of Trowulan Cultural Heritage Region Utilization. Managing cultural heritage is not solely the responsibility of the government. However, local people must be invited to play an active role too if preservation is to be successful, because utilization of the site and its resources is directly related to the interaction of people’s lives with cultural heritage and if utilization is not managed properly then social conflict will arise. Trowulan is recognized as a national heritage area through Decree No. 260/M/2013 from the Ministry of Education and Culture, but its preservation needs to be properly managed. This study applied the qualitative approach: observation on sites used by people either controlled by the state or owned by the community; in-depth interviews to persons who have a role in public life, and of central and local government officials; discussion groups with researchers, academics, observers, officials of the central government; and the study of legislation. This study captured the essence of people’s aspirations in the utilization of Trowulan to create amodel for community-based Trowulan utilization. Our model has produced benefits to social welfare and national identity. All aspects are related with each other to provide feedback (management board, legal aspect, blueprint, funding) so that it becomes strong and sustainable management. Keywords: Cultural Heritage, Conservation, Region, the Management board, Trowulan
Co-Authors Abdul Sukur Adang Suherman Ade Rahmat Ade Rahmat, Ade Agustan, Boby Agustin, Nur Mahfuzah Agustiyani, Riva Esya Akhmad Fauzi Akhmad Solihin Alhakim, Agisna Malik Alifah, Tsary Nabilah Alya, Hasna Anang Setiawan ANGGRAENI, RENI Arifin, Karina Arroihan, Mohammad Ashadi Cahyadi Ashadi Cahyadi, Ashadi Bachri, Muhammad Rizal Bahri, Syuhada Bambang Abduljabar Burgueño, Rafael Cartiman, Cartiman Dede Iman Suhendra Dedy Sugiyanto Dena Widyawan Dicky Oktora Mudzakir Dicky Oktora Mudzakir Doddy Abdul Karim Dr. Tite Juliantine,M.Pd Effendy, Fauzan Faisal, Nanda Fauzan Effendy Febriana, Dandy Febriyani, Rizka Aulia Fikri Zulfikar Hakim, Lukman Al Halim Wadudu Hamzah, Ibnu Harmajudha, Marcus Christiawan Hartoko, Caecilia Sekarkinanti Herdiana, Dian Ilmawan, Anggo Widcaksana Indah Purnama Sari Indrawan, I Ketut Addy Putra Kamil, Najwa Naila Rahma Karim, Doddy Abdul Kharisma, Yudhi Komang Ayu Krisna Dewi Kusmanto, Toto Laksman, Myrna Larasaty, Gina Lestari, Resti Kamiarti Malik, Arief Abdul Mochamad Zakky Mubarok MUDZAKIR, DICKY OKTORA Mulyawan , Rizki Nataniela, Shira Putri Negara, Gusti Agung Ayu Komang Ari Natasya Sastra Nendri, Nendri Nur Fasih Nur, Lutfi Nurlan Kusmaedi Nurul Yaqin Pahman, Ilham Panganiban, Teejay D. Pingon, Les Pojoh, Ingrid H.E. Pongsiri, Tatpicha Pramdhan, Kartono Rahardjo, Supratikno Rahayuda, Rahayuda Raikhansyah, Arrafi Ramadhan, Muhammad Syafiq Ramadhan, Riki Ramelan, W. Djuwita Sudjana Reyan Novaldi Riki Ramadhan Rusmanto, Rusmanto Rusmayani, Ni Gusti Ayulia Sarifudin, Sarfudin Seni Oktriani Sigit Nugroho Subaweh, Ahmad Maskur Sugeng Hary Satrya Sugiyanto, Dedy Suherman, Dias Sumaryanti Sumaryanti Supriyanto Supriyanto Sutoyo Sutoyo Syaqieb, Albar Syifa, Ahmad tri wahyuni Wahyudi, Robet Widuri, Lestari Putri Yudy Hendrayana, Yudy Yusuf Hidayat Yusuf Hidayat Zainal, Hary