Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Musik Balaganjur Teruna Goak Ke dalam Musik Jazz Ade Surya Firdaus; Hendra Santosa; Ni Wayan Ardini
PANGGUNG Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v29i3.1008

Abstract

ABSTRACT           The Megoak-goakan tradition from a Panji Village is played with Balaganjur Teruna Goak music, both of which are very interesting when they are transformed into jazz because they have the same basic musical form. This article aims to provide an overview of the process of transformation of Balaganjur Teruna Goak Village in Panji Village into jazz music. The process of transformation into jazz music was carried out with the creation method of exploratory which began with a literature study on the Megoak-goakan tradition in Panji Village, Buleleng, and then conducted participant observations, interviews, and continued with experiments on various musical motifs which were considered suitable with a jazz music. The results are obtained from observing and analyzing the process using the theory of basic form of music of Pono Banoe and Prier’s. It is found that Balaganjur Teruna Goak's music had a lively expression with the phrases of antecedent (question) and consequent (answer). Furthermore, the experimental stage begins with pouring musical inspiration that is used in this work in several stages through writing notation. The formation step is done by assembling existing motifs and then formed into a unified whole composition. The creation of jazz music is based on Balaganjur music, and in its creating processes does not neglect the work of others so that it is possible that in its motifs and patterns on musical arrangements have adopted the previous works.Keyword: Teruna Goak, Balaganjur, Jazz Music, Transformation, Panji VillageABSTRAK           Tradisi Megoak-goakan dari Desa Panji dimainkan dengan musik Balaganjur Teruna Goak. Keduanya sangatlah menarik jika ditransformasikan ke dalam musik jazz karena memiliki bentuk dasar musik yang sama. Artikel ini bertujuan memberikan gambaran bagaimana proses transformasi musik Balaganjur Teruna Goak Desa Panji ke dalam musik jazz. Proses transformasi ke dalam musik jazz dilakukan dengan metode penciptaan dari penjajakan yang diawali dari studi literatur tentang tradisi Megoak-goakan di Desa Panji Buleleng, kemudian melakukan pengamatan langsung, wawancara, dan dilanjutkan dengan percobaan berbagai motif musik yang diperkirakan cocok dengan musik jazz. Hasil yang didapat dari pengamatan dan proses analisis menggunakan teori bentuk dasar musik Pono Banoe dan teori bentuk musik dari Prier. Musik Balaganjur Teruna Goak memiliki ekspresi yang bersemangat dengan frase antiseden (tanya) dan konsekuen (jawab). Selanjutnya, pada tahap percobaan dimulai dengan cara menuangkan inspirasi musik yang akan digunakan dalam garapan ini secara bertahap melalui penulisan notasi. Tahap pembentukan dilakukan dengan merangkai motif-motif yang telah ada kemudian dibentuk menjadi suatu kesatuan komposisi yang utuh. Penciptaan musik jazz yang berdasarkan musik Balaganjur ini, pada penggarapannya tidak mengabaikan hasil karya orang lain sehingga kemungkinan dari segi motif dan pola garap musikal mengadopsi yang sudah ada sebelumnya.Kata Kunci: Teruna Goak, Balaganjur, Musik Jazz, Transformasi, Desa Panji
PENINGKATAN KECERDASAN MUSIKAL GURU SENI BUDAYA MELALUI ARANSEMEN LAGU RAKYAT BALI SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA Darmayuda, I Komang; Ardini, Ni Wayan; Sustiawati, Ni Luh
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian seni budaya merupakan tanggung jawab yang harus dijaga oleh setiap generasi. Kompetensi guru dalam seni musik, khususnya dalam mengajarkan lagu-lagu rakyat Bali, menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi lokal. Salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan musikal guru adalah melalui pelatihan aransemen lagu rakyat Bali. Dengan pemahaman yang baik tentang aransemen, guru tidak hanya mampu mengajarkan musik, tetapi juga memotivasi siswa untuk lebih mencintai budaya lokal mereka. Lagu rakyat Bali mengandung nilai-nilai budaya yang mendalam, dan pengajarannya di sekolah dapat membantu siswa memahami jati diri mereka sebagai bagian dari budaya tersebut. Pelatihan aransemen lagu rakyat Bali dalam bentuk vokal kelompok diberikan pada 30 orang guru seni budaya SMP di Kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan berupa workshop, diskusi dan sharing session, praktik langsung, dan evaluasi serta umpan balik. Hasil pelatihan menunjukkan, bahwa guru sangat disiplin, antusias, dan responsif. Mereka telah memahami dan mampu mempraktikkan pengaransemenan lagu rakyat Bali dalam bentuk vokal kelompok, dengan nilai pada aspek vokal berkisar antara 80-86; aspek musikalitas antara 80-87; dan aspek penampilan antara 75-80. Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru, melestarikan budaya lokal, dan memperkaya materi pembelajaran. Diharapkan, pelatihan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam pengajaran seni budaya di sekolah-sekolah.
PEMBUATAN MUSIK BUMPER DAN ILUSTRASI PROGRAM ACARA GRAND FINAL BRTV BALI TV 2021 Gan, Christianus Billy Antonio; Darmayuda, I Komang; Ardini, Ni Wayan
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 1 No 1 (2022): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v1i1.1790

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas proses pembuatan musik bumper, musik ilustrasi opening MC, musik ilustrasi teaser para finalis, dan musik ilustrasi pengumuman juara dari program acara Grand Final BRTV Bali TV 2021. Sesuai dengan kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), penulis mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan Magang/Praktik Kerja, yang dilaksanakan di Bali TV. Dalam pelaksanaan ini, penulis mendapat kesempatan untuk dari mitra untuk membuatkan beberapa karya musik untuk digunakan dalam acara Grand Final BRTV Bali TV 2021. Pelaksanaan pembuatan musik ini melalui beberapa tahapan, yakni tahap pendahuluan, tahap spotting, tahap penciptaan musik, tahap mastering dan review, dan tahap eksekusi saat acara. Tahap pendahuluan mendiskusikan rencana pembuatan musik baru untuk program acara. Tahap spotting dilakukan untuk menentukan unsur musik yang sesuai dengan visual. Tahap penciptaan musik memulai proses kreatif penciptaan musik. Tahap mastering dan review adalah proses mengubah ke format audio dan kemudian diulas oleh pihak mitra. Tahap eksekusi saat acara adalah kegiatan penulis menjadi operator pemutar musik saat program acara berjalan. Musik yang telah dibuat juga telah diaplikasikan langsung untuk program acara Grand Final BRTV Bali TV 2021
PROSES PEMBELAJARAN ALAT MUSIK PIANO PADA ANAK USIA DINI DI AMABILE MUSIK STUDIO Anggraini, Raden Roro Anggita; Ardini, Ni Wayan; Sumerjana, Ketut
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 2 No 1 (2023): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v2i1.2169

Abstract

Penelitian ini membahas tentang observasi pembelajaran alat musik piano pada anak usia dini di Amabile Music Studio. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perencanaan, pelakasanaan serta pembelajaran melalui musik dalam proses pembelajaran antara pengajar dan murid di Amabile Music Studio. Dampak penelitian yang dilaksanakan di Amabile Music Studio adalah meningkatnya kualitas pembelajaran yang lebih memotivasi, inspirasi, dan meningkatkan minat dan bakat di bidang seni, khususnya di bidang musik.  
ANALISIS PENYUSUNAN SILABUS PEMBELAJARAN GITAR KLASIK YANG BERORIENTASI PADA PESERTA DIDIK DI AMABILE MUSIC STUDIO, DENPASAR, BALI Lee, Yngwie McCuaren; Ardini, Ni Wayan; Prasetyo, Guntur Eko
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 2 No 1 (2023): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v2i1.2179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan silabus pembelajaran gitar klasik yang berorientasi pada peserta didik di Amabile Music Studio, Denpasar, Bali. Sampel Penelitian ini adalah peserta didik pembelajaran gitar klasik di Amabile Music Studio, Denpasar, Bali. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dan Quota Sampling yang menghasilkan sebanyak 4 orang peserta didik yang memenuhi kriteria sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada Komang Wisnu sebagai tenaga didik, Justina Tjandra selaku pemilik Amabile Music Studio dan observasi terhadap peserta didik di kelas pembelajaran gitar klasik, serta studi literatur terhadap berbagai sumber bacaan dan media daring. Hasil penelitian terhadap peserta didik menunjukkan bahwa setiap peserta didik memiliki silabus yang berbeda sesuai dengan kemauan, kemampuan, kebutuhan dan keinginan masing-masing peserta didik. Adapun kriteria dari penyusunan silabus pembelajaran gitar klasik ialah a) mengandung kaidah, aturan dan unsur-unsur yang terdapat dalam teori musik klasik barat, baik pada penerapan permainan maupun materi pembelajarannya, b) memiliki tingkat kesulitan yang menyerupai tingkat kesulitan setiap grade pada silabus pembelajaran gitar klasik ABRSM dan c) memaksimalkan karya-karya instrumental gitar klasik, baik klasik tradisional maupun klasik modern. Capaian dari pembelajaran gitar klasik ialah peserta didik mampu mengikuti dan memahami materi yang disampaikan oleh tenaga didik. Amabile Music Studio mengacu pada kurikulum ABRSM untuk pembelajarannya, namun bersifat fleksibel dalam penyusunan dan penerapan silabus pembelajaran gitar klasik kepada peserta didik. Selain silabus, peran tenaga didik juga berpengaruh sebagai orang yang membentuk peserta didik melalui pemberian silabus yang telah disusun.
PEMBELAJARAN BIOLA PADA REPERTOAR MINUET 2 KARYA J.S. BACH DI AMABILE MUSIC STUDIO Dewi, Ni Made Padma; Ardini, Ni Wayan; Wiyati, Wahyu Sri
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 2 No 2 (2023): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v2i2.2192

Abstract

Dalam program kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mahamurid mengimplementasikan proses pembelajaran sesuai bidang yang didalami, program yang dipilih, dan penerapan ilmu pengetahuan dalam praktis lapangan yang dihadapi, salah satunya melalui program Asistensi Mengajar. Pada program Asistensi Mengajar, telah dilaksanakan pembelajaran dalam bidang musik klasik barat yang berfokus pada permainan sebuah repertoar (karya musik pada musik klasik barat) dengan alat musik biola. Pembelajaran tersebut dilaksanakan di Amabile Music Studio dengan repertoar Minuet 2 karya J.S. Bach. Tujuan pembelajaran ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembelajaran tersebut dilaksanakan, mengetahui faktor penghambat dan pendukung pembelajaran tersebut, serta manfaat apa yang didapat dari pembelajaran tersebut. Metode dalam pembelajaran ini memiliki 3 jenis pendekatan, yaitu pendekatan afektif, pendekatan kognitif, serta pendekatan psikomotorik. Hasil dari pembelajaran inii mencakup perkembangan kemampuan murid dalam teknik bermain biola, penguasaan karya musik yang dimainkan, serta perkembangan musikalitas diluar teknik permainan biola itu sendiri.
METODE SUZUKI DALAM PEMBELAJARAN BIOLA DI SANGGAR MUSIK AMABILE Kirana, Bunga Flamboyan; Ardini, Ni Wayan; Wiyati, Wahyu Sri
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 3 No 1 (2024): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v3i1.3102

Abstract

This observation aims to find out how important it is to apply the Suzuki method in violin classes at the amabile music studio, what advantages and obstacles I experienced during the learning process and what benefits students get from using the Suzuki method in the violin learning process. Apart from that, the author wants music teachers, especially violin, to know what and how the Suzuki method is used in the violin learning process. The Suzuki Method is an instrument teaching method created by Shinichi Suzuki. The Suzuki method prioritizes auditory training rather than reading a repertoire of songs. From the start of learning, students will not be taught to read first. From the observations it can be concluded that the Suzuki method is very important to use in the violin learning process at the Amabile Music Studio because this method has proven to be quite effective in helping students play the songs well and use the correct technique. Some of the benefits that students get when using the Suzuki method are good hearing training so that students can analysis notes better, good and correct body posture when playing the violin, and strong memory due to constant repetition. Some of the advantages of the Suzuki method itself are the training or learning which is quite detailed, the fingering patterns and the distribution of the bow are all regulated in the Suzuki method, the songs in the Suzuki book also sound familiar and enjoyable. There are three obstacles in using the Suzuki method, namely delays in the ability to read sheet music, minimal parental participation in the student's learning process at institutions and some students only memorize fingering patterns without knowing what notes are being played.
FOUR Palijama, Tirza Viona; Ardini, Ni Wayan; Laksmi, Desak Made Suarti
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 3 No 2 (2024): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v3i2.3119

Abstract

FOUR is a composition inspired by the anxiety experienced by the composer. This work tells about the unrest experienced by the composer after his late father passed away on June 4, 2023. The composer felt a lot of emptiness and confusion in continuing his life after being left by his father. The efforts made to get through this grief, ended up returning to the same place and rotating only there. In this composition, the composer uses the concept of minimalist music, which has minimal musical elements with phrases that have a lot of repetition. This repetition interprets how the composer's life only revolves and returns to the same feeling of emptiness and confusion. In this composition, the composer has a musical form and structure with A, B, and A' charts. In the beginning, it interprets the confusion experienced by the composer, B interprets the emotions experienced by the composer, and A' interprets how the composer's efforts only lead back to the same place. The reference of this work is; "Methamorphosis" which is a work of Phillip Glass a minimalist music composer which has several parts of "Methamorphosis parts 1-5", from which the composer gets a reference on how to develop minimalist music.
ANALISIS PERFORMA MIXER MIDAS M32 UNTUK STUDIO RECORDING: DI PREGINA ART & SHOWBIZ Sitepu, Solideo Tanmamana; Ardini, Ni Wayan; Irawan, Ricky
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 3 No 2 (2024): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v3i2.3167

Abstract

Audio mixer have an important role in the operation of an audio sound system to process it in such a way and obtain the desired results. One type of audio mixer that is often used in the modern music industry is a digital mixer, namely the MIDAS type M32 mixer. This research aims to analyze the performance of the MIDAS mixer in the recording studio at Pregina Art Showbiz. The type of research data is qualitative data used to determine the performance of the MIDAS M32 mixer at Pregina Art & Showbiz Bali regarding the channels used in the MIDAS M32 mixer, types of input and output, sound quality, ease of use, size and portability of the MIDAS M32 mixer in recording studios. at Pregina Art Showbiz.The research results show that the performance of the MIDAS M32 mixer in recording studios has high sound quality and advanced features that meet the needs of professionals in the audio industry. MIDAS M32 provides high flexibility for studio recording needs. Sound quality analysis highlights the advantages of the microphone preamp, ADC conversion, and digital signal processing (DSP) system in creating recordings that are sharp, clear, and accurate while having the size and portability to be transported with relative ease thanks to the rugged design. MIDAS M32 is a comprehensive solution for studio recording needs that combines superior sound quality, advanced features, and ease of use at Pregina Art & Showbiz.
KEMBANG API Laning, Billy Syalom; Ardini, Ni Wayan
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol 3 No 2 (2024): Melodious : Journal of Music
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v3i2.3202

Abstract

Fireworks work is a form of the cultivator's love for fireworks when the cultivator was small, when the cultivator was 5 years old the cultivator listened to the roar above the sky. When the cultivator comes out the cultivator sees a colorful light and rumbling sound that has a beauty felt by the cultivator, so that through an approach to liking, the cultivator wants to create a work of musical composition that the cultivator believes this work can Give a message or meaning to the beauty of fireworks.  This work takes the form of a percussion ensemble. Using the creation method used 1. Contemplation Through this process, the ensemble can reflect and construct ideas or ideas that will be embodied in a musical piece. 2. Exploration of the source of ideas: Seeking and collecting ideas and inspiration from various sources, such as everyday life, nature, and other music 3. Determination of musical concepts: Formulate concepts or themes that will be the foundation in the creation of ensemble music. 4. Music concept making: Composing a musical concept that contains ideas and inspiration that have been collected. 5. Ensemble music making: a touch of kolintang as pitched percussion as the melody color of this piece. The work of KEMBANG Api is divided into 3 parts: Part 1 where the cultivator tells about the awaited beginning when setting off fireworks with a tense atmosphere. Part 2 cultivators tell the scene when fireworks explode above the sky with a colorful atmosphere giving 5/4 difficulty. Part 3 tells the story of when the fireworks have finished exploding and the atmosphere returns to calm with percussion instruments. The cultivator hopes that his work can open up a space of reflex for listeners, inviting them to explore various beats in this work.
Co-Authors Ade Surya Firdaus Ade Surya Firdaus Agus Cahyadi Agustinus Sani Aryanto Anak Agung Bagus Wirawan Andreani, Ni Putu Elvian Anedya Wardhani Anggraini, Raden Roro Anggita Arba Wirawan, I Komang Ariesta, I Made Jacky Bhumi, I Made Bayu Puser Cahyadi, Agus Christianus Billy Antonio Gan Dana, I Komang Restika Daren, Violiendra Calvin Darmawan, I Putu Ikka Darmayuda, I Komang Debora Dyan Ayu Stevany Desak Made Suarti Laksmi Dewa Ayu Putu Winda Suari Dewi, Ni Made Padma Dewi, Ni Putu Putri Laksmi Fardian, Fardian Firdaus, Ade Surya Gan, Christianus Billy Antonio Gede Pasek Putra Adnyana Yasa Gede Rama Sudarsana Gusti Ayu Ary Purnami I Dewa Putu Ari Kresna Artha Negara I Gede Arya Sugiartha, I Gede I Gede Arya Sugiartha, I Gede Arya I Gede Mudana I Gede Raditya Yudhistira I Gede Yudarta, I Gede I Kadek Nuryawan I Ketut Putra Adi Utama I Komang Arba Wirawan I Komang Aryadi Arnata I Komang Sudirga I Made Dian Saputra I Made Jacky Ariesta I Made Wiradnyana I Nengah Duija I Nyoman Larry Julianto I Nyoman Sedana, I Nyoman I Nyoman Suarka I Nyoman Temon Astawa I Putu Adis Putra Kencana I Putu Ikka Darmawan I Putu Sudira I Wayan Adnyana I Wayan Dibia I Wayan Mardana Putra I Wayan Putu Yasa I Wayan Sugita Kadek Allan Dwi Amica, Kadek Kaiway, Yudhi Aji Ristanto Ketut Sumerjana, Ketut Kirana, Bunga Flamboyan Komang Wira Adhi Mahardika Lamba, Linesti Laning, Billy Syalom Lee, Yngwie McCuaren Linesti Lamba Luh Made Wardyaningsih Luthfiansyah, Muhammad Raihan Luthfiansyah Made Iwan Indrawan Jendra Manik, I Made Dwi Rustika Maria Maya Aristya Matanari, Oang Gabriel Mayura, I Putu Nanda Yoga Merry Dwika Larasati Zaluchu MS Prof. Dr. I Wayan Rai . Ni Ketut Yoni Riskayanti Ni Luh Eka Armoni Ni Luh Putu Juliastini Ni Luh Sustiawati Ni Made Ayu Dwara Putri Ni Made Padma Dewi Ni Nyoman Perni Ni Nyoman Sri Astuti Ni Putu Sumariani Ni Putu Verenita Sintya Devi Nugraha, Albertus Febri Obet Oang Gabriel Matanari Oang Gabriel Matanari Palijama, Tirza Viona Prasetya, I Komang Wahyu Prasetyo, Guntur Eko Putra Kencana, I Putu Adis Putra, I Pt. Lukita Wiweka Nugraha Putu Adi Darma Putra Raden Roro Anggita Anggraini Rahma, Diva Sherina Ricky Irawan Sabath, Brill Obed Santosa, Hendra Setiawan, Clarissa Jessy Shania Noor Aisyah Sitepu, Solideo Tanmamana Sudirana, I Wayan Susanthi, Nyoman Lia Tamba, Rivaldo Adrianus Uttama, Putu Gde Chaksu Raditya Wahyu Sri Wiyati Wayan Karja Wijaya, I Nyoman Cahyadi Winata, I Gede Awangga Surya Putra Wiyati, Wahyu Sri Yngwie McCuaren Lee Yonathan Wijaya Yudana, I Gede Yusuf Arrahman