Claim Missing Document
Check
Articles

WORKSHOP COPYWRITING DAN SEO UNTUK MENINGKATKAN PEMASARAN DIGITAL UMKM PURI AREN CAIR Harahap, Muharrina; Anggreini, Heny; Jakaria, Jakaria; Munthe, Abdillah Menri
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.8323

Abstract

Modernization and the development of digital technologies provide great opportunities for UMKM to expand their market through e-commerce. However, UMKM Puri Aren Cair still faces obstacles in its digital marketing strategy so that online sales are not optimal despite having a potential flagship product in the national and international markets. The purpose of this devotional activity is to increase the digital literacy and marketing capacity of partners through training in copywriting, SEO, as well as the professional use of e-commerce. The method of the activity was implemented on a participatory basis in July 2025 involving ten employees of UMKM Puri Aren Cair. The stages of the activities included socialization, training, application of technology, mentoring, evaluation, and sustainability of the program. Participants attended a two-day workshop focused on copywriting strategies, SEO, and managing online stores in the marketplace. The results of the activity show a significant improvement in the digital literacy of the participants, the skills of managing online stores, as well as the ability to optimize promotional content based on digital marketing strategies. Implementing digital strategies through e-commerce has the potential to expand market reach, strengthen branding, and increase sales. In conclusion, this dedicated activity is successful in addressing the main problem of the partners, namely the limitations of the digital marketing strategy, by providing practical solutions that support the improvement of the competitiveness of UMKM in the era of industry 4.0.
HIRARKI KEBUTUHAN TERHADAP PSIKOLOGI TOKOH PADA NOVEL SISI TERGELAP SURGA KARYA BRIAN KHRISNA: KAJIAN PSIKOLOGI HUMANISTIK ABRAHAM MASLOW Hadini Najah; Muharrina Harahap
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hierarki kebutuhan tokoh dalam novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna dengan menggunakan perspektif psikologi humanistik Abraham Maslow. Kajian ini dilatarbelakangi oleh representasi kehidupan masyarakat marginal dalam novel yang memperlihatkan berbagai konflik psikologis tokoh akibat tekanan sosial dan ekonomi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data penelitian berupa kutipan narasi, dialog, dan deskripsi yang merepresentasikan kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri tokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan intensif dan pencatatan kutipan relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif berdasarkan kerangka hierarki kebutuhan Maslow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tokoh hanya mampu memenuhi kebutuhan fisiologis, sementara kebutuhan keamanan dan penghargaan tidak terpenuhi akibat kemiskinan struktural, stigma sosial, dan keterbatasan akses ekonomi. Tokoh Juleha, Gofar, dan Rini menunjukkan kegagalan mencapai aktualisasi diri karena hambatan pada kebutuhan dasar tersebut. Sebaliknya, tokoh Danang dan Pak Badut berhasil mencapai aktualisasi diri melalui tanggung jawab sosial dan pengorbanan terhadap keluarga meskipun beberapa kebutuhan dasar tidak terpenuhi. Temuan ini menunjukkan bahwa pemenuhan hierarki kebutuhan dalam konteks masyarakat marginal tidak selalu berlangsung secara linear, melainkan dipengaruhi oleh kondisi sosial, ekonomi, dan nilai-nilai kemanusiaan yang membentuk motivasi hidup tokoh.
Dramatisasi dan Sensasionalisme Pemberitaan Kasus Pembacokan Mahasiswa Uin Suska Riau: Studi Perbandingan Detik.com dan Riau Pos dengan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Muharrina Harahap; Putri Cristina Pardede; Putri Wahyuni Sitohang; Retno Agustina Lumban Siantar; Reva Nova Lina Hutauruk; Tri Wahyuni br Tambunan
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9860

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya eksploitasi narasi kekerasan di media daring yang seringkali mengabaikan etika jurnalistik demi kepentingan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan representasi dramatisasi serta sensasionalisme dalam pemberitaan kasus pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau pada media nasional (Detik.com) dan media lokal (Riau Pos). Menggunakan paradigma kritis dengan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough, penelitian ini membedah wacana melalui tiga dimensi utama: analisis teks (mikro), praktik diskursif (meso), dan praktik sosiokultural (makro). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com menggunakan strategi linguistik agresif dan hiperbolis untuk mengejar viralitas secara nasional, sementara Riau Pos mengeksploitasi kedekatan emosional masyarakat lokal dengan narasi yang bersifat lebih spekulatif. Kedua media tersebut cenderung menormalisasi kekerasan berbasis gender melalui penggunaan bingkai "cinta ditolak", yang pada akhirnya mengaburkan urgensi isu femisida di lingkungan akademik. Analisis ini juga mengungkap adanya ketidakhadiran suara korban sebagai subjek yang berdaulat dalam teks, di mana media jauh lebih mengutamakan narasi institusional dari pihak kepolisian. Temuan ini menegaskan bahwa komodifikasi tragedi kekerasan oleh media massa sangat dipengaruhi oleh struktur pasar digital dan keberadaan ideologi patriarki yang masih sangat dominan di Indonesia.