Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN KONSELING DALAM MENGATASI BULLYING DI SEKOLAH DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER Asnaini, Asnaini; Aulia, Atika; Lesmana, Gusman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 6 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i6.2024.2380-2386

Abstract

Bullying merupakan masalah serius yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Siswa sering mengalami kekerasan di sekolah, baik verbal maupun nonverbal.  Bahkan parahnya lagi, sebagian orang sudah terbiasa melindungi diri. Perundungan adalah tindakan agresif yang merendahkan, mengintimidasi, dan menyebabkan penderitaan fisik dan mental kepada korban yang lemah karena pelaku merasa memiliki kekuasaan atas orang lain. Tindakan ini berdampak buruk baik bagi pelaku maupun korban, termasuk gangguan kesehatan mental, ide bunuh diri, depresi, dan hilangnya minat pada pembelajaran. Pendidikan karakter adalah cara untuk mengatasi permasalahan bullying di sekolah, dengan menanamkan nilai-nilai positif pada siswa melalui pembelajaran di kelas, keteladanan guru, serta kegiatan rutin sekolah. Dalam artikel ini dijelaskan tentang jenis-jenis dan dampak bullying, serta upaya pencegahannya melalui pendidikan karakter.
Membangun ASN Moderat: Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Menangkal Ekstremisme di Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Christianti, Antis Martin; Asnaini, Asnaini
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v10i2.9381

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam membangun ASN moderat sebagai upaya menangkal ekstremisme di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dilakukan melalui sosialisasi kelembagaan, keteladanan pimpinan, dan pembiasaan budaya kerja yang inklusif. Faktor pendukung internalisasi meliputi komitmen pimpinan, dukungan regulasi pemerintah, serta partisipasi aktif ASN dalam kegiatan pembinaan moderasi. Adapun hambatannya terletak pada rendahnya literasi digital keagamaan dan pengaruh media sosial yang memunculkan polarisasi ideologis. Penelitian ini menawarkan model pembinaan ASN berbasis moderasi maqashidi, yang memadukan nilai-nilai wasathiyah Islam dengan etika profesional ASN untuk mencegah ekstremisme di sektor birokrasi. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan teori internalisasi nilai moderasi di lembaga pelayanan publik dan memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah untuk membangun ASN moderat, humanis, dan adaptif terhadap keberagaman.Kata kunci: Moderasi Beragama, Internalisasi Nilai, ASN Moderat, Ekstremisme, Moderasi Maqashidi. Abstract : This study aims to analyze the process of internalizing religious moderation values in developing moderate civil servants (ASN) as a preventive effort against extremism within the Bengkulu Provincial Health Office. The research applied a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving civil servants within the institution. The findings indicate that the internalization of religious moderation values is implemented through institutional socialization, leadership role modeling, and the habituation of inclusive work culture. Supporting factors include leadership commitment, regulatory support, and active participation of ASN in religious moderation training programs. In contrast, the obstacles lie in the low level of digital religious literacy and social media influences that trigger ideological polarization. This study proposes a maqashidi-based moderation model, integrating Islamic wasathiyah principles with ASN professional ethics to prevent bureaucratic extremism. The study contributes theoretically to developing the internalization model of religious moderation within public institutions and provides practical recommendations for local governments to foster moderate, humanist, and diversity-sensitive civil servants.Keywords: Religious Moderation, Value Internalization, Moderate Civil Servant, Extremism, Maqashidi Moderation.