Articles
ANALISIS KEBIJAKAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK DALAM KONTEK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PADA PEMBANGUNAN NASIONAL DI KAB. SUKOHARJO
. Maryatun;
. Wahyuni
Gaster Vol 4 No 2 (2008): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.478 KB)
kekerasan dalam rumah tangga perlu mendapatkan kajian analisa kebijakan pemerintah karena dampak akibat terjadinya kekerasan rumah tangga akan berkaitan dengan kesejahteraan dalam rumah tangga. Analisa kebijakan akan masalah kekerasan dalam rumah tangga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah baik dari segi perlindungan maupun undang-undang yang mendukung pada masalah ini. Dampak yang ditimbulkan pada kasus ini dapat berupa fisik dan psikis yang berujung pada kemiskinan. Kemiskinan pada kenyataannya memberikan beban pada pemerintah. Â Keywords :Kekerasan dalam rumah tangaa, kebijakan pemerintah
HUBUNGAN DEMAND KB DENGAN PEMAKAIAN METODE KONTRASEPSI IUD WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKOHARJO
. Maryatun;
Indarwati .
Gaster Vol 7 No 1 (2010): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (146.804 KB)
Upaya pemerintah dalam menggalakan program KB di Kabupaten Sukoharjo  mampu menekan tingkat fertilitas dari angka 4,3 pada tahun 1980 menjadi 1,5 pada tahun 2000. Keberhasilan ini perlu dicermati oleh karena sumbangan penurunan fertilitas berasal dari pemakaian metode kontrasepsi Non MKJP yang secara tidak langsung menunjukan angka droup out yang relatif tinggi. Setiap pasangan yang menggunakan kontrasepsi dilandasi keinginan yang jelas, apakah untuk menunda kehamilan dan mengatur kelahiran ataupun membatasi jumlah anak. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara demand KB dengan pemakaian metode kontrasepsi IUD. Mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap pemakaian metode kontrasepsi IUD. Metode Penelitian : Penelitian menggunakan data primer 2007. Design penelitian cross sectional terhadap 187 wanita berumur 20-49 tahun, kawin, mempunyai anak lebih atau sama dengan satu dan menggunakan metode kontrasepsi modern kurang dari satu tahun. Analisis data dengan univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara analisis bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara demand/alasan KB , jumla anak dengan pemakaian metode kontrasepsi IUD (p<0,05), sedangkan akses pelayanan tidak menunjukan hubungan dengan pemakaian metode kontrasepsi IUD (p>0,05). Faktor yang paling berpengaruh terhadap pemakaian metode kontrasepsi IUD adalah Demand KB.
PENGARUH PEMBERIAN SUSPENSI BUBUK KEDELAI TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH DIABETUS MELITUS YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOZIN
Wahyu Purwaningsih;
Maryatun .
Gaster Vol 7 No 2 (2010): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.229 KB)
Seiring dengan kemakmuran yang meningkat mempengaruhi pola makan dan gaya hidup seseorang. Pola makan dengan komposisi makanan yang terlalu banyak mengandung protein,lemak, gula, garam dan gaya hidup yang sangat sibuk, duduk di belakang meja menyebabkan tidak adanya kesempatan untuk rekreasi atau olah raga sehingga menyebabkan tingginya angka penyakit. Salah satunya mengakibatkan penyakit metabolik seperti diabetes mellitus. Pengobatan dan pencegahanpun mengalami perkembangan sejalan dengan tumbuhnya berbagai macam penyakit. Pemanfaatan Tumbuhan sebagai salah satu alternatif pilihan. Kedelai kuning merupakan salah satu alternatif tumbuhan yang dapat dimanfaatkan karena kandungannya yang bermanfaat sebagai antibiabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah, akibat pemberian suspensi bubuk kedelai pada tikus jantan DM yang diinduksi STZ.  Metoda: jenis penelitian ini adalah eksperimen murni ,pre post test control group design terhadap tikus jantan galur Wistar. Sampel terdiri dari 30 ekor tikus (Rattus norvegicus) jantan usia 6-7 minggu dengan berat badan 150 - 300 gram yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu K1 : tidak diinduksi STZ dan tidak diberi suspensi bubuk kedelai kuning , K2 : diinduksi STZ dan tidak diberi suspensi bubuk kedelai kuning, K3 : diberi suspensi bubuk kedelai kuning dosis I ( 200 mg/kgBB/hr ) setelah diinduksi STZ dan terjadi hiperglikemi, K4 yang diberi suspensi bubuk kedelai kuning dosis II (400 mg/kgBB/hr) setelah diinduksi STZ dan terjadi hiperglikemi, K5 yang diberi suspensi bubuk kedelai kuning dosis III ( 800 mg/kgBB/hr ) setelah diinduksi STZ dan terjadi hiperglikemi.Sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan pemeriksaan glukosa Hasil: Hasil analisis data t-test dan Anova menunjukkan terdapat perbedaan rerata glukosa darah, Kesimpulan pemberian suspensi bubuk kedelai kuning dapat menurunkan kadar glukosa pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin  Kata Kunci: Kedelai kuning, Diabetes melitus.
KAJIAN PERSEPSTIF GENDER PERAN PRIA DALAM PENGGUNAAN KONTRASEPSI
. Maryatun
Gaster Vol 8 No 1 (2011): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (118.363 KB)
Abstrak : Rendahnya Peran serta pria dalam keluarga berencana adalah pelaksanaan program selama ini cenderung lebih diarahkan kepada kaum perempuan/ibu, lingkungan social budaya beranggapan bahwa KB adalah urusan istri, kurangnya kegiatan KIE bagi kaum pria atau suami, tidak meratanya penyebaran materi KIE tentang partisipasi pria dalam berKB, Pendekatan program KB dan KR kepada pria masih kurang. Era baru program KB dan kesehatan reproduksi telah mengarah pada perspektif dan kebutuhan klien dengan menghapus segala bentuk paksaan dalam penggunaan kontrasepsi dan memberikan kebebasan untuk memilih jenis kontrasepsi sesuai keinganannya. Hal ini sesuai dengan azas hak-hak reproduksi, yaitu hak yang secara bebas dan bertanggung jawab untuk memilih informasi dan teknologi untuk mengatur proses reproduksinya  Kata Kunci :peran serta pria, keluarga berencana
METODE CLINIC-BASED DAN COMMUNITY EMPOWERMENT PADA PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN KONSELOR SEBAYA DALAM PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI KABUPATEN SUKOHARJO
. Maryatun;
. Wahyuni
Gaster Vol 8 No 2 (2011): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.153 KB)
Abstrak : Kantor Pemberdayaan Perempuan merupakan dinas yang bertanggung jawab langsung terhadap kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi remaja. Dinas ini berada di bawah pemerintah daerah Sukoharjo. Dinas KPP (Kantor pemberdayaan Perempuan) mengakui akan pentingnya informasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Akan tetapi Dinas KPP dan KB  dengan keterbatasan tenaga dan dana tidak bisa melakukan kegiatan ini secara luas sesuai dengan yang diharapkan. Belum adanya kerja sama dengan berbagai dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Departemen Agama dan Pemda membuat kegiatan ini belum dapat disosialisasikan secara lebih luas dan sesuai dengan sasaran yang di harapkan. Tujuan : Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk PIK KRR (Pusat Informasi Dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) sebagai suatu wadah untuk memberikan informasi kesehatan reproduksi secara tepat bagi remaja. Metode yang digunakan adalah Metode Clinic-Based Dan Community Empowerment Pada Pemberdayaan Pendidik Dan Konselor Sebaya Dalam Program Kesehatan Reproduksi Remaja Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat diperoleh yaitu pada tahap pertama yaitu pelatihan kesehatan reproduksi dapat berjalan dengan baik dan telah terbentuk 20 PIK KRR disetiap SMU/SMK. Pelaksanaan pada tahap kedua yaitu pendampingan dilapangan sebagian besar sudah dapat dilaksanakan. Hambatan yang dirasakan pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pada tahap kedua. Masih terdapat sebagian kecil sekolah yang belum memaksimalkan kegiatan pada saat pendampingan. Pada pelaksanaan pendampingan ini role model hanya memberikan penyuluhan di sekolah. Kegiatan pendampingan belum dilaksanakan di masyarakat karena keterbatasan waktu yang ditentukan. Kata Kunci : Community empowerment, Pemberdayaan pendidik dan konselor sebaya, Kesehatan reproduksi remaja
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN KELUARGA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRA NIKAH PADA REMAJA ANAK JALANAN DI KOTA SURAKARTA
. Maryatun;
Wahyu Purwaningsih
Gaster Vol 9 No 1 (2012): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.127 KB)
Latar Belakang : Kesehatan reproduksi remaja merupakan bagian dari kesehatan remaja secara keseluruhan, karena gangguan kesehatan remaja akan menimbulkan gangguan pada sistem reproduksi selanjutnya. Perilaku seksual merupakan perilaku yang didasari oleh dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku. Perubahan-perubahan mendasar dalam sikap dan perilaku seksual dan reproduksi di kalangan remaja telah menjadi salah satu masalah sosial yang memprihatinkan masyarakat Indonesia, terutama dalam satu dekade terakhir ini. Tujuan : Menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku seks pranikah pada remaja anak jalanan di Kota Surakarta dan menganalisis peran keluarga terhadap perilaku seks pranikah pada remaja anak jalanan di Kota Surakarta. Metode : Penelitian deskriptif korelasi dengan metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sample menggunakan teknik quota sampling, dengan jumlah sample 104 orang responden anak jalanan di wilayah kota surakarta dengan menggunakan instrument penelitian menggunakan kuesioner. Hasil : Hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan uji Chi Square test dengan taraf signifikansi ( a =0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja anak jalanan yang melakukan perilaku seksual pranikah mempunyai pengetahuan rendah dan peran orang tua yang kurang baik. Dari analisis korelasi diperoleh hasil yang signifikan (P value < 0,05) yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku seksual pranikah anak jalanan Kota Surakarta  Kata Kunci : Pengetahuan, Peran Orang tua , Perilaku seksual pranikah
HUBUNGAN AKTIVITAS OLAHRAGA DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN SINDROM PRAMENSTRUASI DI DESA PUCANGMILIRAN TULUNG KLATEN
Ifana Nashruna;
. Maryatun;
Riyani Wulandari
Gaster Vol 9 No 1 (2012): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.381 KB)
Latar Belakang ; Sindrom pramenstruasi merupakan gejala fisik dan emosi yang dialami sebelum menstruasi. Salah satu penyebabnya adalah penurunan kadar endorphin selama fase luteal. Olahraga dapat meningkatkan produksi endorphin, sehingga olahraga direkomendasikan sebagai salah satu treatment untuk mengurangi sindrom pramenstruasi, selain karena penurunan kadar endorphin, sindrom pramenstruasi juga disebabkan karena obesitas (Indeks Massa Tubuh ≥25). Semakin meningkat Indeks Massa Tubuh (IMT) akan meningkat pula keluhan sindrom pramenstruasi. Tujuan; Mengetahui hubungan aktivitas olahraga dan obesitas dengan kejadian sindrom pramenstruasi di Desa Pucangmiliran Tulung Klaten. Metode; penelitian non eksperimen dengan metode analitik menggunakan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling, dengan jumlah sampel penelitian 119 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan timbangan, meteran dan cheklist. Analisa bivariat menggunakan uji Chi Square dan pada analisa multiviariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil: Hasil uji bivariat membuktikan bahwa aktivitas olahraga berhubungan dengan kejadian sindrom pramenstruasi (pvalue 0.008), dan obesitas berhubungan dengan kejadian sindrom pramenstruasi (pvalue 0.044) sedangkan pada uji multivariat membuktikan bahwa aktivitas olahraga (0.004) dan obesitas (0.020) dengan variabel kejadian sindrom pramenstruasi Phitung > Ptabel adapun variabel yang paling dominan mempengaruhi kejadian sindrom pramenstruasi adalah aktivitas olahraga dengan pvalue 0.004. Simpulan; Ada hubungan antara aktivitas olahraga dan obesitas dengan kejadian sindrom pramenstruasi di desa Pucangmiliran Tulung Klaten.  Kata Kunci : aktivitas olahraga, obesitas, sindrom pramenstruasi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DENGAN STATUS KELENGKAPAN IMUNISASI POLIO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANON I SRAGEN
Siti Nur Widayati;
. Maryatun
Gaster Vol 9 No 2 (2012): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.972 KB)
Latar  belakang: Imunisasi  polio merupakan  imunisasi  yang  diberikan  untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit polio. Penyakit polio masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, mengingat masih adanya kasus dan wabah polio di beberapa daerah di Indonesia.  Penting bagi orang tua untuk mengetahui mengapa, kapan, dimana, dan berapa kali anak harus diimunisasi. Di Wilayah Kerja Puskesmas I Tanon memiliki cakupan imunisasi polio paling rendah di Kabupaten Sragen yaitu polio I (95,3%), polio II (87,5%), polio III (83,2%), polio IV (100,0%). Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini akan menganalisa hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan status kelengkapan imunisasi polio di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon I Sragen? Tujuan: Mengetahui hubungan antara  tingkat pengetahuan  ibu  tentang  imunisasi polio dengan status kelengkapan imunisasi polio di Wilayah Kerja Puskesmas I Tanon Sragen. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan cross sectional terhadap 168 responden yaitu  ibu-ibu yang memiliki bayi usia 4-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon I Sragen. Hasil: Hasil analisa data uji chi square Pvalue X²tabel (7.175>5.591). Dapat diartikan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan status kelengkapan imunisasi polio di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon I Sragen. Kesimpulan: Ada hubungan yang signiï¬kan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan status kelengkapan imunisasi polio di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon I Sragen.Kata Kunci: Pengetahuan, Imunisasi Polio
PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRA NIKAH PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA
, Maryatun
Gaster Vol 10 No 1 (2013): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.173 KB)
Latar Belakang: Ketidaksiapan remaja menghadapi perubahan dalam dirinya termasuk  dorongan seks mulai meningkat dan sulit dikendalikan, tidak jarang hal tersebut menyebabkan konflik pada diri remaja. Situasi tersebut diperburuk dengan adanya kemudahan remaja dalam mengakses informasi tentang seks yang keliru melalui media cetak dan elektronik misalnya majalah, video dan internet. Kesempatan untuk diskusi tentang kesehatan reproduksi masih sangat terbatas, bahkan masih banyak orang tua dan guru yang menganggap tabu untuk dibicarakan. Orang tua seharusnya merupakan pihak pertama yang bertanggungjawab memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi bagi remaja, selain pihak sekolah melakukan pendidikan seksual untuk memotivasi pilihan yang sehat bagi siswa dalam perilaku seksualnya   Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran teman sebaya dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan studi potong lintang/ cross sectional. Lokasi penelitian di SMA Muhammadiyah 3 Kota Surakarta. Sampel penelitian ini adalah remaja siswa SMA Muhammadiyah 3 Surakarta yang berusia 14-17 tahun, belum menikah dan tinggal dengan orang tua kandung sebanyak 50 orang. Hasil Penelitian: Ada hubungan peran teman sebaya dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMA Muhammadiyah III Kota Surakarta. Hasil analisis data dengan Chi Square dalam taraf kepercayaan 95% (α = 5%), didapatkan hasil nilai p value sebesar 0,001 untuk peran teman sebaya dengan perilaku seksual pra nikah pada remaja di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta. Simpulan: Sebagian besar responden menyatakan memperoleh informasi seksualitas dari teman sebaya. Ada hubungan bermakna peran teman sebaya    dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Kata kunci: peran teman sebaya, perilaku seksual pranikah
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI SMK BATIK 1 SURAKARTA
Nurul Fatimah Nur Hidayah;
- Maryatun
Gaster Vol 10 No 2 (2013): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (101.687 KB)
Latar Belakang: Masa remaja merupakan suatu tahap dengan perubahan yang cepat dan penuh tantangan yang sulit. Pemahaman tentang perilaku seksual yang kurang pada masa remaja sangat merugikan bagi remaja sendiri termasuk keluarganya. Salah satu faktor penting yang berhubungan dengan perilaku seksual adalah pola asuh orang tua. Interaksi antara remaja dengan orang tua menunda bahkan mengurangi perilaku hubungan seksual pada remaja. Orang tua yang kurang memberikan perhatian kepada remaja akan mempercepat remaja tersebut untuk melakukan hubungan seksual dan begitu pula sebaliknya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMK Batik 1 Surakarta. Metode: Penelitian non eksperimental dengan metode analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratiï¬ed random sampling, dengan jumlah sampel penelitian 91 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pada analisa bivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil: Hasil penelitian pada analisa bivariat dengan uji Regresi Logistik diperoleh hasil bahwa pola asuh orang tua berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Simpulan: Ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMK Batik 1 Surakarta.Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua, Perilaku Seksual Pranikah