p-Index From 2021 - 2026
6.722
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Good University Governance Berbasis Kampus Pesantren Studi Pengelolaan di Institut Studi Al Qur’an dan Ilmu Keislaman Sunan Pandanaran Yogyakarta Nuryanto, Nuryanto; Afif Hasbi Bustomi; Fauzi Muharom; Toto Suharto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14244

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi Good University Governance (GUG) pada perguruan tinggi berbasis kampus pesantren melalui studi kasus di Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta. Di tengah tantangan perguruan tinggi Islam swasta yang hanya 37% memiliki tata kelola digital terintegrasi, penelitian mengungkap bagaimana prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan berpadu dengan nilai pesantren seperti ketaatan sanad keilmuan, keteladanan, kedisiplinan, serta budaya religius. Pendekatan kualitatif-deskriptif diterapkan dengan pengumpulan data primer melalui observasi partisipan, wawancara mendalam kepada pimpinan yayasan, rektorat, dosen, dan mahasiswa, serta telaah dokumen seperti laporan tahunan dan kebijakan institusi. Analisis data interaktif didukung triangulasi sumber, teknik, dan waktu untuk menjamin kredibilitas. Hasil menunjukkan sinergi GUG dengan ekosistem terpadu yayasan-pesantren-kampus, unit usaha mandiri, serta jejaring cabang regional-internasional menciptakan model tata kelola adaptif yang memperkuat kemandirian, daya saing, dan pembinaan karakter via program Tahfidzul Qur’an serta jadwal kuliah integratif. Model ini menawarkan alternatif unggul bagi perguruan tinggi Islam yang berkelanjutan dan berkarakter.
ANALYSIS OF THE VALUE OF RELIGIOUS MODERATION IN LEARNING MODULE OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION AND CHARACTER Fauzi Muharom
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 24 No. 01 (2023): Profetika Jurnal Studi Islam 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v24i01.1787

Abstract

The study aims to analyze the value of religious moderation in module learning Islamic Religious Education and Character "Al-Hikmah" works Working Group for Elementary School Islamic Religious Education Teachers in District Wonogiri. Study this method study library research that uses books, written documents, and other relevant objects discussed as source research. As for object research used in the study, module learning Islamic Religious Education and Character "Al-Hikmah" Elementary School level grade 4 and grade 6. Research results show that modules learning Islamic Religious Education and Character "Al-Hikmah" in Elementary Schools in grades 4 and 6 contain material moderation religion, acceptable in a manner explicit nor a manner implicit. On the module learning Islamic Religious Education and Character "Al-Hikmah" class 4, there are 16 materials that contain payload moderation religious, and for module learning in grade 6, there are 14 containing material payload moderation religious.
Good University Governance Berbasis Kampus Pesantren Studi Pengelolaan di Institut Studi Al Qur’an dan Ilmu Keislaman Sunan Pandanaran Yogyakarta Nuryanto, Nuryanto; Afif Hasbi Bustomi; Fauzi Muharom; Toto Suharto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14244

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi Good University Governance (GUG) pada perguruan tinggi berbasis kampus pesantren melalui studi kasus di Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta. Di tengah tantangan perguruan tinggi Islam swasta yang hanya 37% memiliki tata kelola digital terintegrasi, penelitian mengungkap bagaimana prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan berpadu dengan nilai pesantren seperti ketaatan sanad keilmuan, keteladanan, kedisiplinan, serta budaya religius. Pendekatan kualitatif-deskriptif diterapkan dengan pengumpulan data primer melalui observasi partisipan, wawancara mendalam kepada pimpinan yayasan, rektorat, dosen, dan mahasiswa, serta telaah dokumen seperti laporan tahunan dan kebijakan institusi. Analisis data interaktif didukung triangulasi sumber, teknik, dan waktu untuk menjamin kredibilitas. Hasil menunjukkan sinergi GUG dengan ekosistem terpadu yayasan-pesantren-kampus, unit usaha mandiri, serta jejaring cabang regional-internasional menciptakan model tata kelola adaptif yang memperkuat kemandirian, daya saing, dan pembinaan karakter via program Tahfidzul Qur’an serta jadwal kuliah integratif. Model ini menawarkan alternatif unggul bagi perguruan tinggi Islam yang berkelanjutan dan berkarakter.
PRAKSIS MANAJEMEN PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT): KAJIAN TERHADAP PERAN GURU, METODE PENGAJARAN, dan LINGKUNGAN SOSIAL Hidayah, Nurul; Toto Suharto; Fauzi Muharom
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 12 No. 1 (2026): INOVATIF Februari 2026
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/z0nvzp16

Abstract

Studi ini dilaksanakan melalui pendekatan tinjauan integratif terhadap 35 artikel yang berasal dari jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan antara tahun 2022 hingga 2025, dengan fokus utama pada motivasi belajar siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT). Tujuan utama dari penelitian ini adalah mendapatkan pola interaksi antara unsur pedagogis, psikologis, sosial, dan spiritual yang mempengaruhi antusiasme belajar siswa. Selain itu, penelitian ini menyoroti praksis menajemen pembelajaran sebagai pendekatan manajerial dan spiritual yang diterapkan guru dalam mengelola pembelajaran di SDIT. Penelitian ini menggunakan tinjauan integratif dalam pengumpulan artikel dari basis data nasional. Artikel-artikel ini kemudian disaring sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Untuk melakukan analisis ini, dilakukan ekstraksi data, pengelompokan tematik, dan sintesis integratif terhadap artikel yang diambil dan triangulasi tematik untuk memperkuat validasi data. Metode dari Whittemore dan Knafl (2005) menjadi referensi utama. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa motivasi belajar siswa berasal dari interaksi kompleks antara inovasi pengajaran seperti media digital dan model berbasis permainan; peran guru sebagai inspirasi dan teladan moral; dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial serta faktor psikologis individu seperti kedisiplinan dan kepercayaan diri. Terdapat hubungan yang cukup positif antara motivasi belajar siswa dengan prestasi akademiknya. Hal ini mencakup aspek kognitif dan juga aspek spiritual. Hasilnya adalah bahwa kolaborasi antara semua komponen pendidikan dapat membantu siswa dalam belajar. Kata Kunci : Motivasi Belajar, Pendidikan Islam, SDIT.
Transformasi Peran Pendidik dan Tren Pembelajaran Digital di Era Teknologi Muh. Thoriq Aziz Kusuma; Fauzi Muharom
Indonesian Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2025): (January) Indonesian Journal of Community Engagement
Publisher : PT. Altaf Publishing Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70895/ijce.v1i2.29

Abstract

Pada abad ke-21, pendidikan di era digital mengharuskan integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke dalam berbagai aspek pembelajaran. Hal ini membuka peluang besar sekaligus menghadirkan tantangan bagi para pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi mereka agar selaras dengan kemajuan zaman. Artikel ini menyoroti pentingnya peran pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguasaan teknologi digital serta penerapan model pembelajaran inovatif, seperti e-learning, flipped classroom, dan blended learning. Selain itu, dibahas pula enam tren utama pembelajaran modern yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dengan memiliki literasi digital yang baik, para pendidik diharapkan mampu menjawab tantangan globalisasi dan membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan untuk abad ke-21.
The Evaluation on Character Education in Indonesia in the Last Ten Years: Policy, Pedagogy, Management, and Assessment Perspectives Wahyuningsih, Retno; Muharom, Fauzi; Annur, Fauzi
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Progressive Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/munaddhomah.v7i2.2497

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of character education in Indonesia from 2011 to 2022, focusing on its focus, scope, and achievements. Library research, in which articles are examined, was used as the method of this study. A semi-systematic literature review was conducted using predefined keywords on Google Scholar. Articles were screened with structured inclusion criteria based on citation counts and topic relevance to improve transparency and reduce selection bias. The review examines four analytical dimensions: policy implementation, pedagogical models, management strategies, and assessment practices. Findings indicate strong regulatory commitment, particularly through Curriculum-13 and subsequent policy reinforcement. However, operational implementation varies across institutions due to differences in teacher capacity, leadership, and organizational readiness. Pedagogically, character education is integrated through thematic instruction, habit-building practices, and project-based learning, yet often lacks prioritization of constructs and alignment with developmental stages. Management capacity significantly influences sustainability, while assessment remains the most methodologically fragile dimension due to the difficulty of measuring affective and virtue-based constructs. Overall, although character values are widely emphasized, structural coherence, standardized evaluative constructs, and developmental-stage alignment remain limited. This study provides an evaluative framework to strengthen policy relevance and operational consistency in future character education reforms in Indonesia.
Strengthening Character Education for Gen Z ‎ in the Era of Disruption through a Personal-Constructive Sufi Approach Saiful Islam; Fauzi Muharom; Fauzi Annur; Arsyil Azwar Senja; Kunti Zahrotun Alfi
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.834 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v17i2.6882

Abstract

This study aims to find out how educational institutions prepare strategies and concepts for their students in the current era of disruption, especially in strengthening character formation in Generation Z. An era that offers acceleration in various areas of life, one of them is acceleration in uprooting the established foundations of life. The research method used in this research is library research with an analytical descriptive approach. The results of this study are that education must be able to present linear strategies and concepts with the characteristics of the Z-generation. One of these concepts is through a personal-constructive approach in strengthening the character education of students, especially the Z-generation. This approach was carried out as the Sufis in ancient times tried to improve their morals in totality before God and humans, namely through self-awareness of their spiritual potential and concrete actions that focused on fundamental things such as repentance, patience, sincerity, etc.
From Policy to Pedagogy: Designing and Implementing Deep Learning within Independent Curriculum in Islamic Higher Education Context Fauzi Muharom; Heldy Ramadhan Putra Pembangunan; Arif Nugroho
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Transformative Islamic education management
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/ndhq.v11i1.365

Abstract

This study aims to analyze the design, implementation, and systemic challenges of integrating deep learning principles within the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka) framework in Islamic higher education. Utilizing a qualitative multi-site case study design at two State Islamic Universities in Surakarta and Yogyakarta, this research explores the contextualization of learning autonomy within a religious value framework. Data were gathered through in-depth interviews with ten key informants (policymakers, lecturers, and students), classroom observations, and documentary analysis of semester lesson plans (RPS) between August and December 2025. Data analysis was conducted thematically through coding, categorization, and cross-site comparison to ensure the validity of the findings. The findings reveal that curriculum integration is driven by an epistemological shift from content transmission toward meaningful knowledge construction aligned with the Islamic concepts of 'ilm (knowledge) and adab (ethics). Classroom practices reflect student-centered pedagogy through reflective inquiry, project-based collaboration, and authentic assessment. However, significant obstacles were identified, including rigid semester time constraints, varying levels of student readiness for independent learning, and an urgent need for enhanced lecturers' pedagogical capacity to manage dialogical classrooms. Theoretically, this study contributes to the recontextualization of deep learning as a manifestation of ta’aqqul (critical reasoning) and tadabbur (reflective contemplation). Practically, it offers a framework for transforming policy into an integrative pedagogical practice. This study’s limitation lies in its focus on state universities; therefore, future research is encouraged to explore private Islamic higher education institutions with diverse religious organizational backgrounds to broaden the generalizability of findings across a wider spectrum of higher education.