Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Gaya Hidup, Financial Technology, dan Literasi Keuangan terhadap Pengelolaan Keuangan Karyawan (Studi Kasus: PT. Kido Mulia Indonesia) Selfiana Selfiana; Nasiruddin Nasiruddin; Roni Roni
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya hidup, financial technology, dan literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan karyawan PT Kido Mulia Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 1.464 karyawan tetap, sedangkan sampel sebanyak 315 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan uji kualitas data dan uji asumsi klasik yang menunjukkan seluruh instrumen valid dan reliabel serta memenuhi asumsi normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan (t = 2,969; p = 0,003), financial technology berpengaruh positif dan signifikan (t = 4,140; p = 0,000), serta literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan (t = 12,194; p = 0,000). Secara simultan, ketiga variabel juga berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan (F = 236,916; p = 0,000) dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,693, yang berarti 69,3% variasi pengelolaan keuangan dapat dijelaskan oleh gaya hidup, financial technology, dan literasi keuangan. Literasi keuangan merupakan variabel yang memberikan pengaruh paling dominan terhadap pengelolaan keuangan karyawan.
Pengendalian Internal dan Dokumentasi Transaksi terhadap Efektivitas Pengelolaan Kas UMKM: Mediasi Kepatuhan Prosedur di Kecamatan Kersana, Brebes Ayuni Dara Gustiandini; Dumadi Dumadi; Roni Roni; Amelia Sholehah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengendalian internal dan dokumentasi transaksi terhadap efektivitas pengelolaan kas, serta menganalisis peran mediasi kepatuhan prosedur pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya dominasi usaha mikro yang mencapai 99,7% dari total 10.266 UMKM di wilayah tersebut, yang mengindikasikan masih adanya kerentanan dalam praktik tata kelola keuangan dan pengelolaan kas usaha. Meskipun UMKM memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian daerah, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam penerapan sistem pengendalian dan pencatatan transaksi yang memadai. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pengelolaan kas melalui pendekatan model mediasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksplanatori dengan teknik analisis Structural Equation Modeling (SEM) berbasis IBM AMOS. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner berskala Likert lima poin kepada 385 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tujuh hipotesis yang diajukan diterima. Pengendalian internal dan dokumentasi transaksi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan kas serta kepatuhan prosedur. Selain itu, kepatuhan prosedur menjadi faktor yang paling kuat dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kas dan berperan sebagai mediator parsial pada kedua hubungan tersebut. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,58 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 58% variasi efektivitas pengelolaan kas. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan SOP kas yang sederhana, dokumentasi transaksi yang tertib, dan pengawasan kepatuhan prosedur guna mendukung keberlanjutan pengelolaan keuangan UMKM.
Pengaruh Fear of Missing Out (FOMO), Persepsi Imbal Hasil, dan Financial Self-Efficacy terhadap Keputusan Investasi Saham pada Mahasiswa di Kabupaten Brebes Savitri Zulfa Masfufah; Roni Roni; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumala Wulandari; Dumadi Dumadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9927

Abstract

Fenomena ketimpangan antara inklusi keuangan yang masif dan tingkat literasi finansial yang rendah akibat lonjakan investor baru dalam dinamika pasar modal saat ini ditempatkan sebagai pijakan krusial yang menginisiasi arah penelitian ini. Penelitian ini diarahkan untuk mengevaluasi peran fear of missing out (FOMO), persepsi imbal hasil, serta financial self-efficacy terhadap keputusan investasi saham pada mahasiswa di Kabupaten Brebes. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui pengadopsian kerangka Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai pijakan teoritis yang relevan. Purposive sampling diterapkan guna menjaring 114 responden sebagai sampel penelitian. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan mengoperasikan metode Partial Least Square (PLS) berbasis variance. Hasil bootstrapping mengonfirmasi variabel FOMO, persepsi imbal hasil, dan financial self-efficacy memberikan kontribusi positif terhadap keputusan investasi saham, baik dalam pengujian secara parsial maupun simultan. Posisi ketiga variabel tersebut sebagai faktor determinan yang mengakselerasi pengambilan keputusan investasi pada investor muda ditegaskan melalui temuan ini. Urgensi literasi keuangan yang terencana dan berkelanjutan direkomendasikan oleh hasil studi guna mengendalikan bias akibat dominasi financial self-efficacy dan persepsi imbal hasil, sekaligus dipergunakan untuk memitigasi dampak negatif dari tekanan emosional FOMO dalam setiap keputusan investasi saham yang diambil. Melalui temuan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman terkait aspek psikologis dan literasi keuangan secara lebih mendalam, sehingga mampu mendukung terbentuknya perilaku investasi yang lebih bijak dan rasional di kalangan generasi muda Indonesia.
Pengaruh Impulse Buying, Peer Influence, dan Financial Technology terhadap Financial Anxiety Generasi Z (Studi Empiris pada Mahasiswa di Kabupaten Brebes) Zahra Aulanisa; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumala Wulandari; Roni Roni; Dumadi Dumadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9930

Abstract

Financial anxiety menjadi salah satu permasalahan yang semakin banyak dialami oleh Generasi Z seiring meningkatnya tekanan ekonomi, perubahan pola konsumsi, pengaruh lingkungan sosial, serta perkembangan teknologi keuangan digital yang sangat pesat. Kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dan kualitas pengambilan keputusan keuangan individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh impulse buying, peer influence, dan financial technology terhadap financial anxiety pada Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 mahasiswa Generasi Z di Kabupaten Brebes yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares (PLS) berbantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil pengujian model pengukuran menunjukkan seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa impulse buying memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap financial anxiety. Sebaliknya, peer influence dan financial technology terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial anxiety. Temuan ini mengindikasikan bahwa tekanan sosial dari lingkungan pertemanan serta kemudahan akses layanan keuangan digital lebih dominan dalam meningkatkan kecemasan finansial dibandingkan perilaku pembelian impulsif. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan financial anxiety pada tingkat moderat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi dan manajemen keuangan, pengendalian pengaruh sosial, serta pemanfaatan teknologi keuangan secara lebih bijaksana guna mengurangi tingkat financial anxiety pada Generasi Z dan meningkatkan kesejahteraan finansial mereka secara berkelanjutan.
Pengaruh Persepsi Fluktuasi Harga Emas, Ekspektasi Inflasi, dan Literasi Keuangan terhadap Keputusan Investasi Emas (Studi Empiris Nasabah Pegadaian Unit Ketanggungan) Desi Nur Amelia; Roni Roni; Dumadi Dumadi; Hilda Kumala Wulandari; Anisa Sains Kharisma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10411

Abstract

Investasi emas merupakan instrumen keuangan yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mempertahankan nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan inflasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi fluktuasi harga emas, ekspektasi inflasi, dan literasi keuangan terhadap keputusan investasi emas pada nasabah PT Pegadaian (Persero) Unit Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling sebanyak 172 responden yang telah melakukan investasi emas dari total populasi 300 nasabah, menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima kategori dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi fluktuasi harga emas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi emas. Ekspektasi inflasi berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel dengan kontribusi pengaruh paling dominan dengan nilai beta terstandarisasi sebesar 0,767. Literasi keuangan berpengaruh negatif dan signifikan, mengindikasikan bahwa investor dengan pemahaman keuangan lebih tinggi cenderung mempertimbangkan diversifikasi instrumen investasi lainnya. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi emas dengan nilai koefisien determinasi sebesar 86,1%. Temuan penelitian menegaskan bahwa keputusan investasi emas terbentuk melalui pertimbangan persepsi kondisi ekonomi, ekspektasi perubahan makroekonomi, serta kapasitas individu dalam memahami dan memanfaatkan informasi keuangan sebagai landasan pengambilan keputusan yang rasional.
Pengaruh Pembelajaran Akuntansi Keuangan, Penggunaan E-Wallet dan Flexing terhadap Perilaku Hedonis Mahasiswa Akuntansi di Kota Cirebon Putri Wulandari; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumala Wulandari; Nasiruddin Nasiruddin; Roni Roni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10510

Abstract

Perilaku hedonis pada mahasiswa akuntansi menjadi fenomena yang semakin relevan di era digital, khususnya di tengah pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon yang stabil dan meningkatnya penetrasi teknologi finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran akuntansi keuangan, penggunaan e-wallet, dan flexing terhadap perilaku hedonis mahasiswa akuntansi di Kota Cirebon yang dilandasi Theory of Planned Behavior (TPB). Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan regresi linear berganda. Populasi penelitian berjumlah 1.622 mahasiswa akuntansi dari berbagai perguruan tinggi di Kota Cirebon, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert 1–5. Uji instrumen menunjukkan bahwa seluruh variabel valid dan reliabel. Hasil uji asumsi klasik membuktikan bahwa model regresi terbebas dari masalah normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran akuntansi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku hedonis (sig. 0,120 > 0,10), meskipun memiliki koefisien negatif yang mengindikasikan arah hubungan yang berlawanan. Sebaliknya, penggunaan e-wallet berpengaruh positif dan signifikan (sig. 0,004 < 0,10), begitu pula flexing yang berpengaruh sangat signifikan (sig. 0,000 < 0,10). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap perilaku hedonis dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,514 atau 51,4%. Kesimpulannya, perilaku hedonis mahasiswa lebih dominan dipengaruhi oleh faktor sosial dan teknologi digital daripada faktor akademik, sehingga diperlukan strategi penguatan pengendalian diri dan literasi keuangan.
Pengaruh Financial Knowledge, Penggunaan Pinjaman Online, dan Pengelolaan Utang, terhadap Risiko Gagal Bayar Pinjaman Generasi Z Kecamatan Losari Nurbaeti Rizkiyah; Roni Roni; Dumadi Dumadi; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumala Wulandari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10604

Abstract

Kemajuan teknologi keuangan (fintech) yang pesat telah memfasilitasi aksesibilitas pinjaman untuk Generasi Z. Namun, perkembangan ini secara bersamaan meningkatkan risiko gagal bayar yang disebabkan oleh pemahaman yang tidak memadai dan manajemen keuangan yang tidak memadai. Investigasi ini bertujuan untuk memeriksa dampak literasi keuangan, pemanfaatan pinjaman online, dan praktik pengelolaan utang terhadap kejadian gagal bayar pinjaman di kalangan Generasi Z yang tinggal di Kabupaten Losari. Kerangka metodologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, menggabungkan pendekatan deskriptif dan verifikatif secara terpadu. Populasi target penelitian ini terdiri dari individu Generasi Z di Kabupaten Losari, dengan ukuran sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik sampling acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online yang terstruktur, diikuti dengan analisis menggunakan regresi linier ganda yang didukung oleh SPSS versi 22. Temuan menunjukkan bahwa, secara terpisah, pengetahuan keuangan memberikan pengaruh negatif dan signifikan secara statistik terhadap risiko gagal bayar, sedangkan pemanfaatan pinjaman online dan manajemen utang menunjukkan korelasi positif dan signifikan secara statistik dengan risiko gagal bayar. Secara kolektif, ketiga variabel independen menunjukkan efek yang signifikan pada kemungkinan gagal bayar pinjaman, sebagaimana dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 79,5%. Hasil ini menggarisbawahi kebutuhan kritis untuk meningkatkan literasi keuangan dan mengatur penggunaan platform pinjaman digital guna mengurangi kerentanan keuangan di kalangan kelompok yang lebih muda.
Pengaruh Literasi Keuangan Digital, Pemahaman Informasi Keuangan, Kontrol Diri Keuangan terhadap Pengelolaan Keuangan (Studi Empiris pada Mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi) Nida Farikha; Roni Roni; Dumadi Dumadi; Amelia Sholeha; Nasiruddin Nasiruddin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13008

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan. Kemudahan penggunaan berbagai platform keuangan digital menuntut mahasiswa memiliki literasi keuangan digital, pemahaman informasi keuangan, dan kontrol diri yang baik agar mampu mengelola keuangan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan digital, pemahaman informasi keuangan, dan kontrol diri keuangan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 91 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial literasi keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan (t = 2,821; p = 0,006), pemahaman informasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan (t = 3,153; p = 0,002), serta kontrol diri keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan (t = 2,418; p = 0,018). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa (F = 37,325; p = 0,000). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,548 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan 54,8% variasi pengelolaan keuangan mahasiswa, sedangkan 45,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan digital, pemahaman informasi keuangan, dan kontrol diri keuangan berperan penting dalam membentuk pengelolaan keuangan mahasiswa yang lebih baik.
Pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan Literasi Keuangan Digital terhadap Perilaku Impulsive Buying di Kalangan Mahasiswa Gen-Z UMUS Brebes Lintang Mulyani; Nasiruddin Nasiruddin; Roni Roni; Dumadi Dumadi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13012

Abstract

Perkembangan ekonomi digital, media sosial, dan e-commerce telah meningkatkan kecenderungan perilaku impulsive buying pada Generasi Z, terutama akibat tingginya paparan promosi digital dan kemudahan transaksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan literasi keuangan digital terhadap perilaku impulsive buying mahasiswa Generasi Z Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 113 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas serta model regresi memenuhi asumsi klasik. Secara parsial, FOMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku impulsive buying (β = 0,761; p = 0,000), sedangkan literasi keuangan digital tidak berpengaruh signifikan (β = 0,120; p = 0,139). Secara simultan, FOMO dan literasi keuangan digital berpengaruh signifikan terhadap perilaku impulsive buying (F = 137,936; p = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,715 menunjukkan bahwa 71,5% variasi perilaku impulsive buying dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 28,5% dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikologis berupa FOMO memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan literasi keuangan digital dalam mendorong perilaku pembelian impulsif mahasiswa Generasi Z. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan perlu diimbangi dengan pengembangan kontrol diri dan kesadaran terhadap dampak FOMO dalam pengambilan keputusan konsumsi.
Pengaruh Kesadaran Pajak, Literasi Pajak dan Tingkat Pendapatan terhadap Kepatuhan Membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)-P2 di Kabupaten Banyumas Musini Niwiarti; Roni Roni; Hilda Kumalasari Wulandari; Anisa Sains Kharisma
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kesadaran Pajak, Literasi Pajak, dan Tingkat Pendapatan terhadap Kepatuhan Membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Banyumas. Pajak daerah memiliki peran penting sebagai sumber penerimaan daerah yang digunakan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada wajib pajak PBB-P2 di Kabupaten Banyumas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS untuk mengetahui pengaruh Kesadaran Pajak, Literasi Pajak, dan Tingkat Pendapatan terhadap Kepatuhan Membayar PBB-P2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesadaran Pajak, Literasi Pajak, dan Tingkat Pendapatan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, nilai Adjusted R Square menunjukkan bahwa variabel Kesadaran Pajak, Literasi Pajak, dan Tingkat Pendapatan mampu menjelaskan Kepatuhan Membayar PBB-P2 sebesar 68,5%, sedangkan sisanya sebesar 31,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa Kesadaran Pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Membayar PBB-P2. Literasi Pajak juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Membayar PBB-P2. Sedangkan Tingkat Pendapatan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Kepatuhan Membayar PBB-P2. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peningkatan kepatuhan wajib pajak dapat dilakukan melalui peningkatan kesadaran dan literasi perpajakan masyarakat.