Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh tekhnik relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Gedong Panjang wilayah kerja Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi Hendar, Hendar; Safariyah, Erna; Mulyadi, Egi
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.895

Abstract

Latar Belakang: Penderita kecemasan akan mengalami peningkatan tekanan darah, akibat peningkatan adrenalin, kondisi ini bisa berbahaya bagi penderita hipertensi. Oleh karena itu, pasien hipertensi yang mengalami kecemasan memerlukan penanganan yang baik dalam menurunkan kecemasannya. Salah satu metode buat menyembuhkan hipertensi merupakan penyembuhan non farmakologis. Relaksasi otot progresif merupakan tata cara relaksasi yang menegangkan serta melemaskan otot- otot badan. Relaksasi bisa memicu timbulnya zat kimia yang mirip dengan beta blocker pada saraf tepi yang bisa menutup simpul saraf simpatis yang bermanfaat buat mengurangi ketegangan serta merendahkan tekanan darah. Metode: Jenis penelitian ini yaitu pre-experimental design yaitu one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien lansia hipertensi yang berada di Kecamatan Gedong Panjang Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi sebanyak 252 orang dengan sampel sebanyak 16 responden. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Analisa data yang digunakan dengan uji Uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil : Hasil yang didapatkan dapatkan nilai P value uji Uji Wilcoxon Sign Rank yaitu 0,000 maka P-value < 0.05 yang menunjukkan terdapat pengaruh tekhnik relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Kesimpulan : Terdapat pengaruh tekhnik relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Gedong Panjang Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi.
Hubungan Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Kayu Manis Kota Bogor Anggiani, Sarah; Safariyah, Erna; Novryanthi, Dhinny
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.907

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia maupun dunia Internasional. TB Paru bukanlah penyakit keturunan, penyakit ini bisa mematikan namun juga bisa disembuhkan asalkan penderita mengikuti pengobatan sampai selesai. Salah satu penyebab tidak tuntasnya proses pengobatan adalah karena kurangnya dukungan dari pengawas menelan obat, oleh karena itu pemerintah membuat program DOTS (Directly Observed Therapy Short Course), di mana penderita berobat di bawah pengawasan pengawas menelan obat (PMO). PMO ini biasanya berasal dari keluarga dan orang-orang terdekat yang bertugas untuk mengawasi dan memberikan dukungan penuh selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan PMO dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru. Metode: Penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Manis Kota Bogor. Populasi penelitian ini adalah penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Manis Kota Bogor sebanyak 52 responden, kemudian pengambilan sampel dengan cara total sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang memiliki PMO memiliki kriteria mendukung dan sebagian besar responden patuh minum obat. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara PMO dengan kepatuhan minum obat. Saran: Pasien diharapkan dapat minum obat secara teratur, PMO dan keluarga juga diharapkan selalu mengawasi dan memberikan motivasi kepada pasien. Petugas Kesehatan harus rutin melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien dalam melakukan pengobatan.
Pengaruh edukasi kesiapsiagaan bencana melalui metode video animasi terhadap pengetahuan siswa Azhar, Willy Abiyyu; Safariyah, Erna; Makiyah, Arfatul
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 5 No 1 (2024): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v5i1.1443

Abstract

Latar belakang: Gempa bumi sering menghampiri Indonesia dan dapat memberi pengaruh besar pada masyarakat, terutama siswa yang tinggal di daerah berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan video simulasi animasi sebagai strategi pendidikan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi di MTsN 1 Kota Sukabumi.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental satu kelompok pretest-posttest yang melibatkan 83 siswa sebagai sampel. Data dikumpulkan dengan melakukan tes pengetahuan sebelum dan setelah diberikan intervensi pendidikan menggunakan video animasi simulasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji Paired Samples Test.Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa mengalami peningkatan signifikan dari 7,20 sebelum intervensi menjadi 9,30 setelah intervensi, menunjukkan perbaikan yang signifikan dengan nilai signifikansi yang sangat rendah, yaitu 0,000. Hal tersebut menegaskan bahwa penggunaan video simulasi animasi memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi.Kesimpulan: penggunaan metode video simulasi animasi efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana gempa.
Pemeliharaan Kesehatan Lansia Aktif dan Sehat melalui “Foot Exercise” sebagai Pencegahan Komplikasi Diabetes Mellitus: Active and Healthy Elderly Health Maintenance through “Foot Exercise” as Prevention of Diabetes Mellitus Complications Safariyah, Erna; Danismaya, Irawan; Hamzah, Amir; Alamsah, Mustopa Saepul
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i1.8204

Abstract

Diabetes mellitus is one of the chronic diseases with an increasing incidence every year. The increasing number of people with Diabetes Mellitus can be influenced by several factors, such as the economy, lack of knowledge and unhealthy lifestyle, age, and also overweight. Cases of diabetes mellitus in Sukabumi City have increased, including in Lembursitu (9.8%). The solution offered is to maintain health through health education and "foot exercise". Community service is carried out in the work area of the Lembursitu Health Center. The goal of this activity is to improve the health of the elderly by applying a healthy lifestyle and Foot Exercise in daily life. Community Service consists of 2 stages. The first stage is planning and the second stage is implementation. At this stage, conducting health screening and education about healthy lifestyles and foot exercise with simulations and demonstrations. Community service has an impact on partners. The target is the elderly with diabetes mellitus. The increase in knowledge that occurs in the elderly and the prevention of complications has an impact on the health condition. Diabetes mellitus sufferers apply a healthy lifestyle in their lives so that there is an increase in health and quality of life. This also has an impact on the ability to meet daily needs. The follow-up plan is assistance in the implementation of foot exercises so that they can be carried out routinely at least 2 times a week, and involves cadres to make a routine schedule in implementing efforts to prevent complications.
Hubungan dukungan keluarga dengan self care activity pada pasien diabetes melitus tipe II Sulaeman, Muhammad Fauzi; Safariyah, Erna; Alamsah, Mustopa Saepul
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v16i01.1496

Abstract

Latar Belakang: Self Care pada pasien DM merupakan faktor  penting  dalam  pengendalian penyakitnya dan dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan Self Care Actyvity pada pasien Diabetes Melitus Tipe II.Metode: Jenis penelitian korelasional. Populasi seluruh Pasien DM dengan sampel 82 responden. Variabel dukungan keluarga diukur dengan Kuesioner Perceived Social Support From Family (PSS-Fa). Sedangkan pada variabel Self Care Activity menggunakan instrumen  Summary of Diabetes Self Care Activity (SDSCA). Analisis bivariat dengan somers’d.Hasil: Sebagian besar pasien mendapatkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 44 orang (54,3%), hampir setengahnya memiliki Self Care Activity cukup baik sebanyak 35 orang (43,2%) dan Hasil uji statistik dengan menggunakan somers’d diperoleh p=0,013 (p < 0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan self care activity pada pasien diabetes mellitus tipe II di UPTD Puskesmas Cikundul Kota Sukabumi, oleh karena itu di sarankan penelitian ini dapat menjadi media acuan bagi pemegang program penyakit tidak menular yang berkiatan dengan DM tipe II mengenai pentingnya dukungan keluarga untuk membantu dalam meningkatkan self care activity pasien
Edukasi Anti Bullying dan Pencegahan Kekerasan Seksual pada Siswa Sekolah Dasar Yulianti, Yeni; Tresnawan, Teten; Purnairawan, Yosep; Asmarawanti, Asmarawanti; Fitriani, Rani; Liawati, Nunung; Amir, Mayasyanti Dewi; Rahayu, Rita; Lidiyawati, Herlina; Safariyah, Erna; Andriani, Ria
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.18224

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan bullying dan kekerasan seksual pada siswa sekolah dasar, dengan fokus pada siswa SD Cipta Bina Mandiri (CBM) Gunung Puyuh di Kota Sukabumi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam empat tahap, yang meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, pendataan peserta, penyuluhan materi tentang bullying dan kekerasan seksual, serta simulasi dan role play untuk melatih siswa mengidentifikasi dan menangani situasi tersebut. Edukasi ini diberikan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia siswa, menggunakan media seperti video, gambar, dan cerita untuk mempermudah pemahaman. Melalui penyuluhan, siswa diberikan pengetahuan tentang jenis-jenis bullying, dampak negatifnya, serta langkah-langkah yang dapat diambil jika mereka atau teman mereka menjadi korban. Selain itu, siswa juga dilatih untuk mengenali tanda-tanda kekerasan seksual dan diajarkan cara melindungi diri mereka sendiri. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bullying dan kekerasan seksual setelah mengikuti kegiatan ini. Namun, masih ada beberapa siswa yang memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai cara melaporkan kejadian tersebut. Program ini diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan saling menghormati, serta meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga batasan pribadi dan melaporkan perundungan atau kekerasan yang mereka alami atau saksikan.
Life Skills Development Training: Adaptation to New Habits and First Aid of Emergency on SLB Bhakti Pertiwi Safariyah, Erna; Irawan Danismaya; Amir Hamzah; Ria Andriani
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 7 No. 3 (2021): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v7iSpecial Edition.266

Abstract

Aims : People with disabilities are one of the groups that are vulnerable to contracting COVID-19. They have different self-isolation techniques from non-disabled people. So, it requires adjusting the needs and conditions of different disabilities. This effort also requires support from the surrounding, including schools. SLB Bhakti Pertiwi is one of the special schools located in Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. The SLB has 34 students and 11 teachers. When other schools carry out online learning during the pandemic of COVID-19, SLB had its own obstacles to adapt because students with disabilities had difficulties following. To overcome this obstacle, the teacher visited each student’s home. However, this situation put the teachers or students at risk. To continue the learning process, efforts need to be made to help students and teachers adapt to new habits. In addition, teachers need to have first aid skills because persons with disabilities have several conditions that require appropriate and immediately treatment. As the special group community, SLB students become targets in this community service. This community service aims to develop basic skills in adapting to new habits as an effort to prevent COVID-19 and also handle emergencies. Design : This community service focus on life skills development training: adaptation to new habits and first aid of emergency on SLB Bhakti Pertiwi students and teachers. Methods : The methods used are counseling, simulation, watching video and fun games. Counseling and simulation are carried out on teachers in developing first aid skills in emergencies, while students are approached by watching videos and doing fun games. Results : The results showed that  80% students have started be able to simulate how to wash hands, wear masks and keep a distance. The teachers are able to re-simulate the first aid steps if a student has a seizure, drowns or experiences external bleeding due to a fall. However, not all students participated in this activity due to poor health conditions. Conclusions : Community service activities in the form of Life Skills Development Training: Adaptation of New Habits and Emergency First Aid have been carried out well within 8 meeting periods. This activity also received a good response from students and teachers. Students and teachers seemed enthusiastic in participating in this activity
Hubungan dukungan sosial dan spiritual dengan kepatuhan perawatan diri pasien Hipertensi di Puskesmas Kosim, Abdul; Safariyah, Erna; Alamsyah, Azhar Zulkarnain; Hamzah, Amir
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 01 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v5i1.1478

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah penyakit kronis yang memerlukan manajemen jangka panjang, di mana kepatuhan perawatan diri pasien sangat penting untuk mencegah komplikasi. Kepatuhan sering kali rendah, dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dukungan sosial dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran kedua jenis dukungan dalam meningkatkan kepatuhan perawatan diri pasien hipertensi, yang dapat membantu pengelolaan hipertensi lebih efektif.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 71 pasien hipertensi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling jenis accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square.Hasil: Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan nilai p-Value dukungan sosial sebesar 0,000 dan p-Value dukungan spiritual sebesar 0,000, yang berarti p<0,05. Oleh karena itu, H0 ditolak.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan sosial dan spiritual dengan kepatuhan perawatan diri pasien hipertensi di Puskesmas Rawat Inap Sindangbarang, Kabupaten Cianjur.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU PADA BALITA DI RW 02 CIMAHI DESA CITANGLAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SURADE KABUPATEN SUKABUMI Waluya, Ady; Budhiana, Johan; Safariyah, Erna
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 1 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v1i2.15

Abstract

Tuberculosis merupakan Infeksi Menular yang disebabkan oleh mycobacterium Tuberculosis, setiap hari di seluruh dunia hampir 500 balita meninggal karena Tuberculosis, Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi Kejadian Tuberkulosis pada balita. Kejadian Tuberculosis dipengaruhi oleh status gizi yang buruk,tidak diberikannya kekebalan aktif berupa Imunisasi BCG, kurangnya Pengetahuan Ibu balita, lingkungan rumah yang kurang memadai. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional. Populasi dari penelitian ini merupakan semua ibu beserta balitanya dan lingkungan rumah, Uji validitas menggunakan rumus point Biserial  dan reliabilitas menggunakan rumus cronbach alfha. Data yang diperoleh diolah dengan Coefisien Contingensi  untuk Mengetahui  pengaruh antara status gizi balita, Imunisasi BCG, pengetahuan Ibu balita, Imunisasi BCG, Lingkungan rumah terhadap kejadian Tuberculosis pada balita. Hasil penelitian menunjukan bahwa kejadian Tuberculosis pada balita dipengaruhi oleh pengetahuan sebesar 29 % dengan nilai CC = 0,539 dan P = 0,00,dan Kejadian Tuberculosis pada Balita dipengaruhi oleh Status Gizi sebesar 29,3 % dengan Nilai CC = 0,544 dan P = 0,000, dan kejadian Tuberculosis dipengaruhi oleh Imunisasi BCG sebesar 15,9% dengan nilai CC = 0,39 dan P = 0,000 serta kejadian dipengaruhi Oleh lingkungan rumah sebesar 43% dengan nilai CC = 0,656 dan P = 0,000. Diperlukan penanganan yang berkesinambungan untuk menanggulangi kejadian tuberkolosis yang mengacu pada faktor yang mempengaruhi tuberkolosis pada balita diantaranya status gizi, pengetahuan ibu tentang tuberkolosis, BCG, dan lingkungan rumah.
A Case Study of The Finger Grip Relaxation Intervention on Lowering Pain Scale in Appendicitis Patients Safariyah, Erna; Salsabilla, Nadya; Setiawan, Henri
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 5 No. 5 (2022): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v5i5.628

Abstract

Background: Pain is the most common symptom that is often found in patients with appendicitis. One of the non-pharmacological interventions that can do to treat pain is Finger Grip Relaxation. Objective: This case study is to describe the finger grip relaxation technique intervention to reduce pain in appendicitis patients. Methods: This study uses a case study design with an evidence-based practice implementation approach focusing on nursing interventions. The research was conducted at the BLUD RSU Banjar City on 27-31 May 2022. The participant in this study was Mrs.C, a 35-year-old female who complained of right lower abdominal pain. The process of assessing and establishing a diagnosis focused on the main problem. Objective and subjective data become a reference for periodic evaluation of nursing implementation. The instrument used is a numeric rating scale. Results: the patient acknowledged that the pain decreased after the finger grip relaxation intervention. Conclusion: Finger grip relaxation intervention should be suspected to be effective in reducing pain in appendicitis patients, as evidenced by the subjective patient. Theoretically, this research does not conflict with previous research, so it can be a reference in future research. Recommendation: Clinically, finger grip relaxations can be an alternative intervention to reduce pain in patients with chronic diseases such as appendicitis in hospitals and health centers