Claim Missing Document
Check
Articles

Ila Mamati's Prayer Method of Memorizing the Al-Qur’an at High School at the Tahfidzul Qur'an Islamic Boarding School, Nurul Istiqalal Wonosari Klaten Luthfi Badrus Tsani; Fauzi Muharom
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i1.1577

Abstract

Prayer ila mamati is a phrase taken from Arabic. Sholati means my prayer, ila means until, while mamati means my death. So "my prayers until my death" means that I, as a memorizer of the Qur'an, have the responsibility to uphold both obligatory and sunnah prayers, try to be istiqamah and muraja'ah of the Qur'an in sunnah prayers until I die. Tahfidul Qur'an Nurul Istiqlal Islamic Boarding School Wonosari Klaten is a non-formal educational institution whose address is Pandanan Village, Wonosari District, Klaten Regency, Central Java Province. This article is included in qualitative research with a type of approach, namely literature study. In the literature study, researchers carried out activities to collect literature related to the ila mamati prayer method in facilitating memorization of the Al-Qur'an. This research uses books and other literature as the main object. So the type of research used is qualitative research. The implementation of the shalati ila mamati method is carried out when we pray. Because in prayer we definitely read the verses in the Koran, both short and long verses. However, this method is prioritized during sunnah prayers. The principles of the Illa Mamati prayer method are as follows: the principle of motivation, the principle of having the Al-Qur'an memorized, the principle of istiqomah. Applying a learning method in a learning activity is not as easy as imagined, especially in memorizing the Al-Qur'an. Sometimes how it happens and the reality that we find when we go directly into the field does not match what is expected with the theory learned when using this learning method. In every implementation or implementation there are definitely inhibiting and supporting factors that influence the use of the method, as well as when implementing it.
Transformation Of Pesantren Education Management In The Digital Era (Analysis Of Tradition Adaptation Through Educational Innovation Theory) Kusuma, Muh. Thoriq Aziz; Muharom, Fauzi; Jandra, Mifedwil
Educational Studies and Research Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Educational Studies and Research Journal
Publisher : MID Publisher International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/1q2rm780

Abstract

Pesantren (Islamic Boarding School) as a traditional Islamic educational institution faces major challenges in navigating changes in the digital era. This study aims to analyze how pesantren transform while maintaining traditional values ​​using the educational innovation theory approach. This research method is qualitative with a literature study approach that utilizes related literature. The results of the study indicate that the transformation of pesantren education management in the digital era includes digitalization of administration, development of online-based learning platforms, and increasing human resource competencies. The application of educational innovation theory is key to supporting the adaptation of tradition to a modern context. This study provides strategic recommendations for pesantren to develop a digital-based management ecosystem that still respects Islamic values.
EVALUASI SIKAP SISWA MAN 2 SURAKARTA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM CHOIRIYAH, SITI; MUHAROM, FAUZI
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v1i3.160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menilai sikap siswa yang berdasar pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai penunjang Akhlakul Kharimah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menujukan bahwa teknik penilaian sikap dilakukan dengan observasi, penilaian diri, penilaian antar peserta didik dan jurnal guru yang dilakukan di dalam dan di luar kelas. Dampak dari penilaian sikap pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah terbentuknya Akhlakul Kharimah dalam diri peserta didik, penerapannya membawa dampak perubahan positif peserta didik, seperti sopan, jujur, tanggung jawab, percaya diri dan kerja sama.
Manajemen Pesantren dalam Mengintegrasikan Antara Ilmu Agama dan Sains di SMP Tahfidh Ma’had Yasin Kudus Baidhowi , Miftah; Muharom, Fauzi
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i2.695

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia yang telah lama menjadi pusat pembelajaran agama. Namun, dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, penting bagi pesantren untuk mengintegrasikan pendidikan sekuler, khususnya dalam bidang sains dan teknologi, guna mempersiapkan siswa menghadapi tantangan zaman di SMP Tahfidh Ma’had Yasin Kudus. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran manajemen pesantren dalam mengintegrasikan pendidikan sekuler dengan fokus pada pembelajaran sains dan teknologi. Metode pengumpulan data dan sumber bahan dalam kajian ini ialah penganalisaan data yang lebih difokuskan pada pengamatan kepustakaan (Library Research), yakni dengan membaca, menelaah dan mengkaji buku-buku dan sumber tulisan yang erat kaitannya dengan masalah yang dibahas. Hasil penelitian ini menemukan bahwa manajemen pesantren memegang peran kunci dalam proses integrasi pendidikan sekuler, termasuk sains dan teknologi, dengan pendidikan agama SMP Tahfidh Ma’had Yasin Kudus. Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh manajemen pesantren meliputi penyusunan kurikulum terpadu yang mencakup pendidikan agama dan sekuler, pengadaan sumber daya yang mendukung pembelajaran sains dan teknologi, pelatihan guru dalam bidang tersebut, pengembangan metode pembelajaran inovatif, kerjasama dengan institusi pendidikan dan industri, pembinaan minat dan bakat siswa, serta evaluasi dan pemantauan program pembelajaran. Dengan mengimplementasikan langkah-langkah tersebut, pesantren dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang holistik dan seimbang bagi siswa, yang memadukan nilai-nilai agama dengan pengetahuan dunia modern. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi manajemen pesantren dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kualitas pendidikan sains dan teknologi di pesantren, sehingga siswa dapat menjadi generasi yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan
Investigasi Pendidikan Islam terhadap Kuasa Otoritas Kekerasan Seksual di Pesantren Winarno, Endri Puji; Islah, Islah; Giyoto, Giyoto; Suharto, Toto; Muharom, Fauzi
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 2 : Al Qalam (Maret 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i2.4795

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Pendidikan Islam terhadap kuasa otoritas kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pesantren, dengan fokus pada relasi kuasa yang timpang antara kyai dan santri perempuan. Studi ini menganalisis kontribusi Pendidikan Islam terhadap hierarki kekuasaan di pesantren yang menyebabkan terjadinya kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukkan kondisi fisik pondok pesantren sebagian besar kamar santri putri, tidak memiliki jendela yang cukup dan pintu tidak dilengkapi kunci. Kondisi kamar mandi putri pun terbuka dan kurang memadai, sehingga privasi santri kurang terjaga. Setidaknya 15 santri putri telah menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh kyainya. Faktor penyebab yang berpotensi terjadinya kekerasan seksual adanya budaya patriarki masih menjadi fenomena yang menonjol, menempatkan perempuan dalam posisi subordinasi dan rentan. Pada praktik budaya patriarki memperkuat ketidaksetaraan gender, menormalisasi dominasi laki-laki, dan melegitimasi eksploitasi terhadap perempuan. Budaya patriarki kemudian menguatkan relasi kuasa untuk menempatkan pada posisi yang tinggi dan dihormati. Pada situasi dan kondisi inilah santri perempuan menjadi tidak berdaya, bahkan ketika peristiwa itu berlangsung. Dalam lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar, kekerasan seksual masih dianggap sebagai isu yang tabu dan memalukan. Hal ini berdampak pada minimnya pelaporan kasus kekerasan seksual yang terjadi di pesantren. Dalam konteks pendidikan Islam, akhlak merupakan fondasi utama yang seharusnya diterapkan di pesantren, mencakup: Prinsip Akhlak dan Etika dalam Pendidikan Islam, Implementasi Maqashid Syariah, Penguatan Sistem Pengawasan Berbasis Nilai Islam. Dari sinilah Pendidikan islam, harus terus di tegakkan dengan sungguh-sungguh meskipun di Pondok Pesantren.
Transformasi Peran Pendidik dan Tren Pembelajaran Digital di Era Teknologi Kusuma, Muh. Thoriq Aziz; Muharom, Fauzi
Indonesian Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2025): (January) Indonesian Journal of Community Engagement
Publisher : PT. Altaf Publishing Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70895/ijce.v1i2.29

Abstract

Pada abad ke-21, pendidikan di era digital mengharuskan integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke dalam berbagai aspek pembelajaran. Hal ini membuka peluang besar sekaligus menghadirkan tantangan bagi para pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi mereka agar selaras dengan kemajuan zaman. Artikel ini menyoroti pentingnya peran pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguasaan teknologi digital serta penerapan model pembelajaran inovatif, seperti e-learning, flipped classroom, dan blended learning. Selain itu, dibahas pula enam tren utama pembelajaran modern yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dengan memiliki literasi digital yang baik, para pendidik diharapkan mampu menjawab tantangan globalisasi dan membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan untuk abad ke-21.
The Integration of Islam and Science Praxis in Madrasah Ibtidaiyah (MI) Firdausy, Fa’ila Ulfa Zahrotul; Muharom, Fauzi
The Future of Education Journal Vol 4 No 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i6.740

Abstract

The integration of Islamic religion and science in Madrasah Ibtidaiyah (MI) is a strategic step to eliminate the separation between religious education and general knowledge that still occurs today. This research aims to analyze the basic concepts, philosophical foundations, implementation principles, and real practices of integration in MI. Using the literature study method and descriptive-analytical approach, this research found that integration can be done through thematic curriculum development that integrates Qur'anic verses with science lessons, the application of contextual and science-based learning methods, and evaluation that covers the cognitive, affective and spiritual aspects of students. Teachers have a key role as facilitators of Islamic values as well as innovators in developing creative learning media. The research findings show that this integration can present the profile of graduates who are intellectually smart, strong in spiritual aspects, and have a strong Islamic character, making it relevant as a solution in Islamic basic education in modern times.
POLICY FOR BUILDING A CONDUCIVE ORGANIZATIONAL CLIMATE AT AL-HIKMAH ISLAMIC MIDDLE SCHOOL MAYONG JEPARA Utomo, Budi; Muharom, Fauzi; Setiyatna, Hery
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (Article On Progress)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v8i02.8635

Abstract

This research aims to find out Policy for Building a Conducive Organizational Climate at Al-Hikmah Islamic Middle School, Mayong, Jepara. The method used in this research is a descriptive qualitative research method field research. The results of the research that has been conducted are as follows: one form of policy that must be used by the principal in building a conducive organizational climate is: 1) Mutual respect, 2) Mutual respect, 3) Mutual support, 4) Trying to put yourself in the position of the other party, 5) Taking mutually beneficial actions. Al-Hikmah Islamic Middle School, Mayong, Jepara has a way of implementing policies to build a conducive organizational climate at Al-Hikmah Islamic Middle School, Mayong, Jepara as follows: 1) Clear organizational structure, 2) Analysis of teacher and employee performance standards. 3) Responsibility, 4) Recognition, 5) Support, 6) Goals, 7) Commitment, 8) Student Skills. Understanding school climate as aintangiblebut it is important for an organization and is analogous to the personality of an individual.
Revitalisasi Peran Guru PAI dalam Membangun Karakter Anti-Bullying melalui Pendekatan Psiko-Spiritual Muharom, Fauzi; Kibtiyah, Mariah; Widiani, Desti
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/alkhidmah.321773

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi fenomena yang mengkhawatirkan dan berpotensi merusak perkembangan psikologis, sosial, dan spiritual peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam mencegah dan menanggulangi bullying melalui pembinaan akhlak mulia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama Asosiasi Guru PAI Kabupaten Sukoharjo untuk meningkatkan kapasitas guru PAI dalam membangun karakter anti-bullying melalui pendekatan psiko-spiritual. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru PAI dalam penanganan bullying, perubahan pendekatan pembelajaran yang lebih integratif, serta indikasi penurunan perilaku bullying di sekolah peserta program. Pendekatan psiko-spiritual terbukti relevan untuk membentuk kesadaran moral dan empati siswa secara berkelanjutan.
Artificial intelligence-driven learning assessment in faculties of education: An exploratory study Choiriyah, Siti; Ramadhan, Syahrul; Nugroho, Arif; Pembangunan, Heldy Ramadhan Putra; Muharom, Fauzi
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Progressive Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/munaddhomah.v6i3.1937

Abstract

Amid growing interest in educational technology, there remains a critical gap in understanding how AI-driven assessment is practically implemented in higher education, particularly within faculties of education. This study explores current practices, challenges, and potentials of AI-based assessment tools at the university level. Employing a qualitative exploratory design, data were gathered through semi-structured interviews and institutional document analysis involving 20 faculty members and educational policymakers from various universities in Surakarta municipality, Indonesia. The study investigated how AI tools are applied in formative and summative assessments, including automated feedback, grading, and student performance monitoring. Findings reveal that while AI is appreciated for its efficiency and potential for personalization, significant concerns persist regarding its ability to assess higher-order thinking and complex student outputs. Key challenges include limited infrastructure, insufficient training, and ethical dilemmas such as data privacy and algorithmic bias. Nonetheless, participants acknowledged the transformative potential of AI for real-time, adaptive assessment tailored to individual learner needs. The study highlights the need for thoughtful, context-sensitive integration strategies, emphasizing the role of institutional policy, educator training, and ethical governance. These insights have important implications for developing sustainable, value-driven frameworks for AI assessment in teacher education.