Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Peran Rekam Medis yang dilakukan Perawat pada Unit Dialisis RSUD X Yorismanto Yorismanto; Budi Hartono; Ubaidillah Ubaidillah; M Kamali Zaman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.6474

Abstract

Pelayanan hemodialisis merupakan layanan kesehatan berisiko tinggi yang membutuhkan dukungan sistem informasi kesehatan yang akurat, khususnya dalam pengelolaan Rekam Medis Elektronik (RME). RSUD X telah menerapkan RME melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) aplikasi PILAR pada Unit Dialisis. Namun, dalam pelaksanaannya, pengelolaan RME masih dilakukan oleh perawat dialisis karena belum tersedianya petugas rekam medis yang ditempatkan secara khusus di unit tersebut. Kondisi ini berpotensi meningkatkan beban kerja perawat, menurunkan fokus pelayanan klinis, serta meningkatkan risiko kesalahan pencatatan data medis, terutama dengan adanya rencana pengembangan kapasitas unit dialisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengelolaan RME di Unit Dialisis RSUD X serta mengidentifikasi permasalahan dan strategi optimalisasi peran petugas rekam medis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap perawat dialisis, petugas rekam medis, kepala unit, serta pihak manajemen rumah sakit. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Problem Solving Cycle (PSC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh proses pengisian RME di unit dialisis dilakukan oleh perawat, sementara petugas rekam medis belum terlibat langsung. Masalah utama yang teridentifikasi adalah ketiadaan petugas rekam medis dan belum adanya SOP pembagian tugas yang jelas. Penelitian ini merekomendasikan penempatan petugas rekam medis khusus di unit dialisis, penyusunan SOP pengelolaan RME, serta optimalisasi SIMRS sebagai strategi peningkatan mutu pelayanan.
Tantangan dan Strategi Efisiensi Biaya Operasional Rumah Sakit di Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN): Sebuah Tinjauan Pustaka Renny Anggraini; Bertua Novita Ayu; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10094

Abstract

Implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan dampak besar terhadap sistem pelayanan dan pembiayaan rumah sakit di Indonesia. Sistem pembayaran berbasis INA-CBGs menuntut rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal tanpa menurunkan mutu pelayanan. Namun, berbagai rumah sakit masih menghadapi tantangan dalam pengendalian biaya operasional, seperti tingginya biaya pelayanan, ketidaksesuaian tarif INA-CBGs dengan biaya riil pelayanan, peningkatan beban pasien, serta keterbatasan efisiensi manajemen rumah sakit. Kondisi ini dapat memengaruhi stabilitas keuangan dan kualitas pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi efisiensi biaya operasional rumah sakit di era JKN melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026 dengan sumber yang bersifat open access. Analisis difokuskan pada faktor penyebab tingginya biaya operasional rumah sakit, dampak implementasi JKN terhadap keuangan rumah sakit, serta strategi efisiensi biaya yang dapat diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis unit cost menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) dan Double Distribution mampu menghasilkan estimasi biaya pelayanan yang lebih mendekati biaya riil rumah sakit sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan efisiensi biaya operasional. Kesimpulannya, efisiensi biaya operasional rumah sakit di era JKN memerlukan pendekatan yang terintegrasi melalui perhitungan unit cost yang akurat, pengendalian penggunaan sumber daya, penerapan clinical pathway, digitalisasi pelayanan, serta monitoring biaya secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas finansial rumah sakit.
Strategi Manajemen Perubahan (Change Management) dalam Tahap Perencanaan SIMRS untuk Meminimalkan Resistensi Tenaga Medis Defrika Muharani; Regi Faula Sari; Primacaeria Amri; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10095

Abstract

Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan salah satu strategi transformasi digital yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, dan pengelolaan data kesehatan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa resistensi tenaga medis dan tenaga kesehatan masih menjadi salah satu faktor utama yang menghambat keberhasilan implementasi SIMRS. Beberapa studi melaporkan bahwa sekitar 30–60% tenaga kesehatan menunjukkan berbagai bentuk resistensi pada tahap awal implementasi sistem informasi kesehatan, seperti penolakan penggunaan sistem, ketidakpatuhan terhadap prosedur baru, kecemasan terhadap perubahan alur kerja, serta rendahnya partisipasi dalam proses implementasi (Boonstra & Broekhuis, 2010; Ajami & Arab-Chadegani, 2013). Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya strategi manajemen perubahan sejak tahap perencanaan SIMRS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen perubahan dalam tahap perencanaan SIMRS melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026 dengan sumber yang bersifat open access. Analisis difokuskan pada faktor penyebab resistensi tenaga medis, strategi manajemen perubahan, serta efektivitas implementasi SIMRS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi tenaga medis muncul dalam bentuk resistensi individu, resistensi teknis, resistensi psikologis, resistensi organisasi, dan resistensi budaya kerja. Strategi yang efektif untuk mengatasi resistensi tersebut meliputi program pendidikan dan pelatihan (diklat), pendampingan pengguna, komunikasi perubahan yang intensif, keterlibatan pengguna sejak tahap perencanaan, serta penguatan kebijakan dan regulasi internal rumah sakit. Kesimpulannya, keberhasilan implementasi SIMRS tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga oleh keberhasilan manajemen perubahan yang mampu mengelola resistensi SDM melalui kombinasi strategi diklat dan non-diklat secara komprehensif.
Analisis Penerapan Metode Dashboard Business Intelligence untuk Monitoring Kinerja Eksekutif Rumah Sakit di Indonesia: Literature Review Primacaeria Amri; Defrika Muharani; Regi Faula Sari; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10479

Abstract

Implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menuntut rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan melalui pengambilan keputusan yang cepat dan berbasis data. Namun, pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di Indonesia masih didominasi fungsi administratif sehingga menyebabkan terjadinya sekat data (data silos) yang menghambat integrasi informasi dan proses pengambilan keputusan manajerial. Business Intelligence (BI) melalui dashboard interaktif menjadi salah satu solusi yang mampu mengintegrasikan berbagai sumber data menjadi informasi yang mudah dipahami dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dashboard Business Intelligence dalam meningkatkan efektivitas pelaporan dan pengambilan keputusan manajerial di rumah sakit Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa dashboard BI mampu meningkatkan efisiensi operasional, mendukung pemantauan indikator mutu secara real-time, mempercepat pengelolaan klaim BPJS Kesehatan, serta membantu perencanaan sumber daya melalui analitik prediktif. Arsitektur BI yang umum digunakan terdiri atas lapisan sumber data, data warehouse, dan dashboard visualisasi. Meskipun demikian, implementasi dashboard BI masih menghadapi berbagai tantangan, terutama rendahnya interoperabilitas sistem informasi kesehatan, kualitas data yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia, serta tingginya biaya investasi teknologi. Keberhasilan implementasi dashboard BI sangat dipengaruhi oleh dukungan manajemen, kualitas infrastruktur data, dan budaya organisasi yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Peran Integrasi SIMRS dan Aplikasi E-Klaim dalam Mempercepat Proses Klaim BPJS Kesehatan: Tinjauan Literatur Bertua Novita Ayu; Renny Anggraini; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10480

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan menjadi sumber utama pembiayaan layanan kesehatan rumah sakit di Indonesia. Namun, keterlambatan proses klaim BPJS masih menjadi permasalahan yang berdampak pada arus kas dan operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran integrasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan aplikasi e-Klaim INA-CBG’s dalam mempercepat proses klaim BPJS Kesehatan, mengidentifikasi faktor penghambat, serta merumuskan strategi optimalisasi integrasi sistem. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap berbagai literatur ilmiah tahun 2020–2026 yang relevan dengan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi SIMRS dengan e-Klaim mampu meningkatkan efisiensi proses klaim melalui otomatisasi input data, pengurangan duplikasi administrasi, peningkatan akurasi coding diagnosis dan tindakan, serta percepatan verifikasi klaim. Selain itu, implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) yang terhubung dengan e-Klaim turut mendukung percepatan pengajuan klaim secara digital dan paperless. Meskipun demikian, berbagai hambatan masih ditemukan, seperti integrasi sistem yang belum optimal, kesalahan coding, ketidaklengkapan dokumen, keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, dan rendahnya kompetensi sumber daya manusia. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan bridging SIMRS–e-Klaim, peningkatan kualitas data dan validasi coding, penyederhanaan antarmuka sistem, penyusunan SOP standar, serta pelatihan rutin bagi petugas klaim dan coder. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi SIMRS dan e-Klaim memiliki peran penting dalam mempercepat proses klaim BPJS Kesehatan dan meningkatkan efisiensi administrasi rumah sakit. Keberhasilan implementasi integrasi sistem memerlukan dukungan teknologi, sumber daya manusia, dan kebijakan organisasi yang terstruktur agar proses klaim dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan efektif.
Dampak Penerapan Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) terhadap Proyeksi Neraca Keuangan Rumah Sakit: Sebuah Tinjauan Literatur Bertua Novita Ayu; Renny Anggraini; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10752

Abstract

Penerapan kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 menuntut rumah sakit melakukan penyesuaian terhadap tata kelola dan fasilitas pelayanan rawat inap. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi dampak penerapan KRIS terhadap neraca keuangan rumah sakit dengan menyoroti pengaruh faktor makroekonomi, khususnya kebijakan moneter Bank Indonesia, serta peran teknologi Business Intelligence dalam mendukung pengelolaan keuangan rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel ilmiah yang diperoleh dari database SINTA, Garuda, Neliti, Google Scholar, dan ResearchGate dengan rentang publikasi tahun 2020–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi KRIS berpotensi memengaruhi kapasitas tempat tidur aktif akibat penyesuaian standar ruang rawat inap, yang selanjutnya dapat berdampak pada volume pelayanan dan pendapatan rumah sakit. Selain itu, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia berpotensi meningkatkan biaya pembiayaan bagi rumah sakit yang memerlukan investasi untuk memenuhi standar KRIS. Di sisi lain, pemanfaatan sistem Business Intelligence yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dapat mendukung proses pengambilan keputusan melalui proyeksi arus kas, pemantauan kinerja keuangan secara real-time, serta optimalisasi penggunaan sumber daya. Dengan demikian, kombinasi antara strategi pengelolaan risiko keuangan dan pemanfaatan teknologi Business Intelligence menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas neraca keuangan rumah sakit selama proses implementasi kebijakan KRIS.
Analisis Kapitalisasi Aset Digital terhadap Efisiensi Operasional dalam Neraca Keuangan Rumah Sakit Defrika Muharani; Regi Faula Sari; Primacaeria Amri; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10835

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan mendorong rumah sakit untuk meningkatkan investasi pada berbagai aset digital, seperti Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Electronic Medical Record (EMR), cloud computing, perangkat lunak akuntansi, dan infrastruktur teknologi informasi. Investasi tersebut tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga memengaruhi struktur laporan keuangan melalui proses kapitalisasi aset digital sebagai aset tidak berwujud. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kapitalisasi aset digital terhadap efisiensi operasional dalam neraca keuangan rumah sakit melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026 dan tersedia dalam akses terbuka. Analisis difokuskan pada hubungan antara kapitalisasi aset digital, efisiensi operasional, dan kinerja keuangan rumah sakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa kapitalisasi aset digital berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi operasional melalui percepatan proses administrasi, integrasi data pelayanan, peningkatan akurasi pelaporan keuangan, serta optimalisasi penggunaan sumber daya rumah sakit. Implementasi aset digital yang dikapitalisasi dilaporkan mampu menurunkan biaya administrasi operasional, meningkatkan efisiensi proses kerja, dan mempercepat layanan administratif dibandingkan sistem konvensional. Aset digital yang paling banyak dikapitalisasi meliputi SIMRS, EMR, sistem informasi farmasi, aplikasi telemedicine, dan infrastruktur cloud computing. Selain mendukung penyajian laporan keuangan yang lebih baik, pengelolaan aset digital secara efektif juga berperan dalam meningkatkan produktivitas organisasi dan mendukung keberlanjutan keuangan rumah sakit di era transformasi digital.
Konstruksi Kebijakan Depresiasi Aset Tetap Rumah Sakit: Analisis Komparatif Aspek Akuntansi Komersial dan Fiskal (Pajak) Bertua Novita Ayu; Renny Anggraini; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10838

Abstract

Aset tetap merupakan salah satu komponen terbesar dalam struktur kekayaan rumah sakit yang meliputi bangunan, peralatan medis, kendaraan operasional, instalasi penunjang, dan sarana pelayanan kesehatan lainnya. Pengelolaan aset tetap yang tepat sangat penting karena memengaruhi penyajian laporan keuangan, pengukuran kinerja organisasi, serta perhitungan kewajiban perpajakan. Salah satu aspek utama dalam pengelolaan aset tetap adalah kebijakan depresiasi yang digunakan untuk mengalokasikan biaya perolehan aset selama masa manfaatnya. Dalam praktiknya, rumah sakit menghadapi perbedaan perlakuan depresiasi antara standar akuntansi komersial dan ketentuan fiskal perpajakan yang berpotensi menimbulkan perbedaan laba dan koreksi fiskal. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi kebijakan depresiasi aset tetap rumah sakit melalui pendekatan komparatif antara aspek akuntansi komersial dan fiskal. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis jurnal ilmiah, standar akuntansi, regulasi perpajakan, dan dokumen kebijakan yang diterbitkan pada periode 2016–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode garis lurus merupakan metode depresiasi yang paling banyak digunakan karena sederhana dan menghasilkan pelaporan keuangan yang stabil. Metode saldo menurun diterapkan pada beberapa aset teknologi tinggi, sedangkan metode unit produksi digunakan secara terbatas pada aset dengan tingkat penggunaan yang dapat diukur. Perbedaan perlakuan depresiasi komersial dan fiskal menimbulkan beda temporer, koreksi fiskal, serta pengakuan pajak tangguhan. Oleh karena itu, kebijakan depresiasi aset tetap rumah sakit perlu dirancang secara adaptif, transparan, dan terintegrasi guna mendukung kualitas pelaporan keuangan serta kepatuhan perpajakan.
Integrasi HRIS dengan Sistem Kredensial dan Manajemen Kompetensi Tenaga Medis dalam Mendukung Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia Regi Faula Sari; Primacaeria Amri; Defrika Muharani; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11049

Abstract

Integrasi sistem informasi sumber daya manusia (Human Resource Information System/HRIS) dengan sistem kredensial dan manajemen kompetensi tenaga medis menjadi elemen penting dalam meningkatkan mutu layanan rumah sakit dan mendukung proses akreditasi. Di Indonesia, tuntutan akreditasi rumah sakit yang semakin ketat dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan standar nasional kesehatan mendorong perlunya sistem pengelolaan tenaga medis yang lebih terstruktur, terukur, dan berbasis data. Namun, banyak rumah sakit masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi sistem informasi, belum optimalnya integrasi data kompetensi, serta lemahnya monitoring kredensial tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi HRIS dengan sistem kredensial dan manajemen kompetensi tenaga medis dalam mendukung akreditasi rumah sakit di Indonesia melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap 25 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2016–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai permasalahan dalam pengelolaan kompetensi tenaga medis di rumah sakit, terutama terkait dokumentasi kompetensi, pemantauan sertifikasi profesi, dan integrasi data SDM. Integrasi HRIS dengan sistem kredensial dan manajemen kompetensi terbukti mampu meningkatkan akurasi data, mempercepat proses kredensial, serta mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit. Implementasi integrasi dilakukan melalui tahapan standardisasi data SDM, integrasi kredensial, integrasi manajemen kompetensi, dan pemanfaatan data untuk mendukung akreditasi rumah sakit. Kesimpulannya, integrasi HRIS menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan tata kelola SDM dan memperkuat kesiapan rumah sakit menghadapi proses akreditasi.
Evaluasi HOT-Fit Model pada SIMRS terhadap Kecepatan Pelayanan Pelaporan Klaim BPJS sebagai Strategi Keunggulan Kompetitif RS Renny Anggraini; Bertua Novita Ayu; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11499

Abstract

Efisiensi tata kelola finansial rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kelancaran proses pencairan klaim BPJS Kesehatan, yang bergantung pada efektivitas implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). SIMRS berperan penting dalam mendukung pengelolaan data pasien, dokumentasi pelayanan, proses koding diagnosis dan tindakan, hingga penyusunan berkas klaim secara akurat dan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi SIMRS menggunakan model Human, Organization, and Technology-Fit (HOT-Fit) terhadap kecepatan pelayanan pelaporan klaim BPJS, sekaligus menganalisis perannya sebagai strategi dalam menciptakan keunggulan kompetitif rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Penelusuran literatur dilakukan melalui database Garuda, Google Scholar, SINTA, Neliti, dan ResearchGate dengan kriteria publikasi pada periode 2020–2026. Hasil sintesis dari artikel terpilih menunjukkan bahwa keselarasan antara kompetensi sumber daya manusia dalam proses koding dan pengoperasian SIMRS (Human), penerapan Standard Operating Procedure (SOP), komitmen manajemen, serta koordinasi antarunit (Organization), dan kualitas sistem, keandalan infrastruktur, serta integrasi bridging dengan aplikasi BPJS (Technology) berkontribusi signifikan terhadap percepatan proses verifikasi dan pencairan klaim. Kendala utama yang masih banyak ditemukan adalah belum optimalnya integrasi langsung antara SIMRS dengan platform BPJS, seperti V-Claim dan E-Klaim, sehingga menyebabkan proses double entry, meningkatkan risiko kesalahan administrasi, keterlambatan verifikasi, dan terjadinya klaim tertunda (dispute). Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi SIMRS berbasis HOT-Fit secara komprehensif mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan klaim BPJS, mengamankan arus kas (cash flow), menjaga stabilitas likuiditas keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat keunggulan kompetitif rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Co-Authors Abdurrahman Hamid Agustina Agustina Ahmad Satria Efendi, Ahmad Satria Aldiga Rienarti Abidin Alfani Ghutsa Daud Alfani Ghutsa Daud Alfani Ghutsa Daud Alfani Gutsa Daud Alfi Hidayati Anggi Wahyuni Arnawilis Arnawilis Arnawilis Asfeni Asfeni Asmala Sari Astri Nurlestari Awaliyah Ulfa Ayuliana Angraini Azzah Rawani Bertua Novita Ayu Defrika Muharani Defrika Muharani Devis, Yesica Dimas Aqiel Baihaqi P Ennimay Evi Desiana Fillia Priscilla Simarmata Harvandy Anwar Harvandy Anwir Hashifah Faizah Hendri Hendri Hendrisman Herman Sudirman Herniwanti Herniwanti Hetty Ismainar Ilma Wizraa Indra Kurniawan Istiana Auliani Jeanny Susana Magretta Jeanny Susana Margaretta Jepisah, Doni Johanes Jakri Johanes Jakri Kamali Zaman Kartika Destya Arini Khleg Gamal Mohammed Al-Yamani Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Komala Sari Leonita, Emy Lita Mahmudah Maimun, Nur Marlina, Hastuti Melnia Anisya Meri Sartika Raharta* Mitra Mitra Monika Sandra Muhajiriansyah Muhamad Dedi Widodo Muhammad Rafli Ramadhan Muhardi Muhardi N. Imas Susanti Nadya Hasnafi Inra Nailul Fithri Arrasily Neng Kasmiati Neni Suryani Novita Rani Nur Eka Sanfitri Nur Husna Dewi Nur Laili Farhiyah Nur'Aina Basir Nurafni Marissa Nurfarahin Nurfarahin Oktavia Dewi Petty Rismawati Primacaeria Amri Primacaeria Amri Putri Setyawati Rahayu, Endang Purnawati Rany, Novita Regi Faula Sari Renaldi, Reno Renny Anggraini Riauni Syaputri Rika Media Elna Rika Media Elona Rizal Husfaudin Rizki Samur Rosi Amalia Rosmita Sherly Firsta Rahmi Sherly Firsta Rahmi Rahmi Sri Indah Kusumawati Sumengen Sutomo Syafrani Syafrani Telpa Abdi Tri Jenny Minarsih Tri Jenny Minarsih Tri Krianto Tri Kurniati Ubaidillah Ubaidillah Vidia Putri Maharani Wahyu Purnama Dewi Yalesvitri Yalesvitri Yang Ma Aisyah Yeyen Iscasari Yorismanto Yorismanto Yulia Mandayanti Sijabat Yulianto Ade Prasetya Yunita, Jasrida Zaenal Abidin Zulfan Sa'am