Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IMPLEMENTASI ASESMEN AUTENTIK BERBASIS PROYEK DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK: STUDI KASUS DI PERGURUAN TINGGI Muhammad Musawir; Atikah Nurul Asdah
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84133

Abstract

Implementasi Asesmen Autentik Berbasis Proyek dalam Pembelajaran Menyimak: Studi Kasus di Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi asesmen autentik berbasis proyek dalam pembelajaran menyimak, menganalisis efektivitasnya terhadap keterampilan menyimak mahasiswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap model asesmen tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif dalam desain studi kasus. Subjek penelitian adalah mahasiswa pada mata kuliah keterampilan menyimak di perguruan tinggi yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen autentik berbasis proyek dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, penilaian, dan refleksi. Implementasi tersebut terbukti efektif meningkatkan keterampilan menyimak mahasiswa dengan rata-rata skor meningkat dari 64,3 menjadi 80,0, terutama pada aspek evaluasi informasi. Mahasiswa juga menunjukkan tingkat keterlibatan dan persepsi positif terhadap asesmen ini, meskipun terdapat kendala pada aspek adaptasi awal, teknis, dan waktu. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa asesmen autentik berbasis proyek tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan menyimak secara komprehensif dan kontekstual.
ANALISIS KESESUAIAN ASESMEN PEMBELAJARAN BAHASA DENGAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Muhammad Musawir
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian asesmen pembelajaran Bahasa Indonesia dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain evaluatif berbasis constructive alignment. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen instrumen asesmen, wawancara, dan observasi terbatas. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Indonesia pada satuan pendidikan yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Data dianalisis melalui teknik reduksi, kategorisasi, dan interpretasi, serta didukung dengan kuantifikasi persentase tingkat kesesuaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian asesmen berada pada kategori sedang (56%). Dimensi bernalar kritis dan kreatif memiliki tingkat kesesuaian tinggi, sementara dimensi beriman dan bertakwa, berkebinekaan global, serta gotong royong masih rendah dan belum terakomodasi secara eksplisit dalam instrumen asesmen. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan kurikulum dan praktik asesmen. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan instrumen asesmen yang lebih holistik dan integratif serta penguatan literasi asesmen guru untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis karakter.
EVALUASI IMPLEMENTASI ASESMEN DIAGNOSTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KURIKULUM MERDEKA Muhammad Musawir
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi asesmen diagnostik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain evaluatif berbasis model CIPP (Context, Input, Process, Product). Subjek penelitian meliputi guru Bahasa Indonesia dan siswa pada satuan pendidikan yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi asesmen diagnostik telah dilakukan, namun belum optimal. Pada aspek konteks, pemahaman guru masih terbatas pada tataran konseptual. Pada aspek input, keterbatasan instrumen dan pelatihan menjadi kendala utama. Pada aspek proses, pelaksanaan asesmen belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran. Pada aspek produk, asesmen diagnostik belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi asesmen guru, pengembangan instrumen diagnostik yang valid dan praktis, serta integrasi asesmen dalam pembelajaran berdiferensiasi. Temuan ini berkontribusi dalam pengembangan evaluasi pembelajaran bahasa dan implementasi asesmen pada kurikulum berbasis kebutuhan peserta didik.
SEMIOTIC ANALYSIS IN FORENSIC LINGUISTICS: THE MEANING OF SYMBOLS IN THE TEMPO NEWS OFFICE TERRORISM CASE Muhammad Musawir; Rahma Fitri Alifah
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2025): Language and Literature Studies
Publisher : LP2M UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v7i1.9473

Abstract

Abstract The act of terror against the Tempo Newsroom through the delivery of physical symbols such as a pig’s head and rat carcasses represents a complex form of threatening communication laden with symbolic meaning. This study examines how the symbolic meanings of these acts of terror can be interpreted through a semiotic approach within the framework of forensic linguistics, and how such symbols function as a form of non-verbal threat communication. The objective of this research is to analyze the pig’s head and rat carcasses as cultural signs used in the context of intimidation against independent media. This qualitative descriptive research employs semiotic theories (Saussure and Peirce), Bourdieu’s theory of symbolic violence, and forensic linguistic analysis of indirect speech acts. Data were obtained through document analysis of online news reports, public statements, and relevant academic literature. The findings reveal that the pig’s head and rat carcasses function as symbolic representamen socially constructed as acts of humiliation and warning. These signs carry connotations of impurity, filth, and threats directed at press institutions as a means of controlling freedom of expression. The symbols serve as indirect speech acts that are coercive and intimidating. The study concludes that symbolic violence in the form of non-verbal physical terror can serve as an effective tool of domination, especially when interpreted within the socio-political and cultural context in which it occurs.
A Parry Lord Theory Perspective on Formulaic Structures in ‘Anaq Maseri’ Bugis Oral Literature: An Interdisciplinary Study Andi Agussalim AJ; Abd Rahim; Muhammad Musawir; Devi Apyunita; Adriansyah Adriansyah
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1703

Abstract

The Bugis poem Anaq Maseri is a significant oral literary heritage rich in formulas and formulaic expressions. This study aims to identify the formulaic structures within Anaq Maseri through a corpus analysis using AntConc software, uncovering the linguistic patterns that constitute thematic repetitions, and interpreting the cultural expressions underlying these formulas. Data were collected via transcriptions of oral texts, word frequency and bigram analysis, and collocation networks to map the relationships between formulas. The research also involved interviews with five Bugis cultural practitioners and observations of oral literary performances. The results indicate that Anaq Maseri possesses strong formulaic patterns in the repetition of keywords such as muitaka (mirroring), matinro manuq-manuq (sleeping like a bird/light sleep), and langi (sky), which form a semantic network concerning self-reflection, life journeys, and Bugis cosmology. The analysis demonstrates alignment with the Parry-Lord theory of oral-formulaic composition while simultaneously revealing local cultural constructions within Bugis symbolism. This study enriches the interdisciplinary understanding of Nusantara oral literature and opens opportunities for educational applications based on formulaic analysis.