Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Gambaran Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Berdasarkan Fungsi Manajemen Pada Program Pengendalian Penyakit Menular (P2M) di Puskesmas Tamangapa Makassar Tahun 2016 Habibi Habibi; Nurdiyanah Nurdiyanah; Surahmawati Surahmawati; Nurul Chaerunnisa
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.879 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i1.3144

Abstract

Pelaksana kegiatan di Puskesmas adalah seorang tenaga kesehatan, dimana pelaksana melakukan kegiatan tertentu yang dinamakan dengan fungsi manajemen.Data yang di peroleh di Puskesmas Tamangapa, bahwa penyakit ISPA, Diare, dan Hipertensi mengalami peningkatan. Maka, aktifitas yang ada membutuhkan kerja sama dari tenaga kesehatan terkhusus pada unit P2M di Puskesmas untuk mengelola pelayanan kesehatan dalam fungsi manajemen dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan pelayanan kesehatan berdasarkan fungsi manajemen pada program P2M di Puskesmas Tamangapa Makassar. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam.Penentuan informan dengan teknik purposive sampling dimana informan berjumlah 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan, fungsi perencanaan pada Program P2M dimulai dengan mengidentifikasi masalah, menentukan prioritas masalah sampai menetapkan tujuan dan kegiatan yang ingin dicapai hal ini sesuai dengan tahapan perencanaan program pada umumnya. Fungsi pengorganisasian dalam pembagian tugas dan menyusun kelompok kerja, dirumuskan bersama sesuai kompetensi pegawai, namun adanya rangkap jabatan dinilai kurang efektif. Kemampuan pimpinan dalam memberikan motivasi dalam fungsi pergerakan telah dilaksanakan. Bentuk pengawasan pada program P2M hanya melalui via telepon. Serta fungsi evaluasi untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program yang telah dilakukan, dengan melihat standar pelayanan minimal yang disusun.Saran, perlu adanya penambahan jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas dan proses pengawasan yang di tingkatkan dengan melakukan pemantauan langsung kegiatan untuk melihat kinerja pegawai terkhusus pada program P2M.  
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Phbs) Pada Siswa-Siswi SDK Rita Pada Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur Aswadi Aswadi; Sukfitrianty Syahrir; Virgilius Delastara; Surahmawati Surahmawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.662 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i2.3775

Abstract

Munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10) ternyata umumnya berkaitannya dengan PHBS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa-siswi SDK Ritapada kecamatan kota komba kabupaten manggarai timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang sifatnya mengeksplorasi informan sehubungan dengan perilaku  dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan informan terhadap PHBS  pada siswa-siswi SDK ritapada cukup, sikap informan terhadap PHBS  pada siswa-siswi SDK ritapada positif dan tindakan informan terhadap PHBS  pada siswa-siswi SDK ritapada menunjukan tindakan positif. Dalam penelitian ini disarankan kepada pihak sekolah untuk dapat memberikan pendidikan kesehatan sekolah dengan tujuan untuk meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik yang positif dan perlunya peningkatan kepedulian petugas  kesehatan memberikan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat disekolah. 
Penerapan Komunikasi Pasien dan Keluarga Berdasarkan Standar Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) 2012 di RS Tk.II Pelamonia Makassar Sitti Raodhah; Surahmawati Surahmawati; Syahratul Aeni; Dwi Kurnia Lestari Zulmi
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.597 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.5421

Abstract

Penerapan Komunikasi Pasien dan Keluarga Berdasarkan Standar Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) 2012 di Rs Tk.II Pelamonia Makassar
Analisis Kebutuhan Tenaga Kesehatan (Paramedis) Berdasarkan Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN) di Poliklinik Ass-Syifah UIN Alauddin Makassar Syamsul Alam; Sitti Raodhah; Surahmawati Surahmawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.069 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6903

Abstract

Analisis beban kerja merupakan upaya  menghitung beban kerja pada satuan kerja dengan cara menjumlah semua beban kerja dan selanjutnya membagi dengan kapasitas kerja perorangan persatuan waktu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kebutuhan tenaga kesehatan (paramedis) dengan menghitung perbedaan antara jumlah ideal tenaga paramedis (tenaga perawat dan tenaga farmasi)  dengan kenyataan yang ada (WISN difference) serta menghitung beban kerja pada Unit Poliklinik Ass Syifaa UIN Alauddin Makassar. Jenis penelitian ini adalah deskriptifdengan metode kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan untuk menganalisa beban kerja dan memperoleh jumlah tenaga paramedis yakni tenaga kepearawatan dan kefarmasian berdasarkan metode Workload Indicator Staffing Need (WISN). Sumber data kuantitatif adalah tenaga keperawatan dan kefarmasian yang bekerja di Poliklinik Ass-Syifaa UIN Alauddin dan Informan sebagai sumber data kualitatif yang dipilih oleh peneliti yaitu manajemen poliklinik yang berkaitan dengan pelayanan keperawatan dan kefarmasian. Hasil analisis kebutuhan tenaga paramedis berdasarkan beban kerja petugas dengan menggunakan metode WISN pada Poliklinik Ass-Syifah  UIN  Alauddin  Makassar diperoleh tenaga perawat sebanyak 0,695 SDM atau jika dibulatkan menjadi 1 SDM. Sedangkan jumlah kebutuhan tenaga farmasi   yang ideal adalah sebesar 3,38 SDM atau 4 SDM. Penggunaan metode WISN ini untuk memudahkan dalam pemenuhan dan distribusi dari tenaga kesehatan terutama di poliklinik sehingga diharapkan hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai sumber masukan bagi pimpinan mengevaluasi kebutuhan SDM 
Gambaran Pelaksanaan Sistem Pembayaran Layanan Kesehatan INA-CBGs Di Rawat Inap RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone Sitti Raodhah; Nurdiyanah Syarifuddin; Surahmawati Surahmawati; Nildawati Nildawati; Nur Alam Syam
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 1, January-June 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.935 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i1.9441

Abstract

RSUD Tenriawaru menerapkan sistem Indonesian Case Based Groups (INA-CBGs) sebagai sistem pembayaran layanan kesehatan bagi pasien JKN-BPJS. Penelitian inimenggambarkan pelaksanaan sistem INA-CBGs di bagian rawat inap RSUD Tenriawaru.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan case study. Pemilihan sampel menggunakan teknik snowball sampling.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem INA-CBGs yang diterapkan oleh rumah sakit meliputi proses (1) planningyaitu persiapan SDM, fasilitas, penyusunan strategis serta rencana anggaran; (2) organizing meliputi pembagian, pelatihan dan koordinasi antar pegawai; (3) actuating meliputi penentuan tarif INA-CBGs dan kendalanya; (4) controlling meliputi pembentukan tim verifikasi dan antifraud; (5) evaluating yaitumelihat kedisiplinan dokter mengisi rekam medis, melihat keuntungan dan kerugian rumah sakit. Secara keseluruhan pelaksanaan sistem INA-CBGs di RSUD Tenriawaru sudah berjalan cukup teratur dan efektif. Kedisiplinan dokter dalam mengisi rekam medis belum terealisasi dengan baik, sehingga menghambat prosedur penginputan data pasien. Perlu adanya pengecekan kembali kelengkapan dokumen rekam medis pasien oleh koder. 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keikutsertaan Pasangan Usia Subur Terhadap Program Keluarga Berencana Di Kabupaten Gowa Abdul Majid HR. Lagu; Sitti Raodhah; Surahmawati Surahmawati; Nursia Nursia
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 2, July-December 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.38 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i2.11925

Abstract

              Program Keluarga Berencana adalah salah satu metode paling ampuh guna meningkatkan ketahanan keluarga, kesehatan, keselamatan ibu, anak, dan perempuan. Pelayanan program Keluarga Berencana ini mencakup penyediaan informasi, pendidikan, dan cara-cara untuk keluarga agar dapat merencanakan kapan akan mempunyai anak, berapa jumlah anak, berapa tahun umur antara anak, serta kapan akan berhenti untuk mempunyai anak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan Pasangan Usia Subur terhadap program Keluarga Berencana di Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.537 PUS. Jumlah sampel sebanyak 94, dengan  menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  terdapat pengaruh antara pengetahuan (p= 0,041) dengan keikutsertaan Pasangan Usia Subur dalam Program Keluarga Berencana. Namun tidak ada hubungan antara  self efficacy, akses ke pelayanan KB (p= 0,063), dukungan petugas KB (p= 0,741), dukungan suami ( p= 0,741) terhadap keikutsertaan Pasangan Usia Subur dalam program Keluarga Berencana. Disarankan bagi petugas kesehatan agar lebih aktif melakukan kegiatan seperti penyuluhan atau pemberian informasi, dan edukasi, kepada PUS sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih komprehensif dalam meningkatkan kesadaran PUS dalam ber-KB. Kata Kunci: Pengetahuan, Self Efficacy, Pelayan KB, Keluarga Berencana
Risk factors of hypertension in Expo South Sulawesi participants Syahratul Aeni; Nildawati Nildawati; Surahmawati Surahmawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 12, Nomor 1, January-June 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.283 KB) | DOI: 10.24252/as.v12i1.14296

Abstract

Epidemiological transition is marked by changes in the pattern of disease and death which was originally dominated by infectious diseases that turn to non-communicable diseases, one of which is hypertension. In Indonesia, hypertension is a potential problem, in addition to its high prevalence, as well as its fatal diseases such as heart disease, stroke, kidney failure and others. The purpose of this study was to determine the risk factors that influence hypertension. This research used quantitative research with observational analytic approach and cross sectional study design. The population in this study was South Sulawesi expo participants. The sample in this study was 107 respondents with a purposive sampling method. The results of this study indicated that there was a significant relationship between family history of disease factors with hypertension but there was no significant correlation between the incidence of hypertension with some participant behavior such as smoking habits, lack of physical activity, less consumption of fruits and vegetables, and alcohol comsumtion. Although some trigger factors are not significant for hypertension, these factors can cause and worsen the occurrence of hypertension in the future. We suggest that expo participants always check their blood pressure routinely
THE DETERMINANT EFFECT OF HEALTH BPJS FEE PAYMENT ON FEE COMPLIANCE OF INDEPENDENT JKN PARTICIPANTS Surahmawati Surahmawati; Nurpratiwi Awalia Rahmat; Sukfitrianty Sahrir; Syamsul Alam
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 1 No 1 (2020): October
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.885 KB) | DOI: 10.24252/hmsj.v1i1.16448

Abstract

Background: JKN (National Health Insurance) is one of the government's efforts to improve public health status by requiring all Indonesians to become JKN members.Objective:This research aims to determine whether the determinant factor of fee payments has an effect on the compliance of Independent JKN participants in paying the fees.Method: A quantitative research with an analytic-observational approach and a cross-sectional research design. The population in this study was all the Independent JKN participants in Biringkanya sub-district, Makassar. The samples in this study were 52 families that were selected by using accidental sampling technique and the data collection method was carried out by using an online questionnaire via Google form.Result: The results of this study indicate there is an effect of the respondent's income (0.001), increase in contributions (0.005), the deadline for payment of contributions (0.011) on the compliance of JKN Mandiri participants in paying BPJS Health contributions, and there is no effect of education (0.723), employment (0.138) and contribution payment procedures (0.656) to the compliance of JKN Mandiri participants to pay BPJS Health contributions in the Biringkanaya sub-district, Makassar City in 2020.Conclusion:Adjusting the amount of fees, adding time limits and in-depth socialization to the community are some alternatives that can be used by providers, in this case by Health BPJS in increasing compliance to pay Health BPJS fees.
ACCESSIBILITY OF FIRST-LEVEL HEALTH SERVICES IN PARIGI SUB-VILLAGE, LEBBOTENGNGAE VILLAGE, CENRANA DISTRICT, MAROS REGENCY Surahmawati Surahmawati
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 2 No 1 (2021): February
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.161 KB) | DOI: 10.24252/hmsj.v2i1.18948

Abstract

Background: The level of equalization of health services has not been achieved optimally, there are still about 36.8% of Indonesians living in rural areas are very difficult to access first-rate health services. While in South Sulawesi itself there are still about 32% of the population who are very difficult to access health services.Objective: The purpose of this study is to see an overview of the accessibility of first-level health services (Puskesmas) in Parigi Hamlet, Lebbotengngae village, Maros Regency, South Sulawesi.Method: This research is a descriptive survey conducted in December 2020 with a total of 91 samples taken from the number of households in Parigi hamlet, sampling is done by total sampling techniques. Data collection using questionnaires analyzed usingunivariate analysis and presented in the form of frequency distribution tables.Result: It found that the accessibility of health services geographically is unaffordable, whereas accessibility is economically affordableSuggestion: Local government should pay attention to the availability and smoothness of transportation so that people can easily access health services
AN OVERVIEW OF ROLE TIM WORK DIMENSION, ADEQUATE STAFF AND HEALTH WORKERS’ PERCEPTION OF PATIENTS SAFETY CULTURE Fatmawaty fatma Mallapiang; Hasbi Ibrahim; Nur Fitriyani Arifuddin; Azriful Azriful; Surahmawati Surahmawati
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 2 No 2 (2021): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.453 KB) | DOI: 10.24252/hmsj.v2i2.21043

Abstract

Background:Medical error is a threat to every patient who wants to take care, therefore the importance of patient safety culture is applied in every hospital to keep patients safer in terms of health careObjective:This research describes the overview of role teamwork dimension, adequate staffand health workers’ perception of patient’s safety culturein the hospitalization unit of Dr. Tajuddin Chalid Hospital of MakassarMethod: It uses a descriptive quantitative approach to explain the issue. The research samples consist of 107 health workers stationed at the hospitalization unit by utilizing the purposive sampling techniqueResult: The findings show that the patient safety culture falls into a moderate category (57.0%). Teamwork on moderate category 55,1%, adequate staff on moderate category (65.4%), and health workers’ perception of patient’s safety on moderate category (77.6%)Conclusion: This research concludes that the safety culture in the hospitalization unit of Dr. Tajuddin Chalid Hospital of Makassar is classified moderate, signifying that the health workers have practiced the patient safety culture by the Patient Safety Standards (PSS) despite some lacking in several areas. It also encourages following the SOP by conducting training and workshops for the health workers.