Claim Missing Document
Check
Articles

INPUT, PROSES, OUTPUT PEMBUATAN MUSIK BUMPER: PADA PROGRAM ACARA KUIS PAKIS BALI DI BALI TV Luthfiansyah, Muhammad Raihan Luthfiansyah; Wiyati, Wahyu Sri; Ardini, Ni Wayan
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 3 No 2 (2024): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v3i2.3288

Abstract

Bumper is an opening animation in a television program, serving as a short animation to depict the identity of a show or institution. Every TV program typically features a bumper to showcase its identity. During the internship in the MBKM 2023 program at Bali TV, I had the opportunity to create bumper music for the quiz show "Kuis Pakis Bali." I am grateful for this opportunity as it allows me to channel my passion for music and apply the knowledge gained in previous semesters to craft the bumper music for the "Kuis Pakis Bali" program. The process involved several stages: introduction, observation, music creation, and mixing/mastering. The introduction stage involved discussing the music bumper with Bali TV. The observation stage included analyzing existing bumper videos to create the musical accompaniment. In the music creation stage, I began composing the music for the bumper. Lastly, in the mixing and mastering stage, I merged the video and music, refining the sound to achieve balance and a pleasant listening experience.
Strategi Pencapaian Nada Tinggi “Tak Ingin Usai” Keisya Levronka dalam Acara Anugerah Industri Muzik Malaysia Prasetya, I Komang Wahyu; Sudirana, I Wayan; Ardini, Ni Wayan
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Keisya Levronka penyanyi muda Indonesia yang melejit lewat keikutsertaannya dalam ajang pencarian bakat Indonesian Idol tahun 2019-2020 merilis beberapa lagu, salah satunya bertajuk "Tak Ingin Usai" (Never Want to End). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk fokus pada strategi mencapai nada tinggi dalam lagu tersebut. Metode penelitian: metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, bahkan studi dokumen. Penelitian ini menggunakan teori analisis bentuk musik dan teori teknik vokal. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai nada tinggi pada lagu “Tak Ingin Usai”, Keisya Levronka dapat menggunakan beberapa strategi vokal yang baik, antara lain teknik pernapasan, melatih intonasi, dan mempersiapkan diri sebelum tampil atau melakukan pemanasan vokal. Implikasi: diskusi ini memberikan kontribusi dalam strategi menyanyi dengan menganalisis kasus lagu Keisya Levronka.
Analysis of Emotional Aspects in Lyrics and Melody of the Traditional Song “Awe Jale” in Sentani Tribe Kaiway, Yudhi Aji Ristanto; Ardini, Ni Wayan; Yudarta, I Gede
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: A traditional Sentani song named "Awe Jale" is one of the valuable cultural heritages of the Papuan people. In this study, an analysis of the emotional aspects contained in the lyrics and melody of the song was carried out. Research method: This research aims to understand how the lyrics and melody of "Awe Jale" communicate and influence the feelings of the listener. The analytical methods used include lyric text analysis, melody analysis, and integration of these two aspects to understand the overall emotional experience conveyed by the song. Results and discussion: The traditional song of the Sentani tribe "Awe Jale" is an embodiment of the rich culture and life of the Papuan people. Implication: Through emotion analysis of the lyrics and melody of this song, people can understand more deeply about the expression of feelings, cultural values, and the close relationship between humans and nature and spiritual life.
Questionnaire of Students’ Responses in Use Google Classroom: Validity and Reliability Tests Ardini, Ni Wayan
International Journal of Language and Literature Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijll.v5i4.43708

Abstract

The phenomenon of using Google Classroom as an E-learning platform in implementing online teaching and learning activity during pandemics has been appearing. Based on the phenomena, students’ response toward the use of Google Classroom as an online platform in learning English was investigated in this study. In preparing a valid and reliable items questionnaire the writer was conducted a try-out items questionnaire. The criteria valid; if r count > r table while, items questionnaire is reliable if items questionnaire has Cronbach’s Alpha value > 0.60. The result of validity items is 27 items was analyzed only 26 items questionnaire was valid and 1 item not valid because this item has valuer count < 0.312 that is 0.245. The result of reliability showed 26 items from 4 dimensions were analyzed and all items are reliable and consistent because it has Cronbach Alpha value > 0.60. After the questionnaire was distributed to the sample hopefully data were gaining validity and reliability.
Strategy for Depicting the Character of Water in “Tabuh Kreasi Tirta Pemutih” Mayura, I Putu Nanda Yoga; Ardini, Ni Wayan; Yudarta, I Gede
Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jacam.v4i1.5411

Abstract

This study aims to provide a reference regarding the methods or techniques used by a Balinese Gamelan music composer in depicting a water character. Qualitative research is used because it is an appropriate type of research where the data obtained is a description of the condition of an object being studied. The data collection techniques used in this research are literature study, observation, interviews and documentation. There are several strategies that can be used to depict the character of water, which the composer previously used in the work “Tabuh Kreasi Tirta Pemutih”, such as processing the battens found in Balinese Gamelan as a medium for speaking, ornamenting the playing patterns of the instruments, and utilizing various song genres that can be played by Gamelan Semarandana. This study contributes to providing thoughts or points of view regarding strategies or techniques that can be used in depicting the character of water in a Balinese karawitan musical composition using gamelan as a medium for expression.
Treatise for Risalah Rahma, Diva Sherina; Ardini, Ni Wayan
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 4 No 1 (2025): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v4i1.5099

Abstract

Treatise for Risalah merupakan karya komposisi yang terinpirasi dari keresahan penulis mengenai hubungannya dengan adik kandungnya. Karya ini menceritakan kecemburuan penulis dengan saudari perempuannya yang bernama Risalah. Penulis membuat karya ini dengan tujuan untuk menuangkan rasa cemburunya dan menunjukan rasa sayangnya kepada adiknya yang selama ini sudah lama terpendam. Karya ini dikemas dengan format band, yang memilih jenis musik modern. Dalam karya ini terbagi menjadi 3 bagian yakni bagian A (keadaan penulis sebelum hadirnya Risalah), bagian B (kehadiran Risalah), bagian C (penerimaan dan rasa sayang penulis) . Dalam karya ini, penulis menggunakan metode Alma M. Hawkins dalam bukunya yang berjudul Creating Thruogh Dance (Mencipta Lewat Tari yang diterjemahkan oleh Y. Sumandiyo Hadi), yakni tahap penjajagan (Exploration), tahap percobaan (Improvisation), dan tahap pembentukaan (Forming) (Hawkins, 2003). Karya ini membawakan gaya musik modern menggunakan 5 instrumen yakni drum,bass,gitar,violin,piano, dan juga menambahkan vokal didalamnya serta pembacaan puisi sebagai penekanan makna pesan yang ingin disampaikan dalam karya ini.
Kuin Daren, Violiendra Calvin; Ardini, Ni Wayan; Putra, I Pt. Lukita Wiweka Nugraha
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 4 No 1 (2025): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v4i1.5107

Abstract

“Kuin” merupakan komposisi yang terinspirasi dari pengalaman empiris penggarap dalam fase perubahan diri, menjadi pribadi yang lebih baik dan positif. Karya musik Kuin akan diwujudkan dalam bagaimana proses penciptaan karya komposisi musik instrumental Kuin, bagaimana tema yang diwujudkan dalam komposisi Kuin, bagaimana relevansi makna antara musik instrumental Kuin dengan kisah yang diangkat. Tahapan penciptaan dilakukan melalui metode Alma Hawkins yakni, Eksplorasi, Improvisasi, Forming. Karya ini memiliki 6 poin (atau tema), setiap perpindahan dari poin satu ke poin lain akan menggambarkan fase-fase perubahan. 6 poin tersebut diklasifikasikan menjadi 3 tema, tema 1 yaitu kehadiran, tema 2 penolong, dan tema 3 perjalanan. Setiap perubahan yang terjadi akan diimplementasikan pada rhythm pattern, time signature, harmony, riff, teknik, dan solo dari setiap instrumen yang digunakan. Makna dari karya ini, diwakilkan oleh setiap tema. Karya  musik instrumental ini ditampilkan di gedung Candra Metu, Institut Seni Indonesia Denpasar pada tanggal 10 Januari 2024.
Fobia: Penciptaan Komposisi Musik Dengan Konsep Musik Programatik Dan Eskperimen Dalam Musik Nugraha, Albertus Febri Obet; Ardini, Ni Wayan
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 4 No 1 (2025): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v4i1.5113

Abstract

Fobia adalah sebuah karya komposisi musik yang di latar belakangi oleh pengalaman pribadi penggarap Dari trauma tersebut, penggarap ingin menuangkannya ke dalam sebuah karya musik yang berjudul Fobia. Karya komposisi ini akan terbagi menjadi tiga bagian, bagian 1 (Kejar), bagian 2 (Dalam), dan bagian 3 (Bangkit). Berdurasi 10 menit, karya ini akan menyuguhkan hasil eksperimen suara dari instrumen gitar elektrik, noise effect, dan juga vokal. Menggunakan multi effect yang berisikan tremolo, phase, delay, reverb, dan dengan menggunakan Amplifier dari Fender Tweed Bassman. Kemudian noise effect yang terlebih dahulu masuk ke DAW untuk diolah dan diberi efek seperti tremolo, equalizer, dan reverb. Vokal pun juga begitu, masuk ke DAW Fruity Loop Studio, di pecah menjadi 4 channel, dan diberi efek yang dimana di tiap channel nya berbeda.
Diaspora: Proses Penciptaan Komposisi Musik Dengan Konsep Penggabungan Musik Batak Dan Melayu Tamba, Rivaldo Adrianus; Darmayuda, I Komang; Ardini, Ni Wayan
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 4 No 1 (2025): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v4i1.5117

Abstract

Diaspora berasal dari kisah penulis Batak yang lahir di tengah-tengah orang Melayu di Riau selama 15 tahun. Setelah tinggal cukup lama di daerah kelahiran, keputusan untuk merantau demi melanjutkan pendidikan menjadi langkah penting dalam perjalanan hidup penulis, membuka peluang baru dan memperluas wawasan. Dalam penulisan karya ini, penulis menggunakan metode tahapan Panca Sthiti Ngawi Sani yang terdiri dari lima metode tahapan, yaitu: Ngawirasa (Inspirasi), Ngawacak (Eksplorasi), Ngarencana (Konsepsi), Ngewangun (Eksekusi), Ngebah (Produksi). Pada karya ini memiliki 3 bagian yaitu bagian 1 “rumaq” (rumah), bagian 2 “Borhat” (pergi), dan bagian ke 3 “Balek” (Kembali). Karya DIASPORA dimainkan dengan jangka waktu 10 menit, Karya DIASPORA menggunakan kolaborasi instrument Tradisional dan instrument modern yaitu Taganing, Hasapi, Violin, Gitar, Bass elektrik, Piano, Keyboard, Flute. Karya ini bukan hanya mengkombinasikan pada instrument nya saja tetapi menggabungkan nada nada yang dipakai pada musik Melayu dan Batak. Tujuan penulis membuat karya ini adalah agar Masyarakat semakin tertarik belajar musik tradisional dan bukan hanya mempelajari tetapi mempertahankan budaya agar tidak hilang. Karya DIASPORA menggunakan beberapa teknik yaitu violin yang menggunakan teknik Trill, marcato, staccato.
BARIS KLEMAT DANCE IN MENEGA TEMPLE, SESEH TRADITIONAL VILLAGE, BADUNG, BALI Dewi, Ni Putu Putri Laksmi; Ardini, Ni Wayan; Yudarta, I Gede
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lksn.v8i1.3040

Abstract

This research aims to reveal the origin and form of Baris Klemat dance in Bali as an integral part of sacred art and religious tradition. Baris Klemat dance is one of the sacred dances in Bali that has spiritual value and is closely related to the life of coastal communities. The research used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through participant observation and in-depth interviews with traditional leaders, choreographers, composers, and people directly involved. The results showed that the Baris Klemat dance originated from the life of Balinese coastal communities, especially fishermen, as a form of expression of gratitude for the sea catch and protection from the sea gods. This dance is performed through dynamic movements and traditional tools such as klemat, kancuh, and pancer, representing fishermen's daily lives and strengthening their spiritual values. This dance plays an important role as a cultural ritual that reflects the identity of Balinese coastal communities and is part of a belief system passed down from generation to generation. This research makes an important contribution to strengthening the understanding of the cultural and spiritual richness of Baris Klemat dance. In addition, the results of this research are expected to encourage cultural sustainability and preservation of the identity of Balinese coastal communities so that the Baris Klemat dance remains alive and thriving as a valuable cultural heritage for future generations.
Co-Authors Ade Surya Firdaus Ade Surya Firdaus Agus Cahyadi Agustinus Sani Aryanto Anak Agung Bagus Wirawan Andreani, Ni Putu Elvian Anedya Wardhani Anggraini, Raden Roro Anggita Arba Wirawan, I Komang Ariesta, I Made Jacky Bhumi, I Made Bayu Puser Cahyadi, Agus Christianus Billy Antonio Gan Dana, I Komang Restika Daren, Violiendra Calvin Darmawan, I Putu Ikka Darmayuda, I Komang Debora Dyan Ayu Stevany Desak Made Suarti Laksmi Dewa Ayu Putu Winda Suari Dewi, Ni Made Padma Dewi, Ni Putu Putri Laksmi Fardian, Fardian Firdaus, Ade Surya Gan, Christianus Billy Antonio Gede Pasek Putra Adnyana Yasa Gede Rama Sudarsana Gusti Ayu Ary Purnami I Dewa Putu Ari Kresna Artha Negara I Gede Arya Sugiartha, I Gede I Gede Arya Sugiartha, I Gede Arya I Gede Mudana I Gede Raditya Yudhistira I Gede Yudarta, I Gede I Kadek Nuryawan I Ketut Putra Adi Utama I Komang Arba Wirawan I Komang Aryadi Arnata I Komang Sudirga I Made Dian Saputra I Made Jacky Ariesta I Made Wiradnyana I Nengah Duija I Nyoman Larry Julianto I Nyoman Sedana, I Nyoman I Nyoman Suarka I Nyoman Temon Astawa I Putu Adis Putra Kencana I Putu Ikka Darmawan I Putu Sudira I Wayan Adnyana I Wayan Dibia I Wayan Mardana Putra I Wayan Putu Yasa I Wayan Sugita Kadek Allan Dwi Amica, Kadek Kaiway, Yudhi Aji Ristanto Ketut Sumerjana, Ketut Kirana, Bunga Flamboyan Komang Wira Adhi Mahardika Lamba, Linesti Laning, Billy Syalom Lee, Yngwie McCuaren Linesti Lamba Luh Made Wardyaningsih Luthfiansyah, Muhammad Raihan Luthfiansyah Made Iwan Indrawan Jendra Manik, I Made Dwi Rustika Maria Maya Aristya Matanari, Oang Gabriel Mayura, I Putu Nanda Yoga Merry Dwika Larasati Zaluchu MS Prof. Dr. I Wayan Rai . Ni Ketut Yoni Riskayanti Ni Luh Eka Armoni Ni Luh Putu Juliastini Ni Luh Sustiawati Ni Made Ayu Dwara Putri Ni Made Padma Dewi Ni Nyoman Perni Ni Nyoman Sri Astuti Ni Putu Sumariani Ni Putu Verenita Sintya Devi Nugraha, Albertus Febri Obet Oang Gabriel Matanari Oang Gabriel Matanari Palijama, Tirza Viona Prasetya, I Komang Wahyu Prasetyo, Guntur Eko Putra Kencana, I Putu Adis Putra, I Pt. Lukita Wiweka Nugraha Putu Adi Darma Putra Raden Roro Anggita Anggraini Rahma, Diva Sherina Ricky Irawan Sabath, Brill Obed Santosa, Hendra Setiawan, Clarissa Jessy Shania Noor Aisyah Sitepu, Solideo Tanmamana Sudirana, I Wayan Susanthi, Nyoman Lia Tamba, Rivaldo Adrianus Uttama, Putu Gde Chaksu Raditya Wahyu Sri Wiyati Wayan Karja Wijaya, I Nyoman Cahyadi Winata, I Gede Awangga Surya Putra Wiyati, Wahyu Sri Yngwie McCuaren Lee Yonathan Wijaya Yudana, I Gede Yusuf Arrahman