Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Ekonomi Kesehatan dalam Pengambilan Keputusan di Sektor Kesehatan di Indonesia : Tinjauan Literatur Bertua Novita Ayu; Renny Anggraini; Budi Hartono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40957

Abstract

Penerapan ekonomi kesehatan menjadi aspek penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang efisien dan berbasis bukti di sektor kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan ekonomi kesehatan dalam pengambilan keputusan di Indonesia serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan efisiensi, keadilan, dan kualitas pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan data sekunder dari lebih dari jurnal ilmiah dalam 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan ekonomi kesehatan di Indonesia telah berkembang pesat, ditandai dengan meningkatnya penggunaan metode evaluasi ekonomi seperti Cost Effectiveness Analysis (CEA) dan Cost Utility Analysis (CUA), serta implementasi Health Technology Assessment (HTA) dalam kebijakan kesehatan. Selain itu, ekonomi kesehatan juga diterapkan dalam berbagai aspek lain seperti pembiayaan kesehatan, efisiensi layanan, analisis permintaan, dan evaluasi kebijakan publik. Penerapan tersebut terbukti memberikan dampak positif berupa penurunan pengeluaran out-of-pocket (OOP), peningkatan akses layanan kesehatan, serta efisiensi alokasi sumber daya. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa ketimpangan akses layanan kesehatan antar wilayah, keterbatasan fasilitas di daerah terpencil, serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, penguatan implementasi ekonomi kesehatan secara komprehensif diperlukan untuk mendukung sistem kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia.
Peningkatan Kinerja Tenaga Kesehatan (Perawat dan Bidan) dalam Pelaporan Insiden Melalui Edukasi dan Pendampingan di Rumah Sakit Pekanbaru Yulia Mandayanti Sijabat; Kiswanto Kiswanto; Lita Lita; Budi Hartono; Doni Jepisah; Jeanny Susana Margaretta
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/captw777

Abstract

Insiden keselamatan pasien merupakan kejadian tidak disengaja maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan cedera yang sebenarnya dapat dicegah. Seluruh tenaga perawat dan bidan yang bekerja di rumah sakit tersebut dilibatkan sebagai responden, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara bertahap untuk melihat gambaran umum, hubungan antar faktor, serta faktor yang paling berpengaruh terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien. Hasil menunjukkan bahwa berbagai faktor seperti sikap, komunikasi, pelatihan, kerja sama tim, supervisi, komitmen manajemen, ketersediaan sarana dan prasarana, serta regulasi memiliki keterkaitan dengan pelaporan insiden. Namun, setelah dilakukan analisis lanjutan, faktor yang paling berpengaruh adalah regulasi dan komitmen manajemen. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan aturan yang jelas dan konsisten serta dukungan penuh dari manajemen menjadi kunci utama dalam mendorong tenaga kesehatan untuk melaporkan insiden. Dengan demikian, penguatan regulasi dan peningkatan komitmen manajemen menjadi langkah strategis dalam membangun budaya keselamatan pasien yang lebih baik di rumah sakit
Peningkatan Kepuasan Pengguna SIMRS iCARES Melalui Pendampingan dan Evaluasi System di RS Amalia Medika Nadya Hasnafi Inra; Hetty Ismainar; Budi Hartono; Emy Leonita; Kamali Zaman; Awaliyah Ulfa
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/52dt6e38

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi operasional, mutu pelayanan, dan ketepatan dokumentasi pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan untuk melakukan evaluasi penggunaan SIMRS, memberikan pendampingan kepada pengguna, mengidentifikasi kendala yang dihadapi petugas, serta menyusun rekomendasi perbaikan sistem untuk mendukung optimalisasi pelayanan rumah sakit. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi penggunaan SIMRS pada unit pelayanan, pendampingan langsung kepada tenaga kesehatan dan petugas administrasi, diskusi kelompok, identifikasi kendala penggunaan sistem, serta evaluasi terhadap beberapa modul pelayanan. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pengguna dalam mengoperasikan SIMRS serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan sistem sesuai kondisi pelayanan di rumah sakit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa SIMRS dinilai membantu mempercepat proses pelayanan, mempermudah pencatatan data pasien, serta mendukung efektivitas pekerjaan petugas. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti gangguan jaringan pada jam pelayanan sibuk, tampilan modul yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan pengguna, kesulitan pencarian rekam medis bayi, pencatatan nilai kritis, input hasil USG, serta proses rekonsiliasi obat yang belum optimal. Melalui kegiatan evaluasi dan pendampingan ini, pengguna memperoleh penguatan dalam pemanfaatan SIMRS dan rumah sakit memperoleh rekomendasi perbaikan sistem, terutama peningkatan stabilitas jaringan, evaluasi modul secara berkala, serta pengembangan fitur yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
Edukasi Pencegahan Anemia Melalui Peningkatan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Siswi di SMAN 9 Pekanbaru Ayuliana Angraini; Syafrani Syafrani; Budi Hartono; Emy Leonita; Kiswanto Kiswanto; Harvandy Anwar
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6v4d5d52

Abstract

Pemberian TTD pada remaja putri dilakukan melalui UKS/M di institusi Pendidikan guna mengatasi prevalensi kejadian anemia pada remaja putri. Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2023 menunjukkan jumlah anemia remaja putri terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Sail dengan jumlah 534 siswi. Salah satu sekolah di wilayah kerja Puskesmas Sail adalah SMAN 9 Pekanbaru. Tujuan untuk mengetahui factor yang mempengaruhi perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Siswi di SMAN 9 Pekanbaru tahun 2025 yang dilaksanakan pada bulan September tahun 2025. Variabel kegiatan meliputi pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan pihak sekolah (stakeholder), dan kesehatan. Metode menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan tentang TTD telah tersebar luas, pemahaman yang mendalam dan kesadaran menjadi kunci konsumsi rutin. Sikap positif terhadap manfaat TTD, dukungan moral dari orang tua terutama ibu, serta peran aktif guru UKS dan edukasi yang konsisten di sekolah turut membentuk kepatuhan dan kebiasaan konsumsi. Selain itu, kesadaran terhadap kondisi kesehatan melalui pemeriksaan Hb juga menjadi faktor pendorong dalam menjaga konsumsi TTD secara teratur. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan siswi agar implemetasi program konsumsi TTD dapat berjalan dengan baik. Sekolah memberi edukasi, keluarga mendukung, dan siswi menjaga kesadaran diri terhadap pentingnya konsumsi TTD.
Optimalisasi Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Melalui Penerapan Dimensi end User Computing Satisfaction (EUCS) di Rumah Sakit Mata Pekanbaru Eye Center Nurfarahin Nurfarahin; Reno Renaldi; Muhardi Muhardi; Budi Hartono; Ahmad Satria Efendi; Jeanny Susana Magretta
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2hgt4z53

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan instrumen penting dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, efisiensi manajemen, dan akurasi pengelolaan data di rumah sakit. Tingkat kepuasan pengguna terhadap SIMRS menjadi salah satu indikator keberhasilan implementasi sistem informasi dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan lima dimensi End User Computing Satisfaction (EUCS), yaitu isi atau konten, akurasi, tampilan, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu dengan kepuasan penggunaan SIMRS di Rumah Sakit Mata Pekanbaru Eye Center Tahun 2025, serta mengidentifikasi faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pengguna. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pengguna SIMRS di Rumah Sakit Mata Pekanbaru Eye Center dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner EUCS, sedangkan analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi akurasi, tampilan, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan penggunaan SIMRS. Sementara itu, dimensi tampilan menjadi faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pengguna SIMRS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan pengguna SIMRS dipengaruhi oleh kualitas sistem, terutama pada aspek tampilan, akurasi, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu informasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, rumah sakit perlu melakukan evaluasi dan pengembangan sistem secara berkelanjutan agar SIMRS lebih interaktif, mudah digunakan, serta mampu mendukung pelayanan kesehatan yang efektif, efisien, dan berkualitas.
Evaluating the Triple Elimination Screening Program for Pregnant Women in Rokan Hilir District, Indonesia Riauni Syaputri; Budi Hartono; Azzah Rawani
Viva Medika Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i1.1358

Abstract

The Triple Elimination program aims to prevent mother-to-child transmission of HIV, hepatitis B, and syphilis during pregnancy. This qualitative phenomenological study evaluated the implementation of the Triple Elimination program among pregnant women at the Rokan Hilir District Health Office in Indonesia. Five informants were purposively selected for in-depth interviews and document reviews. Data were analyzed using fishbone and SWOT analyses. Major barriers included limited knowledge and motivation among pregnant women due in part to inadequate midwife competencies in conducting screenings, insufficient health promotion infrastructure and activities, budget constraints, limited involvement of community stakeholders, and lack of supportive policies. Recommendations encompass enhancing midwife competencies, garnering policymaker support, optimizing community health cadres' roles, employing mobile health education strategies, and fostering partnerships through a Pentahelix approach. This streamlined abstract concisely summarizes the key aspects of the study including aims, methods, findings, and conclusions in clear language appropriate for an international audience
Performance Analysis of The Triple Elimination Checking Programme for Pregnant Mothers in Antenatal Care at The Dinas Health District of Rokan Hilir Year 2024 Riauni Syaputri; Budi Hartono; Emy Leonita; Novita Rany; Doni Jepisah
Viva Medika Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i3.1617

Abstract

The Triple Elimination Program aims to prevent the transmission of HIV, syphilis, and hepatitis B from mother to child. In Rokan Hilir Regency, screening coverage remains low: hepatitis B (42.2%), HIV (38%), and syphilis (48.3%). Bantaian Health Center has the lowest coverage, while Bagan Batu Health Center has the highest. A thorough evaluation is needed to improve program performance using the Malcolm Baldrige approach. This study aims to evaluate the performance of the triple elimination program for pregnant women at the Rokan Hilir District Health Office in 2024, employing a mixed-method explanatory sequential design. The sample consisted of 40 respondents and 9 stakeholders as informants. Triangulation was applied to sources, methods, and data. The results show that most respondents rated program leadership as high (57.5%), while strategic planning (52.5%), patient focus (62.5%), measurement and knowledge management (60%), team focus (55%), process focus (57.5%), and performance results (60%) were rated low. Qualitatively, program leadership demonstrated strong commitment. Program planning is based on technical guidelines and BOK funds, with limitations in APBD budget allocations. Education and collaboration with community leaders have been implemented. However, the program has not focused on patients and is not widely recognized by the community. Staff at Bantaian and Bagan Batu Health Centers enthusiastically implement the program despite limited human resources, introducing innovations and conducting regular evaluations. The program is developed through coordination meetings, data analysis, and cadre training. Key factors for achieving targets include case monitoring, health education, cross-sector collaboration, and periodic evaluations. Health centers need to expand education and socialization on the importance of triple elimination screening, supported by integrated coordination between the Health Office and related agencies (OPD).
Analisa Perilaku Produsen dan Konsumen pada Sektor Kesehatan di Indonesia Astri Nurlestari; Kartika Destya Arini; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 2 (2026): Volume 15 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa perilaku produsen dan konsumen dalam bidang kesehatan di Indonesia menunjukkanberbagai aspek penting. Produsen, seperti rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan, cenderung fokus pada profitabilitas, kualitas pelayanan, dan kepuasan pasien untuk memastikan keberlangsungan bisnis mereka. Konsumen, sebagai pasien, memiliki perilaku yang dipengaruhi oleh citra rumah sakit, kualitas pelayanan, dan faktor lain seperti aksesibilitas, biaya, dan kepraktisan.Penelitian ini mengadopsi pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisa perilaku produsen dan konsumen dalam bidang kesehatan di Indonesia . Hasil dari analisis ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas layanan kesehatan, memahami kebutuhan masyarakat, dan mengembangkan strategi pemasaran yang tepat. Dengan memahami bagaimana produsen (seperti rumah sakit, klinik, atau perusahaan farmasi)berperilaku dan bagaimana konsumen (pasien, keluarga, atau masyarakat umum) berinteraksi dengan layanan kesehatan, dapat dilakukan pemetaan kebutuhan, penyesuaian layanan, dan peningkatan kualitas secara keseluruhan
ROOT CAUSE ANALYSIS OF INCONSISTENT BACTERIAL CULTURE MEDIA QUALITY USING THE FISHBONE (ISHIKAWA) DIAGRAM: A CASE STUDY Yulianto Ade Prasetya; Putri Setyawati; Sri Indah Kusumawati; Muhajiriansyah; Budi Hartono
Nursing Sciences Journal Vol 10 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v10i1.7486

Abstract

Inconsistent bacterial culture media quality can compromise diagnostic accuracy and laboratory reliability in clinical microbiology. This study aimed to identify the root causes of bacterial culture media quality inconsistency using a Fishbone (Ishikawa) Diagram approach. A descriptive qualitative case study was conducted at the Microbiology and Biotechnology Laboratory, Faculty of Health Sciences, Universitas Anwar Medika, Indonesia, based on three laboratory quality complaints involving poor bacterial growth, contamination of prepared media, and inconsistent antimicrobial susceptibility test results. Data were collected through direct observation of media preparation processes, review of standard operating procedures, equipment calibration records, and structured discussions with laboratory personnel. Root cause analysis was performed using the 6M framework, including man, method, material, machine, measurement, and environment. The analysis revealed that method-related and measurement-related factors were the most dominant contributors, particularly non-standardized media preparation procedures, absence of routine growth promotion and sterility testing, and instability of sterilization and incubation equipment. Human-related and environmental factors acted as secondary contributors. These findings indicate that culture media quality inconsistency is primarily driven by systemic process weaknesses rather than isolated individual errors. Implementation of standardized procedures, strengthened quality control systems, and regular equipment monitoring is essential to improve laboratory performance and diagnostic reliability.
ANALYSIS OF ACCOUNTS RECEIVABLE AND CASH MANAGEMENT ON HOSPITAL OPERATING CASH FLOW IN THE JKN ERA: A LITERATURE REVIEW Yeyen Iscasari; Dimas Aqiel Baihaqi P; Nur Eka Sanfitri; Budi Hartono
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 2 (2026): April - June
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i2.841

Abstract

The National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional or JKN) era has changed hospital financing patterns, particularly through the claim mechanism submitted to BPJS Kesehatan. Under this system, hospitals are highly dependent on the smooth process of claim submission, verification, and payment. However, several problems are still frequently found in practice, such as delayed claim payments, pending claims, claim disputes, and weak receivables and cash management. These conditions may disrupt the stability of hospital operating cash flow, especially in financing health services, medicines, medical supplies, service fees, and daily operational needs. This article aims to analyze the role of receivables management and cash management in supporting the smooth flow of hospital operating cash in the JKN era. The method used is a narrative literature review by examining relevant journal articles, regulations, official reports, and scientific publications. The reviewed literature was published between 2015 and 2025 and obtained from Google Scholar, Garuda Kemdikbud, Neliti, DOAJ, and government regulatory portals. The search keywords included hospital receivables management, BPJS receivables, pending BPJS claims, hospital cash management, hospital operating cash flow, JKN, INA-CBG, and related terms. The findings show that receivables and cash management play an important role in maintaining hospital cash flow stability. BPJS receivables that are not collected on time may cause liquidity constraints. Therefore, hospitals need to strengthen receivables aging monitoring, pending claim settlement, claim audits, staff competency, system digitalization, and periodic cash flow projections.
Co-Authors Abdurrahman Hamid Agustina Agustina Ahmad Satria Efendi, Ahmad Satria Aldiga Rienarti Abidin Alfani Ghutsa Daud Alfani Ghutsa Daud Alfani Ghutsa Daud Alfani Gutsa Daud Alfi Hidayati Anggi Wahyuni Arnawilis Arnawilis Arnawilis Asfeni Asfeni Asmala Sari Astri Nurlestari Awaliyah Ulfa Ayuliana Angraini Azzah Rawani Bertua Novita Ayu Defrika Muharani Defrika Muharani Devis, Yesica Dimas Aqiel Baihaqi P Ennimay Harvandy Anwar Harvandy Anwir Hashifah Faizah Hendri Hendri Hendrisman Herman Sudirman Herniwanti Herniwanti Hetty Ismainar Ilma Wizraa Indra Kurniawan Istiana Auliani Jeanny Susana Magretta Jeanny Susana Margaretta Jepisah, Doni Johanes Jakri Johanes Jakri Kamali Zaman Kartika Destya Arini Khleg Gamal Mohammed Al-Yamani Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Komala Sari Leonita, Emy Lita Mahmudah Maimun, Nur Marlina, Hastuti Melnia Anisya Meri Sartika Raharta* Mitra Mitra Monika Sandra Muhajiriansyah Muhamad Dedi Widodo Muhammad Rafli Ramadhan Muhardi Muhardi N. Imas Susanti Nadya Hasnafi Inra Nailul Fithri Arrasily Neng Kasmiati Neni Suryani Novita Rani Nur Eka Sanfitri Nur Husna Dewi Nur Laili Farhiyah Nur'Aina Basir Nurafni Marissa Nurfarahin Nurfarahin Oktavia Dewi Petty Rismawati Primacaeria Amri Primacaeria Amri Putri Setyawati Rahayu, Endang Purnawati Rany, Novita Regi Faula Sari Renaldi, Reno Renny Anggraini Riauni Syaputri Rika Media Elna Rika Media Elona Rizal Husfaudin Rizki Samur Rosi Amalia Rosmita Sherly Firsta Rahmi Rahmi Sri Indah Kusumawati Sumengen Sutomo Syafrani Syafrani Telpa Abdi Tri Jenny Minarsih Tri Jenny Minarsih Tri Krianto Tri Kurniati Ubaidillah Ubaidillah Vidia Putri Maharani Wahyu Purnama Dewi Yalesvitri Yalesvitri Yang Ma Aisyah Yeyen Iscasari Yorismanto Yorismanto Yulia Mandayanti Sijabat Yulianto Ade Prasetya Yunita, Jasrida Zaenal Abidin Zulfan Sa'am