Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA FLASH CARD PADA SISWA KELAS I DI SDN 2 LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO Hasan, Annisa Septianingrum; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8915

Abstract

Early reading skills are a crucial foundation in basic education, but problems at SDN 2 Limboto Barat, Gorontalo Regency, indicate the low competency of first-grade students in this aspect due to the lack of varied learning media. Initial observations indicated that out of 13 students, only 2 students (15%) had adequate reading skills. This study focused on efforts to improve these skills through the implementation of flashcard media, which was considered capable of attracting students' visual attention. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study was conducted in two cycles covering the stages of planning, action, observation, and reflection, with data collection through tests and observations. The research findings showed a significant progressive increase; in cycle I, learning completeness moved from 23% in the first meeting to 38% in the second meeting. The positive trend continued optimally in cycle II, where the success percentage jumped from 69% to 85% in the final meeting. This increase proves that flashcard media is effective in helping students recognize letters and syllables more easily and increasing learning enthusiasm. It was concluded that the implementation of flashcard media succeeded in significantly improving students' early reading skills, exceeding the established performance indicators. ABSTRAK Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi krusial dalam pendidikan dasar, namun permasalahan di SDN 2 Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, menunjukkan rendahnya kompetensi siswa kelas I dalam aspek ini akibat kurangnya variasi media pembelajaran. Observasi awal mengindikasikan bahwa dari 13 siswa, hanya 2 siswa (15%) yang memiliki kemampuan membaca memadai. Penelitian ini berfokus pada upaya peningkatan keterampilan tersebut melalui implementasi media flash card yang dinilai mampu menarik perhatian visual siswa. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi , dengan pengumpulan data melalui tes dan observasi. Temuan penelitian memperlihatkan peningkatan progresif yang signifikan; pada siklus I, ketuntasan belajar bergerak dari 23% pada pertemuan pertama menjadi 38% pada pertemuan kedua. Tren positif berlanjut secara optimal pada siklus II, di mana persentase keberhasilan melonjak dari 69% hingga mencapai 85% pada pertemuan terakhir. Peningkatan ini membuktikan bahwa media flash card efektif dalam membantu siswa mengenal huruf dan suku kata dengan lebih mudah serta meningkatkan antusiasme belajar. Disimpulkan bahwa penerapan media flash card berhasil meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa secara signifikan hingga melampaui indikator kinerja yang ditetapkan.  
MENINGKATKAN KREATIVITAS KARYA SENI 3 DIMENSI MELALUI MODEL PjBL PADA SISWA KELAS IV Budiman, Jihan Larasati; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Katili, Sukri; Pulukadang, Mimy Astuty; Husain, Rustam I
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8926

Abstract

Fine arts learning in elementary schools often faces obstacles in fostering student creativity, as found at SDN 7 Tapa, Bone Bolango Regency, which showed the low ability of fourth-grade students in creating 3-dimensional artworks due to the lack of variety in teaching methods and technical understanding. This study aims to address this problem by improving student creativity through the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study involved 18 students as research subjects carried out in two cycles, including the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection was carried out comprehensively through observation, interviews, performance tests, and documentation. The research findings showed a significant and consistent trend of increasing results; in cycle I, the percentage of students who were able to create increased from 6% in the first meeting to 33% in the second meeting. A more optimal increase was recorded in cycle II, where the success rate moved from 67% to finally reaching 78% in the final meeting. This achievement has clearly exceeded the established success indicators, so it can be concluded that the implementation of the PjBL model has proven effective in facilitating students to explore ideas and improve their technical skills and creativity in producing 3-dimensional works of art. ABSTRAK Pembelajaran seni rupa di sekolah dasar seringkali menghadapi kendala dalam menumbuhkan kreativitas siswa, sebagaimana temuan di SDN 7 Tapa Kabupaten Bone Bolango yang menunjukkan rendahnya kemampuan siswa kelas IV dalam membuat karya seni 3 dimensi akibat minimnya variasi metode pengajaran dan pemahaman teknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan meningkatkan kreativitas siswa melalui implementasi model Project Based Learning (PjBL). Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini melibatkan 18 siswa sebagai subjek penelitian yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui observasi, wawancara, tes kinerja, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan hasil yang signifikan dan konsisten; pada siklus I, persentase siswa yang mampu berkreasi meningkat dari 6% pada pertemuan pertama menjadi 33% pada pertemuan kedua. Peningkatan yang lebih optimal tercatat pada siklus II, di mana tingkat keberhasilan bergerak dari 67% hingga akhirnya mencapai 78% pada pertemuan terakhir. Capaian ini secara nyata telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model PjBL terbukti efektif dalam memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi ide dan meningkatkan keterampilan teknis serta kreativitas mereka dalam menghasilkan karya seni 3 dimensi.  
Meningkatkan Kemampuan Membuat Kerajinan Bunga melalui Media Audio Visual pada Siswa di Kelas IV SD Negeri 8 Suwawa Kabupaten Bonebolango Dalila, Dandriyanto; Pulukadang, Wiwy Triyanti; Pulukadang, Mimy Astuty; Karlan, La Ode; Katili, Sukri
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3058

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah melalui media audio visual dapat Meningkatkan kemampuan membuat kerajinan bunga melalui media audio visual pada siswa kelas IV SD Negeri 8 Suwawa Kabupaten Bone Bolango? Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan kemampuan membuat bunga melalui media audio visual pada siswa  kelas IV SD Negeri 8 Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan kemampuan membuat kerajinan bunga melalui media audio visual pada siswa kelas IV SD Negeri 8 Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Pada observasi awal dan wawancara yang dilakukan peneliti bersama wali kelas IV di SD Negeri 8 Suwawa terdapat 18 siswa dikelas IV penggunaan media audio visual dalam pembelajaran SBDP belum maksimal karena ditemukan beberapa siswa yang masih kurang mampu tentang pembuatan kerajinan bunga tercatat dari jumlah siswa 18 orang hanya 6 (33%) yang mampu akan pembuatan bunga dan 12 siswa (67%) yang belum mampu tentang pembuatan bunga. Pada pelaksanaan tindakan kelas terdiri dari 18 orang siswa pada siklus I hanya sebanyak 6 orang siswa yang mampu membuat bunga dari botol bekas dengan presentase 33% dan pada siklus II dari 18 orang siswa sudah sebanyak 14 orang yang mampu dengan presentase 89%. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan membuat kerajinan bunga melalui media audio visual pada siswa kelas IV SD Negeri 8 Suwawa Kabupaten Bone Bolango meningkat.
MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TIME TOKEN Djakaria, Widya Fransiska; Katili, Sukri; Husain, Rustam I; Nurdiyanti, Aina; Nurainun, Nurainun
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8545

Abstract

Learning discipline is a crucial element in achieving optimal educational outcomes. However, the reality at SDN 4 Bonepantai shows low discipline among fifth-grade students in Civics (PKn) due to the dominance of monotonous learning methods. This study focuses on efforts to improve student learning discipline through the implementation of the Time Token Cooperative Learning model, designed to train speech management and responsibility. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study involved 15 students and was conducted in two cycles encompassing planning, action, observation, and reflection. The results of quantitative data analysis showed significant, gradual improvement; in the first meeting of cycle I, the student discipline level reached only 27% (4 students) and increased to 40% (6 students) in the second meeting. The positive trend continued in cycle II, where the first meeting recorded a figure of 67% (10 students) and achieved the success target in the second meeting, with 80% (12 students) meeting the discipline indicators. The main conclusion of this study confirms that the implementation of the Time Token model has proven effective in building learning discipline, regulating active participation, and increasing student compliance with rules in Civics learning. ABSTRAK Disiplin belajar merupakan elemen krusial dalam pencapaian hasil pendidikan yang optimal, namun realitas di SDN 4 Bonepantai menunjukkan rendahnya kedisiplinan siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) akibat dominasi metode pembelajaran yang monoton. Penelitian ini berfokus pada upaya peningkatan disiplin belajar siswa melalui implementasi model Cooperative Learning tipe Time Token yang dirancang untuk melatih manajemen bicara dan tanggung jawab. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini melibatkan 15 siswa dan dilaksanakan dalam dua siklus yang mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan secara bertahap; pada siklus I pertemuan pertama, tingkat kedisiplinan siswa hanya mencapai 27% (4 siswa) dan meningkat menjadi 40% (6 siswa) pada pertemuan kedua. Tren positif berlanjut pada siklus II, di mana pertemuan pertama mencatat angka 67% (10 siswa) dan mencapai target keberhasilan pada pertemuan kedua dengan 80% (12 siswa) siswa telah memenuhi indikator kedisiplinan. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa penerapan model Time Token terbukti efektif dalam membangun kedisiplinan belajar, mengatur partisipasi aktif, serta meningkatkan kepatuhan siswa terhadap aturan dalam pembelajaran PKn.