Pertiwi, Adharina Dian
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Mulawarman

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Video Animasi dalam Kemampuan Bahasa Daerah pada Anak Usia Dini Pertiwi, Adharina Dian; Kartika, Wilda Isna; Istiqomah, Nur; Hidayah, Annisa Mustikhatul
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5412

Abstract

Bahasa merupakan alat penting bagi setiap individu dalam mengembangkan social skill dengan orang lain. Bahasa daerah memiliki urgensi dalam pengenalannya sebelum anak diperkenalkan bahasa yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis video animasi pembelajaran bahasa daerah Kutai pada anak usia dini dalam meningkatkan perkembangan bahasa. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode survey. Teknik analisis data menggunakan study deskriptif melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang berpedoman dengan instrumen penilaian. Teknik sampling yang digunakan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 14 lembaga yang tersebar pada tiga Kota/Kabupaten yang terdiri dari 209 anak TK kelompok B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video animasi berpengaruh dalam pembelajaran bahasa daerah pada anak usia dini berdasarkan peningkatan hasil pretest dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pembelajaran bahasa daerah pada anak usia dini tidak terlepas dari beberapa faktor yang berpengaruh yaitu jenis kelamin, usia, suku orang tua dan daerah tempat tinggal anak.
Peran Guru Dalam Memfasilitasi Interaksi Sosial Anak Autis di Kelas Yolandha, Mayang Rehza; Ivarianti, Krisna; Kamilla, Khairunnisa Nazwa; Alifia, Nayla Aura; Christina, Nova; Kartika, Wilda Isna; Pertiwi, Adharina Dian
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14 No 4 Periode September - November 2025
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v14i4.1381

Abstract

Disability includes a range of conditions that affect an individual’s ability to interact within society. In autistic children, difficulties in communication and social interaction are the primary challenges that affect classroom participation. This study explores the role of teachers in facilitating social interaction among autistic children in an early childhood education setting. Using a descriptive qualitative case study, data were collected through observations, interviews, and documentation. The analysis involved data reduction, data presentation, and verification. Findings show that the two autistic children observed still relied heavily on teacher support, with limited reciprocal interaction. Teachers acted as facilitators, motivators, mentors, and evaluators by providing structured guidance and emotional support. The novelty of this study lies in its focus on real classroom interactions in PAUD settings and the adaptive strategies teachers use based on the child’s autism severity. Practically, the study highlights the need for professional development for early childhood teachers in inclusive communication strategies and play-based social facilitation. Future research is recommended to explore alternative pedagogical approaches and collaborative models involving teachers, therapists, and parents.
Analysis of Early Reading Ability of Children Aged 5–7 Years in Nuclear Family Fortuna, Safira Bunga Cinta; Hanyfa, Nasywa Noor; Safitri, Maya Argilia Dian; Fauziyah, Zulfa Rihadah; Pertiwi, Adharina Dian
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v14i2.793

Abstract

Early reading ability is a crucial component in shaping children’s language development in later stages of life. Various factors, such as mental readiness, social conditions, health status, educator competence, parental involvement in the learning process, and intelligence level, contribute to the formation of early literacy. Among these aspects, the role of parents is particularly decisive in children’s language development. This study focuses on language skills, particularly early reading ability, in children growing up in nuclear families. The research applied a quantitative method using survey techniques. A total of 34 children from nuclear families participated as respondents. Data were collected by distributing questionnaires compiled in Google Forms. Based on the analysis results, the average value of the research instrument reached 4.71 on a scale of 0 to 5, which is far from the low point (1), indicates that the early reading ability of children in nuclear families is in the excellent category.
Perilaku Disruptif dan Kesulitan Regulasi Emosi pada Anak Usia Dini di Samarinda Imah, Manzilatunna; Kartika, Wilda Isna; Maghfirah, Febry; Pertiwi, Adharina Dian
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8278

Abstract

Perilaku disruptif pada anak usia dini seperti tantrum, penolakan terhadap instruksi, dan tindakan agresif sering muncul sebagai akibat dari kesulitan anak dalam meregulasi emosi di lingkungan prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku disruptif yang berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi pada anak usia dini di lingkungan prasekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus terhadap seorang anak berusia 5 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku disruptif muncul secara berulang dan berkaitan dengan kesulitan dalam mengendalikan emosi serta menunda keinginan. Strategi guru bersifat reaktif dan hanya efektif dalam jangka pendek. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu menreapkan strategi pembelajaran yang mendukung perkembangan regulasi emosi anak serta menjalin kerja sama yang konsisten dengan orang tua dalam menangani perilaku disruptif.
Analisis Gender pada Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-7 Tahun Juwita Novita Sari; Adharina Dian Pertiwi; Wilda Isna Kartika; Febry Maghfirah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kelamin terhadap kemampuan membaca  permulaan pada anak usia 5-7 tahun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan perkembangan literasi awal antara anak laki-laki dan perempuan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan kepada orang tua dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) darti 120 anak usia 5-7 tahun yang terdiri dari 60 anak laki-laki dan 60 perempuan. Data kemudia dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan komperatif untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca permulaan berdasarkan gender. Instrumen penelitian  indikator kemampuan membaca permulaan, yaitu pengenalan huruf vokal, kemampuan membentuk struktur kata sederhana seperti  KV dan VKV, serta kemampuan membaca kata dengan struktur yang lebih kompleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak perempuan memiliki kemampuan membaca permulaan yang lebih baik dibandingkan anak laki-laki, terutama dalam pengenalan huruf dan pembentukan kata sederhana. Namun, perbedaan tersebut semakin berkurang seiring meningkatnya kompleksitas struktur kata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan berbasis fonemik dapat mendukung perkembangan kemampuan membaca permulaan secara seimbang pada anak laki-laki dan perempuan.
Implementasi Storytelling Berbasis Buku Cerita pada Anak Speech Delay Usia 5–6 Tahun Aulia Novita Sari; Hasbi Sjamsir; Adharina Dian Pertiwi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8322

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan aspek penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini, namun masih ditemukan anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) sehingga mengalami kesulitan dalam mengekspresikan gagasan dan berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi storytelling berbasis buku cerita dalam mendukung perkembangan kemampuan berbicara anak speech delay usia 5–6 tahun di TK YPPSB Sangatta Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan subjek sebanyak lima anak yang teridentifikasi mengalami speech delay. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi storytelling berbasis buku cerita yang dilakukan melalui tahap pra-bercerita, saat bercerita, dan pasca-bercerita mampu meningkatkan kemampuan berbicara anak. Peningkatan tersebut meliputi penguasaan kosakata, kejelasan artikulasi, serta kemampuan menyusun kalimat sederhana. Kegiatan storytelling juga meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi. Storytelling berbasis buku cerita dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan kontekstual dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak speech delay.