Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI TEMAN BERLATIH SOAL SISWA SEKOLAH DASAR Mufarizuddin Mufarizuddin
Jurnal Basicedu Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.745 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v2i1.126

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan strategi teman berlatih  untuk meningkatkan hasil belajar sumber daya alam bagi siswa kelas VSD N 011 Bangkinang Kota. Rumusan masalah dalam penelitian bagaimana penerapan strategi teman beraltih untuk meningkatkan hasil belajar sumber daya alam untuk siswa kelas V SD N 011 Bangkinang Kota? Penelitian ini dilaksanakan pada kelas V SD N 011 Bangkinang Kota. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus, dan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2017. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V  Tahun Ajaran  2016-2017. Siswa kelas V terdiri dari 28 orang yaitu 18 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa. Siklus pertama meningkat menjadi 18 orang atau kelengkapan mencapai 64,29%. Pada siklus II siswa mencapai penguasaan ternyata 26 siswa atau dengan persentase sebesar 92,86%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi teman berlatih dapat  meningkatkan hasil belajar sumber daya alam bagi siswa kelas V SD N 011 Bangkinang Kota
Peningkatan Kemandirian Belajar Siswa dengan Menerapkan Pembelajaran STEAM di Sekolah Dasar Dini Xena Dista; Rusdial Marta; Mufarizuddin Mufarizuddin
JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Vol 6, No 1 (2022): Januari (JIKAP PGSD)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jkp.v6i1.30069

Abstract

This study aims to describe the increase in learning independence of elementary school students by applying STEAM learning. The research method used is the classroom action research method. This research was conducted in two cycles, where each cycle went through four stages, namely the planning, implementation, observation, and reflection stages. The subjects of this study were the fourth-grade students of SDN 004 Bangkinang Kota totaling 13 people consisting of 6 male students and 7 female students. The results showed that there was an increase in student learning independence from pre-action to cycle 1 of 6,01%. The increase in student learning independence also shows an increase from cycle 1 to cycle 2 by 20,44%. The overall increase in student learning independence is 26,44%. STEAM learning must continue to be carried out to increase the learning independence of elementary school students. Teachers need continuous assistance in order to apply the STEAM learning model according to the suggested steps.
KAJIAN LITERATUR KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION PESERTA DIDIK DISEKOLAH DASAR Wahyuni Yasmin; Mufarizuddin Mufarizuddin; Ramdhan Witarsa
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v3i2.1223

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian studi pustaka (library research) yang berjudul “ kajian literatur keterampilan berbicara dengan menggunakan model explicit instruction peserta didik disekolah dasar”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literatur tentang keterampilan berbicara dengan menggunakan model explicit instruction peserta didik disekolah dasar. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kajian litaratur yang mengkaji keterampilan berbicara dengan menggunakan model explicit instruction. Penelitian ini didasari dengan sulitnya mencari data lapangan dikerenakan sekolah yang tutup karena pandemi covid 19 yang melanda kita semua. Subjek penelitian ini adalah 15 artikel yang diterbitkan dijurnal nasional dalam waktu 5 tahun terakhir. Artikel keterampilan berbicara terdiri dari 7 artikel, model explicit instruction terdiri dari 8 artikel. Dari hasil kajian literatur diperoleh 46,6% merupakan keterampilan berbicara. Kemudian 53,5% merupakan model explicit instruction. Kebaruan penelitian yang didapat secara kajian literatur tentang keterampilan berbicara dan model explicit instruction sesuai dengan teori-teori yang disampaikan ahli-ahli sebelumnya. Dampak dan impak hasil penelitian menggunakan kajian literatur ini adalah bagi peneliti lainnya apabila ingin meneliti tentang keterampilan berbicara dan model explicit instruction bisa memperhatikan saran-saran yang telah diberikan peneliti.
PERSEPSI GURU TERHADAP PEMBELAJARAN DARING DI SEKOLAH DASAR NEGERI 018 LANGGINI BANGKINANG Muhammad Syahrul Rizal; Mufarizuddin Mufarizuddin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v4i1.1920

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dalam memaparkan informasi terkait persepsi guru terhadap pembelajaran daring. Informasi didapatkan dari hasil wawancara yang dilakukan dengan enam orang informan yakninya tiga orang wali kelas rendah dan tiga orang wali kelas tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa pembelajaran daring tidak cocok digunakan pada tingkat sekolah dasar. Karena pada dasarnya pembelajaran anak sekolah dasar masih berpusat kepada guru. Pembelajaran daring membuat tujuan pembelajaran tidak tersampaikan sepenuhnya kepada peserta didik. banyak Masih banyak guru yang kurang pemahaman dalam IPTEK apalagi guru lama, atau guru tradisional sehingga pembelajaran daring menjadi tidak menarik. Masih kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung seperti android dan kuota. Adapun dampak dan kendala yang dialami atau dirasakan oleh peserta didik kelas rendah dan kelas tinggi lebih kurang sama. Hal yang membedakannya di kelas rendah masih ada beberapa peserta didik yang masih belum bisa membaca dan menulis, sedangkan dikelas tinggi semua peserta didik sudah bisa membaca dan menulis
PELATIHAN KOMPUTER BAGI REMAJA Musnar Indra Daulay; Mufarizuddin Mufarizuddin; Erlinawati Erlinawati; Milda Hastuty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.321 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7905

Abstract

Abstrak: Pelatihan ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang dasar komputer dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupannya sehari-hari. Kegitan ini merupakan perwujudan dari tri dharma perguruan tinggi yang salah satunya adalah pengabdian masyarakat, yang wajib dilakukan segenap dosen Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan komputer ini adalah sosialisasi, penyuluhan, workshop dan praktikum. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh remaja di wilayah RW 06 kelurahan Air Putih, dengan jumlah peserta sebanyak 23 orang, terdiri dari 14 laki-laki dan 9 perempuan. Berdasarkan hasil evalusi yang dilakukan dapat diketahui bahwasanya dari 23 orang peserta yang dinyatakan lulus ujian teori sebanyak 21 orang (91,3%), sedangkan yang lulus ujian praktek sebanyak 19 orang (82,6%). Dalam pelatihan komputer ini terdapat 4 orang (17,3%) yang dinyatakan tidak lulus. Dengan adanya penelitian ini peserta telah mampu memanfaatkan komputer mulai dari pengoperasian komputer dasar, membuat surat yang sederhana, laporan, proposal, dokumen berbentuk surat kabar, membuat label surat, proposal, dokumen bisnis, menghitung, memproyeksikan, menganalisa dan mempresentasikan data. Pelaksanaan kegiatan pelatihan komputer ini sangat diminati, materinya mudah dimengerti dan sangat sesuai dengan kebutuhan peserta.Abstract: This training is one of the community empowerment programs that aims to increase adolescent knowledge about basic computers and be able to apply it in their daily lives. This activity is an embodiment of the tri dharma of higher education, one of which is community service, which must be carried out by all lecturers of the Hero University Tuanku Tambusai. The methods used in this computer training are socialization, counseling, workshops and practicum. This training activity was attended by teenagers in RW 06, Air Putih sub-district, with a total of 23 participants, consisting of 14 boys and 9 girls. Based on the results of the evaluation, it can be seen that of the 23 participants who passed the theoretical exam, 21 people (91.3%), while 19 people passed the practical exam (82.6%). In this computer training, there were 4 people (17.3%) who did not pass. With this research, participants have been able to use computers starting from basic computer operations, making simple letters, reports, proposals, newspaper documents, making letter labels, proposals, business documents, calculating, projecting, analyzing and presenting data. The implementation of this computer training activity is in great demand, the material is easy to understand and very suitable to the needs of the participants.
ANALISIS KESULITAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 012 BANGKINANG KOTA Mufarizuddin Mufarizuddin
Journal on Education Vol 1 No 1 (2018): Journal On Education
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.804 KB) | DOI: 10.31004/joe.v1i1.8

Abstract

This research is to find out the location of difficulty and the factors that cause difficulties in learning mathematics on the subject of integer count operation. Research subjects are taken that is class V which has the average value of mathematics still under Minimum Exhaustiveness Criteria (KKM). Data collection methods used were test method, observation method, interview method. The test method is used to obtain student completion data on the counting integer counting material in the form of essay 10 items. Observation method is used to determine the condition of subjects during the learning activities of mathematics and to know the factors that can affect the learning process of mathematics. Interview method is done to know clearly problem faced by student when study material counting integer. From the data of final analysis result, it is found that the percentage of students' difficulties in skill is 50% including enough category, difficulties in understanding the concept of 23.3% including less category and difficulty in problem solving by 20% including less category. So expect teachers in shaping the pattern of teaching mathematics is not solely shown in the students' skills in solving the problem. But more important is how to invite students to understand and understand and master the existing concepts well and correctly, so that students do not have difficulty in learning mathematic. Keywords: Analysis, Student Difficulties
Pentingnya Pendidikan Karakter Untuk Siswa Sekolah Dasar Dalam Menghadapi Era Globalisasi Putri Hana Pebriana; Siti Hasanah; Nova Amalia; Mufarizuddin Mufarizuddin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.702 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4758

Abstract

Melihat semakin majunya zaman, banyak anak-anak yang kurang memiliki moral sosial yang baik didalam kehidupan bermasyarakat. Pada saat ini pendidikan karakter sangat dibutuhkan untuk membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas unggul dengan menumbuhkan rasa sikap yang bertanggung jawab dalam menghadapi era globalisasi. Pendidikan karakter dapat mengoptimalkan perkembangan dimensi anak secara kogniti, fisik, social-emosional, kreativitas, dan spiritual. Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk dan membangun manusia Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mematuhi aturan hukum yang belaku, melaksanakan interaksi antar budaya, menerapkan nila-nilai luhur budaya bangsa, dan memantapkan landasan spiritual, moral, dan etika sebagai kebanggaan bangsa Indonesia.
PENYULUHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN KEPADA GURU-GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Ramdhan Witarsa; Nurmalina Nurmalina; Mufarizuddin Mufarizuddin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.6268

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu sarana yang sangat dibutuhkan guru pendidikan anak usia dini saat guru tersebut melaksanakan pembelajarannya, baik di dalam maupun di luar kelas. Penggunaan media pembelajaran selama ini hanya mengandalkan media pembelajaran pabrikan dan bukan hasil karya guru. Media pembelajaran pabrikan tersebut harganya cukup mahal dan tidak terjangkau oleh guru-guru pendidikan anak usia dini yang ada di daerah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan terhadap guru-guru pendidikan anak usia dini dalam membuat media pembelajaran yang layak pakai dan terjangkau biayanya. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendidikan masyarakat. Metode ini memiliki dua tahapan, yaitu: penyuluhan dan tindakan nyata. Data diperoleh dari guru-guru pendidikan anak usia dini yang ada di Desa Batu Belah, Kabupaten Kampar, Riau yang berjumlah 11 orang guru. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan pengetahuan serta pengalaman guru pendidikan anak usia dini dalam membuat media pembelajaran yang layak pakai, ramah lingkungan, dan terjangkau biaya pembuatannya. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjadi acuan dalam memberikan penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan guru-guru pendidikan anak usia dini dalam membuat media pembelajaran hasil karya sendiri.
Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Amardi Hasbi; Iis Aprinawati; Mufarizuddin Mufarizuddin
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 7, No. 1 (Januari 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v7i1.1454

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berfikir kritis siswa dalam proses pembelajaran di kelas V SDN 008 Langgini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berfikir kritis siswa kelas V SDN 008 Langgini. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru dan 23 orang siswa kelas V SDN 008 Langgini. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tekik observasi, tes dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa model think talk write (TTW) dapat meningkatkan keterampilan berfikir kritis siswa. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan hasil tes kemampuan berfikir kritis siswa dengan menggunakan model Think Talk Write (TTW) mulai dari sebelum tindakan presentase ketuntasan keterampilan berfikir kritis siswa hanya mencapai sebesar 39,14% dan berada pada kategori kurang kritis. Kemudian setelah menerapkan model Think Talk Write (TTW) pada siklus I pertemuan I presentase ketuntasan keterampilan berfikir kritis siswa meningkat mencapai 47,82% dan berada pada kategori kurang kritis sedangkan pada siklus I pertemuan II presentase ketuntasan keterampilan berfikir kritis siswa meningkat mencapai 60,86% dan berada pada kategori kurang kritis. Pada siklus II pertemuan I presentase ketuntasan keterampilan berfikir kritis siswa meningkat mencapai 69,56% dan berada pada kategori kurang kritis. Sedangkan pada siklus II pertemuan II presentase ketuntasan keterampilan berfikir kritis siswa meningkat mencapai 86,95% dan berada pada kategori kritis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Think Talk Write (TTW) dapat meningkatkan keterampilan berfikir kritis siswa pada siswa kelas V SDN 008 Langgini. Kata Kunci : Keterampilan Berfikir Kritis dan Model Think Talk Write (TTW)
Penerapan Model Pembelajaran Cooperatif Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Di Sekolah Dasar rahma ainur; Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi; Putri Hana Pebriana; Yanti Yandri Kusuma; Mufarizuddin Mufarizuddin
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 8, No 1 (2023): VOLUME 8 NUMBER 1 JANUARY 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v8i1.3630

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil keterampilan membaca pemahaman siswa pada materi teks cerita anak di kelas III SDN 013 kumantan. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan model CIRC. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa pada materi teks cerita dengan menerapkan model CIRC pada siswa kelas III SDN 013 Kumantan. Design penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas, dengan jenis penelitian kualitatif.  Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 013 Kumantan yang berjumlah sebanyak 9 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi aktivitas guru dan siswa dan tes membaca pemahaman siswa yang berupa pemberian soal tertulis yang dikerjakan secara individu. Teknik analisis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah perpaduan dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualiatatif digunakan untuk menganalisis data kemampuan pemecahan masalah selama proses pembelajaran berlangsung. Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah nilai tes membaca pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) dan peningkatan nilai rata-rata kelas dan klasikal. nilai rata-rata dan persentasi ketuntasan klasikal siklus I pertemuan I 44,44%, pada siklus I pertemuan II 55,55% dan siklus II pertemuan I 66,67% pada siklus II Pertemuan II 88,89%. Kesimpulannya penerapan model pembelajaran CIRC dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa di Sekolah Dasar.
Co-Authors Adha, Getryriza Adian Dani Adityawarman Hidayat Afdol, Afdol Amardi Hasbi Amelia, Rosa ami, Siti Aminah Amir Luthfi Anggi Agustina Annisa Auliyah Ardalina, Ardalina Auliyah, Annisa Cemerlang, Sri Handayani Dani, Adian Dara Mustika, Dara Delpina Sari Dewi, Mellya Silsiani Dini Xena Dista Dista, Dini Xena Dora Shinta Harianti Dwi Viora Eka Riyani Riyani Erlinawati Erlinawati Erza Lina Fadenila, Lastriana Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi Fadhillaturrahmi, Fadhillaturrahmi Fitra Surya, Yenni Fitri Fitri Fitri Ningsih, Fitri Hardi, Vitri Anggraini Hastuty, Milda Hendri Hendri Iis Aprinawati Iis Aprinawati Iis Aprinawati, Iis Iis, Aprinawati Jaka, Tatang Jandriadi, Jandriadi Joni Joni Joni Joni Joni Kusuma, Yanti Yandri Lusi Marleni, Lusi M. Syahrul Rizal M. Syahrul Rizal M. Syahrul Rizal Masnil , Doni Masrul Meilawati, Dewi Miftahhul Jannah Miqkial Wirna Mohammad Fauziddin Musnar Indra Daulay Nova Amalia Nurhalisa, Siti Nurhasanah Nurhasanah Nurhaswinda Nurmalina Nurmalina Nurmalina Nurmalina Nurmalina, Nurmalina Nurul Murtadho Nurul Ramadhia Nurul WAHIDA Pebrriana, Putri Hana Putri Hana Pebriana Qamariah, Elfita rahma ainur Rahma Syafitri, Novia Ramdhan Witarsa Rezki Ilham Rizal, M. Syahrul Rizal, Muhammad Syahrul Rizki Ananda Rizki Ananda Rusdial Marta Saputri, Yola Priasmi Sarmila, Sarmila Septhiana, Delly Siti Hasanah Sridarmini, Hemilda Suci Rahmadani Sularno Sularno Sumianto Sumianto Sumianto Syafriani Syahrial Syahrial Wahyuni Yasmin Wirna, Miqkial Yandri yulaska putra Yani, Rahma Yanti Yandri Kusuma Yenni Fitra Surya Yolanda Pahrul Yunestia, Ira Yusuf Hanafi Yuyun Yuyun Zakiyah Zenita Zahro Zulhendri Zulhendri , Zulhendri Zulniati, Zulniati