p-Index From 2021 - 2026
4.883
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Pendekatan Open-Ended Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pokok Bahasan Statistika Safiruddin, Safiruddin
Jurnal Kinerja Kependidikan (JKK) Vol 1, No 1 (2019): JKK
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah pembelajaran pendekatan open-ended dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Banda Aceh tahun pelajaran 2015/2016 pada pokok bahasan statistika. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi yang meliputi aktivitas siswa dan kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa meningkat dari 33% atau berada pada kategori kurang aktif pada pra-siklus, menjadi 73% atau berada pada kategori cukup baik pada siklus I. Pada siklus II, keaktifan siswa meningkat kembali menjadi 83% pada pertemuan 1 dan 90 % pada pertemuan 2 atau berada pada kategori sangat baik. Skor aktivitas guru berada pada kategori Kurang Baik (30%) pada pra siklus meningkat pada siklus I, menjadi 85%. Terjadi peningkatan pada siklus II yaitu berada pada kategori baik (88%) pada pertemuan 1 dan meningkat menjadi Sangat Baik (92%) pada pertemuan 2. Pada pra siklus, hanya 10 (32%) siswa yang tuntas belajar. Pada siklus I, jumlah siswa tuntas meningkat menjadi 15 (52%) siswa dan meningkat pada siklus II menjadi 26 (89%) siswa. Pada Pra-siklus, nilai rata rata siswa 54,11 meningkat menjadi 67,32 pada siklus I lalu meningkat menjadi 78,75 pada siklus II. Terjadi peningkatan yang signifikant pada setiap anak, rata rata peningkatan mencapai 60% Sehingga dapat disimpulkan pendekatan Open Ended dapat meningkatkan hasil belajar, keaktifan siswa, dan kemampuan guru mengelola pembelajaran Matematika materi Statistika di kelas XI SMA Negeri 2 Banda Aceh.
Penguatan Identitas Gender pada Siswa Laki-laki Melalui Kehadiran Guru Laki-laki di Tingkat PAUD Al Baqi, Safiruddin
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2021.5.2.289-309

Abstract

Abstract: Gender identity typically aware at the age of two and will strengthen until about five years old. It is important for parents and teacher of early childhood education to provide knowledge and strengthen children's gender identity so that their gender identity develops according to their gender. Teachers in schools play an important role in strengthening gender identity. Unfortunately, today's society is not much aware of the importance of it and teachers of early childhood education are still considered as women's professions. This article aims to explain the importance of the presence of male teachers on the strengthen of gender identity in early childhood students. This study used a literature review method with thematic analysis techniques. The results of the research analysis showed that society still gives a stigma that early childhood teachers must be women because they have more patience and so on. It creates a sense of prestige and shame for men to become early childhood teachers. On the other hand, male teachers are very much needed at the early childhood education level because male teachers have a role that cannot be replaced by female teachers, especially in the formation and strengthening of gender identity for male students, including providing challenging games for male students, giving examples of assertive behavior, and other attributes that show male gender roles in front of male students. Keywords: Early childhood education, gender identity, male student, male teacher. Abstrak: Identitas gender mulai terbentuk pada usia dua tahun dan akan menguat sampai sekitar usia lima tahun. Penting bagi orang tua dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk memberikan pengetahuan dan penguatan tentang identitas gender anak agar identititas gendernya berkembang sesuai dengan jenis kelamin yang dimiliki. Guru di sekolah memberikan pengaruh penting bagi penguatan identitas gender. Namun sayangnya masyarakat saat ini belum banyak yang menyadari pentingnya hal itu dan guru PAUD masih di anggap sebagai profesi perempuan. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya keberadaan guru laki-laki terhadap pembentukan identitas gender pada siswa PAUD. Penelitian ini menggunakan metode literature review atau studi pustaka dengan teknik analisis tematik. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masih memberikan stigma bahwa guru PAUD haruslah perempuan karena memiliki kesabaran lebih dan lain-lain. Hal ini memunculkan rasa gengsi dan malu bagi laki-laki untuk menjadi guru PAUD. Di sisi lain, guru laki-laki sangatlah diperlukan di tingkat pendidikan anak usia dini karena guru laki-laki memiliki peran yang tidak bisa digantikan oleh guru perempuan khususnya dalam pembentukan dan penguatan identitas gender bagi siswa laki-laki, diantaranya pemberian permainan yang menantang bagi anak laki-laki, pemberian contoh perilaku tegas, serta atribut lain yang menunjukkan peran gender laki-laki dihadapan siswa laki-laki. Kata kunci: Identitas gender, guru laki-laki, PAUD, siswa laki-laki.
Pengaruh Pelatihan Manajemen Emosi untuk Meningkatkan Reegulasi Emosi dan Ekspresi Emosi dalam Konteks Keluarga Safiruddin Al Baqi; Taufik Rizki Sista
Jurnal Sains Psikologi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.192 KB) | DOI: 10.17977/um023v7i12018p81-87

Abstract

Regulasi dan ekspresi emosi merupakan kemampuan penting dalam kehidupan sosial manusia. Untuk meningkatkan kedua kemampuan tersebut, lingkungan keluarga adalah lingkungan yang paling tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihan manajemen emosi untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi dan ekspresi emosi yang tepat dalam keluarga. Pelatihan meliputi worksop, mengisi catatan harian emosi keluarga dan menggunakan kartu emosi. Pelatihan diberikan kepada 253 orang tua, namun 82 orang tua yang menyelesaikan hingga akhir program (perempuan = 66; usia rata-rata 38,04). Data dikumpulkan pada awal program sebagai baseline dan pre-test dan seletah program sebagai post-test. Regulasi emosi diukur dengan menggunakan Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS-16) sedangkan ekspresi emosi menggunakan Measure of Verbally Expressed Emotion (MoVEE). Kedua alat ukur tersebut diadaptasi kedalam bahasa Indonesia dan memiliki kehandalan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan regulasi emosional diantara peserta sebelum dan sesudah program. Tapi tidak ada perbedaan kemampuan dalam mengekspresikan emosi antara sebelum dan sesudah program.Kata Kunci: ekspresi emosi, manajemen emosi, pelatihan, pelatihan keluarga, regulasi emosi. 
Pengembangan UKM Bakpao Ijo dengan Penerapan Digital Marketing di KPR Taman Asri Magetan Muhamad Nur Faizi Putra Fuwa; Mustofa Aji Prayitno; Safiruddin Al Baqi
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v5i1.2811

Abstract

Usaha bakpao ijo yang terletak di kompleks perumahan Taman Asri, desa Milangasri, kecamatan Panekan, kabupaten Magetan merupakan salah satu produk UMKM rumahan yang cukup digemari oleh pecinta jajanan kuliner. Namun, berbagai permasalahan yang dialami dalam produksi maupun pemasaran di era pandemi menyebabkan munculnya ancaman gulung tikar bagi pelaku UMKM. Oleh karena itu, perlunya kontribusi langsung dari pemerintah maupun masyarakat dalam memulihkan UMKM. Melihat potensi serta asset yang sudah dimiliki, maka digitalisasi marketing sebagai salah satu solusi dalam upaya mengatasi permasalahan yang dialami penjual dalam memasarkan produk dagangannya ditengah kondisi pandemi Covid-19 yang diharapkan mampu menjadi harapan baru bagi pelaku usaha UMKM untuk tetap bertahan ini perlu dilaksanakan. Pasca dikembangkannya digitalisasi marketing untuk usaha bakpao ijo yang ada di kompleks perumahan taman asri dilakukan, pemilik UMKM tersebut merasa antusias dan sangat terbantu dengan adanya pembuatan akun promosi maupun arahan pengoperasian akun yang diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan, dalam satu minggu penerapan digitalisasi marketing UMKM bakpao ijo yang ada di kompleks perumahan Taman Asri mendapat jangkauan pemesanan yang lebih meluas serta omset mingguan yang juga meningkat. Harapannya digitalisasi marketing ini dapat dikembangkan dan disosialisasikan kepada semua pelaku UMKM yang ada.
Mengembangkan Kemampuan Sosial Melalui Pendekatan Project Based Learning Ratna Nila Puspitasari; Safiruddin Al Baqi
PG-PAUD Trunojoyo Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v9i1.13294

Abstract

Kemampuan sosial anak penting untuk dikembangkan dikarena kemampuan sosial adalah kemampuan seorang anak untuk berinterkasi. Kemampuan sosial pada kelompok B masih rendah hal ini terlihat ketika anak diminta untuk melakukan kerjasama, mandiri dan bertanggung jawab anak masih belum mampu, dan berbagi dengan temannya pun belum mampu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan kemampuan sosial dengan pendekatan project based learning kelompok B RA Muslimat Nu 050 Subulul Huda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan model Kurt Lewin. Subjek dalam penelitian adalah semua anak di kelompok B sebesar 21 anak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 siklus yang terdiri dari 6 kali pertemuan, sehingga keseluruhan ada 12 kali pertemuan. Teknik analisis data adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan sosial anak yakni kemampuan sosial dalam hal bekerjasama, kemandirian, bertanggung jawab, dan anak berbagi dengan temannya. Hal ini dapat diketahui dari nilai prasiklus sampai dengan nilai siklus II, yang mana mengalami kenaikan sebesar 32. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan project based learning dapat mengembangkan kemampuan sosial anak. Kemampuan sosial anak dapat dikembangkan dengan pendekatan student center sesuai dengan prinsip Pendidikan anak usia dini yang mana pusat pembelajaran adalah anak.
Perubahan Kurikulum di Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Lembaga Pendidikan Islam Ahmadi Ahmadi; Yayah Chairiyah; Safiruddin Al Baqi
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i2.3373

Abstract

AbstractQuality education today is an essential necessity in human life. The purposes of this research are to describe how the dynamics of curriculum goes on. It used a qualitative descriptive approach. The instruments of collecting data are observation, interview, and  document. The data must be analyzed by the following cycles: reduction, display and verification. It showed that; curriculum religious teacher training is different with the curriculum of Islamic High School. The implementation of the curriculum has to improve some knowledge and policy continuously, especially, to master the curriculum component system supported to the vision. Those are; setting up teachers and education staffs with the standards of educational, structuring teachers to teach according to their field of study, and involving them in any kinds of training and curriculum development policy. It faces several obstacles lacking of curriculum development experiences and theories, educational personnel should contribute more than before in curriculum development.Key words; Curriculum, education system, Islamic education, madrasah. AbstrakPendidikan yang berkualitas merupakan keperluan esensi yang amat penting dalam kehidupan manusia masa sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruk bagaimana dinamika kurikulum berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus. Gambaran fakta data diperoleh melalui teknik pengamatan, wawancara, dan dokumen. Data dianalisa dengan siklus; reduksi, pemaparan dan simpulan. Hasil riset menunjukan; kurikulum Pendidikan Guru Agama  berbeda dengan Madrasah Aliyah, implementasi kurikulum madrasah meningkatkan pengetahuan dan komponen kurikulum yang mendukung terhadap visi. Proses tahapan tersebut; menyiapkan guru dan staff perkantoran yang  sesuai dengan kualifikasi pendidikan, guru mengajar sesuai dengan bidangnya, mengikutsertakan mereka dalam kebijakan program pelatihan dan pengembangan kurikulum. Implementasi menghadapi beberapa kendala; kurang pengalaman dalam pengembangan dan pengasaan teori, pelaksana kurikulum seharusnya dapat berkonstribusi lebih dalam pengembangannya.
The Effectiveness of Islamic Guidance and Counseling to Reduce the Tendency of Juvenile Delinquency Dzaki Aflah Zamani; Safiruddin Al Baqi
At-Ta'dib Vol 14, No 1 (2019): Mental Education in Pesantren
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v14i1.3391

Abstract

The process of searching for identity is not always easy for some teenagers. Sometimes they cannot act in accordance with the norms of their environment. They always want to try something new, tend to be more difficult and disorganized, and get the influence of their peers that they cannot refuse. This makes them unable to obey the norms or rules that exist in their schools. They are categorized as adolescents who have a tendency of delinquency because they violate school rules and have points on violation of discipline. The object of this research was carried out in one of the vocational high schools in Ponorogo, East Java. The study aims to determine the effectiveness of Islamic guidance and counseling to reduce the tendency of juvenile delinquency. This study used experimental design with nonequivalent control group design. Subjects of this study were 16 students who had tendency of juvenile delinquency (divided into experimental and control groups). Treatment for experimental group was eight sessions of Islamic guidance and counseling, while control group was conventional counseling. Analysis of Wilcoxon Signed-Rank Test from the pre-test and post-test experimental group showed significance value of 0.006 (<0.05). It shows that Islamic guidance and counseling is effective to reduce the tendency of juvenile delinquency.
Implementasi Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Moral Remaja (Studi Kasus di Pesantren Modern Muadalah dan Pesantren Salaf/ Tradisional) Taufik Rizki Sista; Safiruddin Al-Baqi
At-Ta'dib Vol 13, No 2 (2018): Pesantren as a Center for Developing Arabic & English Teaching
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v13i2.2415

Abstract

The Islamic education cannot be separated from moral guidance or moral education. Islamic boarding school institutions are the origin of Islamic education institution in Indonesia, the pesantren institution is famous for its moral guidance for students. In the present day, there are two types of pesantren institutions, the traditional pesantren and modern pesantren, which both of them has its own characteristics in practice of moral development for its students.This research is a qualitative research with a case study model. The object of this research is Pondok Modern Darussalam Gontor campus 2 and Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo.The purpose of this study was to (1) find out how the Islamic Education model in Pondok Modern Darussalam Gontor and Darul Huda Mayak Islamic Boarding School. (2) To find out how the moral development process in each pesantren institution.The results of this study are (1) the model of religious education carried out at Pondok Modern Darussalam campus 2 refers to the curriculum of Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah where the coverage of knowledgeis 100% religion and 100% scientific knowledge, while the implementation of religious education in the Darul Huda Mayak Islamic boarding school refers to the principle of Salafiyah Hadistah, which is the education with traditional salaf curriculum and contemporary education methods. (2) The implementation of moral guidance activities at Pondok Moden Darussalam Gontor Campus 2 is to optimize the 24-hour education process based on daily discipline and the pesantren curriculum, while the implementation of moral guidance in the Darul Huda Mayak Islamic Boarding School is carried out with (1) internalization of the value of the Kitab Kuning in daily life and (2) habituation of religious activities in pesantren.
Faktor Pendukung Motivasi Berperilaku Disiplin Pada Santri Pondok Pesantren Safiruddin Al Baqi; Abdul Latip A; Tyas Sarli Dwiyoga
Educan : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/educan.v1i1.1300

Abstract

Discipline behavior is one of the most important behavior to be taught because it could lead someone to follow the rules. Schools is a strategic environment to teach the discipline behavior. Boarding school education system require students to stay in dormitory and every student should always be discipline and follow the rules. This study aims to determine factors that influence students to be discipline. Data obtained by taking survey to 163 students (male: 95; female: 68) from 4 boarding school. Results of analysis show that there are some factors: 1) external motivation of students indiscipline behavior, 2) internal motivation of students indiscipline behavior, 3) external motivation of students discipline behavior, and 4) internal motivation of students disciplined behavior. So it is expected that the findings of this study can help school administrators to create school environment that capable to make student to be discipline.
The Effectiveness of Mind-Map Method to Improve Students’ Learning Achievement Motivation and Interest on Subject Islamic Civilization at Class 4B of Institute Teacher Training Collage at Darussalam Gontor Modern Islamic Boarding School of Campus 2 Safiruddin Al Baqi; Heru Chakra Setiawan
Educan : Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/educan.v4i1.3985

Abstract

This classroom action research was motivated by the low scores of students ITTC of Class 4B in Darussalam Gontor Modern Islamic Boarding School of Campus 2 on the Subject Islamic civilization, especially on aspects of student learning achievement which caused by lack of motivation and interest in learning caused by several factors one of which is the lack of innovation of teaching used by the teacher who only use the lecturing method. This research aims to improve student learning achievement and determine the effect of interest and motivation on student learning achievement and to test the effectiveness of Mind-map methods. In the discussion on Nasy’at Hadarah Al-Islamiyyah in cycle 1 and Ushul Hadarah Al-Islamiyyah in cycle 2, using the Mind-map method. This research was conducted from January to February 2019, held in class 4B ITTC in Darussalam Gontor Modern Islamic Boarding School of Campus 2. This type of research is Classroom Action Research with one pre-cycle and two cycles consisting of two meetings in one cycle, each cycle consists of: planning, implementation, observation and reflection. Data collection techniques and tools, in this research, used descriptive analysis techniques for data in the form of student work documents, lists of values, and observation sheets. The results showed that with the Mind-map method was a pleasant learning atmosphere. Student learning achievement increased, there was increase cycle 1 to Cycle 2 then, in the first cycle the number of students who received complete grades was 12 students or 40%, Grades not complete in cycle 1 is 26 students or 86.6%, while in cycle 2 there is an increase in complete value that is all students in class 4B increased to reach 100%. . As for the aspects of the influence of motivation and ask for student learning achievement, there was an increase in motivation and interest, in the pre-cycle, the average of interest score 58.03 and motivation 54.03, in cycle 1 the average of interest scores 58.56 and motivation 53.8 despite a decrease in motivation scores from pre-cycle to cycle 1, in the second cycle, there was an increase in scores, at the last cycle the average of interest 58.96 and motivation 54.9, it was concluded that the Mind-map method can improve student learning achievement. Mind-map method was influential in increasing student interest and motivation in learning.