Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Kesintasan 5 Tahun Pasien Leukemia Limfoblastik Akut dan Leukemia Mieloblastik Akut pada Anak di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, 1997-2008 Chandrayani Simanjorang; Nasrin Kodim; Edi Tehuteru
Indonesian Journal of Cancer Vol 7, No 1 (2013): Jan - Mar 2013
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.56 KB) | DOI: 10.14414/ijoc.v7i1.274

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perbedaan kesintasan 5 tahun pasien leukemia akut tipe LLA dan LMA di RSKD dengan menggunakan desain kohort retrospektif. Data didapatkan dari data rekam medis dan register pasien leukemia anak di RSKD yang didiagnosis pada 1997-2008. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan mengikuti subjek untuk meneliti kejadian yang belum terjadi sejak pertama didiagnosis di RSKD hingga pengamatan berakhir Juni 2012. Rancangan penelitian dibatasi waktu 5 tahun untuk terjadinya event. Dari 95 pasien leukemia akut pada anak didapatkan probabilitas kesintasan 5 tahun secara keseluruhan sebesar 22,6%; angka kesintasan 5 tahun untuk tipe LMA 4,6%; dan tipe LLA 28,9%. Risiko kematian (Hazard Ratio) setelah 5 tahun pada LMA 1,643 kali dibandingkan LLA.Kata kunci: kesintasan 5 tahun, tipe leukemia akut.
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR PSIKOSOSIAL TERHADAP TINDAKAN TIDAK SELAMAT PEKERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI PADA KETINGGIAN DI TANGERANG Chandrayani Simanjorang; Alfani Ghutsa Daud
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v6i2.521

Abstract

Kontruksi merupakan sektor yang identik dengan risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Kegiatan yang terdapat dalam proyek konstruksi dapat menjadi sumber berbagai bahaya. Pada bulan Maret 2022 terdapat 4 dari 10 pekerja di proyek konstruksi X yang melakukan tindakan tidak selamat dan satu diantaranya mengalami kecelakaan dari ketinggian. Adapun faktor-faktor risiko yang mempengaruhi tindakan tidak selamat diantaranya usia, masa kerja, pengetahuan, pendidikan, keluhan fisiologis, dan keluhan kebiasaan sehari – hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor psikososial dengan tindakan tidak selamat pada pekerja proyek konstruksi pada ketinggian di Tangerang. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi cross-sectional. Analisis statistik menggunakan uji chi square dimana sampelnya sebanyak 102 pekerja yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 42 dari 102 pekerja (41,2 persen) melakukan tindakan tidak selamat. Variabel pengetahuan, keluhan fisiologis, keluhan kebiasaan sehari-hari berhubungan dengan tindakan tidak selamat. Dengan demikian perusahaan dapat melakukan sosialisasi/edukasi kepada pekerja terkait materi tindakan tidak selamat serta penerapan tindakan selamat sehingga para pekerja lebih safety dalam bekerja. Construction work is an identical sector with a high risk of work accidents. Activities involved in construction projects can be a source of various hazards. In March 2022, 4 out of 10 workers committed unsafe acts and one of them had an accident from a height. Age, years of service, knowledge, education, physiological complaints, and complaints of daily habits have been known to be risk factors and causes of a tendency towards unsafe actions. This study aims to analyze the relationship between psychosocial factors and unsafe acts on constructio n project height workers in Tangerang. This research uses quantitative analytics with a crosssectional design study. Data were analyzed using chi-square with a sample of 102 workers selected by a simple random sampling method. This study showed that 42 of 102 workers (41,2 percent) performed unsafe actions. Results from this study indicate that there is a significant relationship between knowledge, physiological disorders, and disorders of daily habits. Socializing and educating workers about dangerous acts and applying safety measures to make workers safer at work.
OPTIMALISASI PERAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM KESEHATAN MELALUI EDUKASI DAN BUKU PANDUAN Ulya Qoulan Karima; Arga Buntara; Chandrayani Simanjorang; Namira Adha; Fathia Nurul Izza; Erlina Riyantiasis
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11136

Abstract

Abstrak: Kesehatan anak usia sekolah sangat penting untuk menunjang aktivitas belajar demi mencapai generasi berkualitas. Upaya meningkatkan kesehatan anak sekolah adalah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Belum ada program sekolah sehat yang secara khusus dilakukan untuk mengatur masalah kesehatan secara terorganisir di SD Islam Serambi. Tujuan pengabdian ini adalah optimalisasi peran guru dalam program sekolah sehat melalui edukasi dan buku panduan. Metode yang digunakan adalah ceramah kepada 9 orang guru dengan dua topik utama yaitu (1) UKS dan sekolah sehat; dan (2) Buku panduan yang disusun bersama tim pengabdian masyarakat FIKes UPN Veteran Jakarta, SD Islam Serambi, dan UPTD Puskesmas Limo Depok. Evaluasi dilakukan terhadap tahapan persiapan, pelaksanaan, dan peningkatan pengetahuan baik secara kualitatif melalui wawancara dan kuantitatif melalui kuesioner. Terdapat peningkatan proporsi guru yang berpengetahuan cukup antara pre-test (62,5%) dan post-test (87,5%) dan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 56,25 menjadi 73,44 poin. Secara umum tujuan kegiatan telah berhasil dicapai. Diperlukan adanya pendampingan lebih dalam teknis pengembangan program sekolah sehat.Abstract: School-aged children’s health is essential to support learning activities for achieving quality generations. Usaha Kesehatan Sekolah (in English: School Health Services) is a measure to improve their health status. No specific health programme has been implemented to address health issues at SD Islam Serambi in an organised manner. The purpose of this community service activity was to optimise teacher’s role in the school health programme through education and guidebook. The method used was lecture delivery to 9 teachers and it was about two topics: (1) School Health Services and healthy school; and 2) A guidebook. Questionnaires and in-depth interviews were used to evaluate preparation stage, implementation, and knowledge improvement among teachers. The results show there was an increase in the proportion of teachers who had sufficient knowledge between pre-test (62.5%) and post-test (87.5%) as well as the increase of knowledge score from 56.25 to 73.44. Further assistance in the technical aspect is required to develop the healthy school programme.
HUBUNGAN DURASI DUDUK DAN POSTUR KERJA TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN BANK KB BUKOPIN TAHUN 2022 Ratu Sheila Annamyra; Chandrayani Simanjorang
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i1.524

Abstract

Nyeri punggung merupakan suatu kondisi atau penyakit dimana keadaan tersebut sangat serius. Rata-rata pengidap DALY (Disability Adjusted Life Years) memiliki jumlah lebih tinggi dari HIV, kecelakaan lalu lintas, tuberkulosis, kanker paru, penyakit paru obstruktif kronik, dan masalah kelahiran prematur. Setiap tahun, 15-45 persen orang di seluruh dunia terkena LBP. Tujuan dari studi ini ialah untuk mengetahui korelasi yang terjadi pada posisi duduk dan kerja serta pengaruh sebuah karakteristik individu terhadap nyeri punggung bawah pada pekerja Bank Kb, meliputi usia, masa kerja, indeks massa tubuh, dan pola mobilitas. Dalam penelitian ini, desain survei cross-sectional dan metode analitik kuantitatif digunakan. Total sampling adalah metode pengambilan sampel yang digunakan, dan ada 62 responden. Mayoritas responden (78,1 persen) berusia di atas 35 tahun, telah bekerja kurang dari sepuluh tahun (68,6 persen), memiliki indeks massa tubuh di bawah 25 (60,6 persen), berolahraga kurang dari tiga kali per minggu, duduk lebih dari empat jam (90,0 persen), dan memiliki postur kerja yang tidak dapat diterima (Lebih dari 2), menurut hasil yang diperoleh. Akibatnya, ada hubungan yang cukup besar antara indeks massa tubuh dan jumlah waktu yang dihabiskan untuk duduk. Sangat penting untuk melakukan peregangan setelah bekerja, mempertahankan gaya hidup sehat, dan istirahat yang cukup. Back pain is a condition or disease where the situation is very serious. On average, people with DALY (Disability Adjusted Life Years) have a higher number of HIV, traffic accidents, tuberculosis, lung cancer, chronic obstructive pulmonary disease, and premature birth problems. Every year, 15-45 percent of people worldwide are affected by LBP. This study aims to determine the correlation between sitting and working positions and the effect of an individual characteristic on low back pain in Bank Kb workers, including age, years of service, body mass index, and mobility patterns. This study used a cross-sectional survey design and quantitative analytical methods. Total sampling is the sampling method employed, and there were 62 responses. The majority of respondents (78.1 percent) were over the age of 35, had been at their current job for less than ten years (68.6 percent), had a body mass index below 25 (60.6 percent), exercised less than three times per week, sat for more than four hours (90.0 percent), and had unacceptable work postures (More than 2), according to the results. As a result, there is a considerable link between body mass index and the amount of time spent sitting. Stretching after work, maintaining a healthy lifestyle, and getting adequate sleep are important.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur Di Jakarta Timur Pada Masa Pandemi Covid-19 Ester Liana; Chandrayani Simanjorang; Ulya Qoulan Karima
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v10i1.4481

Abstract

ABSTRAKProgram Keluarga Berencana (KB) merupakan pengendalian penduduk di Indonesia yang dilakukan untuk meminimalisir kepadatan penduduk dan menaikkan kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Sebelum masa pandemi, Angka kelahiran atau Total Fertility Rate (TFR) di Indonesia sebesar 2,6 berada di atas rata-rata angka kelahiran di ASEAN yaitu 2,4 dan ketika pandemi terjadi penurunan penggunaan kontrasepsi karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menyebabkan fasilitas pelayanan kesehatan dibatasi, dapat memicu turunnya kepesertaan KB dan resiko kelahiran meningkat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan alat kontrasepsi pada WUS di Kecamatan Duren Sawit pada masa pandemi COVID-19 tahun 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi yang diteliti merupakan Wanita Usia Subur (WUS) yang berdomisili di Kecamatan Duren Sawit, lalu dipilih 290 sampel dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini berlangsung pada bulan April hingga Mei 2022 dan analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi, bivariat dengan chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu adanya hubungan yang signifikan (p-value <0,05) antara pendapatan, pengetahuan, sikap, dukungan kader, dan dukungan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi. Berdasarkan analisis multivarait disimpulkan bahwa dukungan suami meruapakan variabel yang paling dominan memengaruhi penggunaan alat kontrasepsi pada WUS (POR: 21,08; 95%CI=8,70-51,07). Dengan demikian WUS yang mendapatkan dukungan suami berpotensi 21,08 kali akan menggunakan alat kontrasepsi dibanding WUS yang tidak mendapatkan dukungan suami. Kata Kunci: Alat kontrasepsi, WUS, determinan, keluarga berencana, COVID-19
The Association between COVID-19 Vaccine Types and Side Effects Following Vaccination: Cross-Sectional Study Alifia Maharani Setyoputri; Chandrayani Simanjorang; Laily Hanifah; Ulya Qoulan Karima
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 19 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v19i2.22191

Abstract

Many experts agree and believe that the COVID-19 vaccine is the best way to control the COVID-19 pandemic in a sustainable manner. Each type of vaccine has different side effects and effectiveness. Meanwhile, information regarding the relationship between the type of COVID-19 vaccines and side effects in real populations, especially in Indonesia, is still limited. The aim of this study was to investigate the association between COVID-19 post-vaccination side effects and COVID-19 vaccine type. From April to June 2022, a cross-sectional quantitative study will be conducted in Bekasi City, West Java, Indonesia. The population consists of all 1,885,014 residents of Bekasi City who have received the first dose of COVID-19 vaccination. The samples obtained were 428 respondents from online surveys employing a purposive sampling technique. Among 428 participants, there were 50.50% received Inactivated Virus (Sinovac/Sinopharm), 23.80% Viral Vector (AstraZeneca), and 25.70% mRNA (Moderna/Pfizer-BioNTech). The adjusted analysis showed a significant correlation between the type of viral vector vaccine (OR: 26.60; 95% CI: 11.04-64.30) and the type of mRNA vaccine (OR: 1.80; 95% CI: 1.17-3.04) with side effects of COVID-19 vaccination. There was a correlation between the type of vaccines with side effects after controlled variables of sex and history of infection.
PENDAMPINGAN DESA DENGAN PROGRAM INOVASI ‘KEDUNG KELUNG’ UNTUK MENCEGAH STUNTING DAN PENYAKIT IMS/HIV-AIDS Chandrayani Simanjorang; Laily Hanifah; Lina Berliana Togatorop; Mugi Rahayu Lestari; Asy Syifa Anwari Zahra; Rana Zahra Raniyah Wangsawinangun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17091

Abstract

Abstrak: Kesehatan masyarakat berperan penting dalam pembangunan suatu negara. Hal tersebut disebabkan urgensi kesehatan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masalah tingginya angka kasus stunting dan pengalihan dana program makanan tambahan dapat teratasi dengan program inovasi ‘Kedung Kelung’. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat desa terkait stunting dan penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS)/HIV-AIDS serta meningkatkan kemampuan Ibu dalam kreasi menu ‘Kedung Kelung’ untuk mencegah stunting. Metode yang digunakan adalah ceramah kepada remaja, ibu hamil, dan orang dewasa dengan topik utama, yaitu pencegahan stunting dan infeksi menular seksual (IMS) serta pemenuhan gizi seimbang dengan melaksanakan demonstrasi inovasi menu ‘Kedung Kelung’. Mitra dari kegiatan ini adalah Desa Parungseah dan NGO lokal Trradika dengan jumlah peserta 25 orang. Evaluasi dilakukan terhadap persiapan, pelaksanaan, dan hasil peningkatan pengetahuan peserta secara kuantitatif melalui kuesioner. Terdapat peningkatan proporsi peserta yang berpengetahuan cukup antara pre-test (47,1%) dan post-test (52,9%) dengan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 13,12 menjadi 16,53 poin.Abstract: Public health plays an important role in the development of a country. This is due to the urgency of health in efforts to improve the quality of human resources. The problem of the high number of stunting cases and the diversion of additional food program funds can be resolved with the 'Kedung Kelung' innovation program. The purpose of this service is to increase the knowledge of the village community regarding stunting and Sexually Transmitted Infections (STI)/HIV-AIDS and to increase the mother's ability to create the 'Kedung Kelung' menu to prevent stunting. The method used is lectures to adolescents, pregnant women and adults with the main topics, namely the prevention of stunting and sexually transmitted infections (STIs) and fulfillment of balanced nutrition by carrying out demonstrations of the 'Kedung Kelung' menu innovation. The partners for this activity were Parungseah Village and the local NGO Trradika with 25 participants. Evaluation was carried out on the preparation, implementation, and results of increasing the participants' knowledge quantitatively through a questionnaire. There was an increase in the proportion of participants who had sufficient knowledge between the pre-test (47.1%) and post-test (52.9%) with an increase in the average knowledge score from 13.12 to 16.53 points.
DETERMINAN KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA PEKERJA DI PT X TAHUN 2023 Sisca Chairani; Apriningsih Apriningsih; Chandrayani Simanjorang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16987

Abstract

Computer Vision Syndrome merupakan masalah kesehatan mata yang umum terjadi terutama pada pekerja yang berhubungan dengan komputer dalam kesehariannya. Permasalahan mata ini akan timbul apabila tuntutan visual lebih besar dibandingkan kemampuan visual tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan keluhan CVS Pada pekerja di PT X. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Seluruh pekerja di PT X berjumlah 110 orang merupakan populasi dalam penelitian ini sedangkan jumlah sampel yang telah sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 84 pekerja. Pengumpulan data dilakukan pada bulan april - juni dengan instrumen kuesioner Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q) untuk melihat keluhan CVS dan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk melihat gambaran asupan omega 3 dan omega 6 pada kurun waktu tertentu. Pengukuran jarak mata pekerja ke monitor menggunakan meteran sedangkan pengukuran cahaya lokal dilakukan menggunakan lux meter. Hasil analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan variabel jarak penglihatan menjadi variabel yang berhubungan dan paling dominan pada keluhan CVS dengan nilai nilai p-value 0,000 (POR= 17,585; 95%CI=3,983-77,642). Sebaiknya diadakan sosialisasi mengenai kesehatan mata dan memberitahukan jarak penglihatan ideal pada saat penggunaan komputer sehingga pekerja sadar mengenai penting kesehatan mata dan meminimalisir keluhan CVS. Kesimpulan faktor risiko yang berpengaruh terhadap CVS adalah jarak penglihatan.
Edukasi dan Screening Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Perempuan di MTs Nurul Falah Areman, Depok Simanjorang, Chandrayani; Rabia; Agustiyawan; Sirada, Andi; Ramadhanti, Ismaya; Fitri, Asti Elysia Rahmatul; Ariantini, Anggrahita Dwi
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i2.4305

Abstract

Adolescent girls are a vulnerable group who can experience anemia due to low consumption and absorption of iron, blood loss during menstruation, and increased iron requirements. Anemia can cause impaired growth and health status as well as decreasing academic performance and cognitive development. Education regarding nutrition and screening for adolescent girls is an appropriate, effective, and sustainable method for preventing anemia due to iron deficiency. Therefore, in this community service activity, a combination of education and screening is carried out to prevent the development of anemia in adolescent girls at MTs Nurul Falah Areman. The community service was carried out using the lecture method and filling out a questionnaire in the form of a pretest and post-test to assess the increase in knowledge consisting of 20 multiple choice questions. The result obtained from 53 students showed that 52,8% had good knowledge regarding anemia and 47,2% had poor knowledge. Based on an examination of Hb levels, 25% of adolescent girls fall into the category of moderate and mild anemia. Education regarding anemia should be carried out routinely at MTs Nurul Falah Areman. Furthermore, MTs Nurul Falah Areman can be a target for blood supplement tablets from the nearest Community Health Center, so that in the future no more young women will be found suffering from anemia.
Determinan Kejadian Tuberkulosis Paru pada Usia Dewasa di Wilayah Kerja Puskesmas Parungpanjang, Kabupaten Bogor Dzakiyah, Rifda Nurul; Karima, Ulya Qoulan; Simanjorang, Chandrayani; Apriningsih, Apriningsih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14321

Abstract

Indonesia is ranked third highest in the world regarding the incidence of tuberculosis. Based on daily case data, tuberculosis at the Parungpanjang Community Health Center, Bogor Regency is among the ten most common diseases found in the community. This study aimed to analyze the determinants of the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Parungpanjang Community Health Center. This study used a case control design, involving 35 case samples and 70 control samples. Data was collected through filling out questionnaires with direct interviews. Next, analysis was carried out using a multiple logistic regression test. The results of the analysis showed that the magnitude of the risk for each factor studied was the level of education: OR = 3.782; 95% CI = 1.281-11.165); smoking status: OR = 6.831; 95% CI = 2.295-20.331); and close contact with pulmonary tuberculosis sufferers: OR = 7.750; 95% CI = 2.267-26.497. It was concluded that the determinants of the incidence of pulmonary tuberculosis in adults at the Parungpanjang Community Health Center were education level, smoking status and close contact with pulmonary tuberculosis sufferers.Keywords: pulmonary tuberculosis; determinant; mature ABSTRAK Indonesia berada pada peringkat tertinggi ketiga di dunia terkait dengan angka kejadian tuberkulosis. Berdasarkan data kasus harian, penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parungpanjang, Kabupaten Bogor termasuk ke dalam sepuluh penyakit yang paling banyak ditemukan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Parungpanjang. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol, yang melibatkan 35 sampel kasus dan 70 sampel kontrol. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dengan wawancara secara langsung. Selanjutnya dilakukan analisis menggunakan uji regresi logistik berganda.  Hasil analisis menunjukkan bahwa besarnya risiko untuk masing-masing faktor yang diteliti adalah tingkat pendidikan: OR = 3,782; 95% CI = 1,281-11,165); status merokok: OR = 6,831; 95% CI = 2,295-20,331); dan kontak erat dengan penderita tuberkulosis paru: OR = 7,750; 95% CI = 2,267-26,497. Disimpulkan bahwa determinan dari kejadian tuberkulosis paru pada usia dewasa di Puskesmas Parungpanjang adalah tingkat pendidikan, status merokok dan dan kontak erat dengan penderita tuberkulosis paru.Kata kunci: tuberkulosis paru; determinan; dewasa
Co-Authors Adzkia Avisena Maghfiroh Afif Amir Amrullah Aguilera, Solita Claudya Agustiyawan Alfani Ghutsa Daud Alifia Maharani Setyoputri Allya Putri Antarja Alvionita, Novinda Andriana, Bunga Angelia, Meisya Angelina, Gabriela Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Arga Buntara Ariantini, Anggrahita Dwi Arimbi Prashintya Simawang Asri C. Adisasmita Astuti, Galuh Putri Kusuma Asy Syifa Anwari Zahra Azis, Arkanaya Alya Bahasoan, Balqis Hiri Carlos Piero Martua Chahya Kharin Herbawati Churiana Sudrajat, Diva Anita Conny Juliana Surudani Detty J. Kalengkongan Dewanti, Balqis Triaya Duma Lumban Tobing Dzakiyah, Rifda Nurul Edi Tehuteru EDI TEHUTERU, EDI Erlina Riyantiasis Ester Liana Fadhlillah, Muhammad Imam Fathia Nurul Izza Febriyana, Febriyana Fithri, Nayla Kamilia Fitri, Asti Elysia Rahmatul Fitriani, Mutiara Aisyah Fitrianti, Alvina Diva Gansalangi, Ferdinan Gitalia Putri Medea Gracia Tooy Hafidah, Farwah Hera, Agnes Gonxa Mulia Heri Budianto J. Mododahi Karima, Ulya Qoulan Kezia Putri Christiandi Kusumastuti, Istyarahma Kansya Laily Hanifah Lestari, Mugi Rahayu Lina Berliana Togatorop Lina Berliana Togatorop Lintang Tyas Pramesti Lumban Tobing, Duma Maghfiroh, Adzkia Avisena Mareike D. Patras Marsya Kamila Savitri Mikha Tiffani Mugi Rahayu Lestari Muthia, Firda N. Pangandaheng Namira Adha Nancy Pangandaheng Nansy Delia Pangandaheng Nasrin Kodim Nasrin Kodim Nasrin Kodim Nur Intania Sofianita Nur Sholihah, Nur Nurcandra, Fajaria Pangandaheng, Nancy Patras, Mareike Doherty Priyastiwi, Risdiana Putri, Andini Maulani Rabia Rahayu Lestari, Mugi Ramadhanti, Ismaya Rana Zahra Raniyah Wangsawinangun Ratu Sheila Annamyra Raudina Izzah Ridwan, Rizaldi Riswandi Wasir Riswandy Wasir Sabrina Putri Sekar Ayu Putri Sevrillia Wiranda Saluhang Simanungkalit, Sintha F Simanungkalit, Sintha Fransiske Sintha Fransiske Simanungkalit Sirada, Andi Sisca Chairani Sudrajat, Diva Anita Churiana Tarigan, Kristin Mutiara Tooy, Gracia Christy Ulya Qoulan Karima Ulya Qoulan Karima Utami Wahyuningsih Utami Wahyuningsih Utami, Windi Nurdiana Utari, Dyah Wahyuningsih, Utami Wangsawinangun, Rana Zahra Raniyah Wuaten, Grace Yeanneke Liesbeth Tinungki Yenny B. Makahaghi Yenny Budiman Makahaghi Zahra, Asy Syifa Anwari