p-Index From 2021 - 2026
8.856
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Edukasi Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Sejarah Citra Lekha Yupa: Historical Studies Journal Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Indonesian Journal of Primary Education Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Journal of Education and Instruction (JOEAI) JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Diakronika Jurnal Komunikasi Pendidikan JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Jurnal Eduscience (JES) Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Abdidas Madaniya Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Tarikhuna: Journal of History and History Education Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Heuristik : Jurnal Pendidikan Sejarah Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani JURNAL PENDIDIKAN IPS Bakti Nusa Linggau PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Langgong: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Danadyaksa Historica Indonesian Journal of Primary Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Paradigma Pembelajaran Sejarah pada Peserta Didik di Era Revolusi Industri 4.0 Agus Susilo; Khoirul Anwar; Djono Djono
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i2.12559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana paradigma pembelajaran sejarah pada peserta didik telah berubah di era Revolusi Industri 4.0, serta menganalisis dampak dari adopsi teknologi baru seperti big data, kecerdasan buatan (AI), dan Virtual Reality (VR) dalam proses pembelajaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah semakin mengintegrasikan teknologi digital untuk menghadirkan materi secara interaktif dan partisipatif, memungkinkan peserta didik untuk terlibat lebih aktif dalam proses belajar. Teknologi seperti AI dan VR tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam melalui simulasi dan visualisasi peristiwa sejarah. Transformasi ini juga mempengaruhi peran dosen sebagai fasilitator yang lebih banyak bertindak sebagai pembimbing daripada sumber utama informasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa era Revolusi Industri 4.0 memicu perubahan signifikan dalam paradigma pembelajaran sejarah, yang mengarah pada pendekatan yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berbasis teknologi, namun tetap menekankan pentingnya pemahaman kritis terhadap materi sejarah. Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah, Revolusi Industri 4.0, Transformasi Paradigma
Analisis Nilai-Nilai Karakter Pada Cerita Rakyat Bujang Kurap di Kota Lubuklinggau Julian, Muhammad Andre; Susilo, Agus; Isbandiyah, Isbandiyah
SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Vol 5 No 2 (2023): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/sindang.v5i2.2533

Abstract

This study aims to analyze the character values in the Bujang Kurap story in Lubuklinggau City. The research method used is descriptive method. Data collection techniques in this study used interview and documentation techniques. The data analysis technique was carried out with Miles and Huberman's interactive data analysis model. The results of the study describe the values contained in the Bujang Kurap Folklore. The story of Bujang Kurap is a story from the Lubuklinggau community which has become oral literature which contains the values of local wisdom. The story of Bujang Kurap is a legend because it tells of the occurrence of Lake Raya, namely when there was a contest for pulling sticks in Karang Panggung Village. The Bujang Kurap story has the following character values: can provide entertainment, supernatural powers, patience, belief in God, honesty, and not arrogant attitude. The character values contained in the Bujang Kurap story are a medium of learning for the younger generation. This legend continues to be an oral literature that must be guarded so as not to be eroded by globalization. Folklore, especially in today's society, has begun to fade, this is because the story connection from the older generation has been cut off. Meanwhile, the younger generation today is very little willing to dig into the history of folk tales. The younger generation today is more inclined to the world of increasingly sophisticated technology. Folklore is only considered as entertainment alone, no meaning is taken from the stories conveyed.
Dekonstruksi dan Transformasi Makna Tradisi Mandi Kasai dalam Masyarakat Lubuklinggau Warto, Agus Susilo,
SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Vol 7 No 2 (2025): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/sindang.v7i2.3416

Abstract

Tradisi Mandi Kasai merupakan salah satu praktik budaya yang telah lama melekat dalam masyarakat Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Namun, seiring perkembangan zaman, makna dan fungsi tradisi ini mengalami pergeseran yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi makna dan menelusuri transformasi Tradisi Mandi Kasai dalam konteks masyarakat Lubuklinggau. Melalui pendekatan dekonstruksi, penelitian ini mengkritisi narasi dominan yang melekat pada tradisi tersebut, serta mengungkap konstruksi sosial, politik, dan budaya yang membentuknya. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara mendalam dengan tokoh adat, dan observasi partisipatif terhadap pelaksanaan tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Mandi Kasai awalnya memiliki makna sakral sebagai bagian dari ritual penyucian diri dan penghormatan terhadap leluhur. Namun, dalam perkembangannya, tradisi ini mengalami transformasi makna akibat pengaruh modernisasi, globalisasi, dan perubahan nilai-nilai masyarakat. Dekonstruksi terhadap tradisi ini mengungkap bahwa beberapa aspek Mandi Kasai telah direkonstruksi untuk kepentingan tertentu, seperti pelestarian budaya dan pariwisata. Selain itu, tradisi ini juga menjadi alat legitimasi kekuasaan bagi elite lokal yang berusaha mempertahankan pengaruhnya di tengah masyarakat. Penelitian ini juga menemukan bahwa transformasi makna Mandi Kasai membuka ruang bagi reinterpretasi dan inovasi tradisi agar lebih relevan dengan nilai-nilai modern, seperti inklusivitas dan kesetaraan gender. Meskipun demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya asli dan adaptasi terhadap perubahan sosial. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika tradisi lokal di tengah arus modernisasi, serta menawarkan perspektif kritis tentang bagaimana tradisi dapat bertransformasi tanpa kehilangan esensi kulturalnya.
Kehidupan Masyarakat Etnis Tionghoa dan Arab Dalam Perspektif Sejarah Perdagangan di Kota Palembang Susilo, Agus; Asmara, Yeni; Widyaningrum, Fitriyan Dela
SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Vol 5 No 1 (2023): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/sindang.v5i1.1948

Abstract

The background in this research is about the history of the ethnic Chinese and Arabs in Palembang due to trade in the past that led to relations with the Malay community. The purpose of this study was to determine the life of the Chinese and Arab ethnic communities in the perspective of the history of trade in Palembang City. The method in this research is the historical research method. In this historical research method, there are steps that include: Heuristics (collection of sources) obtained from the results of journal and scientific book reviews, then criticism which consists of external criticism and internal criticism), the data that has been criticized is then adjusted to be suitable for use. in writing scientific articles, the last step is hirtoriography, namely writing history from the results of these sources into scientific writing. The results and discussion are the social life of the Chinese and Arab communities in Palembang, namely the Chinese and Arab communities in Palembang can develop well. Social interaction with the Malay community and other immigrant communities is well maintained. This good relationship creates cultural acculturation through marriage ties with the local community which gives birth to a new culture. Meanwhile, the relationship between the local community and the ethnic Chinese and Arab communities in Palembang was created because of good communication and both as social beings to need each other. Various sentiments against the Chinese and Arab communities over time can be avoided. People can live in peace and harmony by helping the prosperity of the city of Palembang as a city that maintains local history and traditions. The conclusion is that the Malay community can coexist with other ethnic groups that develop in the city of Palembang. This harmonious life is marked by cultural acculturation which adds to the uniqueness of the city of Palembang today.)
Degradasi Tradisi Betangas Pada Masyarakat di Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas Safariza, Safariza Setyowati; Sustianingsih, Ira Miyarni; Susilo, Agus
SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Vol 5 No 1 (2023): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/sindang.v5i1.1949

Abstract

This study aims to describe the degradation of betagas in the community in Selangit District, Musi Rawas Regency. The method used in this research is qualitative. The steps used include: Observation, Interview, and Documentation. The results of the study contain a description of the form of degradation of the betangas tradition which includes the lack of preservation of local culture from the local community and the change in alternative treatment from traditional to modern due to the progress of the times that are increasingly developing. Then the factors that influence the degradation of the betangas tradition in the community in Selangit District are the increase in knowledge, technological advances, and the lack of communication between generations about the betangas tradition. That is what has resulted in the degradation of the betangas tradition in Selangit District.
Naskah Ulu Komering: Sebuah Kajian Filologi Agus Susilo, Yeni Asmara, M. Affan Ridhollah, Berlian Susetyo,
SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Vol 6 No 2 (2024): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/sindang.v6i2.2676

Abstract

For a long time, South Sumatra has had a written tradition in the form of a script written in the Ulu script which developed in the Uluan area. One of the findings of the Komering variant of the Ulu script is found in Tanjung Kukuh Village, West Semendawai District, East Ogan Komering Ulu Regency. The problem of this research is how to describe and analyze the text of the contents of the manuscript. The aim of this research is to describe and understand the contents of Komering's manuscript. The method used is the philological method which presents the text and describes the physical nature of the manuscript to be studied. The results of the research show that this manuscript is made from paper and contains a letter sending money from a student to his teacher from the proceeds of buying and selling.
Model Pembelajaran Abad 21 Berbasis Digital-Kultur Pada Pembelajaran Sejarah Lokal Muhammad Akhyar, Agus Susilo, Sariyatun,
SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Vol 8 No 1 (2026): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/sindang.v8i1.3900

Abstract

Pembelajaran sejarah lokal memegang peran penting dalam membangun kesadaran identitas, pemahaman konteks sosial-budaya, serta kemampuan peserta didik dalam menafsirkan peristiwa sejarah di lingkungan terdekat mereka. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih sering bersifat konvensional dan kurang memanfaatkan potensi teknologi digital yang relevan dengan tuntutan kompetensi abad 21. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam penerapan Model Pembelajaran Abad 21 Berbasis Digital-Kultur pada pembelajaran sejarah lokal, serta menggali pengalaman guru dan siswa dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan materi budaya dan sejarah setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi di salah satu sekolah menengah di Kota Lubuklinggau. Informan penelitian meliputi guru sejarah, siswa kelas X–XI, dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles, Huberman & Saldaña. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis digital-kultur mampu menciptakan pembelajaran sejarah lokal yang lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik abad 21. Guru memanfaatkan beragam sumber digital seperti arsip daring, video dokumenter, peta digital, serta platform pembelajaran untuk menghubungkan nilai-nilai budaya lokal dengan kemampuan literasi digital siswa. Siswa menunjukkan peningkatan minat belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas seperti pembuatan infografis sejarah, vlog budaya, dan portofolio digital. Temuan tersebut menegaskan bahwa integrasi digital-kultur memberikan ruang reflektif dan kreatif bagi peserta didik dalam memahami sejarah lokal secara lebih bermakna. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah lokal di sekolah menengah.
Digital Innovation in Preserving Local Culture: Android-Based History Learning in Lubuklinggau City Susilo, Agus; Sariyatun, Sariyatun; Akhyar, Muhammad
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026): Integrative Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v7i1.2452

Abstract

preservation of local culture, particularly in the context of history education. This study aims to explore the role of Android-based history education in preserving local culture in Lubuklinggau and to reveal students' experiences in using it. The study uses a qualitative approach with data collection techniques through open questionnaires, interviews, and observations of high school students in Lubuklinggau City. The data were analyzed descriptively with an emphasis on interpreting students' experiences, perceptions, and responses to digital learning media. The results showed that the use of Android-based applications not only increased students' interest and motivation in learning history but also strengthened their understanding of local cultural values. Students felt that the learning was more contextual, interactive, and in line with the technological developments they use in their daily lives. In conclusion, Android-based digital innovation plays an important role in bridging the preservation of local culture with the needs of 21st-century education. The contribution of this study is to provide a new perspective on the integration of digital technology in local history learning that is relevant, meaningful, and supports the formation of students' cultural identity.
Peran Pembelajaran Sejarah dalam Membangun Karakter Bangsa Menuju Kemajuan dan Persatuan Susilo, Agus; Anwar, Khoirul; S, Leo Agung
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 7 No. 2 (2024): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v7i2.12832

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan tantangan globalisasi, bangsa Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan integritas yang tinggi. Pendidikan karakter melalui pembelajaran sejarah sangat relevan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pembelajaran sejarah dalam membangun karakter bangsa menuju kemajuan dan persatuan melalui metode kualitatif deskriptif. Pendekatan ini digunakan untuk memahami secara mendalam bagaimana pembelajaran sejarah di sekolah berkontribusi terhadap pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan kebangsaan di kalangan siswa. Melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, penelitian ini menggali pemahaman siswa dan guru tentang pentingnya sejarah dalam membentuk karakter individu yang berintegritas, patriotik, dan toleran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa yang berorientasi pada kemajuan dan persatuan. Melalui penanaman nilai-nilai kebangsaan, seperti patriotisme, cinta tanah air, dan toleransi, pembelajaran sejarah mendorong siswa untuk menghargai perjuangan masa lalu serta memahami pentingnya keberagaman dalam menjaga kesatuan bangsa. Kesadaran akan perjuangan dan keragaman budaya yang tertanam melalui sejarah mendorong siswa untuk menjadi warga negara yang lebih peduli dan berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa. Dengan demikian, pembelajaran sejarah memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan global demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Simpulannya, melalui pemahaman sejarah, siswa tidak hanya mengenal peristiwa-peristiwa penting yang membentuk identitas bangsa, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai moral dan etika seperti patriotisme, toleransi, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Pembelajaran sejarah membantu siswa mengembangkan kesadaran kebangsaan serta rasa cinta tanah air, yang berkontribusi pada terciptanya generasi muda yang berkarakter kuat, peduli terhadap keberagaman, dan berperan aktif dalam menjaga persatuan. Kata Kunci: Sejarah, Karakter, Kemajuan dan Persatuan
Kontribusi Narasi Sejarah dalam Pembentukan Memori Kolektif dan Identitas Sosial Susilo, Agus; Anwar, Khoirul; Agung S, Leo
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 8 No. 3 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i3.14903

Abstract

Narasi Sejarah memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan memori kolektif dan identitas sosial suatu masyarakat. Melalui narasi ini, masyarakat dapat memahami asal-usul, perjalanan, serta perjuangan yang telah dilalui oleh kelompok sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran narasi Sejarah dalam membangun kesadaran bersama di kalangan anggota masyarakat serta bagaimana narasi tersebut membantu membentuk identitas sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan narasi sejarah untuk memahami bagaimana sejarah dikonstruksi dan disampaikan dalam komunitas. Fokusnya pada pembentukan memori kolektif dan identitas sosial melalui narasi sejarah, dengan menganalisis sumber lisan, tertulis, dan media. Tujuannya adalah mengungkap peran narasi sejarah dalam memperkuat identitas kelompok dan mempengaruhi persepsi terhadap masa lalu dan masa kini. Hasil penelitian ini menunjukkan Narasi sejarah berperan penting dalam membentuk memori kolektif dan identitas sosial, memperkuat solidaritas, kebanggaan, dan pemahaman bersama tentang masa lalu. Dalam pendidikan, sejarah harus diajarkan secara metodis agar tidak menumbuhkan analfabetisme sejarah. Di Indonesia, narasi sejarah membangun kesadaran nasional dan identitas lokal, serta memperkuat ikatan sosial. Sejarah juga dipengaruhi oleh politik dan budaya, dan melalui media seperti buku, museum, dan teknologi, narasi sejarah dapat berkembang lebih inklusif, memperkaya pemahaman identitas sosial dan membangun masa depan yang lebih baik. Simpulannya bahwa narasi Sejarah berperan penting dalam pembentukan memori kolektif dan identitas sosial dengan menyampaikan nilai-nilai, norma, dan pandangan hidup yang memperkuat ikatan sosial. Selain itu, narasi Sejarah membantu kelompok dalam memahami posisi mereka, baik dalam konteks masa lalu maupun masa kini, yang memperkuat rasa kebersamaan dan identitas sosial dalam masyarakat.