Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Emergency Reasons in Marriage Dispensation (Legal Norms) : A Case Study in Bawean Island, Indonesia Al'Ghani, Muhammad Zulfi; Al Hazar, Badrizal; Arent, Ease; Hidayat, Muhammad Nur; Mkumbachi, Ramadhani Lausi
JAMBURA GEO EDUCATION JOURNAL Volume 6, Issue 2 (2025): Jambura Geo Education Journal (JGEJ)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jgej.v6i2.26781

Abstract

Early marriages in various countries, including Indonesia, can be legalized by the state based on "emergency reasons" in obtaining marriage dispensation in court. The emergency reason pattern can be used as a basis for intervention in handling this case.. This study aims to describe the 'emergency reasons' for marriage dispensation, examine their relationship with the demographic aspects of the offender, and examine the length of time the marriage dispensation was obtained. This research uses a descriptive quantitative survey approach. The instruments used in this research consist of demographic aspects of early marriage actors, as well as a review of "emergency reasons" in marriage dispensation decisions for 157 respondents at the Bawean Religious Court for 2019-2023. This research data analysis uses correlation techniques to show the direction and strength of the relationship between variables. This research proves that there is a relationship between the age and education of early marriage actors and the "emergency reasons" for marriage dispensation decisions, as well as a relationship between the length of the marriage dispensation process and the "emergency reasons" for marriage dispensation decisions. Other results prove that there is no significant relationship between the income of early marriage actors and the "emergency reasons" for marriage dispensation decisions. However, there is a significant correlation with one of the "emergency reasons", namely that the Husband is already working and has an income has a greater chance of getting a marriage dispensation.. The results of this research can be used as important material for regulating marriage dispensations for the Religious Courts, Office of Religious Affairs, Supreme Court of the Republic of Indonesia and other authorities.
SOSIALISASI PERAN PERGURUAN TINGGI DAN AKADEMISI SEBAGAI INKUBATOR BISNIS DALAM PENGUATAN KOPERASI SEBAGAI LEMBAGA EKONOMI KERAKYATAN MENUJU KOPERASI MODERN BAGI PELAKU UKM DI SUMATERA UTARA Napitu, Ulung; Corry, Corry; Sinurat, Anggiat; Harianja, Tuangkus; Arent, Ease; Mardiani, Mardiani; Nasution, Ade Mey Lisca; Napitu, Hasian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/914vq849

Abstract

This community service aims to provide an understanding that universities and academics act as business incubators for developing small and medium enterprises. In order to support the growth and development of SMEs, there needs to be a synergy from various parties ranging from academia, industry, and universities as stakeholders. The business incubator is a place used by many developing countries, including Indonesia, as a means of developing new businesses and/or small and medium enterprises (SMEs). The business incubator itself is an institution that oversees a business incubation in the coaching process for small businesses and/or new product development as well as the provision of business facilities and infrastructure, business development, and management and technology support. The availability of skilled labor needed by the Business and Work World (DUKA) is still very low. This is revealed from data from the Central Statistics Agency (BPS) which was announced in February 2020, which was around 13%. This condition is a challenge for universities not to exacerbate this condition by introducing an early work environment to students, so that they can become graduates according to the needs of the job market, either as employees or business owners through student business incubators at universities.The Business Incubator is a form of Academic Entrepreneurship adapted to the industrial era 4.0 based on the use of electronic media and the internet. To socialize the community service material to SME business actors, the lecture method and question-and-answer method are used for 90 minutes. The results of the socialization have further increased the understanding of the community and SMEs about the importance of developing business incubators as business facilities and infrastructure in business development. 
SOSIALISASI PROYEK PENGUATAN PROFILPELAJAR PANCASILA (P5) BAGI PESERTA DIDIK SMIP YAYASAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN Napitu, Ulung; Corry, Corry; Haloho, Bongguk; Arent, Ease; Napitu, Resna; Purba, Indra Gandi; Girsang, Samrin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rx3a8n50

Abstract

Kegiatan sosialisasi proyek penguatan profil pelajar pancasila bagi peserta didik SMIP Yayasan Universitas Simalungun bertujuan untuk memperkuat karakter dan pemahaman peserta didik tentang arti penting dan kedudukan ideologi negara pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif, ceramah, diskusi serta tanyajawab. Kegiatan sosialisasi, dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2024, mengundang 60 orang peserta didik dan 10 orang guru, berlokasi di aula SMIP Yayasan Universitas Simalungun. Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta didik dan guru diharapkan memahami arti penting pancasila dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, sehingga dapat mengamalkan dan menghayati nilai - nilai pancasila dalam kehidupannya sehari-hari dan menghindarkan diri dari berbagai gerakan radikalisme, konflik suku, agama, ras antar golongan, disintegrasi dan berbagai gerakan separatisme lainnya yang mengancam keutuhan negara kesatuan republik Indonesia
Pengaruh Implementasi Model Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPAS Saputra, Riki; Arent, Ease; Haloho, Bongguk; Napitu, Ulung
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 13 No 2 (2025): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol13issue2page348-358

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu peserta didik lebih efektif dalam mata pelajaran IPAS, dan untuk melakukan ini, peneliti menggunakan model Quantum Teaching. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif karena masalah yang diteliti berkaitan dengan data secara kuantitatif melalui fakta-fakta yang dibuktikan melalui angka-angka dan fakta-fakta yang terjadi di lapangan melalui observasi dan analisis. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan Pre test-Post test Control Group Design. Metode Quasi Experimen didasarkan pada gagasan bahwa ketika peserta didik terlibat dalam penelitian, mereka merasa seperti sedang mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasa. Hal ini membuat penelitian lebih otentik dan alami. Dengan situasi seperti ini, kemungkinan besar akan berkontribusi pada validitas penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Quantum Teaching berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di SD Taman Asuhan. Keberhasilan kegiatan pembelajaran dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai dari kegiatan tersebut yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik. Kelas eksperimen mengalami peningkatan nilai sebesar 73,4132%, sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan nilai sebesar 54,4820%. Menurut penelitian, model pembelajaran Quantum Teaching sangat efektif dalam membantu siswa belajar. Sebaliknya, kelompok kontrol yang tidak menggunakan model ini ternyata tidak sesukses itu.
Keefektifan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dan Konvensional untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Affadil, Muhammad; Ease Arent; Anggiat Sinurat
Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of problem-based and conventional learning models on students' critical thinking skills in social studies (Geography) learning at SMP Negeri 1 Gebang District. The research method used was quasi-experimental with a population of 2 parallel classes. The sampling technique is carried out by sampling, where class VII-1 is the experimental class and VII-2 is the control class. Data analysis technique using ANAVA 2 Line (univariate) with the help of SPSS 25.00 for windows application. Data collection techniques use test instruments in the form of description options. The results of data analysis were obtained: (1) the problem-based learning model affected students' critical thinking skills with a significance of 0.000 < 0.05 with an average score of 87.55; (2) conventional learning models affect students' critical thinking skills with ANOVA test results with significance of 0.000< 0.05 with an average score of 77.29; and (3) There is an interaction between the problem-based learning model and the conventional learning model in influencing students' critical thinking skills with a significant level of 0.000 < 0.05 where the average score produces a positive score of 21.46 (interaction of the PMB model with the Conventional Model) and the average value produces a positive score of 12.56 (interaction of the conventional model against the PBM model) in the Tukey Test follow-up test.
Fungsi Dan Makna Hiou Pada Acara Pernikahan Adat Simalungun Di Nagori Negeri Dolog Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun Saragih, Itawari; Saragih, Hisarma; Arent, Ease
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 1 No 2 (2023): Vol 1 NO. 2 Nov 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/gfyb5e16

Abstract

Fungsi Dan Makna Hiou Pada Acara Pernikahan Adat Simalungun Di Nagori Negeri Dolok Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun, Skripsi, Jurusan Pendidikan IPS Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Simalungun. Hiou adalah sejenis pakaian seni yang terbuat dari potongan kain khas Batak, memiliki corak dan dimensi tertentu, dan berfungsi sebagai pelindungan bagi tubuh. hiou mulai dikenal bersamaan dengan masuknya alat tenun di Indonesia dari Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa sebelum adanya alat tenun, masyarakat Batak. Nama hiou Batak merujuk pada ukuran besaran hiou, serta teknik pembuatan dan pengecetan hiasan pada hiou. Masalah utama dalam penelitian adalah apa itu fungsi dan makna hiou dalam konteks pernikahan adat Simalungun di Nagori Negeri Dolog Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun dengan mengetahui fungsi dan makna hiou dalam konteks pernikahan adat Simalungun di Nagori Negeri Dolog Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatatan studi kasus. Studi kasus yang merupakan bagian dari metode kualitatif yang hendak mendalami suatu kasus tertentu secara lebih mendalam dengan melibatkan pengumpulan beraneka sumber informasi. Creswell mendefinisikan studi kasus sebagai suatu eksplorasi dari sistem-sistem terkait atau kasus. Suatu kasus menarik untuk diteliti karena corak khas kasus tesebut yang memiliki arti pada orang lain, minimal bagi peneliti. Menurut Patton, studi kasus adalah studi tentang kekhususan dan kompleksitas suatu kasus tunggal dan berusaha untuk mengerti kasus tersebut dalam konteks, situasi dan waktu tertentu. Ditambahkannya juga bahwa studi kasus ini dilakukan karena kasus tersebut begitu unik, penting, bermanfaat bagi pembaca dan masyarakat pada umumnya. Berdasarkan hasil penelitian fungsi dan makna hiou yang di pakai si pengantin di adat pernikahan itu bahwa si pengantin sudah menjadi orang tua tidak menjadi pemuda lagi, dan menjadi lebih dewasa, dari cara berbicara, dan tingkah lakunya, bahwa sudah di dewasakan setelah di pakaikan hiou adat Simalungun. Hiou Simalungun melambangkan sebuah ikatan kasih sayang antara seseorang dengan orang yang lainnya. Manghioui (memberikan hiou) melambangkan pemberian kehangatan dan kasih sayang kepada penerima hiou. Dalam kepercayaan orang Batak, jiwa (tondi) pun perlu di hioui, sehingga kaum lelaki yang berjiwa keras mempunyai sifat kesejahteraan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH KELAS X DI SMK ALWASLIYAH DOLOK ULU TAHUN AJARAN 2023/2024 Nadillah Amanda; Corry; Ease Arent
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 1 (2025): Vol 3 NO. 1 Mei 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ed51st03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar Sejarah peserta didik kelas X SMK Al Washliyah Dolok Ulu. Terdapat 2 hipotesis dalam penelitian ini yaitu, (1) ada pengaruh penerapan model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar Sejarah peserta didik kelas X SMK Alwashliyah Dolok Ulu (H1) dan (2) tidak ada pengaruh penerapan model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar Sejarah peserta didik kelas X SMK Al Washliyah Dolok Ulu (H0). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan jenis penelitian pre-exsperimental design dengan desain penelitian one group pre-test post-test design. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan tes dan dokumentasi, data penelitian yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik. Berdasarkan hasil analisis data uji T yang dilakukan diketahui bahwa hasil thitung sebesar 10,4sedangkan ttabel 1,714 dengan taraf signifikansi 0,05. Maka dari dikatakan bahwa thitung> ttabel. Berdasarkan hasil analisis data yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar Sejarah peserta didik kelas X SMK Al Washliyah Dolok Ulu. Ini berarti H1 diterima dan H0 ditolak
SOSIALISASI PERAN PERGURUAN TINGGI DAN AKADEMISI SEBAGAI INKUBATOR BISNIS DALAM PENGUATAN KOPERASI SEBAGAI LEMBAGA EKONOMI KERAKYATAN MENUJU KOPERASI MODERN BAGI PELAKU UKM DI SUMATERA UTARA Napitu, Ulung; Corry, Corry; Sinurat, Anggiat; Harianja, Tuangkus; Arent, Ease; Mardiani, Mardiani; Nasution, Ade Mey Lisca; Napitu, Hasian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/914vq849

Abstract

This community service aims to provide an understanding that universities and academics act as business incubators for developing small and medium enterprises. In order to support the growth and development of SMEs, there needs to be a synergy from various parties ranging from academia, industry, and universities as stakeholders. The business incubator is a place used by many developing countries, including Indonesia, as a means of developing new businesses and/or small and medium enterprises (SMEs). The business incubator itself is an institution that oversees a business incubation in the coaching process for small businesses and/or new product development as well as the provision of business facilities and infrastructure, business development, and management and technology support. The availability of skilled labor needed by the Business and Work World (DUKA) is still very low. This is revealed from data from the Central Statistics Agency (BPS) which was announced in February 2020, which was around 13%. This condition is a challenge for universities not to exacerbate this condition by introducing an early work environment to students, so that they can become graduates according to the needs of the job market, either as employees or business owners through student business incubators at universities.The Business Incubator is a form of Academic Entrepreneurship adapted to the industrial era 4.0 based on the use of electronic media and the internet. To socialize the community service material to SME business actors, the lecture method and question-and-answer method are used for 90 minutes. The results of the socialization have further increased the understanding of the community and SMEs about the importance of developing business incubators as business facilities and infrastructure in business development. 
SOSIALISASI PROYEK PENGUATAN PROFILPELAJAR PANCASILA (P5) BAGI PESERTA DIDIK SMIP YAYASAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN Napitu, Ulung; Corry, Corry; Haloho, Bongguk; Arent, Ease; Napitu, Resna; Purba, Indra Gandi; Girsang, Samrin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rx3a8n50

Abstract

Kegiatan sosialisasi proyek penguatan profil pelajar pancasila bagi peserta didik SMIP Yayasan Universitas Simalungun bertujuan untuk memperkuat karakter dan pemahaman peserta didik tentang arti penting dan kedudukan ideologi negara pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif, ceramah, diskusi serta tanyajawab. Kegiatan sosialisasi, dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2024, mengundang 60 orang peserta didik dan 10 orang guru, berlokasi di aula SMIP Yayasan Universitas Simalungun. Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta didik dan guru diharapkan memahami arti penting pancasila dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, sehingga dapat mengamalkan dan menghayati nilai - nilai pancasila dalam kehidupannya sehari-hari dan menghindarkan diri dari berbagai gerakan radikalisme, konflik suku, agama, ras antar golongan, disintegrasi dan berbagai gerakan separatisme lainnya yang mengancam keutuhan negara kesatuan republik Indonesia
Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber dan Media Belajar Pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Tanah Jawa Gultom, Sunggul; Sinurat, Anggiat; Arent, Ease
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v11i1.7545

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui peranan internet sebagai media belajar di SMA Negeri 1 Tanah Jawa. Dalam hal ini teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah metode wawancara dan observasi. Dari hasil wawancara dan obeservasi diperoleh hasil bahwa peranan internet dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Tanah Jawa sangat bermanfaat dimana pembelajaran berjalan dengan baik dan memiliki interaksi antara guru dengan murid pada saat berjalannya pembelajaran. Guru dan murid saling mengembangkan potensi yang dimiliki dalam mengembangkan potensi murid, guru menyiapkan berbagai aplikasi belajar yaitu aplikasi google classroom, google form, wordwall, quizizi, youtube, video. Murid mampu mengembangkan potensinya pada saat guru menagih hasil belajar dengan membuat, mengedit video belajar dan dipublikasikan ke youtube, sehingga mereka terbantu dalam proses pembelajaran. Dengan cara seperti itu murid termotivasi serta berlomba untuk mengembangkan kreatifitas dan kemauan belajar murid untuk mandiri tercapai. Pemanfaat internet mempermudah dan memperluas serta menciptakan peluang kepada guru dan murid mampu berinteraksi dalam mencapai profil pelajar Pancasila secara kontiniu, konvergen, konsentris bagi murid dan guru. Pemanfaatan media internet telah digunakan pada saat covid 19 guru dan murid telah dipicu aktif dalam pembelajaran daring dan offline demi terciptanya pembelajaran