p-Index From 2021 - 2026
8.561
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Edukasi Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Sejarah Citra Lekha Yupa: Historical Studies Journal Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesian Journal of Primary Education Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Journal of Education and Instruction (JOEAI) JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Diakronika Jurnal Komunikasi Pendidikan JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Jurnal Eduscience (JES) Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Abdidas Madaniya Tarikhuna: Journal of History and History Education Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Heuristik : Jurnal Pendidikan Sejarah Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani JURNAL PENDIDIKAN IPS Bakti Nusa Linggau PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Langgong: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Danadyaksa Historica Indonesian Journal of Primary Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pembelajaran Abad 21 Berbasis Digital-Kultur Pada Pembelajaran Sejarah Lokal Muhammad Akhyar, Agus Susilo, Sariyatun,
SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Vol 8 No 1 (2026): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/sindang.v8i1.3900

Abstract

Pembelajaran sejarah lokal memegang peran penting dalam membangun kesadaran identitas, pemahaman konteks sosial-budaya, serta kemampuan peserta didik dalam menafsirkan peristiwa sejarah di lingkungan terdekat mereka. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih sering bersifat konvensional dan kurang memanfaatkan potensi teknologi digital yang relevan dengan tuntutan kompetensi abad 21. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam penerapan Model Pembelajaran Abad 21 Berbasis Digital-Kultur pada pembelajaran sejarah lokal, serta menggali pengalaman guru dan siswa dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan materi budaya dan sejarah setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi di salah satu sekolah menengah di Kota Lubuklinggau. Informan penelitian meliputi guru sejarah, siswa kelas X–XI, dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles, Huberman & Saldaña. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis digital-kultur mampu menciptakan pembelajaran sejarah lokal yang lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik abad 21. Guru memanfaatkan beragam sumber digital seperti arsip daring, video dokumenter, peta digital, serta platform pembelajaran untuk menghubungkan nilai-nilai budaya lokal dengan kemampuan literasi digital siswa. Siswa menunjukkan peningkatan minat belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas seperti pembuatan infografis sejarah, vlog budaya, dan portofolio digital. Temuan tersebut menegaskan bahwa integrasi digital-kultur memberikan ruang reflektif dan kreatif bagi peserta didik dalam memahami sejarah lokal secara lebih bermakna. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah lokal di sekolah menengah.
Digital Innovation in Preserving Local Culture: Android-Based History Learning in Lubuklinggau City Susilo, Agus; Sariyatun, Sariyatun; Akhyar, Muhammad
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026): Integrative Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v7i1.2452

Abstract

preservation of local culture, particularly in the context of history education. This study aims to explore the role of Android-based history education in preserving local culture in Lubuklinggau and to reveal students' experiences in using it. The study uses a qualitative approach with data collection techniques through open questionnaires, interviews, and observations of high school students in Lubuklinggau City. The data were analyzed descriptively with an emphasis on interpreting students' experiences, perceptions, and responses to digital learning media. The results showed that the use of Android-based applications not only increased students' interest and motivation in learning history but also strengthened their understanding of local cultural values. Students felt that the learning was more contextual, interactive, and in line with the technological developments they use in their daily lives. In conclusion, Android-based digital innovation plays an important role in bridging the preservation of local culture with the needs of 21st-century education. The contribution of this study is to provide a new perspective on the integration of digital technology in local history learning that is relevant, meaningful, and supports the formation of students' cultural identity.