Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pola Makan dan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di UPTD Puskesmas Kauko Yulita, Yulita; Nababan, Agnes Sry Vera; Jairani, Eka Nenni; Zebua, Elda Puput Julriang
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v3i1.239

Abstract

Pendahuluan : Anemia merupakan masalah gizi yang perlu mendapat perhatian dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu penyebab anemia pada ibu hamil adalah rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet tambah darah. Ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet tambah darah dapat mencerminkan seberapa besar ibu hamil akan terkena anemia. Selain itu, pola makan yang buruk menjadi salah satu penyebab anemia pada masa kehamilan karena kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dan kepatuhan mengkonsumsi Tablet Tambah Darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil di UPTD Puskesmas Kauko. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 74 ibu hamil. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil : penelitian menunjukkan Ada hubungan Pola makan dengan kejadian anemia dalam kehamilan di UPTD Puskesmas Kauko Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, dengan Hasil uji chi-square di peroleh nilai ( p = 0,00). Ada hubungan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah dengan kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di UPTD Puskesmas Kauko Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, dengan Hasil uji chi-square di peroleh nilai ( p = 0,00). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa pola makan dan kepatuha mengonsumsi tablet tambah darah selama kehamilan berhubungan dengan terjadinya anemia pada ibu hamil. Disarankan kepada UPTD Puskesmas Kuko Kecamatan Gunungsitoli untuk lebih intens melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkhusus ibu hamil tentang pentingnya mengatur pola makan dan mengonsumsi tablet tambah darah selama kehamilan.
Uji Organoleptik dan Uji Kimia Hard Candy Pisang Ambon (Musa Acuminata Candenvish Subgroub) dengan Penambahan Jeruk Lemon (Citrus Lemon L.) Jairani, Eka Nenni; Yulita, Yulita; Ikhsania, Mulia
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 3 (2024): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v3i3.240

Abstract

Pendahuluan; Hard candy atau permen keras adalah permen bertekstur keras dengan permukaan yang bening dan juga mengkilat. Hard candy adalah kudapan atau makanan ringan yang dibuat dari campuran gula dan terkadang ditambahkan bahan tambahan seperti buah-buahan atau bahkan rempah rempah yang bentuknya beraneka ragam. Tujuan; untuk mengetahui daya terima dan mutu kimia (kalium, vitamin c kadar air dan kadar abu) dari Hard candy pisang ambon dan jeruk lemon. Bahan dan Metode ; penelitian menggunakan eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 2 pengulangan sehingga menghasilkan 8 rancangan percobaan. Pengujian daya terima dilakukan oleh 25 orang panelis agak terlatih. Pengujian mutu kimia dilakukan di Laboratorium Pengembangan Teknologi Kimia Industri Medan. Analisis data menggunakan Kruskal Wallis dan dilanjutkan uji Bonferroni. Hasil; penelitian menunjukkan F1 merupakan formulasi terbaik dengan nilai rata-rata uji hedonik 3,48 perbandingan pisang ambon dan jeruk lemon (50:50) dengan kategori agak suka. Kesimpulamn; Hasil uji mutu hedonik dengan nilai rata-rata 3,38 dengan kategori warna oren kecoklatan , aroma agak beraroma pisang dan jeruk, rasa sedikit manis dan sedikit asam, dan tekstur agak keras. Kandungan gizi F1 dalam 100 gram kalium 6,7417mg/100g, vitamin c 291,0204mg/100g, kadar air 0,8513%, kadar abu 11,6865%. Pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk mengurangi suhu dan lama pemasakan Hard candy karena lamanya pemasakan dengan suhu tinggi akan meninggal after test pahit pada hard candy dan diharapkan pada penelitian selanjutnya membuat perbandingan pemberian sirup glukosa
Perubahan Karakteristik Melalui Edukasi Pesan Gizi Seimbang dengan Media Permainan Pada Anak Panjaitan, Winda Sauci; Yulita, Yulita; Lubis, Izmi Arisa Putri; Andini, Atika Putrie
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 3 (2024): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v3i3.241

Abstract

Latar Belakang; Pesan gizi seimbang berisi pesan-pesan yang dibuat oleh kementerian kesehatan Indonesia, yang bertujuan untuk menghimbau masyarakat agar dapat mengonsumsi makanan sesuai gizi seimbang, menurunkan tingkat kesakitan dan diperuntukan bagi setiap individu agar tetap mempertahankan hidup sehat. Tujuan; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang pesan gizi seimbang dengan media permainan ular tangga terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa di SD Negeri Lawe Desky Kabupaten Aceh Tenggara. Metode; Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan desain one group pretest-posttest. Tenik pengambilan sampel menggunakan Quota sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 28 orang siswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas. Uji Paired Sample t-test untuk variabel pengetahuan karena berdistribusi normal, dan uji Wilcoxon untuk variabel sikap dan tindakan karena tidak berdistribusi normal. Hasil; Hasil menunjukkan rata-rata skor Pre-Test pengetahuan 50,14%, sedangkan Post-Test 71,64%. Rata-rata skor Pre-Test sikap 65,71%, dan Post-Test 83,25%. Untuk tindakan, skor Pre-Test 71,00%, dan Post-Test 85,00%. Kesimpulan; Semua p-value < 0,000 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan edukasi terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa. Saran untuk pihak sekolah agar dapat menggunakan berbagai media permainan sebagai suatu media baru dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga dapat memberikan hiburan pada siswa agar proses pembelajaran tidak monoton dan pesan yang disampaikan oleh guru dapat diterima dan dipahami dengan baik.