Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

KONTRIBUSI TAMAN SISWA DALAM MENGEMBANGKAN MODEL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN PADA ERA KOLONIAL Fitrianto, Ega Millenio; Nugroho, Medy Afrista; Birsyada, Muhammad Iqbal
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 5, No 2 (2025): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v5i2.3090

Abstract

Pendidikan pada masa Hindia Belanda masih menggunakan sistem pendidikan kolonial yang ideal. Melalui Institut Taman Siswa sebagai wadah perjuangan pendidikan nasional yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara berkontribusi dalam pengembangan model pendidikan dan pengajarannya yang berbeda dengan model pendidikan kolonial Hindia Belanda sebagai langkah dalam tujuan Taman Siswa untuk memperjuangan pendidikan  yang lebih humanis terhadap seluruh rakyat Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang kontribusi taman siswa pada masa kolonial terkait dalam pengembangan model dan pengajarannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Taman Siswa berkontribusi dalam pengembangan model pendidikan dan pengajarannya melalui Sistem Among dengan konsep tiga filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara lalu dengan tri pusat pendidikannya mampu menciptakan metode pengajarannya yang berpusat pada siswa. Dari hal-hal tersebut Taman Siswa telah berhasil menjadi institusi pendidikan yang berkontribusi dalam mengembangkan model pendidikan dan pengajaraanya pada masa Hindia Belanda yang kemudian filosofi pendidikannya masih ada sampai sekarang. 
Peningkatan Digitalisasi Sejarah dan Tradisi Lisan Untuk Mendukung Wisata Religi Makam KHR. Bagus Khasantuka di Senuko Birsyada, Muhammad Iqbal; Wibowo, Bayu Ananto; Fairuzabadi, Muhammad; Listyawan, Irfan; Nur Jannah, Aisyiyah Faj’ri; Nurhakim, Habib Akbar; Andani, Devi; Adi, Angger Seta
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16355

Abstract

Secara praksis pengembangan pariwisata dan kebudayaan memegang peranan krusial dalam kemajuan ekonomi serta penguatan identitas nasional. Salah satu destinasi wisata religi di wilayah Sleman Yogyakarta adalah komplek Sendang dan Makam K.H.R. Bagus Khasantuka. Komplek tersebut adalah masuk katagori wisata religi  di Padukuhan Senuko Desa Sidoagung Godean-Sleman. Namun, sejak tahun 2015 sampai 2024 kawasan wisata religi Makam K.H.R. Bagus Khasantuka mendapatkan tantangan dalam menghadapi era digital saat ini. Tantangan tersebut salah satunya adalah dalam  mempromosikan dan melestarikan destinasi wisata religi secara digital melalui teknologi informasi yang terpadu. Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat sekitar tentang pentingnya digitalisasi dalam pelestarian dan promosi sejarah lisan serta tradisi lokal menjadi salah satu hambatan utama dalam memperluas jangkauan promosi wisata. Tujuan Pengabdian ini untuk mengatasi gap antara potensi wisata religi dan realisasi kunjungan, serta rendahnya kapasitas digital masyarakat Senuko Sidoagung. Secara spesifik, program ini dirancang untuk meningkatkan digitalisasi tradisi lisan dan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam promosi pariwisata, dengan harapan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan, pada akhirnya mendukung ekonomi lokal. Pengabdian ini dilaksanakan menggunakan metode kolaboratif antara tim Pengabdi dengan masyarakat Padukuhan Senuko melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan pengembangan konten digital, promosi digital, teknik digitalisasi, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi.  Hasil dari kegiatan Pengabdian diantaranya  masyarakat mulai terbangun kesadarannya untuk ikut mengembangkan destinasi wisata religi di komplek Sendang Bagusan dan Makam K.H.R Bagus Khasantuka dengan partisipatif aktif. Kelompok masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan digitalisasi mendapatkan keterampilan khusus berupa pengembangan media sosial khususnya dalam pengelolaan website, instagram, tiktok, facebook dan yutube secara aktif untuk mengembangkan platform media Khasantuka.id. 
Jejak Sejarah Tradisi Intelektual Nahdlatul Ulama pada Masa Awal Pendirian (1920-an) Devitasari, Amelia Chintya; Aulivia Putri, Frisca Diana; Birsyada, Muhammad Iqbal
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 5, No 2 (2025): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v5i2.3038

Abstract

This study examines the historical traces and intellectual traditions of Nahdlatul Ulama (NU) in its early days, focusing on NU's role in the struggle for Indonesian independence and the development of moderate and progressive religious and socio-political traditions. The background of this study is based on the importance of understanding how NU, as a religious organization rooted in the Ahlus Sunnah wal Jamaah tradition and Islamic boarding schools, contributed to maintaining local Islamic identity, fighting Dutch colonialism, and strengthening the unity and nationalism of Muslims in Indonesia. The method used is a literature review with content analysis techniques. It collects and examines various secondary sources in the form of scientific articles, books, and research related to NU's intellectual tradition and its socio-political role. The study results show that NU has succeeded in integrating traditional values with contextual renewal of thought, through the teaching of yellow books in Islamic boarding schools and the Jihad Resolution fatwa that motivates the struggle for independence. NU also plays an active role in building a network of ulama, strengthening traditional Islamic education, and developing a nationalist movement that rejects identity politics and prioritizes moderate and tolerant Islam. The implications of this research confirm that NU is not only a normative religious organization but also a progressive and adaptive socio-political force in facing the challenges of modernity and colonialism, and has a strategic role in shaping the character of the nation and maintaining national harmony in Indonesia.
From Pulpit to Sidewalk: Reverend Agus Sutikno’s Social and Symbolic Practices in Forming an Emancipatory Community for Vagrant Kids: Dari Mimbar ke Trotoar: Praktik Sosial dan Simbolik Pendeta Agus Sutikno dalam Membentuk Komunitas Emanspiatoris Bagi Anak Jalanan Kinasih, Maria Dominika Tyas; Birsyada, Muhammad Iqbal
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 4 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i4.5853

Abstract

Street children are part of marginalized communities. The presence of street children often causes stigma, such as: synonymous with violence, juvenile delinquency, and moral degradation. However, there are communities that accept, embrace, and care for street children. One of them, comes from a religious figure, namely Pastor Agus Sutikno. The figure, who has a unique and eccentric appearance, dedicates his life to caring for street children. This type of research is an interpretative Phenomenological Research with a qualitative approach. Data collection was done with data collection tools used in this study in the form of observation, documentation, in-depth interviews, and literature studies. The results of research showed that the ministry conducted by Pastor Agus Sutikno does not look at ethnicity, religion, race, and Customs and through this ministry, street children get education and work.
SYMBOLISM AND ECOLOGY IN THE LUBARAN TRADITION: A DESCRIPTIVE STUDY OF THE LOCAL WISDOM OF LOGANDU KARANGGAYAM KEBUMEN: SYMBOLISM AND ECOLOGY IN THE LUBARAN TRADITION: A DESCRIPTIVE STUDY OF THE LOCAL WISDOM OF LOGANDU KARANGGAYAM KEBUMEN Khotimah, Husnul; Birsyada, Muhammad Iqbal
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 4 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i4.5916

Abstract

Indonesian farmers are closely connected to various ritual traditions, these traditions form local wisdom in ecological communities, The Logandu Karanggayam Kebumen Central Java community cannot be separated from the existence of ancestral traditional rituals which include various interconnected elements, The rapid progress of science and technological developments as well as the influence of modern globalization, are increasingly eroding local wisdom in society, Such conditions can reduce the sacred value and meaning of existing traditions, The Lubaran tradition is still carried out and preserved by farmers in Logandu village, Karanggayam, Kebumen, Central Java, The implementation of the Lubaran Tradition has two motive parameters, namely because of motive and in order to motive, The research aims to identify the meaning, implementation process and role of the community in preserving traditions, The object of this study focuses on the symbolic meaning and purpose of carrying out the Lubaran tradition in the farming community of Logandu village, Karanggayam, Kebumen, Central Java, This local wisdom is certainly full of meaning and cultural values, so it is very important to conduct studies as an effort to introduce one aspect of culture to the next generation of the nation, The research method used is qualitative with an ethnographic approach,
Social Capital and the Use of Dual Currency at the Border (A Case Study of Economic Activities on Sebatik Island): Kapital Sosial dan Penggunaan Mata Uang Ganda di Perbatasan (Studi Kasus Kegiatan Ekonomi di Pulau Sebatik) T, Nurlinda; Birsyada, Muhammad Iqbal
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 4 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i4.5881

Abstract

Sebatik Island is located in North Kalimantan Province and is a border area of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) and the outermost region of Indonesia. This island is controlled by two countries, namely the northern part of Sebatik is controlled by the Kingdom of Malaysia and the southern part of Sebatik is controlled by the Republic of Indonesia with the separation of the territory using the coordinate point 4°10' according to the London Convention of 1891. This island is known as a border area, the outermost island of Indonesia, and the foremost island of the NKRI. The Sebatik community has local wisdom where in this region there are two currencies used by the community as a means of buying and selling transactions, namely the Malaysian Ringgit and the Indonesian Rupiah. This research employs a qualitative strategy through the use of case study technique. The data gathering process is carried out by observation, in-depth interviews, and documentation. This investigation employs data reduction, data display, and conclusion drafting as its data analysis approach. The findings of this investigation show that the life of the Sebatik community is a life that is typical of the Malindo (Malaysia – Indonesia) cross-border and various types of goods are traded between Sebatik Indonesia and Tawau Malaysia and this economic activity has been well established for decades and has become a mutual symbiosis between these two regions.
MAKNA AKULTURASI HINDU BUDDHA PADA ARSITEKTUR CANDI PLAOSAN Sahruni, Sahruni Sahruni; Birsyada, Muhammad Iqbal
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/fkip.v3i2.2161

Abstract

The purpose of this study was to see: (1) Hindu-Buddhist influence on the Plaosan Temple architecture, (2) The meaning of architecture and its relation to the Hindu-Buddhist tradition of the Plaosan Temple.The method used in this research is literature combined with observation and in-depth interviews to complement the data. Literature is sourced from books, journals and final reports of the after-retirement of the Central Java Cultural Heritage Conservation Center. Interviews involve historians, academics, and historical activists. The data collected is then processed and displayed so that it can be concluded.The results showed that (1) the combination of Hindu and Buddhist architecture can be seen from the ancillary temples and the ancillary stupas found in the Plaosan Temple complex. The Perwara Temple in the Plaosan Temple complex has Hindu architectural features which can be seen from the top of the temple which is shaped like a pearl, while the Perwara Stupa in the Plaosan Temple complex has Buddhist architectural features that can be seen from the top of the temple which is shaped like a stupa. (2) The Hindu-Buddhist acculturation at the Plaosan Temple complex reflects the harmony between the two religions. In addition, the Plaosan Temple complex is associated with 72 Perwara Temples and 268 Perwara Stupas, as well as many statues and inscriptions depicting a society that is humanist, harmonious and has a high spirit of mutual cooperation.Keywords: acculturation, architecture, plaosan temple
PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL YANG DITARGETKAN TERBIT DI JURNAL ILMIAH: AKTUALISASI GURU MGMP SEJARAH MA SE-DI YOGYAKARTA Saefudin, Arif; Birsyada, Muhammad Iqbal; Fahruddin, Fahruddin; Wibowo, Bayu Ananto; Darsono, Darsono; Triwahana, Triwahana; Siswanta, Siswanta; Adi, Angger Setia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29091

Abstract

Untuk memenuhi tuntutan sumberdaya manusia yang unggul dan kompeten di bidangnya, maka guru harus membekali dirinya dengan ilmu-ilmu yang dibutuhkan dalam kehidupan. Hal ini dimungkinkan dengan diberinya kebebasan beraktivitas dan berkreativitas selama batas-batas wajar tertentu. Guru dituntut untuk belajar banyak, bukan hanya dari proses kegiatan belajar mengajar saja, tetapi juga dari kegiatan-kegiatan di luar yang dapat meningkatkan kompetensinya. Oleh karena itu, Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta mengadakan kegiatan “Diklat Penulisan Karya Tulis Ilmiah guru MGMP Sejarah MA se-DI Yogyakarta”. Peserta pada kegiatan tersebut adalah guru-guru sejarah yang berjumlah sejumlah 53 guru. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari dan dilanjutkan dengan penugasan secara mandiri terstruktur. Selain mendapatkan pengetahuan baru, peserta diklat juga berkesempatan untuk berinteraksi dan berdiskusi dengan rekan sejawat, yang dapat membuka wawasan dan menambah inspirasi dalam mengembangkan metode pengajaran. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik langsung yang memungkinkan para guru untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh selama diklat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para guru dapat lebih termotivasi dalam menciptakan karya tulis ilmiah dan inovatif yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah mereka. Setelah kegiatan berakhir, para peserta mendapatkan sertifikat setara 32 JP yang dapat digunakan untuk pengembangan profesi. Sertifikat ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan usaha mereka dalam meningkatkan kompetensi sebagai guru. Melalui kegiatan semacam ini, MGMP Sejarah MA se-DI Yogyakarta berharap dapat terus mendukung dan mendorong para guru untuk terus berkembang dan berinovasi, sehingga dapat menciptakan generasi muda yang unggul dan kompeten di masa depan.
OPTIMALISASI PROMOSI WISATA RELIGI BERBASIS PELATIHAN DAN DIGITALISASI SEJARAH LISAN DI SENDANG KASIHAN, DESA TAMANTIRTO, BANTUL, YOGYAKARTA Saefudin, Arif; Birsyada, Muhammad Iqbal; Wibowo, Bayu Ananto; Fairuzabad, Mohammad; Murliasari, Rikha
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36531

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan media digital untuk promosi wisata serta melatih proses digitalisasi sejarah lisan di Sendang Kasihan, Bantul. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang promosi digital dan keterbatasan keterampilan dalam mendokumentasikan warisan budaya menjadi kendala dalam pengembangan wisata religi di daerah tersebut. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat diajarkan teknik promosi digital dan pengemasan cerita lokal dalam format digital yang informatif dan menarik. Hasil program ini menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan strategi promosi modern dan mendigitalisasi sejarah lisan. Arsip digital yang dihasilkan tidak hanya menjaga keberlanjutan warisan budaya tetapi juga meningkatkan aksesibilitas informasi bagi wisatawan dan peneliti. Promosi berbasis digital berperan signifikan dalam meningkatkan daya tarik wisata dan memperluas jangkauan promosi, yang berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Selain itu, program ini mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dengan membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan model pelatihan dan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat mandiri dalam mengelola dan mempromosikan potensi wisata mereka secara efektif, sehingga wisata religi Sendang Kasihan dapat berkembang secara berkelanjutan.
PENDAMPINGAN WISATA BERBASIS PENDIDIKAN DAN KESEJARAHAN PADA MASYARAKAT DI SEKITAR RAWA KALIBAYEM NGESTIHARJO Birsyada, Muhammad Iqbal; Darsono, Darsono; Wibowo, Bayu Ananto; Fahruddin, Fahruddin; Triwahana, Triwahana; Febriansyah, Aldrin; Siswanta, Siswanta
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11184

Abstract

Lokasi Rawa Kalibayem terletak di Kalurahan  Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Tempat ini memiliki potensi wisata dan nilai sejarah yang besar di mana Rawa Kalibayem pernah menjadi tempat uji coba kapal selam pertama milik Indonesia pada tahun 1947-1948. Apabila ditata serta dikelola  dengan baik, Rawa Kalibayem dapat menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat sekaligus sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Bantul. Potensi Rawa Kalibayem sangat besar apabila masyarakat dapat bekerjasama dan mampu memberdayakan kemampuannya dengan pengelolaan Rawa Kalibayem yang sehat dan baik. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode sosialisai dan pendampingan partispasi aktif dengan masyarakat. Hasil pengabdian ini ditemukan fakta di lapangan bahwa kondisi sosial masyarakat masih kurang sadar akan pelestarian dan pengembangan kawasan wisata Rawa Kalibayem.  Kondisi lokasi yang kurang terawat seperti banyaknya sampah dan enceng gondok menandakan area Rawa Kalibayem masih belum dioptimalkan untuk wisata masyarakat. Selain itu kurangnya koordinasi antara warga sekitar dengan pemerintah desa menyebabkan tidak berkembangnya pengelolaan area wisata ini. Oleh sebab itu, diperlukan sosialisasi kepada masyarakat  mengenai menejemen pengelolaan desa wisata berbasis edukasi, sejarah dan budaya kepada masyarakat di Kalurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul dengan melibatkan berbagai elemen seperti pihak Kalurahan, Pokdarwis dan masyarakat setempat. Keterbatasan waktu dalam pengabdian ini memberikan masukan untuk dilakukan tindaklanjut dengan fokus pada pendampingan pengembangan wisata Pendidikan dan Kesejarahan serta melakukan rekonstruksi Kembali narasi sejarah Rawa Kalibayem. Kata kunci: Pendampingan, Wisata, Pendidikan, Kesejarahan, Rawa Kalibayem