Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Hierarki Kebutuhan Tokoh Park Tae-Jung dalam Drama Korea The Manipulated Kajian Abraham Maslow Naila Hayatin Nufus; Baiq Rismarini Nursaly; Hilmiyatun Hilmiyatun
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.19192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hierarki kebutuhan yang dialami oleh tokoh Park Tae-Jung dalam drama Korea The Manipulated Karya Oh Sang-Ho. Drama Korea ini mengisahkan tentang kehidupan seorang lelaki pengatar makanan yang hidupnya berubah total setelah mencoba membantu mengembalikan ponsel seorang wanita. Pendekatan yang digunakan adalah psikologi sastra dengan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow sebagai kerangka utama analisis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa pengamatan terhadap dialog, adegan, serta tindakan tokoh yang mencerminkan lima tingkat kebutuhan manusia, yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, kebutuhan sosial, penghargaan, serta aktualisasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi diri Park Tae-jung berhasil dicapai secara optimal melalui keberhasilannya membongkar kejahatan An Yohan dan membersihkan kembali namanya di mata umum. Keberhasilan membalas ketidakadilan ini menjadi wujud pemenuhan potensi tertinggi dan pemulihan harga diri Tae-jung, mengubahnya dari korban yang tidak berdaya menjadi individu mandiri yang mampu meraih kembali keadilan hidupnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa drama Korea The Manipulated tidak hanya menampilkan konflik individu, tetapi juga merefleksikan realitas sosial masyarakat yang menyatakan bahwa seseorang dengan pangkat tinggi dapat bebas menginjak hidup orang lain
Analisis Reduplikasi Cerpen Robohnya Suarau Kami Karya Ali Akbar Nafis Ulya, Sipatul; Annisa, Siti Raudatul; Muliana, Zaira; Sakila; Arizkia, Tria Nurfebri; Wathani, Sahrul; Nursaly, Baiq Rismarini
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/w65f7430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk reduplikasi yang terdapat dalam cerpen Robohnya Surau Kami karya Ali Akbar Navis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan morfologi. Sumber data penelitian adalah cerpen Robohnya Surau Kami, sedangkan data penelitian berupa kata-kata yang mengandung reduplikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Data dianalisis dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan bentuk-bentuk reduplikasi yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis reduplikasi yang dominan digunakan dalam cerpen, yaitu reduplikasi penuh yang ditemukan sebanyak 16 data dan reduplikasi berafiks yang ditemukan sebanyak 8 data. Reduplikasi tersebut digunakan untuk memperjelas makna, memberikan penegasan, serta memperkuat penggambaran peristiwa dan tokoh dalam cerita. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi kajian morfologi, khususnya dalam memahami fungsi reduplikasi dalam karya sastra sebagai alat penguatan ekspresi dan estetika bahasa. Dengan demikian, penggunaan reduplikasi dalam cerpen Robohnya Surau Kami tidak hanya berfungsi sebagai unsur kebahasaan, tetapi juga mendukung penyampaian pesan dan keindahan bahasa dalam karya sastra.
ANALISIS BAHASA ANAK USIA 6 TAHUN: Kajian morologis terhadap penggunaan kata berimbuan, reduplikasi dan kata majemuk Maulida, Amelia Siti; Mulkian, Danu Khairul; Auliya, Audi; Arini, Azizatul; Nursaly, Baiq Rismarini
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan anak usia enam tahun dalam menggunakan kata berimbuhan ,reduplikasi dan kata majemuk pada bahasa sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas lima anak yang berusia enam tahun yaitu Ilham, Eda, Farhat, Ila dan Pia. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, simak, rekam dan catatan. Selanjutnya, dianalisis menggunakan Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil analisis ini menunjukkan seluruh subjek telah mampu menggunakan bentuk-bentuk morfologis berupa kata berimbuhan, reduplikasi dan kata majemuk dalam komunikasi sehari-hari. Pada aspek afiksasi, anak telah menggunakan prefiks meN-,dan ber-,kan. Pada aspek reduplikasi ditemukan bentuk reduplikasi penuh, reduplikasi berimbuhan, serta reduplikasi yang telah mengalami leksikalisasi. Sementara itu, pada aspek kata majemuk, anak mampu menggunakan berbagai gabungan kata yang membentuk makna baru yang sesuai dengan konteks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan morfologis anak usia enam tahun telah berkembang dengan baik dan dipengaruhi oleh interaksi dengan keluarga ,lingkungan sekolah dan pengalaman berbahasa yang diperoleh dalam kehidupan sehari hari. Hasil penelitian ini diharapkan dapat  menjadi salah satu refrensi dalam kajian pemerolehan bahasa, khususnya perkembangan morfologi pada anak usia dini.
Variasi Pemakaian Bahasa Manggarai Desa Golo Sengang Kecamatan Sano Nggoang Kabupaten Manggarai Barat Sia Marifa; Baiq Rismarini Nursaly; Muh. Taufiq
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i2.973

Abstract

The aim of this research is to analyze and describe the variety of uses of the Manggarai language in Golo Sengang Village, West Manggarai. This research also wants to know the influence of the environment and community habits on the differences in language used in daily interactions. This research is a qualitative description. Data was collected through direct observation and interviews with local residents. Observations were carried out by being directly involved in the conversation, recording the conversation, and noting important things. The results of the research showed that there were variations in the use of words that were typical for certain individuals (idiolects) such as hau, ite, and met, as well as the use of different words. based on social status (sociolect) such as father, mother and mother. Apart from that, there are also variations in language use in agricultural and trade contexts, such as the words mawo (possibly meaning plant), woja (possibly meaning agricultural tools), and market.
An Analysis of inter-dialectal homonyms between Sasak Meno-Mene and Ngeto-Ngete dialects triggering communication misunderstandings Mutiah Ramadani Putri; Baiq Rismarini Nursaly; Siti Ariyani Rujiyah; Lina Puspita; Hastutik Hastutik; Nurlaili Hafizah
LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/lite.v21i2.15763

Abstract

This study examines inter-dialectal homonyms in the Sasak language, particularly between the Meno-Mene and Ngeto-Ngete dialects, and their potential to trigger communication misunderstandings among speakers. Previous studies on Sasak dialects have predominantly focused on phonological and lexical variations, while semantic differences involving homonymous lexicons across dialects remain underexplored. Therefore, this research aims to identify and analyze homonymous vocabularies shared by the two dialects and explain their implications for inter-dialectal communication. This study employed a qualitative descriptive method. The data consisted of oral utterances collected from native speakers of the Meno-Mene dialect in Sakra Selatan Village and the Ngeto-Ngete dialect in Kerongkong Village, East Lombok, as well as supporting written sources from relevant literature. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation techniques, while the data were analyzed using contextual semantic analysis. The findings reveal twenty homonymous lexicons that share identical phonological forms but convey different meanings in each dialect. These semantic discrepancies frequently lead to misunderstanding and ambiguity in daily communication among speakers from different dialectal backgrounds. The study demonstrates that identical lexical forms do not necessarily represent identical meanings across dialects, highlighting the importance of dialectal competence and contextual understanding in maintaining effective communication. This research contributes to the study of semantics and dialectology by providing insights into inter-dialectal semantic variation in the Sasak language and supporting regional language preservation efforts.
Interferensi Pengucapan Bahasa Indonesia Pada Masyarakat Di Desa Dames Damai Syawaludin Syawal; Sahratul Ambia; Nurhidayati; Nur Faizah; Rizki Darmansah; Baiq Rismarini Nursaly
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v19i2.33253

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini mengkaji fenomena interferensi morfologi dalam tutur lisan masyarakat Desa Dames Damai, Suralaga, Lombok Timur. Sebagai penutur asli bahasa Sasak dialek Ngeto-Ngete, warga secara spontan membawa sistem pembentukan kata bahasa ibu saat berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia. Data dihimpun melalui metode observasi partisipatif, teknik sadap, dan perekaman tersembunyi menggunakan gawai di pusat aktivitas warga seperti lahan pertanian, lapak dagang, tempat tongkrongan, hingga posyandu. Hasil analisis data menunjukkan terjadinya penyimpangan morfemis berupa penyusupan prefiks sengau lokal, interferensi konfiks nonbaku, kesalahan proses reduplikasi kata dasar, serta pelesapan imbuhan aktif (afiksasi nol). Keunikan riset ini terletak pada potret penyimpangan morfemis lisan yang terjadi secara alamiah pada masyarakat agraris pedesaan. Temuan ini diharapkan mampu memetakan kesalahan berbahasa secara lebih kontekstual.
Development of Leveled Reading Books Based on the ADDIE Model to Improve Elementary Students’ Reading Comprehension Sapariah Sapariah; Muh. Fahrurrozi; Baiq Rismarini Nursaly
IJE : Interdisciplinary Journal of Education Vol. 4 No. 1 (2026): March, Interdisciplinary Journal of Education (IJE)
Publisher : Sumber Belajar Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61277/ije.v4i1.258

Abstract

This study aims to develop and evaluate the effectiveness of leveled reading books based on the ADDIE model to improve reading skills and text comprehension among elementary school students. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The participants included 45 fifth-grade students, consisting of 10 students in the small-group trial and 35 students in the large-group trial. Data were collected through pretest-posttest assessments, expert validation sheets, and questionnaires. Quantitative data were analyzed using the normalized gain (N-Gain) formula, while qualitative data were analyzed descriptively. The results indicate that the developed product is valid and effective. The small-group trial showed an N-Gain score of 0.69 (moderate category), while the large-group trials demonstrated high effectiveness with N-Gain scores ranging from 0.79 to 0.80. In addition, student and teacher responses were categorized as excellent, indicating high acceptance and practicality of the product.In conclusion, leveled reading books developed through the ADDIE model are effective instructional materials for enhancing students’ reading comprehension and literacy engagement. This study contributes to the development of differentiated literacy instruction in elementary education.
Implementasi Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Arab pada Pendidikan Kejuruan Berbasis Islam Nurbahjah Sukmawati; Baiq Rismarini Nursaly; Badarudin Badarudin
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i4.36308

Abstract

The implementation of Arabic local content curriculum in Islamic vocational secondary schools faces challenges in integrating religious educational objectives with students' vocational competency needs. This study aimed to analyze the implementation of the Arabic local content curriculum at SMK As-Shofwah NWDI Renco, focusing on curriculum planning, instructional practices, and the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis involving the principal, Arabic language teachers, the vice principal for curriculum affairs, and students. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that curriculum planning has been supported by adequate curriculum documents and instructional plans; however, it has not been developed based on students' needs analysis or the characteristics of vocational education. Classroom implementation covers mufradāt (vocabulary), qawā'id (grammar), qirā'ah (reading), and muḥādatsah (conversation), yet instruction remains predominantly lecture-based with limited instructional time, restricting the development of communicative language learning. The implementation is strengthened by the school's religious culture, the morning IMTAQ program, the Arabic Club, and parental support. Conversely, limited facilities, instructional media, learning time, and teachers' technological competence remain significant constraints. The study concludes that the development of the Arabic local content curriculum in Islamic vocational schools should integrate Islamic values, vocational competencies, and communicative language teaching to better address students' educational needs.
Pengembangan Media Pembelajaran Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran IPAS Marhaini Marhaini; Muhamad Ali; Baiq Rismarini Nursaly
Educatio Vol 20 No 1 (2025): Educatio
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v20i1.29157

Abstract

Technological advances in education demand innovation in learning media to support the quality of the teaching and learning process. This study aims to develop and test the effectiveness of audio-visual learning media in IPAS subjects, especially on ecosystems and biodiversity. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which includes five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects consisted of 15 fourth grade students of SDN 1 and 2 Sembalun Lawang, with the results of a 3-minute 30-second video showing an increase in student understanding. From the results of the analysis, 10 students achieved a “High” N-Gain classification (≥ 0.7), with two students achieving the highest scores of 0.962 and 0.926, indicating that this audio-visual media is effective in improving understanding of the material. The learning media developed has been validated by experts and received positive responses from students and school principals, who assessed this media as feasible and effective in increasing student motivation and learning outcomes. This research shows that audio-visual media plays an important role in overcoming the challenges of IPAS learning and has a significant positive impact on student motivation and understanding, making it reliable as a technology-based learning approach
Implementasi Asesmen Diagnostik Non-Kognitif Gaya Belajar terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas X-5 SMA Negeri 3 Selong Yulia Ningsih; Baiq Rismarini Nursaly; Ahmad Sirajudin
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2665

Abstract

This study aims to describe the implementation of noncognitive diagnostic assessment of learning styles in Indonesian language learning in order to support learning in accordance with the characteristics of learners. The implementation of noncognitive diagnostic assessment in Indonesian language learning at the high school level is still relatively limited reported in previous studies, especially those that focus on mapping the learning styles of learners as the basis of learning design. This study uses descriptive qualitative methods supported by quantitative data. Subjects were 35 students of Class X-5 SMA Negeri 3 Selong. Data were obtained through noncognitive diagnostic assessment questionnaires, observations, interviews, and documentation, and then analyzed using the Miles & Huberman (1992) model which includes data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that 10 learners (28.6%) had a visual learning style, 8 learners (22.9%) had an auditory learning style, and 17 learners (48.5%) had a kinesthetic learning style. The mapping results become the basis for teachers in designing differentiated learning through the use of visual media, discussions, presentations, simulations, hands-on practice, and project-based learning. The implementation of non-cognitive diagnostic assessments helps teachers adjust learning strategies to the characteristics of learners so that Indonesian learning becomes more adaptive, increases activeness and motivation to learn, and supports the development of learners language skills.
Co-Authors Abdul Alim Ahmad Sirajuddin Ahmad Sirajudin Alifia Rizki , Nur Aluna, Puspita Ami Atul Aini , Risa Annisa, Siti Raudatul Arianti, Martika Arini, Azizatul Arizkia, Tria Nurfebri Aspiya, Hidayatul Auliya, Audi Auliza , Nurul Ayu Lestari, Dina Ayu Utami , Pipit Azima, Pauzan Badarudin Baenuri, Ispalola Baiq Azmi Nirmala Baiq Liana Widiyanti Chelsea Roslita, Intan Dimas Patmajaya Elmiati Elmiati Ernawati, Titin Fadiya Humairawati Rahman Fakihuddin, Lalu Fatri Watin, Baiq Fauzi, Rizwan Fitri, Riadatul Handini, Baiq Suprapti Hary Murcahyanto Hastutik Hastutik Hikmah Hikmah Hilmiyatun, Hilmiyatun Himayati, Baiq Reni Ardiani Himayati, Baiq Reni Ardiyani Istifatun Zaka Jayawarsa, A.A. Ketut Kasturi, B. Nining Khirjan Nahdi Lalu Tirta Bayu Tatthoa Lina Puspita M. Adib Nazri Marhaini Marhaini Marifa, Sia Maulida Isefani Maulida, Amelia Siti Misnawati Misnawati Mispalah, Mispalah Mohamad Sakban Mohzana Muh. Fahrurrozi Muh. Jaelani Al Pansori Muh. Jelani Al Pansori Muh. Taufiq Muhamad Ali Muhammad Irfan Muliana, Zaira Mulkian, Danu Khairul Murni, Rita Kartika Mutiah Ramadani Putri Nadia Elfira Liyani Naila Hayatin Nufus Nayum, Nayum - Nia Sri Wahyuni Nitami Lestari, Rian Nur Aini Nur Faizah Nurbahjah Sukmawati nurhidayati, nur ida Nurlaili Hafizah Nurul Hidayati Padlurrahman, Padlurrahman Padlurrohman, Padlurrohman Pipit Wijayanti Pitri Karlina putri yani, putri Rahadi, Irwan Ratna Ratna Rita Kartika Murni Rita Noviani Rizal, Lalu Amir Rizki Darmansah Roni Amrulloh Sa'dia Abdul Wahab, Aswat Sahratul Ambia Sahrul Anwar Sakila Sakina Amelia Salwati, Fuji Sapariah Sapariah Satrya HD, Dharma Sia Marifa Siti Ariyani Rujiyah Srifatmawati Subari, Muhammad Suriani Syawaludin Syawal Taufiq, Muh. Titin Ernawati Ulya, Sipatul Wangi, Baiq Addina Azza Awlia Wathani, Sahrul Wawan Syafriawansyah Wijaya, Herman Yulia Ningsih Yuniar, Yuan Yuspianal Imtihan Zainul Muttaqin Zamzuri, Muhammad Hadi