Penentuan harga opsi merupakan salah satu permasalahan penting dalam pasar keuangan modern. Model Black-Scholes telah memberikan solusi analitik untuk menghitung harga opsi Eropa berdasarkan beberapa parameter pasar, seperti harga saham saat ini, harga pelaksanaan, volatilitas, dan suku bunga bebas risiko. Model ini menggunakan kondisi ideal, seperti volatilitas tetap, tidak adanya dividen, dan suku bunga konstan. Karena kondisi pasar nyata lebih dinamis, metode numerik juga digunakan untuk menghitung harga opsi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menentukan harga opsi Eropa menggunakan model Black-Scholes secara analitik dan metode numerik Forward Time Central Space (FTCS) menggunakan data saham BBCA tahun 2024. Proses penelitian mencakup pengolahan data, perhitungan volatilitas, penerapan model Black-Scholes, serta implementasi metode FTCS untuk memperoleh harga opsi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa harga opsi beli (call option) berdasarkan model Black-Scholes adalah Rp1.146,26, sedangkan harga yang diperoleh dari metode FTCS adalah Rp1.145,59 dengan galat relatif 0,058%. Untuk opsi jual (put option), harga yang dihitung menggunakan model Black-Scholes sebesar Rp 573,72 dan menggunakan metode FTCS sebesar Rp 573,02 dengan galat relatif 0,122%. Nilai galat yang sangat kecil ini menunjukkan bahwa metode FTCS mampu mendekati solusi analitik dan memiliki akurasi tinggi, sehingga layak digunakan sebagai pendekatan numerik dalam penentuan harga opsi Eropa, khususnya pada saham BBCA tahun 2024.