Claim Missing Document
Check
Articles

Determinants of Electronic Smoking Behavior among Adolescents in Indonesia (Analysis of Global Youth Tobacco Survey 2019) Hafidah, Farwah; Apriningsih; Simanjorang, Chandrayani; Hanifah, Laily
Public Health of Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): April - June
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v10i2.787

Abstract

Background:E-cigarettes are a concerning issue since e-smoking has affected young people. This phenomenon will be influenced by how common e-cigarette use is among youth. Nevertheless, health experts have found that e-cigarettes have negative effects on health. Objectives:The purpose of this study was to determine factors connected with electronic smoking habits among adolescents in Indonesia. Methods:The 2019 Global Youth Tobacco Survey was used in this cross-sectional study employing a multistage cluster random sampling approach. A total of 7,758 samples were taken after selection based on inclusion criteria. Results:According to this study, 21% of adolescents had tried e-cigarettes. Furthermore, multiple logistic regression analyses revealed that sex (POR: 5.834, 95% CI: 4.749—7.167), allowance (POR: 2.432, 95% CI: 1.874—3.157), obtaining e-cigarette information from friends, shopkeepers, and promotion events (POR: 2.422, 95% CI: 1.959—2.994), and knowledge and attitude (POR: 2.030, 95% CI: 1.683—2.449) were the most influential factors on electronic smoking habits among adolescents in Indonesia. Conclusion:The results indicated that sex, allowance, access to information on e-cigarettes, and the knowledge and attitudes of adolescents strongly influence the likelihood of trying e-cigarettes. Strict policies regarding the use of e-cigarettes among adolescents need to be enforced, especially in regulating advertising and pricing to make them less affordable for adolescents. Keywords:determinants, e-cigarette, smoking, behaviour, adolescent
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum Kelurahan Cawang Tahun 2023 Astuti, Galuh Putri Kusuma; Amrullah, Afif Amir; Simanjorang, Chandrayani; Apriningsih
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v8i2.12495

Abstract

ABSTRAK Alat Pelindung Diri (APD) merupakan upaya untuk mencegah penyakit akibat kerja (PAK) maupun kecelakaan kerja akibat bahaya dan risiko pekerjaan pada Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cawang. Tujuan dari penelitian adalah untuk melihat faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD petugas PPSU Kelurahan Cawang. Penelitian dilakukan menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Besar sampel adalah 79 responden yang ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian yaitu ada 34,2% responden yang patuh dalam menggunakan APD. Hasil uji regresi logistik didapatkan bahwa pendidikan (p value=0,014) dan peraturan K3 (p-value=0,046) memiliki hubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Variabel usia, masa kerja, pengetahuan, sikap, persepsi, dan pelatihan K3 tidak berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Variabel paling dominan berdasarkan analisis multivariat adalah variabel pendidikan (POR=6,088). Dapat disimpulkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD adalah pendidikan dan peraturan K3 dengan variabel pendidikan sebagai variabel paling dominan. Disarankan untuk melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas pengetahuan pekerja khususnya terkait APD serta membuat peraturan atau SOP jelas terkait standar APD, jenis APD sesuai pekerjaan, dan sanksi terkait APD yang mudah diakses oleh petugas PPSU. Kata Kunci: Alat Pelindung Diri, Kepatuhan, Petugas PPSU
Risk factors of infection with SARS-CoV-2 Omicron BA.1 in Indonesia Utami, Windi Nurdiana; Simanjorang, Chandrayani; Maghfiroh, Adzkia Avisena; Andriana, Bunga; Lestari, Mugi Rahayu
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 4: December 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i4.23042

Abstract

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) continues to mutate in Indonesia. The Omicron variant tends to have more cases but research related to this topic is still difficult to find. This study aimed to determine the risk factors for exposure to the Omicron variant of the SARS-CoV-2 virus. This study used a cross-sectional study design from SARS-CoV-2 surveillance data of the DKI Jakarta Health Office with a research sample of 3,480. Data analysis using Chi-square test followed by logistic regression test. The results found that men had a 1.82 higher risk of contracting the Omicron variant of SARS-CoV-2 than women. Elderly and adults had a 16.99 higher risk and 4.71 higher risk of developing the SARS-CoV-2 Omicron variant compared to children (p-value <0.05). People with a history of hypertension, diabetes mellitus, and cardiovascular had a 3.06, 3.05, and 4.56 higher risk of being infected with the Omicron variant of SARS-CoV-2 than those without a history of these comorbidities. It was concluded that the variable age is the riskiest factor. Vaccination does not reduce the risk of possible exposure to the Omicron variant, especially for those who are elderly, have a history of concomitant diseases, and are male.
Faktor Risiko Kelelahan Mata Pada Karyawan Pengguna Komputer: Sebuah Studi Cross-Sectional Marsya Kamila Savitri; Arga Buntara; Chahya Kharin Herbawati; Chandrayani Simanjorang
Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 2 (2024): Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (June)
Publisher : Direktorat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/kesdok.V5i2.6047

Abstract

Abstract—Eye fatigue has a negative impact on workers such as, lost productivity. It was found that workers at PT PLN Icon Plus had a computer usage duration of more than 4 hours per day and lighting that was not up to standard. The purpose of this study was to determine the risk factors for eye fatigue in computer users at PT PLN Icon Plus. The design of this study was cross-sectional. The population of this study amounted to 80 workers and all were respondents. The research was conducted between February and June 2023 on employees of PLN Icon Plus. The research instruments used eye fatigue questionnaires, laser distance meters, lux meters and heat stress meters. The results of the chi-square test analysis showed significant relationship between working time (p-value=0.004), work duration (p-value=0.016) and lighting (p-value=0.051) with eye fatigue. The age, gender and distance of the monitor showed no relationship with eyestrain. It is recommended to companies to add curtains to each window so the light that enters during the day does not exceed the standard. In addition, employees can download a screen time application on the computer to see how long the activity works while using the computer. Keywords: computer, correlate, eye fatigue, worker Abstrak—Kelelahan mata memiliki dampak negatif pada karyawan seperti, kehilangan produktivitas. Ditemukan bahwa karyawan di PT PLN Icon Plus memiliki durasi penggunaan komputer lebih dari 4 jam per hari dan pencahayaan yang tidak sesuai standar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko kelelahan mata pada karyawan pengguna komputer di PT PLN Icon Plus. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 80 karyawan dan keseluruhan dijadikan responden. Penelitian dilakukan pada Februari-Juni 2023 terhadap karyawan PLN Icon Plus. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner kelelahan mata, laser distance meter, lux meter dan heat stress meter. Hasil analisis uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang siginifikan dengan masa kerja (p-value = 0,004), durasi kerja (p-value = 0,016) dan pencahayaan (p-value = 0,051) dengan kelelahan mata. Umur, jenis kelamin dan jarak monitor tidak memiliki hubungan dengan kelelahan mata. Disarankan kepada perusahaan untuk menambahkan tirai di setiap jendela agar cahaya yang masuk pada siang hari tidak melebihi standar. Selain itu, karyawan dapat mengunduh aplikasi screen time pada komputer untuk melihat berapa lama aktivitas bekerja dalam menggunakan komputer. Kata kunci: faktor yang berhubungan, karyawan, kelelahan mata, komputer
Changes in knowledge of mothers who have stunting and not stunting toddlers using booklet, flipchart and poster media Simanungkalit, Sintha Fransiske; Simanjorang, Chandrayani; Wahyuningsih, Utami; Sofianita, Nur Intania
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 3, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(3).165-175

Abstract

ABSTRACTBackground: According to 2018 Riskesdas data, the prevalence of stunting in Indonesia increased in 2010 from 35.6% to 37.2% in 2013 and in 2018 it decreased to 30.8%% (1). Research in Dakar, Senegal found that 45% of stunted children came from mothers who had insufficient nutritional knowledge in a group of mothers who did not receive nutritional education (2). Mothers who were given nutritional intervention experienced changes in knowledge and practice in providing food sources of protein and calories. Posters as a media for nutrition education provide changes in knowledge for mothers (3) (4). Booklets, posters and calendars are print media that are often used to convey health education (5).Objectives: The aim of this research defined the difference mothers’knowledge who have stunted and non-stunting toddlers when given booklets, calendars and posters.Methods: This research used a quasi-experimental study and the Wilcoxon test. The inclusion criteria in this study were mothers aged 20-35 years, having children under five, actively participating in Posyandu and willing to take part in research activities for 1 year. The mother's research exclusion criteria were moving from Pasir Putih Subdistrict and not attending Posyandu for 3 consecutive months. The sampling technique uses simple random sampling where maternal data is obtained from attendance at the Posyandu in each RW. Before the research was carried out, the research questionnaire went through a validity and reliability testing stage using computer software.Results: There was a difference in mothers' knowledge before and after being given nutrition education using booklet (pvalue 0.000), using calendar (pvalue 0.000) and using poster media (pvalue 0.000). Conclusions: Nutrition education effectively used as promotive efforts on mother in the prevention of stunting, it can be seen from the improvement of knowledge and nutritional intake before and after being given education
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN PENGELOLAAN SAMPAH DAN DEMONSTRASI 6M Allya Putri Antarja; Chandrayani Simanjorang; Carlos Piero Martua; Kezia Putri Christiandi; Mikha Tiffani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20911

Abstract

Abstrak: Permasalahan lingkungan termasuk sampah menjadi permasalahan kompleks yang tengah dihadapi oleh semua negara, terutama Indonesia. Penyuluhan yang dilakukan membahas tentang tata cara mengelola sampah yang baik dan benar dengan prinsip 3R dan 6M. Dalam pelaksanaan intervensi, metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan terkait pengelolaan limbah sampah serta demonstrasi kegiatan 6M (mengurangi, menggunakan kembali, mengganti, memisahkan, mendaur ulang dan mengomposkan) pada masyarakat setempat. Kegiatan intervensi yang dilakukan di wilayah RT 01–05 RW 04 Kelurahan Pengasinan, Depok berupa penyuluhan mengenai pengelolaan sampah yang baik dan sosialisasi mengenai membakar sampah, serta dilanjutkan dengan demonstrasi tentang pemilahan sampah organik dan anorganik. Tujuan pengabdian iniadalah memberikan pengetahuan seputar pengelolaan sampah di tatanan rumah tangga. Pihak mitra penyuluhan ini, meliputi Ketua RW 04 Pengasinan beserta Ketua RT 01 dan RT 05. Masyarakat yang berpartisipasi berjumlah 34 orang yang diwakili oleh kader dan perwakilan warga wilayah itu. Dengan begitu, perubahan pengetahuan pada sasaran penyuluhan dapat diamati. Terdapat perbedaan rata-rata tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah intervensi dilakukan (p-value<0,05) dengan peningkatan sebesar 15% pada masyarakat di wilayah RW 04.Abstract: Environmental problems including waste are complex problems that are being faced by all countries, especially Indonesia. The counseling discussed the procedures for managing waste properly and correctly with the principles of 3R and 6M. The method used was to provide counseling related to waste management and demonstration of 6M activities (reduce, reuse, replace, separate, recycle, and compost) to local communities. Intervention activities carried out in the RT 01-05 RW 04 Pengasinan Village, Depok were in the form of counseling on good waste management and socialization on burning waste and continued with demonstrations on sorting organic and inorganic waste. The aim was to provide knowledge about waste management at the household level. The partners of this counseling included the Head of RW 04 Pengasinan and the Heads of RT 01 and RT 05. The participating community amounted to 34 people represented by cadres and representatives of the residents of the area. That way, changes in knowledge on the target of counseling can be observed. There was a difference in the average level of knowledge of respondents before and after the intervention (p-value <0.05) with an increase of 15% in the community in RW 04. 
Determinants of Pediatric Tuberculosis in DKI Jakarta During The COVID-19 Pandemic Simanjorang, Chandrayani; Wangsawinangun, Rana Zahra Raniyah; Karima, Ulya Qoulan; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic has affected the diagnosis and treatment of pediatric tuberculosis (TB), which can pose a public health burden if not properly treated. This study aims to find out the risk factors for pediatric TB. The design of this study was cross-sectional, using TB surveillance data extracted from maintenance cards of individuals who underwent TB screening in 2020–2022 at health facilities in DKI Jakarta. The independent variables in this study are age, gender, contact history, BCG immunization, and nutritional status. Logistic regression analysis was performed to identify factors associated with childhood TB after bivariate analysis using chi-square to determine the candidates. There were 14.158 patients as the sample, consisting of 5.9% positive TB. Risk factors associated with pediatric TB are aged 0-4 years (POR=0.3.90; 95% CI=3.32-4.58), male (POR=1.71; 95% CI=1.50-1.98), have a history of contact (POR=0.48; 95% CI=0.40-0.60) and do not have a history of contact (POR=0.78; 95% CI=0.64-0.91). Carrying out routine examinations on children in high TB areas, providing accessible health facilities, exceptional care for infected children, supporting vaccination programs, and promoting self-awareness and environmental sanitation can help prevent and control TB in children.
Keterbatasan Mobile JKN sebagai Bentuk Universal Health Coverage di Era Digitalisasi: Literature Review Churiana Sudrajat, Diva Anita; Simanjorang, Chandrayani; Fitrianti, Alvina Diva; Zahra, Asy Syifa Anwari
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia meluncurkan aplikasi Mobile JKN di tahun 2017 yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan perlindungan terkait hak kesehatan bagi seluruh warga negara Indonesia. Cakupan kepesertaan JKN yang menyentuh angka 224,1 juta memiliki jarak yang bermakna dengan jumlah pengguna aplikasi Mobile JKN yang berada pada angka 16.346.826. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterbatasan aplikasi dari Mobile JKN yang berpotensi menjadi alasan masyarakat belum menggunakan aplikasi ini. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Artikel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ditelusuri melalui database publikasi ilmiah, yaitu Google Scholar menggunakan kata kunci “keterbatasan” dan “Mobile JKN” serta menggunakan filter batasan publikasi lima tahun terakhir (2017-2022). Hasil penelitian menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara penggunaan aplikasi Mobile JKN. Selain itu, dengan alasan beberapa daerah di Indonesia masih belum mempunyai akses internet, aplikasi tersebut tidak mudah untuk diakses oleh beberapa kalangan. Pemerintah perlu mensosialisasikan secara masif prosedur penggunaan aplikasi Mobile JKN kepada masyarakat dan terus mengembangkan aplikasi agar tetap dapat diakses tanpa harus tergantung pada koneksi internet.
Hubungan Berat Derajat Merokok Terhadap Kelainan Fungsi Paru Pada Sopir Angkutan Umum di Terminal Kampung Melayu Ridwan, Rizaldi; Nurcandra, Fajaria; Simanjorang, Chandrayani; Utari, Dyah; Bahasoan, Balqis Hiri
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, terdapat sebanyak 9,2 juta jiwa penyakit kelainan fungsi paru. Sopir angkutan umum yang merokok berisiko mengalami kelainan fungsi paru yang diakibatkan oleh rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan berat derajat merokok terhadap gejala kelainan fungsi paru pada sopir angkutan umum di Terminal Kampung Melayu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2023 di Terminal Kampung Melayu dengan desain cross-sectional pada 102 sopir angkutan umum sebagai sampel. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi sopir angkutan umum dan bersedia diwawancara. Wawancara langsung dilakukan menggunakan kuesioner dan spirometri untuk mengukur fungsi paru. Data dianalisis menggunakan uji Cox Regresi untuk mendapatkan nilai PR. Ditemukan 64,71% responden mengalami restriksi dan 6,86% responden mengalami obstruksi serta 47,06% memiliki berat derajat merokok kategori sedang. Berat derajat merokok pada kategori sedang (PR=2,076; nilai P=0,020; 95% CI=1,119-3,850) dan pada kategori berat (PR=2,326; nilai P=0,020; 95% CI=1,142-4,734) memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko kelainan fungsi paru setelah dikontrol oleh variabel pengetahuan bahaya merokok. Berat derajat merokok memiliki hubungan terhadap risiko kelainan fungsi paru setelah dikontrol pengetahuan bahaya merokok.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja Formal Di Jakarta Timur Alvionita, Novinda; Simanjorang, Chandrayani; Buntara, Arga; Utari, Dyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16262

Abstract

Stres kerja adalah suatu bentuk ketegangan yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam kondisi psikologis pekerja yang dapat mempengaruhi cara berpikir, emosi, dan kesehatan secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja formal di Jakarta Timur. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dan data diolah dengan uji chi-square. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner The Workplace Stress Scale, Rating Scale Mental Effort (RSME) dan Global Physical Activity (GPAQ). Penentuan jumlah sampel minimal menggunakan rumus Lemeshow (Hypothesis tests for two population proportions (two-sided test)). Sebanyak 176 pekerja dipilih sebagai responden dengan menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan 56,9% responden mengalami stres kerja. Terdapat hubungan antara usia (p-value = 0,034), aktivitas fisik (p-value = 0,019), dan beban kerja mental (p-value = 0,001) dengan stres kerja. Disarankan bagi pekerja untuk menyusun jadwal kerja yang terorganisisasi dan disusun berdasarkan urgensi dan kebutuhan, beristirahat sejenak untuk menyegarkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi, serta berolahraga atau melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Co-Authors Adzkia Avisena Maghfiroh Afif Amir Amrullah Aguilera, Solita Claudya Agustiyawan Alfani Ghutsa Daud Alifia Maharani Setyoputri Allya Putri Antarja Alvionita, Novinda Andriana, Bunga Angelia, Meisya Angelina, Gabriela Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Arga Buntara Ariantini, Anggrahita Dwi Arimbi Prashintya Simawang Asri C. Adisasmita Astuti, Galuh Putri Kusuma Asy Syifa Anwari Zahra Azis, Arkanaya Alya Bahasoan, Balqis Hiri Carlos Piero Martua Chahya Kharin Herbawati Churiana Sudrajat, Diva Anita Conny Juliana Surudani Detty J. Kalengkongan Dewanti, Balqis Triaya Duma Lumban Tobing Dzakiyah, Rifda Nurul Edi Tehuteru EDI TEHUTERU, EDI Erlina Riyantiasis Ester Liana Fadhlillah, Muhammad Imam Fathia Nurul Izza Febriyana, Febriyana Fithri, Nayla Kamilia Fitri, Asti Elysia Rahmatul Fitriani, Mutiara Aisyah Fitrianti, Alvina Diva Gansalangi, Ferdinan Gitalia Putri Medea Gracia Tooy Hafidah, Farwah Hera, Agnes Gonxa Mulia Heri Budianto J. Mododahi Karima, Ulya Qoulan Kezia Putri Christiandi Kusumastuti, Istyarahma Kansya Laily Hanifah Lestari, Mugi Rahayu Lina Berliana Togatorop Lina Berliana Togatorop Lintang Tyas Pramesti Lumban Tobing, Duma Maghfiroh, Adzkia Avisena Mareike D. Patras Marsya Kamila Savitri Mikha Tiffani Mugi Rahayu Lestari Muthia, Firda N. Pangandaheng Namira Adha Nancy Pangandaheng Nansy Delia Pangandaheng Nasrin Kodim Nasrin Kodim Nasrin Kodim Nur Intania Sofianita Nur Sholihah, Nur Nurcandra, Fajaria Pangandaheng, Nancy Patras, Mareike Doherty Priyastiwi, Risdiana Putri, Andini Maulani Rabia Rahayu Lestari, Mugi Ramadhanti, Ismaya Rana Zahra Raniyah Wangsawinangun Ratu Sheila Annamyra Raudina Izzah Ridwan, Rizaldi Riswandi Wasir Riswandy Wasir Sabrina Putri Sekar Ayu Putri Sevrillia Wiranda Saluhang Simanungkalit, Sintha F Simanungkalit, Sintha Fransiske Sintha Fransiske Simanungkalit Sirada, Andi Sisca Chairani Sudrajat, Diva Anita Churiana Tarigan, Kristin Mutiara Tooy, Gracia Christy Ulya Qoulan Karima Ulya Qoulan Karima Utami Wahyuningsih Utami Wahyuningsih Utami, Windi Nurdiana Utari, Dyah Wahyuningsih, Utami Wangsawinangun, Rana Zahra Raniyah Wuaten, Grace Yeanneke Liesbeth Tinungki Yenny B. Makahaghi Yenny Budiman Makahaghi Zahra, Asy Syifa Anwari