Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN BIOLA PADA REPERTOAR MINUET 2 KARYA J.S. BACH DI AMABILE MUSIC STUDIO Ni Made Padma Dewi; Ni Wayan Ardini; Wahyu Sri Wiyati
MELODIOUS : JOURNAL OF MUSIC Vol. 2 No. 1 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/melodious.v2i1.2192

Abstract

Dalam program kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mahamurid mengimplementasikan proses pembelajaran sesuai bidang yang didalami, program yang dipilih, dan penerapan ilmu pengetahuan dalam praktis lapangan yang dihadapi, salah satunya melalui program Asistensi Mengajar. Pada program Asistensi Mengajar, telah dilaksanakan pembelajaran dalam bidang musik klasik barat yang berfokus pada permainan sebuah repertoar (karya musik pada musik klasik barat) dengan alat musik biola. Pembelajaran tersebut dilaksanakan di Amabile Music Studio dengan repertoar Minuet 2 karya J.S. Bach. Tujuan pembelajaran ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembelajaran tersebut dilaksanakan, mengetahui faktor penghambat dan pendukung pembelajaran tersebut, serta manfaat apa yang didapat dari pembelajaran tersebut. Metode dalam pembelajaran ini memiliki 3 jenis pendekatan, yaitu pendekatan afektif, pendekatan kognitif, serta pendekatan psikomotorik. Hasil dari pembelajaran inii mencakup perkembangan kemampuan murid dalam teknik bermain biola, penguasaan karya musik yang dimainkan, serta perkembangan musikalitas diluar teknik permainan biola itu sendiri.
“Square Numbers”: Komposisi Musik Hibrid Dengan Konsep Deretan Bilangan Persegi I Gede Raditya Yudhistira; Ni Wayan Ardini; I Wayan Sudirana
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Artikel ini digunakan untuk memperkenalkan komposisi musik yang menggunakan deretan angka square numbers yang ditransformasi menjadi ide musikal seperti pergerakan pitch, pengembangan rhythm, dan time signature. Karya musik hybrid “Square Numbers” ini merupakan karya yang terdiri atas tiga bagian dengan format septet (7 orang). Metode Penciptaan: Karya musik hybrid “Square Numbers” mengacu pada lima tahapan penciptaan oleh Konsorsium Seni, yaitu persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Hasil dan pembahasan: Karya musik hybrid “Square Numbers” terdiri atas tiga bagian (I, II, III), yang setiap bagiannya dibagi lagi menjadi dua sub bagian (IA, IB, IIA, IIB, IIIA, IIIB), dengan interpretasi yang berbeda tetapi dalam satu kesatuan. Karya musik hybrid “Square Numbers” adalah musik hybrid yang menggabungkan idiom musik tradisional Bali, idiom musik Barat. Implikasi: Pencipta meminjam idiom musik Bali seperti pola kotekan, tangga nada pelog dan selendro. Pencipta meminjam idiom musik barat seperti invert, chord, retrograde pitch and rhythm, counterpoint.
Musik Kristen Kontemporer di Gereja Bethel Indonesia Representative of Christ’s Kingdom (GBI ROCK) Lembah Pujian, Denpasar Debora Dyan Ayu Stevany; Ni Wayan Ardini; Desak Made Suarti Laksmi
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menjawab mengapa Musik Kristen Kontemporer dijadikan pedoman dalam beribadah di Gereja Bethel Indonesia Perwakilan Kerajaan Kristus (GBI ROCK) Lembah Pujian Denpasar, lalu bagaimana bentuk Musik Kristen Kontemporer yang digunakan dalam prosesi ibadah di Gereja Bethel Indonesia Perwakilan Kerajaan Kristus (GBI ROCK) Lembah Pujian Denpsasar dan bagaimana Kontekstual Musik Kristen Kontemporer dalam ibadah di Gereja Bethel Indonesia Representative of Christ’s Kingdom (GBI ROCK) Lembah Pujian Denpasar. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, bahkan studi pustaka. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian adalah musik kristiani kontemporer adalah musik yang berlandaskan filosofi dengan memahami tujuan musik yaitu fokus pada Tuhan dan membantu jemaat untuk lebih merasakan Tuhan, bukan sekedar genre. Berbagai genre yang digunakan adalah Pop, Rock, Disco, Jazz, Dangdut, Gospel, Mars dan sebagainya, namun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan irama atau melodi Etnik dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan menggunakan sequencer dalam beribadah. Implikasi: Musik Kristen kontemporer di GBI ROCK Lembah Pujian, Denpasar dapat ditinjau berdasarkan beberapa konteks, yaitu konteks religiusitas, konteks estetika, dan konteks sosialnya.
The Influence of Music on Adolescent Psychology under Construction at Corpus Christi Lawang, Malang, East Java Sabath, Brill Obed; Ardini, Ni Wayan
Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jacam.v3i1.3702

Abstract

This research aims to determine the influence of music on the psychological aspects of teenagers involved in coaching at Corpus Christi Lawang in Malang District, East Java, Indonesia. The research method used is a qualitative approach using observation, interview, and literature study data collection techniques. The findings of this study highlight that music influences various psychological aspects of adolescents, including mood, behavior, self-identity, and social interactions. The results of this research provide an in-depth understanding of the role of music in the development of the young generation in Corpus Christi Lawang. The practical implications of this research can help foundation administrators design more effective coaching programs by utilizing music's power to influence adolescent psychology positively. Music's influence on adolescent psychology at Corpus Christi Lawang aims to influence a person's emotions and provide calm to the subconscious (id) which can be controlled and build emotional, spiritual, and social structures in the rhythm of music when listening and expressing it.
Creation of Learning Videos on Balinese Folk Song Arrangements for Junior High School Art and Culture Teachers in Buleleng Regency and Denpasar City Ni Luh Sustiawati; Ni Wayan Ardini; I Komang Darmayuda
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 39 No 3 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v39i3.2772

Abstract

The purpose of this research is to comprehend the learning of group vocal arrangements including their forms and stages for the environment of arts and culture teachers at junior high school in Buleleng Regency and Denpasar City through making related learning videos. The research method used is qualitative and quantitative, with data collection techniques through interviews, observation, document study, discography, and questionnaire. The theory used is the theory of analysis of the form and structure of the song and the theory of function. Primary data sources were obtained from interviews, observations, and discography (VCD). Secondary data was obtained from books, journals, and internet materials. The results showed that by providing material for Balinese folk songs arrangement in group vocals at the level of junior high school teachers in Buleleng Regency and Denpasar City through a video learning process, students' interest in learning music arrangement increased and allowed them to practice directly conveying the results of the arrangement in group vowel form.
Pelatihan Mengaransemen Lagu Rakyat Bali untuk Guru Seni Budaya SMP Kabupaten Buleleng Darmayuda, I Komang; Ardini, Ni Wayan; Sustiawati, Ni Luh
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i2.3758

Abstract

Mata pelajaran seni musik menuntut keterampilan guru dalam mengorganisasi materi pembelajaran dan memberikan demonstrasi permainan lagu dan musik. Namun para guru seni budaya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Buleleng belum memahami teknik mengaransemen lagu dalam bentuk vokal kelompok pada mata pelajaran seni musik khususnya pada kompetensi dasar teknik pengembangan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk vokal kelompok. Oleh karena itu, mereka membutuhkan suatu pelatihan. Program pelatihan yang berlangsung selama enam bulan sejak 05 April 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam hal pengetahuan dan keterampilan praktis tentang teknik mengaransemen lagu rakyat Bali dalam bentuk vokal kelompok.; Sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah guru-guru seni budaya (SMP) di Kabupaten Buleleng, dengan jumlah peserta 30 orang, sebagai perwakilan dari masing-masing SMP. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah workshop, diskusi dan sharing session, praktik langsung, dan evaluasi serta umpan balik. Proses PKM telah dilaksanakan melalui tahap presentasi dan praktik. Hasilnya menunjukkan bahwa guru-guru mampu mengaplikasikan keterampilan aransemen dalam pengajaran seni music dengan sangat disiplin, antusias dan sangat responsif dalam mengikuti praktik mengaransemen lagu. Guru telah memahami dan mampu mempraktikan cara mengaransemen lagu rakyat Bali dalam bentuk vokal kelompok. Pelatihan aransemen ini dapat lebih meningkatkan kompetensi guru dalam bidang music dan seni budaya serta dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan memberikan guru SMP Kabupaten Bulelelng teknik dan metode baru untuk mengajarkan seni musik.
VIDEO PEMBELAJARAN MENGARANSEMEN LAGU RAKYAT BALI DALAM BENTUK VOKAL KELOMPOK Sustiawati, Ni Luh; Ardini, Ni Wayan; Darmayuda, I Komang
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi para guru seni budaya adalah belum tersedianya video pembelajaran mengaransemen lagu dalam bentuk vokal kelompok pada mata pelajaran seni musik khususnya di kelas IX (Sembilan) semester 1-2, pada kompetensi dasar teknik pengembangan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk vokal kelompok. Penelitian ini berfokus pembuatan video pembelajaran mengaransemen lagu dalam bentuk vokal kelompok. Materi video pembelajaran ini mencakup (1) pengetahuan teknik arransemen lagu untuk vokal kelompok; (2) pengetahuan teknik/cara mengembangkan melodi lagu dalam bentuk vokal kelompok; (3) membuat, pengembangan melodi lagu secara sederhana untuk vokal kelompok; (4) menampilkan hasil arransemen lagu untuk vokal kelompok. Penelitian ini berpendekatan research and development [R&D] dengan prosedur pengembangan model Borg & Gall melalui beberapa tahapan yaitu (1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan; (2) menciptakan produk awal; (3) validasi ahli dan revisi; (4) uji coba perorangan dan revisi produk; (5) uji coba kelompok kecil dan revisi produk. Teknik pengumpulan data digunakan angket, dan wawancara. Teknik analisis data digunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran mengaransemen lagu dalam bentuk vokal kelompok sangat layak sebagai media pembelajaran seni musik, karena sangat membantu guru dalam mencapai efektivias pembelajaran seni musik baik teori maupun praktek, dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pembelajaran, dapat merangsang minat belajar siswa untuk lebih mandiri, serta siswa aktif dan termotivasi untuk mempraktekkan latihan.
MEMAKNAI “CHOPIN LARUNG” Ardini, Ni Wayan; Sumerjana, Ketut; Darmayuda, I Komang
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Chopin Larung” merupakan salah satu mahakarya seniman legendaris Indonesia Guruh Soekarno Putra pada tahun 1975 yang dapat ditemukan dalam album Guruh Gipsy (1977). Komposisi musikal dengan lirik lagu sedih berbahasa Bali halus ini secara objektif sangat indah dinikmati hingga kini. Pada lagu ini Guruh mampu menangkap fenomena pariwisata Bali yang diwakili Kuta dengan pariwisata pantai, yang merupakan bagian dari pariwisata tirta/air (water tourism). Dari persoalan ini, literature review ini bertujuan menganalisis pesan-pesan bermakna yang terkandung dalam bentuk musical estetika lagu ini. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan teknik interaktif berupa reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Keindahan “Chopin Larung” ditemukan dari pencampuran musik tradisional Bali dan musik Barat begitu padu. Dimasukkannya sebagian karya Frederic Chopin “Fantasia Impromptu” tersebut menjelang akhir komposisi menyebabkan lagu terdengar menghentak tetapi tampak nyambung dengan tema duka lagu. Sebagai “lagu nasionalis”, “Chopin Larung” mengkritik besarnya karakter Barat westernisasi dalam pariwisata Bali, dalam hal ini Kuta yang bermodal pariwisata pantai, yang meminggirkan sakralitas budaya lokal. Dihubungkan dengan situasi masa kini, si komposer bahkan mampu meramal bakal terjadinya fenomena overtourism. Tidak mengherankan, dalam komposisi ini, ketika mati, Chopin pun dibayangkan dilarung di selatan, tepatnya di laut.
Identitas Visual Karakter Animasi Sebagai Representasi Multikultural Labuan Bajo Julianto, I Nyoman Larry; Mudana, I Gede; Putra Adnyana Yasa, Gede Pasek; Sustiawati, Ni Luh; Ardini, Ni Wayan; Sumerjana, Ketut; Andreani, Ni Putu Elvian
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/visualita.v12i2.11406

Abstract

The visual identity of the animated characters of the Bugis, Flores and Bima tribes in Labuan Bajo is a creative manifestation of the cultural diversity that characterizes the region. Through meticulous design, these characters become strong visual representations of the rich ethnic and cultural heritage that coexists. The use of local cultural symbols, colors, and motifs provide a deep introduction to the cultural identity of each tribe, while a modern twist on the design acknowledges the changing times without sacrificing respect for tradition. This abstract discusses how the visual identity of the animated characters creates a narrative of inclusiveness and acceptance of diversity, creating an image of Labuan Bajo as a place that blends in multicultural harmony. Overall, the animated characters become a window into the beauty and complexity of the region, and contribute positively to the image of Labuan Bajo as a fascinating multicultural destination.
Bentuk dan Nilai Baru dalam Kreativitas Penciptaan Komposisi Musik Gender Wayang “Tipat Taluh” Bhumi, I Made Bayu Puser; Ardini, Ni Wayan; Yudarta, I Gede
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 5 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v5i2.363

Abstract

Purpose: This research was conducted to show that there are many dimensions of creativity that can develop in the form of creating new Gender Wayang works. This can be observed through one of Gender Wayang's new works entitled “Tipat Taluh”. Research methods: The research method used is a qualitative research method. Data collection was carried out by observation, interviews, and document studies. Results and discussion: Departing from in-depth analysis processes, the result was that “Tipat Taluh”'s work is a new musical composition for Gender Wayang where the big idea is based on philosophical thoughts which have implications for the discovery of a new form and method of composition for Gender Wayang. With the concept of balance and simplicity of “Tipat Taluh” (egg-shaped ketupat), Gusti Komin Darta (composer) transformed these concepts into a new work on Gender Wayang. The updates carried out clearly have a tendency towards processing musical patterns as well as a new system of forming intertwining (kotekan). Implications: The balance of aspects of preservation and development of Gender Wayang will have a positive impact if both are in balance, preservation through contestation, while development by fostering the creation of new works on Gender Wayang.
Co-Authors Ade Surya Firdaus Ade Surya Firdaus Agus Cahyadi Agustinus Sani Aryanto Anak Agung Bagus Wirawan Andreani, Ni Putu Elvian Anedya Wardhani Anggraini, Raden Roro Anggita Arba Wirawan, I Komang Ariesta, I Made Jacky Bhumi, I Made Bayu Puser Cahyadi, Agus Christianus Billy Antonio Gan Clarissa Jessy Setiawan Dana, I Komang Restika Daren, Violiendra Calvin Darmawan, I Putu Ikka Darmayuda, I Komang Debora Dyan Ayu Stevany Desak Made Suarti Laksmi Dewa Ayu Putu Winda Suari Dewi, Ni Made Padma Dewi, Ni Putu Putri Laksmi Fardian, Fardian Firdaus, Ade Surya Gan, Christianus Billy Antonio Gede Pasek Putra Adnyana Yasa Gede Rama Sudarsana Gusti Ayu Ary Purnami I Dewa Putu Ari Kresna Artha Negara I Gede Arya Sugiartha, I Gede I Gede Arya Sugiartha, I Gede Arya I Gede Mawan I Gede Mudana I Gede Raditya Yudhistira I Gede Yudarta, I Gede I Kadek Nuryawan I Ketut Putra Adi Utama I Komang Arba Wirawan I Komang Aryadi Arnata I Komang Sudirga I Made Dian Saputra I Made Jacky Ariesta I Made Kartawan I Made Wiradnyana I Nengah Duija I Nyoman Larry Julianto I Nyoman Sedana, I Nyoman I Nyoman Suarka I Nyoman Temon Astawa I Putu Adis Putra Kencana I Putu Ikka Darmawan I Putu Sudira I Wayan Adnyana I Wayan Dibia I Wayan Mardana Putra I Wayan Putu Yasa I Wayan Sugita Kadek Allan Dwi Amica, Kadek Kaiway, Yudhi Aji Ristanto Ketut Sumerjana, Ketut Kirana, Bunga Flamboyan Komang Wira Adhi Mahardika Lamba, Linesti Laning, Billy Syalom Lee, Yngwie McCuaren Linesti Lamba Luh Made Wardyaningsih Luthfiansyah, Muhammad Raihan Luthfiansyah Made Iwan Indrawan Jendra Manik, I Made Dwi Rustika Maria Maya Aristya Matanari, Oang Gabriel Mayura, I Putu Nanda Yoga Merry Dwika Larasati Zaluchu MS Prof. Dr. I Wayan Rai . Ni Ketut Yoni Riskayanti Ni Luh Eka Armoni Ni Luh Putu Juliastini Ni Luh Sustiawati Ni Made Ayu Dwara Putri Ni Made Padma Dewi Ni Nyoman Perni Ni Nyoman Sri Astuti Ni Putu Sumariani Ni Putu Verenita Sintya Devi Nugraha, Albertus Febri Obet Oang Gabriel Matanari Oang Gabriel Matanari Palijama, Tirza Viona Prasetya, I Komang Wahyu Prasetyo, Guntur Eko Putra Kencana, I Putu Adis Putra, I Pt. Lukita Wiweka Nugraha Putri Gracia Simatupang Putu Adi Darma Putra Raden Roro Anggita Anggraini Rahma, Diva Sherina Ricky Irawan Sabath, Brill Obed Santosa, Hendra Setiawan, Clarissa Jessy Shania Noor Aisyah Sitepu, Solideo Tanmamana Sudirana, I Wayan Susanthi, Nyoman Lia Tamba, Rivaldo Adrianus Uttama, Putu Gde Chaksu Raditya Wahyu Sri Wiyati Wayan Karja Wijaya, I Nyoman Cahyadi Winata, I Gede Awangga Surya Putra Wiyati, Wahyu Sri Yngwie McCuaren Lee Yonathan Wijaya Yudana, I Gede Yusuf Arrahman