Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan Pasien tentang Perawatan Luka Post Sectio Caesaria dengan Kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO) Pada Pasien Sectio Caesaria di RSUD Jampangkulon Provinsi Jawa Barat Desti Oktaviani; Irwan Danismaya; Burhanuddin Basri; Erna Safariyah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.20654

Abstract

ABSTRACT Surgical Site Infections (SSI) are among the most common complications following surgical procedures, including caesarean sections (CS), potentially increasing morbidity rates and length of hospital stay. Patients' knowledge regarding postoperative wound care is a crucial factor in preventing SSI. This study aimed to determine the relationship between patients' knowledge about post-CS wound care and the incidence of SSI at RSUD Jampangkulon. A quantitative research method with a cross-sectional design was used. The sample consisted of 87 respondents selected through accidental sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets and analyzed using the Fisher Exact test. The results showed that most respondents had good knowledge (65.5%) and the majority did not experience SSI (75.9%). A significant relationship was found between knowledge level and the incidence of SSI (p-value = 0.000). The study concludes that better patient knowledge about post-CS wound care is associated with a lower risk of developing surgical site infections. Keywords: Knowledge, Wound Care, Caesarean Section, Surgical Site Infection  ABSTRAK Infeksi Daerah Operasi (IDO) merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pasca tindakan bedah termasuk sectio caesaria (SC) dan dapat meningkatkan angka morbiditas serta memperpanjang hari rawat inap. Pengetahuan pasien mengenai perawatan luka post operasi menjadi faktor penting dalam mencegah IDO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien tentang perawatan luka post sectio caesaria dengan kejadian infeksi daerah operasi di RSUD Jampangkulon. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 87 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (65,5%) dan mayoritas tidak mengalami IDO (75,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian IDO (p-value = 0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan pasien tentang perawatan luka post SC, semakin rendah risiko terjadinya infeksi daerah operasi. Kata Kunci: Pengetahuan, Perawatan Luka, Sectio Caesaria, Infeksi Daerah Operasi
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pasien yang Menjalani Program Perawatan Hemodialisis di RSUD Jampangkulon Heri Priatna; Irawan Danismaya; Erna Safariyah; Amir Hamzah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.20656

Abstract

ABSTRACT Patients undergoing hemodialysis require high adherence to schedules, diet, fluid restrictions, and medications. Family support is considered a crucial factor in enhancing patients' adherence to this therapy, which in turn can improve their quality of life and extend life expectancy. This study aims to determine the relationship between family support and patient adherence to hemodialysis treatment at RSUD Jampangkulon. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach, involving 30 patients undergoing regular hemodialysis at RSUD Jampangkulon. Data were collected through closed-ended questionnaires on family support and patient adherence, and analyzed using the Chi-Square test. The results show that the majority of patients (76.7%) received good family support, and most patients (76.7%) were also highly adherent to hemodialysis treatment. The Chi-Square statistical test revealed a significant relationship between family support and patient adherence (p-value = 0.001). This indicates that patients who receive family support tend to be more adherent to hemodialysis treatment compared to those without such support. Based on these findings, it is recommended that hospitals enhance educational programs for patients' families to strengthen the role of family support in hemodialysis therapy, in order to improve patient adherence to the prescribed treatment. Keywords: Family Support, Adherence, Hemodialysis, Chronic Kidney Disease Patients  ABSTRAK Pasien yang menjalani terapi hemodialisis memerlukan kepatuhan yang tinggi terhadap jadwal, diet, pembatasan cairan, dan pengobatan. Dukungan keluarga dianggap memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi ini, yang pada gilirannya dapat memperbaiki kualitas hidup dan memperpanjang usia harapan hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien yang menjalani program perawatan hemodialisis di RSUD Jampangkulon. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 30 pasien yang menjalani terapi hemodialisis secara rutin di RSUD Jampangkulon. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup mengenai dukungan keluarga dan kepatuhan pasien, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (76,7%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik, dan mayoritas pasien (76,7%) juga menunjukkan kepatuhan yang baik dalam menjalani terapi hemodialisis. Uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien (p-value = 0,001). Hal ini menandakan bahwa pasien yang mendapat dukungan keluarga cenderung lebih patuh dalam menjalani terapi hemodialisis dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan dukungan tersebut. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pihak rumah sakit meningkatkan program edukasi bagi keluarga pasien untuk memperkuat peran dukungan keluarga dalam terapi hemodialisis, guna meningkatkan kepatuhan pasien terhadap perawatan yang diberikan. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan, Hemodialisis, Pasien Gagal Ginjal Kronik
Pengaruh Edukasi Berbasis E-Booklet terhadap Manajemen Perawatan Diri pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSI Assyifa Mila Nirmalasari; Erna Safariyah; Burhanuddin Basri; Azhar Zulkarnain Alamsyah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24683

Abstract

ABSTRACT Patients with Type 2 Diabetes Mellitus require optimal self-care management abilities to prevent long-term complications and maintain their quality of life. However, preliminary findings at RSI Assyifa indicated that several patients were not yet able to perform self-care consistently, particularly in regulating diet, monitoring blood glucose levels, engaging in physical activity, adhering to medication therapy, and performing foot care. This study aimed to determine the effect of e-booklet–based education on self-care management among patients with Type 2 Diabetes Mellitus at RSI Assyifa Sukabumi. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a pretest-posttest control group model, involving 36 respondents divided into an intervention group (n = 18) and a control group (n = 18), selected through purposive sampling. The research instrument used was the Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA). The Kolmogorov-Smirnov normality test indicated that all data were not normally distributed (p = 0.001). The Wilcoxon test showed a significant difference in self-care management between the intervention and control groups after the e-booklet–based education was provided (p = 0.001), with a mean rank of 26.14 for the intervention group and 10.86 for the control group. These findings demonstrate that e-booklet–based education is effective in improving self-care management among patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Structured, clear, and easily accessible digital educational media help enhance patients’ understanding and independence in managing chronic conditions. Keywords: E-Booklet–Based Education, Self-Care Management, Type 2 Diabetes Mellitus, SDSCA.  ABSTRAK Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 memerlukan kemampuan manajemen perawatan diri yang optimal untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan mempertahankan kualitas hidup. Namun, hasil studi pendahuluan di RSI Assyifa menunjukkan bahwa sebagian pasien belum mampu melakukan perawatan diri secara konsisten, terutama dalam hal pengaturan pola makan, pemantauan gula darah, aktivitas fisik, kepatuhan obat, dan perawatan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi berbasis e-booklet terhadap manajemen perawatan diri pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSI Assyifa Sukabumi. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan model pretest-posttest control group design, melibatkan 36 responden yang terbagi menjadi kelompok intervensi (n = 18) dan kelompok kontrol (n = 18), dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA). Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa seluruh data berdistribusi tidak normal (p = 0,001). Analisis Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan manajemen perawatan diri antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah edukasi berbasis e-booklet diberikan (p = 0,001), dengan mean rank kelompok intervensi sebesar 26,14 dan kelompok kontrol 10,86. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis e-booklet efektif dalam meningkatkan manajemen perawatan diri pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Media edukasi digital yang terstruktur, jelas, dan mudah diakses membantu meningkatkan pemahaman dan kemandirian pasien dalam pengelolaan penyakit kronis. Kata Kunci: Edukasi Berbasis E-Booklet, Manajemen Perawatan Diri, Diabetes Mellitus Tipe 2, SDSCA.
Hubungan Pengetahuan tentang Prioritas Penanganan Triase dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di IGD RS Bhakti Medicare Sukabumi Ilham Muhfi; Erna Safariyah; Egi Mulyadi
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24319

Abstract

ABSTRACT The Emergency Department (ED) is an essential part of healthcare services responsible for managing patients in emergency or life-threatening conditions. The implementation of triage management prioritizes patients based on the severity of their condition rather than queue number, which affects waiting times for families and leads to anxiety. To determine the relationship between families' knowledge of triage management priorities and the level of anxiety among patients' families in the ED of Bhakti Medicare Hospital, Sukabumi. This study used a quantitative research design with an analytical correlational approach and cross-sectional design. The sample consisted of 96 patient family members waiting in the ED, recruited in November 2025. Data were collected using a 14-item knowledge questionnaire and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Most respondents experienced moderate anxiety and had sufficient knowledge, totaling 55 respondents (57.3%). A chi-square statistical test yielded a p-value of 0.003. There is a relationship between families' knowledge of triage management priorities and the level of anxiety among patients' families in the ED of Bhakti Medicare Hospital, Sukabumi. Keywords: Knowledge, Anxiety, Triage.  ABSTRAK Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah salah satu bagian pelayanan kesehatan yang penting dalam menangani pasien yang sedang dalam kondisi darurat atau membahayakan nyawa. Diberlakukannya managemen triase dapat memprioritaskan pasien berdasarkan kegawatdaruratan bukan berdasarkan nomor antrian sehingga menyebabkan dampak adanya waktu tunggu pada keluarga dan menyebabkan kecemasan. Mengetahui Hubungan Pengetahuan Keluarga Tentang Prioritas Penanganan Triase Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien Di IGD RS Bhakti Medicare Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan cross-sectional. Sempel dalam penelitian ini yaitu kelurga pasien yang menunggu di IGD yang berjumlah 96 responden dan dilakukan pada bulan November 2025 dengan menggunakan kuesioner pengetahuan  yang berjumlah 14 pernyataan dan  kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang dan memiliki tingkat pengetahuan cukup yaitu 55 responden (57.3%) dengan uji statistic chi square diperolehnilai p-value 0,003 . Terdapat hubungan pengetahuan keluarga tentang prioritas penanganan triase dengan tingkat kecemasan keluarga pasien  di ruangan IGD RS Bhakti Medicare Sukabumi Kata kunci: Pengetahuan, Kecemasan, Triase. 
Pengaruh Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Pencegahan Kehamilan Usia Dini Siti Ulfa; Tri Utami; Dhinny Novryanthi; Erna Safariyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1077

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan remaja umumnya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, pengaruh lingkungan dan media. Pengetahuan dan sikap menjadi aspek penting karena berperan dalam membentuk perilaku remaja terhadap kesehatan reproduksi. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki, semakin positif sikap yang ditunjukkan, sehingga mampu mendorong perilaku pencegahan kehamilan usia dini. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi berbasis video terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan kehamilan usia dini. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dalam bentuk pre-eksperimen menggunakan rancangan One group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang berjumlah 280 siswa. Besar sampel 70 siswa, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Uji analisis data mengunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik dengan Wilcoxon Signed Rank Test terdapat pengaruh edukasi berbasis video terhadap peningkatan pengetahuan remaja nilai P -value yang dihasilkan sebesar <0,001 (p< 0,05). pengaruh edukasi berbasis video terhadap sikap remaja nilai P-value yang dihasilkan sebesar <0,001. Kesimpulan: terdapat pengaruh edukasi berbasis video terhadap pengetahuan remaja dan sikap remaja tentang pencegahan kehamilan usia dini. Sehingga disarankan remaja dianjurkan rutin mengikuti sesi edukasi video tentang pencegahan kehamilan usia dini minimal dua kali per bulan melalui posyandu remaja
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kecemasan Orang Tua Pasien Pasca Perawatan di Ruang NICU Rumah Sakit Primaya Sukabumi Ariani Nurahmawati; Amir Hamzah; Hadi Abdillah; Erna Safariyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1079

Abstract

Pendahuluan:  Kelahiran prematur dan perawatan intensif di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) menimbulkan tantangan psikologis bagi orang tua, termasuk peningkatan kecemasan pasca-perawatan akibat ketakutan terhadap komplikasi, keterbatasan informasi, dan minimnya dukungan emosional dari keluarga. Orang tua sering merasa tidak siap merawat bayi di rumah setelah bayi dipindahkan dari NICU. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan orang tua bayi pasca perawatan di ruang NICU Rumah Sakit Primaya Sukabumi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel sebanyak 40 orang tua bayi yang baru selesai dirawat di NICU dan akan dipindah ke perinatologi (total sampling) dilakukan pada November–Desember 2025. Analisis statistik menggunakan uji Spearman. Hasil: Uji Spearman menghasilkan p-value 0,018 (<0,05), sehingga H0 ditolak. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan (korelasi lemah, r = 0,371). Kesimpulan: Dukungan keluarga berhubungan lemah namun signifikan dengan penurunan kecemasan orang tua pasca perawatan di NICU. Orang tua disarankan untuk aktif mencari informasi yang valid dan berkomunikasi secara terbuka dengan tenaga kesehatan guna mengurangi kecemasan.
Pengaruh Serosa Tea (Seledri, Bunga Rosella) Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas Dwi Anggraeni Puspitasari; Burhanuddin Basri; Irawan Danismaya; Erna Safariyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1080

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik >140 mmHg atau diastolik >90 mmHg, terbagi menjadi esensial dan sekunder. Faktor penyebab meliputi genetik, pola hidup tidak sehat, serta konsumsi makanan tinggi lemak dan garam, yang berisiko menimbulkan komplikasi. Penanganan farmakologi umumnya menggunakan diuretik, beta blocker, dan antihipertensi lainnya, namun intervensi non-farmakologi seperti Serosa Tea (seledri dan bunga rosella) perlu dieksplorasi. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui pengaruh pemberian Serosa Tea terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Sukabumi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental non-equivalent control group. Populasi 4.260 penderita hipertensi di Puskesmas Sukabumi tahun 2024; sampel 16 responden dipilih purposive sampling (non-probability). Penelitian dilakukan Oktober-Desember 2025; analisis data menggunakan Paired T-Test dan Independent Samples Test. Hasil: Paired T-Test kelompok intervensi (p=0,000<0,05) dan kontrol (p=0,003<0,05) menunjukkan pengaruh signifikan Serosa Tea terhadap penurunan tekanan darah, dengan penurunan lebih besar di intervensi. Independent T-Test pre-test (p=1,000>0,05) tidak ada perbedaan; post-test (p=0,000<0,05) ada perbedaan signifikan antar kelompok. Kesimpulan: Pemberian Serosa Tea berpengaruh signifikan menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.  Masyarakat diimbau menjaga pola makan sehat dan gaya hidup untuk stabilitas kondisi hipertensi.
Pengaruh Edukasi Berbasis Video Terhadap Kepatuhan Perawatan Diri Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Rini Anggraeni; Erna Safariyah; Dhinny Novryanthi; Burhanuddin Basri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1081

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang umum dengan prevalensi global 1,28 miliar kasus pada tahun 2023 dan diperkirakan meningkat menjadi 1,6 miliar pada tahun 2025. Kepatuhan perawatan diri menjadi kunci pencegahan komplikasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi berbasis video terhadap kepatuhan perawatan diri pada pasien hipertensi di Puskesmas. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Populasi adalah 125 pasien hipertensi yang rutin kontrol 3 bulan terakhir. Sampel 56 responden dipilih dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Terdapat peningkatan kepatuhan perawatan diri setelah intervensi edukasi berbasis video. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang menandakan edukasi berbasis video berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan perawatan diri pasien hipertensi. Kesimpulan: Edukasi berbasis video efektif meningkatkan kepatuhan perawatan diri pada pasien hipertensi di Puskesmas. Puskesmas diharapkan mengimplementasikan dan mengembangkan edukasi kesehatan berbasis video sebagai metode edukasi rutin pada pasien hipertensi.
The Effect of Video-Based Education Strategies on Early Mobilization Compliance of Post Sectio Caesarea Mothers in the Lotus Room of Primaya Sukabumi Hospital Devia Widianty; Erna Safariyah; Egi Mulyadi; Irawan Danismaya
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1082

Abstract

After a cesarean section, many mothers experience discomfort in the incision area and limited mobility, which can increase the risk of infection, delay uterine involution, and impair recovery. Early mobilization plays a crucial role in accelerating the healing process and preventing complications, but patient compliance remains low due to limited understanding. Video-based education is an innovative alternative that can increase patient engagement and understanding. This study aimed to determine the effect of a video-based early mobilization strategy on mothers' compliance with early mobilization after cesarean section in the Lotus Ward at Primaya Hospital, Sukabumi. This study used a quasi-experimental design with a control group and pre-post test measurements. A sample of 36 respondents, divided into 18 in the intervention group and 18 in the control group, was selected through purposive sampling. The intervention group received video-based education, while the control group received no intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank test at a significance level of 0.05. There was a significant increase in early mobilization compliance scores in the intervention group after receiving video-based education (p < 0.05), while the control group showed no significant change. Video-based education strategies are effective for increasing early mobilization compliance among mothers after cesarean section. Hospitals are advised to integrate video education into their postoperative care programs to support optimal patient recovery.
Hubungan Pengetahuan Perawat Pelaksana Dengan Kemampuan Decision Making Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan di RSUD Moh Maskur Fuad Atoilah; Burhanuddin Basri; Erna Safariyah; Zainal Abinisah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1084

Abstract

Pendahuluan: Pengambilan keputusan klinis merupakan keterampilan penting dalam praktik keperawatan karena menentukan kualitas asuhan dan keselamatan pasien. Proses ini menuntut kemampuan berpikir kritis dan pengetahuan yang memadai agar perawat mampu memilih intervensi yang paling tepat sesuai dengan kondisi pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat pelaksana dengan kemampuan pengambilan keputusan (decision making) dalam pemberian asuhan keperawatan di RSUD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 383 perawat pelaksana dan sampel sebanyak 79 perawat yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis untuk menilai hubungan antara tingkat pengetahuan dan kemampuan pengambilan keputusan. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,113 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan dan kemampuan decision making perawat pelaksana di RSUD. Kesimpulan: Pengetahuan perawat belum terbukti berpengaruh langsung terhadap kemampuan pengambilan keputusan klinis. Faktor lain, seperti pengalaman kerja, lingkungan kerja, dan dukungan organisasi, kemungkinan berperan lebih besar. Manajemen rumah sakit disarankan untuk mengembangkan program pelatihan berbasis simulasi kasus dan manajemen krisis guna meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan klinis perawat.
Co-Authors Abdul Kosim, Abdul Abidinsah, Zainal Alamsyah, Azhar Zulkarnain Alamsyah, Mustopa Saepul Amir Hamzah Amir Hamzah Amir, Mayasyanti Dewi Andriyani, Siti Um Um Anggiani, Sarah Anggun Fajar Ramadhani Arfatul Makiyah Arfatul Makiyah Ariani Nurahmawati Asmarawanti, Asmarawanti Azhar Zulkarnain Alamsyah Azhar, Willy Abiyyu Budhiana, Johan Burhanuddin Basri Dayana, Resti Dwi Desti Oktaviani Devia Widianty Dhinny Novryanthi Dian Andriani, Dian Dwi Anggraeni Puspitasari Egi Mulyadi Eneng Azizaturrahmy Aziza Eneng Hilda Handayani Eriza, Eriza Ernawati Hamidah Fathia Frazna Az-Zahra Fitriani, Rani Hadi Abdillah Hasanah, Siti Mustagfirotul Hendar Hendar, Hendar Hendri Hadiyanto Henri Setiawan Heri Priatna Hikmat Pramajati I Gusti Bagus Wiksuana Ilham Muhfi Irawan Danismaya Irwan Danismaya Jannah, Ropiatul Kartika Tarwati Liawati, Nunung Lidiyawati, Herlina Mareta Herdiyani Mila Nirmalasari Moh Maskur Fuad Atoilah Muhammad Chandra Syahputra Mulya, Sandef Gesa Mulyadi, Egi Mustopa Saeful Alamsyah Mustopa Saepul Alamsah Nadia Nurdinilah Nadia Nurdinilah Nazia Nabila Novitriawati, Anita Oktaviana, Marcella Permana, Restu Gede Purnairawan, Yosep Raden Zuhra Aliyah Danial Rahayu, Rita Ramdhani, Suci Ria Andriani Ria Andriani Rini Anggraeni Risma Sri Mulyati Saepul Alamsah, Mustopa Salsabilla, Nadya Setiadi, Diding Kelana Siti Salsa Antik Maretna Siti Salsa Antik Maretna Siti Ulfa Sopiah, Popi SRI KURNIA DEWI St. Nurhaifa Alkhoiriyah Sukaesih, Nunung Siti Sulaeman, Muhammad Fauzi Teten Tresnawan Tri Utami Tsurayya, Shafa Aghniya Waluya, Ady Yeni Yulianti Zainal Abidinsah Zainal Abinisah