Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN DESA MANDIRI MELALUI OPTIMALISASI PENGGUNAAN DANA DESA Zulfida, Ida; Samah, Eri
Journal Liaison Academia and Society Vol 1, No 1 (2021): Juni
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v1i1.186

Abstract

Pembangunan desa adalah prioritas pertama dari penggunaan dana desa yang bertujuan untuk membangun desa mandiri. Optimalisasi penggunaan dana desa berorientasi pada penekanan angka kemiskinan, meningkatkan pendapatan rumah tangga desa, pemerataan pembangunan antar desa melalui pembangunan yang berimbang, serta meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat desa. Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan rujukan untuk meningkatkan jumlah desa mandiri di seluruh Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah membangun desa mandiri melalui penggunaan dana desa yang optimal. Pemberdayaan dan partisipasi masyarakan sangat berperan dalam mencapai tujuan pembangunan desa mandiri disamping pembangunan infrastruktur serta dukungan kebijakan strategis dari perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), wawancara dan kuesioner. Lokasi penelitian berada di Desa Laksanamekar Kecamatan Padalarang dan Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah di Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dana desa didominasi pembangunan infrastruktur seperti pembangunan perbaikan drainase, perbaikan gorong-gorong, pembangunan tembok penahan tanah, perbaikan septitank dan pembangunan posyandu. Optimalisasi penggunaan dana desa belum tercapai karena prioritas kebutuhan dan keinginan masyarakat desa belum terpenuhi.Kata kunci: Desa mandiri, dana desa, pemberdayaan dan partisipasi masyarakat.
Pelatihan Penataan Spot View Untuk Menarik Minat Pengunjung di Kawasan Wisata Tanah Karo Sumatera Utara Tanjung, Ali Mukti; Zulfida, Ida; Elfina, Hetty; Br. Tarigan, Fatin Nadifa; Rinanda, Teja; Harahap, Syaiful Khoiri
Journal Liaison Academia and Society Vol 2, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.702 KB) | DOI: 10.58939/j-las.v2i2.251

Abstract

Pelaksanaan PKM dilakukan dengan cara pendekatan terhadap pengelola dan masyarakat setempat, kemudian melakukan pelatihan tentang pentingnya menata kawasan wisata yang up date terpelihara dan strategis. Walau dilaksanakan secara singkat yaitu dalam waktu dua hari, akan tetapi pelaksana PKM optimis pengelola dan masyarakat sekitar kawasan wisata tersebut mampu menata spot view yang menarik dan sebagai bahan tambahan pelaksana memberikan panduan dan contoh-contoh spot view yang mungkin bisa diimplemetasikan dan disesuaikan dengan kawasan wisata puncak Siosar. Kemudian melakukan wawancara berupa kuisioner kepada pengunjung tentang spot view yang ada. Hasil kegiatan yaitu Pelaksanaan pelatihan penataan spot view melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik dan dengan hasil yang memuaskan. Yaitu kawasan puncak siosar memiliki banyak spot view yang instagramebel dengan tema yang berbeda-beda, sehingga wisatawan merasa puas ketika berkunjung ketempat tersebut. Dari hasil wawancara dengan pengunjung pelaksana PKM memperoleh data dan diproses melalui office excel dengan hasil: 99 % pengunjung puas dengan spot view kawasan wisata puncak siosar. Kata Kunci: Pelatihan; Penataan; Spot View; Pengunjung; Kawasan Wisata.
Budidaya Udang Vaname dengan Media Tambak di Pasantern Darussalam Guntur Batubara Elazhari, Elazhari; Lubis, Reza Hanafi; Chairina, Chairina; Candrasa, Limega; Hutagaol, Jarungjung; Zulfida, Ida
Journal Liaison Academia and Society Vol 2, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.853 KB) | DOI: 10.58939/j-las.v2i4.422

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini yaitu untuk memberikan edukasi cara budidaya udang vaname dari awal hingga panen dan memberikan pengetahuan kepada kahalayak umum yang ingin membudidayakan udang vaname ini.Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Pasantren Darussalam Guntur Batubara. Adapaun hasil kegiatan ini berupa edukasi budi saya udang vaname yaitu bahwa budidaya udang vaname relatif mudah dan dengan resiko gagal panen yang kecil tentunya dengan mengikuti tahapan pelakasanaan budidaya yang benar. Keunggulan udang vaname ini yaitu 1) Laju pertumbuhan udang bisa mencapai 1-1,5 gram/ minggu; 2) Bisa dibudidayakan dengan kepadatan penebaran tinggi (80-500 ekor/m²); 3) Kebutuhan pakan protein lebih rendah 20-30 persen dibanding jenis udang lainnya; 4) Memiliki FCR (Feed Conversion Ratio) yang lebih rendah; 5) Ukuran udang saat panen seragam; 6) Jumlah udang yang under size saat panen cenderung sedikit. Budidaya udang vaname yang dilakukan dipasantren Darussalam ini sudah berlangsung 2 tahun terakhir sejak 2020 dan telah menghasilkan lebih kurang 1 ton dalam satu tahun. Dengan resiko gagal panen selama du atahun teakhir tidak ada.Kata Kunci : Budidaya; Udang Vaname; Media Tambak.
Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pertanian sebagai Daya Tarik Wisatawan di Bukit Lawang Tanjung, Yulia Tiara; Br Bangun, Nirwana; Sibuea, Nurhalimah; Dewi, Dora Silvia; Batu, Fider Lumban; Zulfida, Ida
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.558

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini untuk memberikan masukan kepada msyarakat terkait pengelolaan dan pemanfaatn lahan pertanian sekitar wisata sehingga dapat menghasilkan income tambahan bagi masyarakat sekitarnya serta menambah kekayaan daya tarik kawasan wisata bukit lawang tersebut. Adapun tempat pelaksanaan PKM ini dilakukan di kawasan wisata bukit lawang kabupaten langkat Sumatera Utara. Kita ketahui kawasan wisata bukit lawang memilki daya tarik alam yang asri dengan habitat orang utannya dan juga terdapat sungai yang indah dengan bebatuan yang inmdah serta aliran air yang lumayan deras sehingga dapat dilaksanakan arung jeram. Disekitar kawasan wisata tersebut masih banyak ditemukan lahan persawahan dan pertanian, sehingga berpeluang untuk dikelola menjadi bagian dari kawasan wisata. 1) Wisata Agro, 2) Dimensi Ekologi, Sosial-Budaya, dan Ekonomi4) Potensi Daya Tarik Dominan dan Penunjang, 4) Wisata Agro dalam Skala Kecil. Hasil kegiatan ini yaitu: Pelaksanaan PKM ini memberikan masukan kepada masyarakat terkait teknis, Ide dan bidang fokus yang memungkinkan untuk dilaksanakan dalam upaya pemanfaatan lahan pertaniah maupun lahan yang ada sebagai bagian dari kawasan wisata sehingga akan mendatangkan benefit kepada masyarakat dan PAD. Pelaksanaan PKM ini mendapat respon positif dan antusias dari masyarakat dan dari interkasi yang terjadi masyarakat menginginkan tim PKM dapat melakukan pendampingan berkala. Artinya pelaksanaan PKM ini sangat bermanfaat dilakukan.Kata Kunci : Sosialisasi; Lahan Pertanian; Wisata; Bukit Lawang.
Pelatihan Penataan Spot Tempat Wisata sebagai Daya Tarik Pengunjung Silalahi, Alistraja Dison; Zulfida, Ida; Safrawali, Safrawali; br Bangun, Nirwana; Hutagaol, Jarungjung; Afrida, Elly
Journal Liaison Academia and Society Vol 2, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.946 KB) | DOI: 10.58939/j-las.v2i2.249

Abstract

Kawasan Pantai Cermin memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan secara bersama-sama oleh pengelola tempat wisata, pemerintah dan masyarakat. Beberapa obyek wisata sudah dikembangkan. Namun, tidak cukup hanya dengan mengandalkan potensi alamnya saja, perlu juga dilakukan penataan yang lebih baik lagi untuk memperkenalkan Wisata Pantai Cermin kepada seluruh masyarakat baik local hingga internasional. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan penataan di kawasan wisata Pantai Cermin beberapa diantaranya: pembenahan fasilitas yang ada, pengadaan bak sampah, pembuatan papan peringatan, pembuatan paket wisata dan penambahan spot foto di lokasi wisata. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan khususnya kepada pengelola tempat wisata tentang pentingnya penataan tempat wisata agar menambah daya tarik pengunjung. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pengelola tempat wisata meningkatkan penataan spot foto di tempat wisata dan menambah fasilitas sebagai daya tarik pengujung sehingga adanya dampak positif terhadap perekonomian, budaya, dan lingkungan di Kawasan Pantai Cermin dan khususnya pada lokasi wisata. Kata Kunci: penataan spot, tempat wisata, daya tarik.
Pelatihan Pemanfaatan Tera Box Cloud Dalam Menunjang Kegiatan Mengajar Dosen Zulfida, Ida; Ichsan, Reza Nurul; Rahmaniah, Rahmaniah; Situmeang, Mahyudin; Hutagaol, Jarungjung
Journal Liaison Academia and Society Vol 1, No 3 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.675 KB) | DOI: 10.58939/j-las.v1i3.203

Abstract

Tingginya aktivitas Dosen dan mahasiswa terkadang terkendala pada mengarsip dokumentasi aktivitas berupa Vidio, Foto dan dokumen lainnya. Kemudian jika mengandalkan laptop terkadang Ketika berpergian tanpa bawa laptop maka akan kesulitan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membuka video atau dokumen yang diperlukan. Berdasarkan hal tersebut pelaksana pengabdian kepada masyarakat merasa perlu melakukan pelatihan pemanfaatan Tera Box Cloud kepada Dosen untuk menunjang aktivitas sehari-hari terutama dalam proses mengajar dan belajar. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan pada kegiatan pelatihan ini yaitu berupa ceramah secara daring kemudian dilanjutkan dengan prakatek cara membuat account dan menggunakan Tera Box.Adapun tempat pelaksanaanya yaitu dilakukan secara daring yang disponsori oleh Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen (LEMKOMINDO) dan sebagai narasumber dan pelaksananya adalah Dosen serta diikuti peserta Dosen dari berbagai Universitas. Kesimpulan dari kegiatan Pengabdian ini yaitu: 1) Peserta mengerti pemanfatan Tera Box untuk keperluan pengajaran sangat diperlukan dan bermanfaat untuk mempermudah dosen dan mahasiswa dalam proses mengajar dan belajar. 2) Peserta dapat membuat account Tera Box sangat mudah begitupun penggunaannya, 3)Peserta dapat mengerti bahwa Terra Box Cloud dapat diakses atau disincron secara mobile dengan perangkat Handphone dan lainnya serta dapat menggunakan fasilitas tersebut.Kata Kunci: Pelatihan, Tea Box Cloud, Mengajar, Dosen
Pemberdayaan Petani Milenial melalui Edukasi Hukum Agraria, Inovasi Teknologi Pertanian, dan Manajemen Agribisnis Berbasis Platform Digital Sugito, Sugito; Zulfida, Ida; Dewi, Dora Silvia; Harahap, Emirza Henderlan; Mahuli, Jenda Ingan; Pangeran, Pangeran; Lubis, Reza Hanafi
Journal Liaison Academia and Society Vol 5, No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i2.1017

Abstract

Pemberdayaan petani milenial merupakan strategi penting dalam menjawab tantangan krisis regenerasi petani dan keterbelakangan teknologi di sektor pertanian Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani milenial melalui pendekatan interdisipliner yang meliputi edukasi hukum agraria, pemanfaatan inovasi teknologi pertanian, dan penguatan manajemen agribisnis berbasis platform digital. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara daring guna menjangkau peserta dari berbagai wilayah dan memaksimalkan efisiensi pelatihan. Metode yang digunakan mencakup survei kebutuhan peserta, pelatihan interaktif melalui Zoom dan WhatsApp Group, serta pendampingan pasca pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi edukatif ini berdampak positif pada tiga aspek utama. Pertama, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep hukum agraria, hak atas tanah, serta pentingnya sertifikasi lahan sebagai dasar legalitas usaha tani. Kedua, para peserta mulai mengadopsi teknologi pertanian digital seperti aplikasi pemantau cuaca, pencatatan pertanian berbasis Android, serta pengenalan terhadap Internet of Things (IoT) dalam pertanian presisi. Ketiga, pelatihan manajemen agribisnis digital mendorong petani milenial untuk memanfaatkan e-commerce, media sosial, dan aplikasi keuangan dalam menjalankan usaha tani secara lebih modern dan kompetitif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pertanian dapat dimulai dari peningkatan literasi hukum, teknologi, dan bisnis secara simultan. Pendekatan daring terbukti mampu memfasilitasi pembelajaran lintas wilayah dan menjangkau lebih banyak peserta, meskipun tetap diperlukan penguatan infrastruktur digital dan dukungan kebijakan untuk keberlanjutan program. Oleh karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta menjadi sangat penting dalam menciptakan ekosistem agribisnis digital yang inklusif bagi generasi petani muda.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) dengan Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk NPK Gulo, Irene; Zulfida, Ida; Dewi, Dora Silvia
JURNAL AGROPLASMA Vol 12, No 2 (2025): Vol 12, No 2 (2025): (JURNAL AGROPLASMA VOLUME 12 NO 2 TAHUN 2025)
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v12i2.7889

Abstract

This study aimed to determine the effect of cow manure and NPK fertilizer, both individually and in combination, on the growth and yield of cucumber plants (Cucumis sativus L.). The experiment was conducted using a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors: cow manure (0, 1, 2, and 3 kg/plot) and NPK fertilizer (0, 60, 80, and 100 g/plot), each replicated three times. The observed parameters included plant height, number of leaves, number of fruits per plant, total fruit weight per plot, and fruit length. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the 5% significance level. The results showed that the interaction between cow manure and NPK fertilizer had no significant effect on all observed parameters. However, on average, the combination treatment of 2 kg cow manure and 100 g NPK fertilizer produced the best results across all growth and yield parameters of cucumber plants. Cow manure contributed to improving soil structure and fertility, while NPK fertilizer supplied essential macronutrients required by the plants. Keywords: Cucumis sativus L., cow manure, NPK fertilizer
Disparities in Consumer Preferences for Procuring Vegetables Between Traditional and Modern Markets Zulfida, Ida; Siregar, Nur Mawaddah; Darus, Mozard Bahauddin; Lindawati, Lindawati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i1.2160

Abstract

Consumer preferences for vegetables reflect the decision to buy them in traditional vs contemporary marketplaces, impacted by several circumstances. This article analyzes the impact of pricing, product quality, product completeness, facilities, and services on vegetable purchasing in modern and traditional marketplaces, utilizing the Structural Equation Modeling (SEM) approach within the Smart-PLS 4.0 program. The research utilized primary data collected from 96 participants across six modern and traditional marketplaces in Medan City. The findings of this study reveal disparities in the factors influencing traditional and modern marketplaces. In conventional marketplaces, price, product variety, and service substantially influence customer preferences for vegetables, although product quality and amenities do not significantly impact these choices. In contemporary marketplaces, product quality, facilities, and services substantially influence customer preferences for purchasing vegetables, although price and product completeness have no major impact on these choices. Affordability, product comprehensiveness, and service quality are essential considerations for consumers shopping in traditional marketplaces. This component must be sustained to be competitive in contemporary markets. Moreover, amenities are a crucial issue to consider for the coexistence of traditional markets alongside modern marketplaces. 
Multi-aspect Analysis of Rice Sustainability in the Improvement of Rice Production in North Sumatra Province, Indonesia Lindawati, Lindawati; Zulfida, Ida; Nasution, Siti Khadijah Hidayati; Handayani, Sri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1741

Abstract

North Sumatra's food security highly depends on rice supply from rice fields in rice-producing districts, namely Deli Serdang, Serdang Bedagai and Simalungun. The decrease in rice field area impacts the North Sumatra region's rice supply. This research aims to analyze the sustainability status and sensitive factors that cause the sustainability of rice fields based on economic, ecological, social, technological, legal, and institutional dimensions using Multi-aspect Sustainability Analysis software. The research results show that, in aggregate, the sustainability of rice fields is in the quite good category with a score of 62. Apart from the less sustainable economic aspect with a score of 59.09, there are four other aspects, such as environmental, social, infrastructure and technology, laws and regulations, and institutions, declared sustainable with a score greater than 62. The research also found 15 sensitive key factors that can improve the sustainability status of rice fields in North Sumatra to become very sustainable