Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Program Keluarga Harapan (PKH) Melalui Edukasi dan Pendampingan dalam Meningkatkan Kemandirian dan Kesejahteraan Keluarga di Nagari Pilubang, Kabupaten Padang Pariaman Amanda Hendrilia Putri; Annisa Fitri; Andri Saputra; Lusyiana Andhica; Yulia Hanoselina
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program perlindungan sosial pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan melalui pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin dan rentan. Meskipun program ini telah berkontribusi dalam meningkatkan akses Masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, pelaksanaannya di tingkat lokal masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya pemahaman penerima manfaat mengenai mekanisme program, hak dan kewajiban peserta, serta masih tingginya ketergantungan terhadap bantuan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan PKH melalui kegiatan edukasi dan pendampingan guna meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Nagari Pilubang, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan sosialisasi pada tanggal 29 Maret hingga 4 April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan yang dilakukan melalui pendekatan partisipatif serta penggunaan media visual yang komunikatif mampu meningkatkan pemahaman KPM mengenai konsep dasar PKH, hak dan kewajiban penerima manfaat, pengelolaan keuangan keluarga, serta pentingnya kemandirian ekonomi. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta secara signifikan setelah mengikuti sosialisasi. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong perubahan cara pandang KPM terhadap PKH, dari sekadar bantuan sosial menjadi sarana pemberdayaan menuju kemandirian. Temuan penelitian menegaskan bahwa edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan PKH dan mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang lebih berkelanjutan
Strategi Kepemimpinan Sherly Tjoanda melalui Universal Health Coverage (UHC) dalam Upaya Meningkatkan Pemerataan Pelayanan Kesehatan Aisyah Miftahul Jannah; Farhana Khairati Nazri; Fuji Syaulend Utami; Marcya Titania Aureliyan; Tri Andini Utami; Yulia Hanoselina; Putri Febri Wialdi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerataan pelayanan kesehatan merupakan salah satu tujuan penting dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Namun, masih terdapat berbagai kendala yang menyebabkan akses layanan kesehatan belum sepenuhnya merata, terutama di daerah kepulauan dan wilayah terpencil. Dalam mendukung tercapainya Universal Health Coverage (UHC), diperlukan peran kepemimpinan daerah yang mampu mengoptimalkan pelaksanaan kebijakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan Sherly Tjoanda melalui Universal Health Coverage (UHC) dalam upaya meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini menggunakan teori kepemimpinan transformasional yang dikemukakan oleh Bass dan Riggio (2006). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui studi literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah, artikel, dokumen pemerintah, serta publikasi lain yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan Sherly Tjoanda diwujudkan melalui penguatan koordinasi antarinstansi, kerja sama dengan BPJS Kesehatan, perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kesehatan, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan. Strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku Utara serta mendukung keberhasilan pencapaian Universal Health Coverage. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, akademisi, maupun pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan strategi kepemimpinan yang mendukung pemerataan pelayanan kesehatan melalui implementasi Universal Health Coverage (UHC), khususnya pada wilayah kepualauan dan daerah dengan karakteristik geografis yang menantang.
Penguatan Peran Puskesmas Air Tawar Melalui Edukasi dan Pendampingan dalam Meningkatkan Partisipasi Pasangan Usia Subur dengan Program KB Novia Rahmadhani; Hanifah Tri Indah; Divany fayzara; Muhammad Rafi; Yulia Hanoselina
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi utama pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi masyarakat. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer memiliki peran strategis dalam mendorong partisipasi Pasangan Usia Subur (PUS) dalam program KB melalui edukasi dan pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Puskesmas Air Tawar dalam upaya penguatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan reproduksi, khususnya dalam meningkatkan partisipasi PUS terhadap program KB. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan kajian literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang komprehensif dan pendampingan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Air Tawar berkontribusi signifikan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku PUS terhadap penggunaan kontrasepsi. Penguatan kapasitas kader, penyuluhan berbasis komunitas, dan konseling individual menjadi strategi utama yang perlu dioptimalkan. Diperlukan sinergi antara Puskesmas, BKKBN, kader kesehatan, dan masyarakat untuk menekan angka unmet need KB dan mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas
Penggunaan Aplikasi e-Court dan Sistem Informasi Penelusuran Pekara (SIPP) sebagai kemudahan pelayanan di Pengadilan Tata Usaha Negara  (PTUN) Padang Dhea Syafira; Filza Sabrila; Shabira Ramadhani; Muhammad Teguh Ghozali; Yulia Hanoselina
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital di lingkungan peradilan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk melalui penerapan E-Court dan SIPP di PTUN Padang. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kedua sistem tersebut, mencakup manfaat yang diperoleh serta kendala yang muncul dalam proses digitalisasi layanan peradilan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen untuk memperoleh gambaran yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Court dan SIPP meningkatkan efisiensi proses berperkara, memperkuat transparansi, serta memperluas aksesibilitas bagi masyarakat. Meskipun demikian, literasi digital yang rendah, keterbatasan infrastruktur, dan kesiapan sumber daya manusia masih menjadi hambatan yang perlu diatasi melalui penguatan kapasitas dan pengembangan dukungan teknologi agar digitalisasi peradilan dapat berjalan optimal dan sejalan dengan prinsip good governance.
Kepemimpinan Prabowo Subianto dalam Pengambilan Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia Zahwa Alia Putri; Siti Nur Aisyah; Hidayatun A’liya; Anyesa Qiara; Riko Prananda; Yulia Hanoselina
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Stunting, gizi buruk, dan ketimpangan akses terhadap pangan bergizi masih menjadi persoalan yang dihadapi Indonesia dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia. Pemerintah menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu strategi untuk mengatasi berbagai persoalan gizi sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan mengkaji kepemimpinan Prabowo Subianto dalam proses perumusan kebijakan Program Makan Bergizi Gratis. Penelitian menggunakan teori kepemimpinan sebagai kerangka analisis untuk memahami peran pemimpin dalam menetapkan kebijakan dan mengarahkan implementasi program. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka terhadap buku, jurnal, artikel ilmiah, dan berbagai dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prabowo Subianto menerapkan gaya kepemimpinan yang tegas, visioner, dan berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Gaya kepemimpinan tersebut berkontribusi penting dalam proses perumusan kebijakan Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat, menekan angka stunting, serta mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Pencegahan Stunting di Puskesmas Parak Karakah: Penelitian Iip Permana; Yuliarti; Artha Dini Akmal; Hidayatul Fajri; Yulia Hanoselina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5857

Abstract

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan bahwa prevalensi stunting secara nasional menurun sebesar 2,8%, tetapi di Kota Padang meningkat sebesar 0,6%. Puskesmas Parak Karakah merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang masih menghadapi kendala dalam upaya penurunan prevalensi stunting, terutama rendahnya partisipasi keluarga atau masyarakat terhadap kelompok sasaran berisiko stunting serta keterbatasan sumber daya dalam pemantauan kelompok sasaran. Kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan stunting melalui komunikasi perubahan perilaku. Kegiatan dilaksanakan kepada 28 kader kesehatan perempuan di wilayah kerja Puskesmas Parak Karakah dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), meliputi diskusi terbuka, brainstorming, penggunaan alat partisipatif, permainan peran, serta evaluasi partisipatif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, dengan rerata nilai pre-test sebesar 43,9%, rerata post-test sebesar 75,9%, dan rerata peningkatan skor sebesar 32%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis partisipatif dapat mendukung peningkatan kapasitas kader dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Parak Karakah.
Outreach on the Use of Direct Cash Assistance (BLT) to Empower Low-Income Communities in Seberang Palinggam Village, Padang City Chelsea Defista; Fadilah Permata Yora; Diva Nurfadhilah; Huriyatul Husna; Yulia Hanoselina
Samakta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): [Online First] Samakta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/samakta.v3i2.457

Abstract

Poverty remains a serious challenge in Indonesia's national development, including in Seberang Palinggam Village, South Padang District, Padang City, which has been designated as one of the 23 slum settlement points in Padang City. The majority of its residents work as fishermen, port laborers, and small traders with unstable incomes, making them one of the most in need of social protection program interventions. This article aims to describe and analyze the implementation of socialization on the utilization of the People's Welfare Direct Cash Assistance (BLT Kesra) as an effort to empower the underprivileged community in the village. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were obtained thru observation, interactive discussions, documentation, and relevant literature studies. The research results show that before the socialization activities were carried out, the community's understanding of the objectives, distribution mechanisms, and utilization of the Kesra BLT was still limited. After the socialization was conducted in a participatory and communicative manner, the community's understanding increased, especially regarding the targeted, productive, and responsible use of the assistance. The socialization also succeeded in raising awareness that the BLT Kesra not only functions as short-term consumptive aid but also as a first step toward the economic independence of the community. However, the effectiveness of the program still faces challenges such as inaccuracies in recipient data and the lack of ongoing support. Therefore, socialization needs to be carried out periodically and integrated with skills training programs and business mentoring to create a more sustainable empowerment impact.
Management of Human Rights-Friendly Priority Services for Vulnerable Groups at The Padang Class I Immigration Office With an Immigration Checkpoint Mutiara Nurul Amalia; Yulia Hanoselina
Journal of Governance, Taxation and Auditing Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Governance, Taxation and Auditing (July - September 2026)
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/jogta.v4i1.2033

Abstract

Abstract:Equitable access to public services remains a practical challenge for vulnerable groups because physical, communication, informational, and digital barriers may limit their ability to complete administrative procedures independently. This study analyzes the management of Human Rights-Friendly Priority Services for vulnerable groups at the Padang Class I Immigration Office with an Immigration Checkpoint and identifies the factors that support and hinder their implementation. The study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation involving service managers, immigration officers, and service users from vulnerable groups. Data validity was assessed through source and technique triangulation, while analysis involved data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. The analytical framework applied George R. Terry’s management theory through four indicators—planning, organizing, actuating, and controlling—and used Public Service Logic to interpret the value experienced by service users. The findings show that the Office has established a policy foundation, standard operating procedures, a dedicated service room, assistive facilities, staff coordination, direct assistance, internal evaluation, and complaint channels. These arrangements make passport services easier and more humane for older adults, pregnant women, breastfeeding mothers, and persons with disabilities. However, the service has not fully ensured independent and equitable access because tactile guiding paths are unavailable, sign-language competence is limited, staffing and service quotas are constrained during peak periods, waiting-room capacity is limited, and no satisfaction instrument specifically measures the experiences of vulnerable groups. The service therefore requires evidence-based planning, adaptive resource allocation, sustained staff training, accessible facilities, and user-specific evaluation.
MANAJEMEN KRISIS PADA LAYANAN AIR BERSIH: STUDI KASUS PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM KOTA PADANG Resti Melani; Yulia Hanoselina
KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 7 No. 1 (2026): KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jim.v7i1.57706

Abstract

Badan Usaha Milik Daerah Perumda Air Minum Kota Padang bertanggung jawab menyediakan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Padang. Sebagai wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, perusahaan ini dituntut memiliki manajemen penanganan krisis yang baik agar pelayanan air bersih tetap dapat berjalan meskipun terjadi gangguan akibat bencana. Namun, kesiapsiagaan organisasi dalam menghadapi bencana hidrometeorologi masih menunjukkan sejumlah keterbatasan, terutama karena strategi mitigasi yang dimiliki masih berorientasi pada ancaman gempa bumi. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen penanganan krisis Perumda Air Minum Kota Padang dalam pengelolaan air bersih, serta menemukan hambatan yang menghalangi pelaksanaannya. Studi ini menggunakan wawancara sebagai bagian dari pendekatan kualitatif deskriptif mendalam, observasi, dan dokumentasi studi. Informan penelitian terdiri dari Bagian Perencanaan, Humas, dan Distribusi/Operasional Perumda Air Minum Kota Padang sebagai informan utama, serta BPBD, Dinas PUPR Kota Padang, dan masyarakat sebagai informan pendukung. Analisis dilakukan menggunakan teori manajemen krisis Coombs (2015) dengan indikator Crisis Event, Pre-Crisis (signal detection, prevention, crisis preparedness), dan Post-Crisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen penanganan krisis telah mencakup ketiga tahapan tersebut, namun deteksi dini masih bersifat manual dan belum didukung sistem peringatan dini terintegrasi, mitigasi bencana masih bias pada ancaman gempa bumi, serta belum tersedia rencana kontinjensi khusus untuk bencana hidrometeorologi. Pada tahap krisis, penanganan tergolong responsif melalui pembentukan tim darurat dan kolaborasi lintas sektor, tetapi pada tahap pasca-krisis, evaluasi masih bersifat parsial per divisi. Kendala utama meliputi kerusakan infrastruktur yang masif, koordinasi lintas instansi yang belum formal, serta komunikasi informasi kepada masyarakat yang belum optimal.
Inovasi Layanan Pengaduan Online “Lapor Padang” Dalam Meningkatkan Akuntabilitas Pemerintah Kota Padang Nabila Laila Rani; Miftahul Hasanah; Rifha Tri Oktary; Zara Handayani; Yulia Hanoselina; Yuliarti .
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 4 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v4i1.4882

Abstract

Public service issues are still characterized by a suboptimal public complaints system, service transparency, and government response to public reports. This study aims to analyze the innovation of the complaint service "Lapor Padang" in improving the accountability of the Padang City Government. This study uses the theory of public service innovation as a basis for analyzing the implementation of the complaint service "Lapor Padang" in improving public service accountability in Padang City. The method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation at the Padang City Communication and Informatics Office. The results show that the "Lapor Padang" service makes it easier for the public to submit complaints, increases the responsiveness of Regional Apparatus Organizations (OPD), and strengthens transparency through a report tracking system. However, its implementation still faces obstacles in the form of suboptimal inter-agency coordination, limited human resources, and low digital literacy among the community. Overall, the "Lapor Padang" service contributes to improving the accountability and quality of public services in Padang City.
Co-Authors Adam Permana Yudha Ade Maharani Adrianus Tafoguna Hia Agung Ramadhan Aisha Azalia Fauzani Aisyah Miftahul Jannah Alfa Rehan Oktori Rahmadana Alvin Alkhaira Amanda Hendrilia Putri Amanda Nailathul Fadilah Andri Saputra Angel Tri Anjani Angelina Safitri Annisa Fitri Annisa Qinaya Ramadhina Annisa Raudah Anyesa Qiara Aqsha Fatiha Juwita Artha Dini Akmal Asyfa Nurul Askia Aziza Ramayanti Azzahra Salsabilla Bisis Manita Cattleya Selma Concetta Pardede Chelsea Defista Dela . Delvian Narendra Dhea Ananda Dhea Restu Ramadhani sopali Dhea Syafira Dhiva Nadya Maharani Diva Meirista Diva Nurfadhilah Divany fayzara Diya Yandari Dwi Afria Yelda Dzakiyah Aflah Eliza Mohga Elhakim Elsa Oktaviani Elsi Jayanti Br Napitupulu Evani Nurul Malik Fadhel Fajrin Yunis Fadilah Permata Yora Faizah Mutmainnah Farhan Ergi Aldino Farhana Khairati Nazri Fazwa Maura Zacky Ferdiansyah Filza Sabrila Fuji Syaulend Utami Ghea Septiani Ajiman Hafiz Randika Putra Hanifah Tri Indah Hasdan Syaf Maulana Hidayatul Fajri Hidayatun A’liya Huriyatul Husna Ibdia Zikra Iip Permana Ilmi Okcya Pratami Indri Valensia Rahmadhani Iqbal Farezi Ira Yanti Octamiza Jumaita Lestari Kasih Hidayatullah Khaira Azzahra Khusnulita Fatma Rhamadhani Krismena Tovalini Laurra Acsa Liani Lusyiana Andhica Marcya Titania Aureliyan Maulani Subandari Arjun Miftahul Hasanah Muhammad Al Aziz Muhammad Farel Muhammad Fazrul Hisham Muhammad Fikri Islami Muhammad Hafiizh Syam Muhammad Rafi Muhammad Surya Imam Muhammad Teguh Ghozali Muhammad Zhafran Alhady Muthia Fadhilla Mutiara Nurul Amalia Nabila Herman Nabila Laila Rani Nafra Maulia Rifa Naila Salsabila Nanda Alya Pratiwi Navasha Hadiya Putri Nicholas Tamara Nova Via Fitri Yanti Novia Rahmadhani Novita Permata Saria Nur Aini Nur Rachmah Febrina Nur Sakinah Mauliddia Nurfadillah Hanum Nursuci Aryana Belpani Nurul Hidayahti Salsabilla Ori Erlangga Pratiwi Nurhabibi Puja Enjelika Sefitri Putri Febri Wialdi Rafelia Putri Hidayat Rahma Tri Okwita Rahmadani Rahmadani Rahmadhona Fitri Helmi Rahman Fadillah Randi Kurniawan Ranti Sania Rahmi Refa Hidayahtunnisa Regina Amyus Regina Olivia Resti Aprilia Putri Resti Melani Reyhan . Rifha Tri Oktary Riki Fernando Helmi Riko Prananda Rina Wahyuni Risma Fitri Rista Ningsih Rival Rezano Safhira Izzatul Rahma Salma Afal Alshadiqa Salma Febrinda Safitri Salsabila Yusdiani Sanesa Tri Andara Santy Hidayatullah Sarah Dwi Aulia Sayidah Nurul Zikri Serli Marshanda Shabira Ramadhani Shellin Maretha Wibi Shelvi Arma Yudha Silvia Silvia Silvia Sindi Rahma Sari Sisri Nadia Adha Siti Nur Aisyah Sofie Lorent Mensyla Suci Rahmadini Suci Ramadhani Syafril, Rizki Syahrunisya Salsabila Putri Syofia Afni Sypa Zahwatul Aini Tasya Yukhi Putri Tiffani Mediana Tiffany Melia Putri Tri Andini Utami Vanesha Alexandria Darmawan Viola Nofrilia Viqy Andrian Ningsih Weri Zaitul Amnah Winda Fransiska Winni Ahatri Wulandari Septiyan Ningsih Yoserizal Yoserizal Yuanni Ramadana Yuliarti Yuliarti . Yuliarti . Yuliarti Y Yuliarti Y Zahra Lathifah Marfi Zahwa Alia Putri Zalatan Muntaharul Ikhram Zara Handayani