Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : AGRIEKONOMIKA

Gambaran Krisis Petani Muda Indonesia Eri Yusnita Arvianti; Masyhuri Masyhuri; Lestari Rahayu Waluyati; Dwijono Hadi Darwanto
Agriekonomika Vol 8, No 2: Oktober 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.677 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5429

Abstract

Permasalahan utama mengenai ketenagakerjaan pertanian kita yaitu terjadinya perubahan struktur demografi yang kurang menguntungkan bagi sektor pertanian yang mengarah pada penuaan petani. Petani berusia tua (lebih dari 55 tahun) jumlahnya semakin meningkat, akan tetapi tenaga kerja berusia muda semakin berkurang. Semakin tingginya tingkat pendidikan pemuda di perdesaan, maka mereka semakin selektif dalam memilih pekerjaan. Mereka enggan untuk bekerja di pedesaan karena adanya ketidakcocokan antara ketrampilan dan tingkat pendidikan yang dimiliki dengan ketersediaan pekerjaan di perdesaan. Padahal Indonesia membutuhkan petani-petani yang produktif untuk memaksimalkan produksi pangan. Tujuan makalah ini adalah menjelaskan perubahan struktural tenaga kerja pertanian dilihat dari fenomena aging farmer dan menurunnya jumlah tenaga kerja usia muda sektor pertanian di Indonesia , menjelaskan berbagai faktor penyebab perubahan struktural tenaga kerja pertanian dan keengganan tenaga kerja usia muda masuk ke sektor pertanian, menjelaskan kebijakan yang diperlukan untuk mendukung tenaga kerja muda masuk ke sektor pertanian. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan deskriptif. Hasilnya adalah masalah krisis petani muda harus segera ditanggulangi supaya tidak mengancam ketahanan pangan di Indonesia.
Karakteristik Petani Muda Agribisnis dan Faktor-faktor yang Mepengaruhi Alih Fungsi Lahan di Malang Eri Yusnita Arvianti; Salbinus Abin
Agriekonomika Vol 7, No 1: April 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i1.1068

Abstract

Fungsi lahan pertanian di Indonesia sekarang ini harus bersaing dengan pemukiman, bidang industri dan properti. Upaya perlindungan terhadap status lahan sawah kemudian menjadi bagian yang paling urgen. Optimisme perlu dibangun dengan pandangan bahwa dengan membina petani muda agar berjiwa agribisnis (wirausaha) maka pembangunan sektor pertanian akan tetap berlanjut. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui karakteristik petani muda di Malang, mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi praktik alih fungsi lahan di daerah penelitian, mengetahui model komunitas petani muda di Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Curungrejo, Desa Jatirejoyoso, Desa Mangunrejo, dan Panggungrejo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling.  Hasilnya adalah karakteristik petani muda yang paling banyak dimiliki adalah yang bersemangat di bidang agribisnis, kemudian dilanjutkan dengan karakteristik berusahatani sendiri, dan yang menganggap bertani sebagai usaha utama menduduki peringkat ketiga. Sedangkan variabel yang berpengaruh terhadap praktik alih fungsi lahan adalah kendala irigasi, resiko usahatani, harga jual lahan dan tingkat pendapatan.
TINGKAT KONSISTENSI PEMUDA TANI TERHADAP TRANSFORMASI SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN PONOROGO Eri Yusnita Arvianti; Asnah Asnah; Anung Prasetyo
Agriekonomika Vol 5, No 1: April 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i1.1035

Abstract

Sebagai salah satu daerah di propinsi Jawa Timur yang menyumbang devisa terbesar di Indonesia melalui pengiriman TKI di luar negeri adalah kabupaten Ponorogo. Fenomena tersebut menyebabkan adanya permasalahan tata keruangan wilayah maupun sosiologi pedesaan .Hal ini memberikan dampak pada pergeseran mata pencaharian dari petani menjadi bukan petani. Salah satu wilayah yang mengalami perubahan menjadi perkotaan adalah di lima desa Kabupaten Ponorogo yaitu Mojorejo, Kemuning, Siwalan, Babadan, Demangan  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsistensi pemuda tani terhadap mata pencahariannya di Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode survey. Data yang dikumpulkan diperoleh melalui teknik wawancara dengan para pemuda tani yang tersebar di lima desa di Kecamatan kota Ponorogo.Teknik analisis datanya menggunakan purposive sample dengan mengambil 60 sampel. Kemudian mendeskripsikan konsistensi pemuda tani dengan cara skoring. Selanjutnya diklasifikasikan dalam tiga kelas, yaitu kelas tidak konsisten, kurang konsisten, dan konsisten. Di Kabupaten Ponorogo terdapat 38.3% pemuda tani tidak konsisten (23pemudatani).Pemuda yang tidak konsisten di dominasi oleh para pemuda tani yang penguasaan lahannya sempit (1.200m2), pendapatan dari hasil kegiatan pertanian rendah ( Rp. 10.000.000,00 per tahun) dan mengelola lahan yang dimiliki oleh investor. Sementara itu terdapat 25% (15pemuda tani) kurang konsisten yang didominasi oleh para pemuda tani yang memiliki pekerjaan lain di luar pertanian dan bukan penduduk asli. Sedangkan pemuda tani yang konsisten 36,7% (22pemuda tani) yang didominasi oleh para pemuda yang kepemilikan lahannya luas (2.000m2), pendapatan tinggi ( Rp. 15.000.000,00 per tahun) dan merupakan penduduk asli. ABSTRACTAs one of the areas in the province of East Java, which accounts for the largest foreign exchange in Indonesia through sending workers in a foreign country is Ponorogo. The phenomenon led to problems of spatial planning regions and rural sociology. It is an impact on the livelihoods of farmers shifting to non-farmers. One area that has been changed into an urban village is in five Ponorogo is Mojorejo, Myrtle, Siwalan, Babadan, Demangan This study aims to determine the consistency of farm youth to livelihood in Ponorogo. This study used survey method. The data collected was obtained through interviews with youths techniques farmers in five villages in the district town of Ponorogo. Data analysis technique using purposive sample by taking 60 samples. Then describe the consistency of farm youth by means of scoring. Further classified into three classes, namely inconsistent, less consistent, and consistent.  In Ponorogo contained 38.3% farm youth inconsistent (23 young farmer). Youth who do not consistently dominated by the young peasant land tenure narrow (1.200m2), income from agricultural activities is low (Rp. 10,000,000.00 per year) and manage land owned by the investor. Meanwhile there is a 25% (15 young farmer) less consistently dominated by the young farmers have other jobs outside the agricultural and non-indigenous. While young farmer consistent 36.7% (22 young farmers) are dominated by young men who vast land holdings ( 2.000m2), high incomes ( Rp. 15,000,000.00 per year) and the original inhabitants.
Pemanfaatan Teknologi Komunikasi melalui Digital Marketing pada Petani Milenial di Kota Batu, Jawa Timur Eri Yusnita Arvianti; Herdiana Anggrasari; Masyhuri Masyhuri
Agriekonomika Vol 11, No 1: April 2022
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v11i1.10403

Abstract

Salah satu bentuk digitalisasi dengan menggunakan teknologi internet saat ini sedang berkembang pesat. Teknologi tersebut dapat membantu petani untuk mengefisienkan rantai pemasaran. Oleh karena itu pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan teknologi komunikasi melalui digital marketing oleh petani milenial di  Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian dilakukan di kota Batu dengan jumlah responden sebanyak 30 petani muda yang berusia antara 15-35 tahun. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan khusus bahwa di kota Batu terdapat banyak petani milenial yang sudah menggunakan teknologi komunikasi. Pada beberapa daerah kota Batu penggunaan teknologi komunikasi telah berkembang. Penggunaan teknologi komunikasi oleh petani milenial sebagian besar sudah cukup lama yaitu bekisar 6-10 tahun. Petani milenial sebagai generasi modern dapat menggunakan teknologi komunikasi untuk melakukan pemasaran produk pertanian sehingga produk pertanian dapat terdistribusi secara merata serta petani dan konsumen mendapatkan harga yang lebih efisien dibandingkan dengan harga produk dengan rantai pemasaran yang panjang.
Co-Authors Abin, Salbinus Achmad Noerkhaerin Putra ADI, SUKARNO MUKTI Agnes Quartina Pudjiastuti Agustinus Ghunu AHANG, YOHANES SANDRO Alduni, Alponsius Alevalia, Alevalia Alex Chandra Aminuyati Anggrasari, Herdiana Anna Ismawati Annisa Purwatiningsih Anung Prasetyo Anung Prasetyo Arasmanjaya, Arasmanjaya Asnah Asnah Asnah Asnah Asnah Asnah Awang, A.R. Bala, Paulus Aloysius Bela Safira Budi Santosa Budi Santosa Cahyo Sasmito Cahyo Sasmito Cakti Indra Gunawan Cakti Indra Gunawan Ciet, Markus Costa, Fidel Da Daniel, Jefri Dewiyanti, Kurnia Djohan Budiman Djoko Budi Santoso Dwi Budi Santoso Dwidjono Hadi Darwanto Dwijono Hadi Darwanto Dyanasari Dyanasari Dyanasari Dyanasari Dyanasari Dyanasari, Dyanasari Eka Agustina, Eka Elisia Elisia, Elisia Erwin Ismu Wisnubroto F. Kasijadi F. Kasijadi Farah Mutiara Gempa, Aloysius Rabha Haluwalu, Fredi Tungga Hariantoko, Muhamad Hanafi HPS, Aldon Marungkap I Made Suaryadana Indrihastuti, Poppy Indrihastuti, Poppy Irawan Setyabudi Jebatu, Marselinus Warisanto Jemadu, Maria Angelina Yunita Kalumbang, Samuel Karunia Setyowati Karunia Setyowati Suroto Karunia Setyowati Suroto Khairiyakh, Refa'ul Kholil, A. Yusuf Kholil, A. Yusuf Kurnia Dewiyanti Kusnia Rindi A.S Lamapaha, Yohanes Visensius Lestari Rahayu Waluyati Lestari Rahayu Waluyati Lestari, Wulan Puji Lisa, Theodosia Melsanti Luh Dina Ekasari Mabel, Januarius Macaria Theresia Laiyan Mahalli, Mahalli Maraniati Marselinus Warisanto Jebatu Masduki, Said Masduki, Said Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Mubaidi Mubaidi Muljawan, Rikawanto Eko Muljawan, Rikawanto Eko Nduwa Ndewa, Alice Aprilia Susanti Ngara, Martinus Bali Ninin Khoirunnisa’ Novita, Retno Ayu Dewi Novyanti, Avif Vera Nurhananto, Dwi Asnawi Pala, Adelbertus Yosep Pandoyo Pandoyo Pankrasius Purnama Umatron Petrus Rajamuda Kolly Dasion Piona, Patresia Prasetyo, Anung Nugroho Purwaningsih, Roosi Wahju Purwatiningsih, Annisa R. Silehu Ratna Setyo Rahayu Ratna Wati Retno Ayu Dewi Novitawati Retno Ayu Dewi Novitawati Rifai, Muhamad Rikawanto Eko Mulyawan Rikawanto Rikawanto Rofiatin, Umi Sadiyah, Ana Arifatus Said Masduki Said Masduki Salbinus Abin Sandika, Surya Hary Santosa, T. Budi Sinaga, Aldon Marungkap HP Son Suwasono, Son Sri Umi Lestari Suhardi, Alfianus Sumarno Sumarno . Sumarno Sumarno Suntara Suntara Suroto, Karunia Setyowati Suroto, Karunia Setyowati Tajudin Tajudin Tirta Yoga Tourusman Situmeang Tourusman Situmeang Tri Sutrisno Trianawati, Anis Triono Umbu Tamu, Marselinus Roberto Utami, Angelina Yusi Wahidyanti Rahayu Hastutiningtas Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas widiyawati, Nurul William, Tomas Winardo, Selpinus Wiwik Handayani