Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERFORMANCE-BASED ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH: STUDI EVALUATIF TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA: PERFORMANCE-BASED ASSESSMENT IN LEARNING REGIONAL LANGUAGES: AN EVALUATIVE STUDY OF STUDENTS' SPEAKING SKILLS Muhammad Musawir
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.4941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi performance-based assessment dalam pembelajaran bahasa daerah, khususnya dalam mengukur keterampilan berbicara mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif evaluatif dengan dukungan data kuantitatif deskriptif (embedded mixed-method). Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran dan asesmen, wawancara mendalam dengan dosen dan mahasiswa, serta analisis dokumen seperti Rencana Pembelajaran Semester (RPS), rubrik penilaian, dan hasil tugas mahasiswa. Data kuantitatif berupa skor keterampilan berbicara dianalisis secara deskriptif untuk melengkapi temuan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi performance-based assessment telah memberikan kontribusi positif dalam menciptakan praktik pembelajaran yang lebih autentik dan komunikatif. Namun demikian, terdapat ketidaksesuaian antara tujuan pembelajaran, desain instrumen asesmen, dan praktik evaluasi, khususnya pada aspek indikator penilaian yang belum sepenuhnya mengakomodasi dimensi kompetensi komunikatif secara komprehensif, termasuk aspek pragmatik dan sosiokultural. Selain itu, kualitas umpan balik dan kejelasan rubrik penilaian masih perlu ditingkatkan untuk mendukung fungsi formatif asesmen. Secara kuantitatif, capaian keterampilan berbicara mahasiswa berada pada kategori sedang hingga baik, meskipun interpretasi hasil masih dipengaruhi oleh keterbatasan instrumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas performance-based assessment sangat ditentukan oleh keselarasan antara tujuan pembelajaran, desain tugas, dan kualitas instrumen asesmen. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model asesmen berbasis kinerja yang lebih valid, reliabel, dan kontekstual dalam pembelajaran bahasa daerah.
INTEGRASI AI DALAM ASESMEN MENULIS: PELUANG DAN TANTANGAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA: AI INTEGRATION IN WRITING ASSESSMENT: OPPORTUNITIES AND CHALLENGES IN LANGUAGE LEARNING Muhammad Musawir
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.4942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam asesmen menulis serta mengidentifikasi peluang dan tantangan penggunaannya dalam pembelajaran bahasa. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain evaluatif, di mana data kualitatif menjadi fokus utama dan didukung oleh data kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan dosen dan mahasiswa, serta analisis dokumen berupa tugas menulis, hasil revisi, dan umpan balik dari sistem AI. Data kuantitatif diperoleh dari skor tulisan mahasiswa sebelum dan sesudah penggunaan AI menggunakan rubrik analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI berkontribusi positif dalam meningkatkan efisiensi asesmen dan kualitas umpan balik, khususnya pada aspek teknis penulisan seperti tata bahasa, kosakata, dan mekanik. Namun, AI masih memiliki keterbatasan dalam menilai aspek yang lebih kompleks, seperti koherensi, argumentasi, dan kreativitas. Selain itu, ditemukan tantangan pedagogis dan etis, termasuk ketergantungan mahasiswa, potensi bias algoritma, serta isu keaslian karya. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan skor tulisan mahasiswa setelah penggunaan AI, meskipun peningkatan tersebut lebih dominan pada aspek linguistik dibandingkan aspek konseptual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas integrasi AI dalam asesmen menulis sangat bergantung pada keselarasan antara teknologi, desain asesmen, dan praktik pedagogis. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model asesmen berbasis AI yang lebih valid, reliabel, dan kontekstual dengan menempatkan AI sebagai alat pendukung dalam kerangka asesmen yang kolaboratif dan berorientasi pada pembelajaran.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL, KOMUNIKATIF, KOOPERATIF DAN STRUKTURAL PADA TEKS PROSEDUR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Atikah Nurul Asdah; Muhammad Musawir
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi pendekatan pembelajaran dalam pembelajaran teks prosedur di sekolah menengah atas dengan menitikberatkan pada aktivitas dan interaksi siswa sebagai indikator utama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas menggunakan instrumen terstruktur pada berbagai pendekatan pembelajaran, yaitu kontekstual, komunikatif, kooperatif, dan struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual paling efektif dalam meningkatkan aktivitas siswa, sedangkan pendekatan komunikatif unggul dalam membangun interaksi pembelajaran. Pendekatan kooperatif efektif dalam mendorong kerja sama, namun menunjukkan ketimpangan partisipasi, sementara pendekatan struktural mendukung pemahaman sistematis tetapi kurang kontekstual. Simpulan penelitian menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran ditentukan oleh integrasi pendekatan yang berorientasi pada aktivitas dan interaksi siswa.
IMPLEMENTASI ASESMEN AUTENTIK BERBASIS PROYEK DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK: STUDI KASUS DI PERGURUAN TINGGI Muhammad Musawir; Atikah Nurul Asdah
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84133

Abstract

Implementasi Asesmen Autentik Berbasis Proyek dalam Pembelajaran Menyimak: Studi Kasus di Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi asesmen autentik berbasis proyek dalam pembelajaran menyimak, menganalisis efektivitasnya terhadap keterampilan menyimak mahasiswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap model asesmen tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif dalam desain studi kasus. Subjek penelitian adalah mahasiswa pada mata kuliah keterampilan menyimak di perguruan tinggi yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen autentik berbasis proyek dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, penilaian, dan refleksi. Implementasi tersebut terbukti efektif meningkatkan keterampilan menyimak mahasiswa dengan rata-rata skor meningkat dari 64,3 menjadi 80,0, terutama pada aspek evaluasi informasi. Mahasiswa juga menunjukkan tingkat keterlibatan dan persepsi positif terhadap asesmen ini, meskipun terdapat kendala pada aspek adaptasi awal, teknis, dan waktu. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa asesmen autentik berbasis proyek tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan menyimak secara komprehensif dan kontekstual.
ANALISIS KESESUAIAN ASESMEN PEMBELAJARAN BAHASA DENGAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Muhammad Musawir
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian asesmen pembelajaran Bahasa Indonesia dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain evaluatif berbasis constructive alignment. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen instrumen asesmen, wawancara, dan observasi terbatas. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Indonesia pada satuan pendidikan yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Data dianalisis melalui teknik reduksi, kategorisasi, dan interpretasi, serta didukung dengan kuantifikasi persentase tingkat kesesuaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian asesmen berada pada kategori sedang (56%). Dimensi bernalar kritis dan kreatif memiliki tingkat kesesuaian tinggi, sementara dimensi beriman dan bertakwa, berkebinekaan global, serta gotong royong masih rendah dan belum terakomodasi secara eksplisit dalam instrumen asesmen. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan kurikulum dan praktik asesmen. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan instrumen asesmen yang lebih holistik dan integratif serta penguatan literasi asesmen guru untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis karakter.
EVALUASI IMPLEMENTASI ASESMEN DIAGNOSTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KURIKULUM MERDEKA Muhammad Musawir
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi asesmen diagnostik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain evaluatif berbasis model CIPP (Context, Input, Process, Product). Subjek penelitian meliputi guru Bahasa Indonesia dan siswa pada satuan pendidikan yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi asesmen diagnostik telah dilakukan, namun belum optimal. Pada aspek konteks, pemahaman guru masih terbatas pada tataran konseptual. Pada aspek input, keterbatasan instrumen dan pelatihan menjadi kendala utama. Pada aspek proses, pelaksanaan asesmen belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran. Pada aspek produk, asesmen diagnostik belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi asesmen guru, pengembangan instrumen diagnostik yang valid dan praktis, serta integrasi asesmen dalam pembelajaran berdiferensiasi. Temuan ini berkontribusi dalam pengembangan evaluasi pembelajaran bahasa dan implementasi asesmen pada kurikulum berbasis kebutuhan peserta didik.