Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Sebagai Sumber Kalor Ruang Pengering Produk Pertanian Anak Agung Putu Susastriawan; Fredy Surahmanto; Suparni Setyowati Rahayu
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6278

Abstract

Limbah biomassa di Indonesia sangat berpotensi sebagai sumber energi kalor ruang pengering produk pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah sekam padi menjadi sumber kalor untuk pengeringan produk pertanian serta mengetahui unjuk kerja ruang pengering dengan bahan bakar sekam padi. Penelitian diawali dengan pembuatan rancang bangun mesin pengering yang dilanjutkan dengan pengujian unjuk kerja. Mesin pengering memiliki komponen utama berupa tungku pembakaran, ruang pengering, blower, dan suction fan.  Pengujian unjuk kerja mesin pengering dilakukan untuk pengeringan cabai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh mode aliran konveksi flue gas terhadap efisiensi dan konsumsi energi spesifik (SEC) mesin pengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin pengering dapat beroperasi dengan baik. Efisiensi mesin pengering aliran konveksi paksa lebih tinggi dari efisiensi mesin pengering aliran konveksi alami dan sebaliknya SEC mesin pengering aliran paksa lebih rendah dari SEC mesin pengering aliran konveksi alami. Efisiensi mesin pengering mencapai 25,12% untuk aliran konveksi paksa dan 10,50% untuk aliran konveksi alami. Sedangkan SEC mesin pengering aliran konveksi paksa sebesar 198370,37 kJ/kg uap air dan 918171,42 kJ/kg uap air untuk aliran konveksi alami.
Penerapan Ekonomi Hijau dan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di Pedukuhan Jaranan, Tempelan Kabupaten Bantul Toto Rusianto; Suparni Setyowati Rahayu; Edhy Sutanta; Purnawan Purnawan; Catur Iswahyudi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 4 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i4.17104

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan kompleks diseluruh negara termasuk Indonesia yang mencakup masalah kebersihan, lingkungan dan juga sosial yang berdampak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Sistem pengolahan sampah di masyarakat umumnya masih dilakukan dengan pembuangan sampah di tempat pembuangan sampah tanpa dipilah terlebih dahulu. Pedukuhan Jaranan Tempelan merupakan salah satu pedukuhan di Banguntapan Bantul, di mana di penampungan sampah sementara terkumpul sampah sebesar 24,06 m3 per hari yang terdiri dari sampah rumah keluarga, sampah pertanian dan sampah industri kecil. Sampah tersebut sebenarnya masih mempunya nilai ekonomis dan dapat dijadikan sumber penghasilan bagi masyarakat. IST AKPRIND Yogyakarta melalui program Pengabdian kepada Masyarakat/PkM, memiliki komitmen untuk berkolaborasi dengan mitra Kelompok Peduli Sampah (KPS) Merpati membuat inovasi teknologi pengolahan sampah organik. Sampah plastik menjadi cacahan plastik melalui proses mekanisasi dan dijual secara curah dengan menerapkan pertumbuhan ekonomi hijau (Green Economy) dan berkelanjutan.  Kolaborasi tersebut dengan mitra Kelompok Peduli Sampah (KPS) Merpati RT 05/ RW 39 Jaranan yang diketuai oleh Ibu Tri Handayani Rahayu. Program telah dilaksanakan antara lain  membangun inovasi teknologi pengolahan sampah organik, pengolahan sampah plastik, budi daya lele sistem bioflok dan rumah pengolahan  peduli sampah terpadu yang juga menjadi Laboratorium Lapangan Pengelolaan Sampah Pemukiman IST AKPRIND.
Rekayasa Pembuatan Kompos Limbah Industri Pewarna Alami Daun Strobilanthes cusia Secara Anaerob dengan Penambahan Serbuk Gergaji dan Bioaktivator EM4 Dista Pinasti; Sri Sunarsih; Suparni Setyowati Rahayu
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6407

Abstract

Industri pembuatan pasta indigo dari daun Strobilanthes cusia di Wonoboyo, Temanggung, Jawa Tengah menimbulkan limbah padat sisa maserasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik untuk pembuatan kompos dari limbah daun tersebut. Pengomposan dilakukan dengan metode anaerob menggunakan bahan baku limbah daun Strobilanthes cusia, dengan variasi konsentrasi EM4 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% serta variasi berat serbuk gergaji 100, 200, 300, 400, dan 500 gram. Kualitas kompos yang dihasilkan dianalisis parameter pH, kadar air, dan rasio C/N. Analisis C menggunakan metode Walkley and Black dan analisis N dengan metode Kjedahl. Analisis produk kompos menunjukkan bahwa hasil terbaik diperoleh dari komposisi bahan berupa 1000 gr limbah daun, bioaktivator EM4 konsentrasi 2% dan serbuk gergaji seberat 300 gram. Uji kualitas hasil kompos terhadap parameter pH dan kadar air sudah memenuhi kriteria yang terantum dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 70/Permentan/SR.140/10/2011 yaitu pH 8,07 (standar mutu pH 4 – 9) dan kadar air 20,56 % (standar mutu 15 – 25 %). Sedangkan untuk parameter rasio C/N masih melebihi standar mutu.
Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Sebagai Sumber Kalor Ruang Pengering Produk Pertanian Anak Agung Putu Susastriawan; Fredy Surahmanto; Suparni Setyowati Rahayu
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6278

Abstract

Limbah biomassa di Indonesia sangat berpotensi sebagai sumber energi kalor ruang pengering produk pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah sekam padi menjadi sumber kalor untuk pengeringan produk pertanian serta mengetahui unjuk kerja ruang pengering dengan bahan bakar sekam padi. Penelitian diawali dengan pembuatan rancang bangun mesin pengering yang dilanjutkan dengan pengujian unjuk kerja. Mesin pengering memiliki komponen utama berupa tungku pembakaran, ruang pengering, blower, dan suction fan.  Pengujian unjuk kerja mesin pengering dilakukan untuk pengeringan cabai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh mode aliran konveksi flue gas terhadap efisiensi dan konsumsi energi spesifik (SEC) mesin pengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin pengering dapat beroperasi dengan baik. Efisiensi mesin pengering aliran konveksi paksa lebih tinggi dari efisiensi mesin pengering aliran konveksi alami dan sebaliknya SEC mesin pengering aliran paksa lebih rendah dari SEC mesin pengering aliran konveksi alami. Efisiensi mesin pengering mencapai 25,12% untuk aliran konveksi paksa dan 10,50% untuk aliran konveksi alami. Sedangkan SEC mesin pengering aliran konveksi paksa sebesar 198370,37 kJ/kg uap air dan 918171,42 kJ/kg uap air untuk aliran konveksi alami.
PELATIHAN PENCATATAN KEUANGAN PEMILIK UKM TAHU DI KELURAHAN MARGOAGUNG KAPANEWON SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN Maria Regina Nansi; Ellyawan Setyo Arbintarso; Suparni Setyowati Rahayu
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4732

Abstract

Pelatihan Pencatatan Keuangan Keluarga ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pendampingan pada keluarga unit usaha kecil dan menengah (UKM) dalam mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Berhasilnya pencatatan dan pengelolaan keuangan adalah langkah awal terbentuknya tamosfer keuangan yang baik yang merupakan kunci kesuksesan bisnis. Pelatihan dalam pengabdian ini dilaksanakan dengan mengaplikasikan penyusunan laporan keuangan menggunakan akuntansi sederhana. Pelatihan dan pendampingan paska pelatihan diberikan pada 17 orang peserta dalam menyusun laporan keuangan sederhana dengan hasil akhir adalah laporan pembukuan sederhana UKM tahu di Dusun Krapyak, Kelurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Proses pencatatan keuangan dimulai dari pembuatan cash flow sederhana yaitu pencatatan pemasukan ataupun pengeluaran. Tahapan-tahapan yang menerapkan prinsip akuntansi dasar dalam praktik pembuatan laporan keuangan sederhana adalah 1) Pencatatan 2) Pengelompokkan 3) Ikhtiar dan Penjabaran serta 4) Pelaporan. Keterampilan pengelolaan keuangan bagi pemilik UKM tahu sangatlah dibutuhkan agar keuangan UKM dapat terkelola dengan baik.
Penerapan Teknologi Pembiakan Larva Black Soldier Fly Untuk Optimalisasi Pengelolaan Sampah Organik Di Kalurahan Panggungharjo Dewi Wahyuningtyas; Sukmawati, Paramita Dwi; Nurcahyo, Raden Wisnu; Hariyanto, Satriawan Dini; Sulistyaningsih, Eka; Rahayu, Suparni Setyowati; Yusuf, Muhammad
DHARMA BAKTI Dharma Bakti-Vol 6 No 2-Oktober 2023
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/dharma.v6i2.4509

Abstract

Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah (TPS) berbasis Reduce, Reuse and Recycle (3R) yang dikelola BUMDES Panggung Lestari. Untuk pengolahan sampah organik, warga secara mandiri atauoun berkelompok melakukan pengolahan sampahnya menjadi pupuk sehingga tidak dikelola oleh TPS. Permasalahan yang timbul dari pengolahan sampah organik tersebut adalah waktu proses pembuatan lama sekitar 30 hari, harga jual murah, dan lahan terbatas. Salah satu kelompok warga yang sudah melakukan pemilahan secara sederhana adalah Bank Sampah Barokah, Padukuhan Sawit, Kalurahan Panggungharjo. Kegiatan Bank Sampah masih berfokus pada sampah anorganik saja, sedangkan sampah organiknya dikelola di rumah masing-masing menjadi pupuk organik. Tujuan kegiatan pemberdayaan berbasismasyarakat ini mengoptimalkan pengelolaan sampah organik melalui budidaya larva black soldier fly (BSF) di mitra Bank Sampah Barokah. Metode yang dilakukan berupa sosialisasi dan penerapan teknologi tepat guna (pembuatan kandang budidaya larva BSF dan mesin pencacah sampah organik) kepada mitra yang telah dilaksanakan pada bulan Juli-September 2023. Hasil kegiatan berupa pengetahuan cara budidaya maggot sebagai pemakan sampah organik dan penggunaan teknologi tepat guna bagi warga Padukuhan Sawit. Kandang yangdibuat terdiri dari dua buah yaitu kandang penetasan telur dan pembiakan maggot. Kapasitas sampah organik yang dapat diolah maggot dalam kandang sebesar 30-35 kg/hari. Setiap hasil penetasan telur maggot sekitar 10 gram dapat menghasilkan hingga 30 kg maggot setelah 21 hari. Hasil kegiatan ini mampu mengatasi waktu proses pengolahan sampah organik yang lama dan produk maggot dapat digunakan sebagai pakan ternak di sekitar warga.
Pemasangan Solar Panel Kapasitas 400 WP Untuk Pemompaan Air Laut Pada Tambak Garam Tipe TUNNEL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Hariyanto, Satriawan Dini Hariyanto; Kristiyana, Samuel; Sulistyaningsih, Eka; Wahyuningtyas, Dewi; Rahayu, Suparni Setyowati; Purnawan; Prabowo, Fajar Yulianto
DHARMA BAKTI Dharma Bakti-Vol 6 No 2-Oktober 2023
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat (PBM) pada naskah ini membahas tentang penerapan panel surya dengan kapasitas 400 WP sebagai solusi energi terbarukan untuk memompa air laut pada tambak garam tipe tunnel di Daerah Sanden, Bantul, D.I. Istimewa Yogyakarta. Tambak garam tipe tunnel telah menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat lokal, namun menghadapi tantangan terkait konsumsi energi yang tinggi yang selama ini kegiatan produksinya menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber energi. Kegiatan PBM ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi panel surya sebagai alternatif energi yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan pada kegiatan PBM adalah PDCA (Plan Do Check Action) yang salah satu cakupan kegiatannya adalah penerapan teknologi panel surya dengan kapasitas 400 WP dan sistem pompa air laut portable pada tambak garam milik KUB Garam Makmur. Hasil awal menunjukkan bahwa penerapan panel surya telah berhasil mengurangi ketergantungan tambak garam terhadap sumber energi BBM. Produksi energi surya telah memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional pompa air laut dalam tambak garam tipe tunnel. Selain itu, penggunaan panel surya telah memberikan manfaat ekonomi berupa pengurangan biaya energi dan peningkatan profitabilitas bagi para petani tambak garam.
PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN MIXER UNTUK MENINGKATKAN KUANTITAS DAN KUALITAS PRODUK PUPUK KOMPOS DI GAPOKTAN NGUDI MAKMUR, BANJARARUM, KULON PROGO Edhy Sutanta; Suparni Setyowati Rahayu; Raden Wisnu Nurcahyo; Samuel Kristiyana; Aris Wahyu Murdiyanto; Mukasi Wahyu Kurniawati
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL BERDAYA MANDIRI (JBM)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jbm.v6i1.6074

Abstract

The Ngudi Makmur Farmer Group (Gapoktan) is one of the productive economic groups located in Banjararum Village, Kulon Progo, Yogyakarta. Gapoktan Ngudi Makmur faces several issues, some of are deemed important and need to be resolved. The mentioned issues include environmental pollution risks and unpleasant odors arising from piles of livestock manure. Livestock manure is generally processed into compost fertilizer to nourish crops managed by the group. The process of turning livestock manure into compost fertilizer is done with the hand tool, resulted in relatively low production quantity and quality due to non-standard/uniform compost grain sizes. This Community Service Activity (PkM) is part of Kosabangsa Program implementation in 2023. The activity is carried out by a combined team from 2 (two) Higher Education Institutions (PT), namely Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (UNJAYA), and Universitas AKPRIND Indonesia. This activity is conducted through 5 (five) stages which is: socialization, training, technology application, mentoring, as well as program evaluation and sustainability. The total duration of the activity is 4 (four) months. The appropriate technology (TTG) applied is a compost mixer machine. Based on the evaluation results after the activity, there was an increase in the quantity of compost production by 16.67% and an improvement in quality of compost with standard/uniform grain sizes. Keywords: mixer machine, quality, quantity, compost, appropriate technology
Techno-feasibility assessment on utilization of rice husk and wood scrap as energy sources of the rotary drier while drying BSF maggot Purwaka, Purwaka; Susastriawan, Anak Agung Putu; Saputra, Hadi; Rahayu, Suparni Setyowati; Hidayat, Taufiq; Sidharta, Bambang Wahyu; Mathur, Akanksha
Journal of Engineering and Applied Technology Vol. 5 No. 2 (2024): (August)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jeatech.v5i2.75953

Abstract

Black Soldier Flies (BSF) maggot business got increasing attention nowadays, especially dried BSF maggot. The dried BSF maggot is very suitable for fish feed, thus dried maggot business has good prospectus not only in terms of financial sector but also in terms of waste management sector. Unfortunately, making dried maggot requires high cost during drying process, since additional cost for LPG is needed. It is important to replace LPG fuel by less expensive one, such as biomass fuel. Indonesia has huge potential of biomass energy sources which mainly come from agricultural, forestry, and industrial waste. The present work aims to investigate techno-feasibility of rice husk and waste scrap waste as feedstock of rotary drum drier. The experimental work is conducted by drying 10 kg fresh BSF maggot for 2 hours in the drier using blend feedstock of 6 kg rice husk- 6 kg wood scrap (RH-WS) and feedstock of 12 kg wood scrap (WS). The results depict that the waste of rice husk and wood scrap are technological feasible as energy sources for rotary drum dryer while drying BSF maggot. The performance of the drier in terms of drying rate, drying heat, specific fuel consumption, and drier's effectiveness is better when a blend of rice husk and wood scrap is used as a feedstock. The values of drying rate, drying heat, specific fuel consumption, and drier's effectiveness when using blend feedstock are 0.92 g/s, 20996.37 kJ, 27940.15 kJ/kg, and 0.67, respectively. It is recommended to use waste of rice husk and wood scarp in blending form to obtain optimum performance of the rotary drier while drying BSF maggot.
PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) JEANS DI SENTRA JEANS SUROBAYAN, WONOPRINGGO, KABUPATEN PEKALONGAN Suhartono, Edy; Rahayu, Suparni Setyowati; Budi, Basuki Setiyo; Yusa, Mochammad
Bangun Rekaprima Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.701 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v7i2.3001

Abstract

Salah satu sentra konveksi berbahan jeans di Jawa Tengah, perkembangan industri jeans di Kabupaten Pekalongan sangat pesat adalah sentra jeans Surobayan,Wonopringgo,Kab.Pekalongan. Sebelum tahun 2010, kondisi sentra jeans di Kabupaten Pekalongan berkembang secara alami. Berdasarkan kemampuan dalam penyerapan tenaga kerja, maka jenis industri konveksi jeans menduduki rangking kedua setelah kerajinan batik atau sangat potensial dalam penyerapan tenaga kerja lebih dari 6.300 orang di Surabayan, Wonopringgo, Kab.Pekalongan. Untuk meningkatkan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan pada Sentra Jeans Surabayan, Wonopringgo, Kab.Pekalongan dilakukan penerapan perangkat produksi bersih berkelanjutan dan minimisasi pembuangan limbah cair melalui pola (3R). Hasil produksi pengrajin konveksi jeans berupa Celana jeans untuk pria dan wanita, Jaket untuk pria dan wanita, kemeja baik untuk dewasa maupun anak anak Kapasitas produksi masing ”“masing pengrajin konveksi jeans per bulan antara 300 kodi sampai 1200 kodi. Pertumbuhan UKM di Kabupaten Pekalongan khususnya Sentra Jeans Surabayan, Wonopringgo, Kab.Pekalongan setiap tahunnya berkembang meskipun ada yang tutup usahanya, dan merupakan jantung perekonomian garmen di kabupaten Pekalongan. Rata-rata satu perusahaan mempunyai karyawan 15 orang. Setiap tahun rata-rata satu perusahaan mempergunakan, kain jeans 182.880 m, H2O2 1600 L, kostik 2000 kg, teepol 200 kg. pada proses produksinya rata-rata per hari membutuhkan air 15.000 L, kayu bakar 30m3. Sedangkan selama setahun produk gagal 9.144 m, H2O ¬2 yang tercecer 200 L, , air limbah 80% dari air yang digunakan, teepol yang tercecer 10 kg, bahan pewarna 50,4 kg, belum ada yang mengunakan pewarna alam. Tahapan yang harus dilalui untuk menerapkan produksi bersih berkelanjutan yaitu mengidentifikasi penyebab inefisiensi, menganalisis sebab dan dampak lingkungan, menentukan langkah-langkah perbaikan pengelolaan lingkungan yang diperlukan, mengintegrasikannya dalam struktur organisasi perusahaan serta mengevaluasi langkah-langkah tersebut.
Co-Authors -, Purnawan Ahmad Hanafi Aji Pranoto Amir Hamzah Anak Agung Putu Susastriawan Anak Agung Putu Susastriawan Andang Novianta, Muhammad Ani Purwanti Arbintarso, Ellyawan S Arbintarso, Ellyawan Setyo Arbintarso, Ellyawan Setyo Argaditia Mawadati Aris Wahyu Murdiyanto Basuki Setiyo Budi Basuki Setiyo Budi, Basuki Setiyo Bekti, Rokhana beny firman, beny Bikorin Catur Iswahyudi Claude Mona Airin Dewi Wahyuningtyas Dista Pinasti Dullah, Mohammad Dwi Bekti, Rokhana Dwi Sukmawati, Paramita Dzakiya, Nurul Edhy Sutanta (Jurusan Teknik Informatika IST AKPRIND Yogyakarta) Edy Suhartono Eko Haryanto Emy Setyaningsih Eska Almuntaha Fachry Abda El Rahman Fredy Surahmanto Ganjar Andaka Gatot Santoso Hadi Saputra Hariyanto, Satriawan Dini Hariyanto, Satriawan Dini Hariyanto Hormat, Petronius I Gusti Gde Badrawada Illahiyah, Ahmad Muqit Nur Irkham Widiyono Istiari, Satiti Joko Waluyo Latief, A. S utowo Marausna, Gaguk Maria Regina Nansi Mathur, Akanksha Mochammad Yusa Mochammad Yusa, Mochammad Muchlis Muchlis Muhammad Andang Novianta Muhammad Luqman Bukhori MUHAMMAD SHOLEH Muhammad Yusuf Mukasi Wahyu Kurniawati Mulyaningsih, Sri Nansi, Maria Regina Nidia Lestari Ningrum, Ambar Pertiwi Noordiana Herry Purwanti Novia Nur Aini Nurandani Hardyanti Nurcahyo, Raden Wisnu Okid Parama Astirin Okid Parama Astirin Pangestu, Muhammad Puri Dwi Perdiansa, Aldi Petroningdyah, Alya Prabowo, Fajar Yulianto Prayogo, Wisnu Purnawan Purnawan - Purnawan Purnawan Purnawan Purnawan Purnawan Purnawan Purwaka, Purwaka Putra, Ikbal Rizki Rachmawati, Desiana Raden Wisnu Nurcahyo Ratno, Jovin Refika Melina Putri Rosid, Ibnu Abdul Rusyda, Annisa Rizka Alhimna Samuel Kristiyana Samuel Kristiyana Samuel Kristiyana Sarmin Sarmin Satriawan Dini Hariyanto Sidharta, Bambang Wahyu Sisilia Endah Lestari, Sisilia Endah Soedarmanto Indarjulianto Sri Rahayu Gusmarwani, Sri Rahayu Sri Sunarsih Sudarsono - Suhartono, Edy Sulistyaningsih, Eka Suraya Suraya Susastriawan, Anak Agung Putu Suwanto Raharjo Syafriyudin Toto Rusianto Totok Prasetyo Utubira, Berliana Isel Valensi Kautsar, Valensi Wahyuningtyas, Dewi Wisnu Nurcahyo Yuli Purwanto Yuli Purwanto Yuli Purwanto, Yuli