Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Alat Ukur Kemagnetan Berbasis Microcontroller Arduino Uno Sebagai Media Pembelajaran Saintifik Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Boisandi Boisandi; Matsun Matsun
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 1 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i1.95667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon mahasiswa dan efektivitas implementasi alat ukur kemagnetan berbasis mikrokontroler Arduino Uno dalam meningkatkan kemampuan literasi sains pada mahasiswa program studi Pendidikan Fisika. Media pembelajaran ini dirancang sebagai alat interaktif yang mendukung pendekatan saintifik, membantu mahasiswa memahami konsep kemagnetan secara aplikatif, serta mengasah kemampuan analisis dan pemecahan masalah. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 4 yang mengambil mata kuliah Listrik Magnet. Data dikumpulkan melalui tes literasi sains, angket respon mahasiswa, dan observasi selama proses pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan literasi sains mahasiswa setelah penggunaan alat ukur kemagnetan. Respon mahasiswa juga menunjukkan bahwa media ini menarik, mudah digunakan, dan efektif dalam menjelaskan konsep kemagnetan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alat ukur kemagnetan berbasis Arduino Uno berpotensi menjadi inovasi media pembelajaran saintifik yang efektif untuk meningkatkan literasi sains mahasiswa Pendidikan Fisika.This study aims to determine the response of students and the effectiveness of the implementation of the Arduino Uno microcontroller-based magnetism measuring instrument in improving science literacy skills in students of the Physics Education study program. This learning media is designed as an interactive tool that supports a scientific approach, helps students understand the concept of magnetism applicatively, and hones their analytical and problem-solving skills. The research uses an experimental method with a pretest-posttest design. The subject of the study is a 4th semester student who takes the Magnet Electricity course. Data was collected through science literacy tests, student response questionnaires, and observations during the learning process. The results of the analysis showed a significant improvement in students' science literacy skills after the use of magnetic measuring instruments. The students' responses also showed that this media was interesting, easy to use, and effective in explaining the concept of magnetism. The results of this study show that the Arduino Uno-based magnetism measuring device has the potential to be an effective scientific learning media innovation to improve the science literacy of Physics Education students.
Pengembangan Media Fisika Berbasis STEAM: Alat Peraga Kapal Otok-Otok untuk Pembelajaran Energi Kinetik di SMA Afrah Ashimah; Matsun Matsun; Lia Angraeni
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2025: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v0i0.115654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menilai kelayakan alat peraga kapal otok-otok berbasis pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) sebagai media pembelajaran fisika pada materi energi kinetik di tingkat SMA. Prosedur pengembangan merujuk pada model ADDIE yang diimplementasikan hingga tahap pengembangan. Rangkaian tahapan yang dilakukan mencakup analisis kebutuhan sebagai dasar perancangan, pengembangan prototipe alat peraga, serta pelaksanaan validasi oleh ahli materi dan ahli media guna mengevaluasi kelayakan isi, tampilan, dan fungsionalitas media secara komprehensif. Validasi ahli materi menilai aspek kesesuaian konsep energi kinetik, akurasi ilmiah, dan keterkaitan dengan tujuan pembelajaran. Sementara itu, validasi ahli media mencakup aspek tampilan visual, kemudahan penggunaan, fungsionalitas, dan integrasi sensor ultrasonik berbasis Arduino. Hasil validasi menunjukkan bahwa alat peraga tergolong sangat layak dengan rata-rata skor 81% dari ahli materi dan 93% dari ahli media. Uji coba terbatas terhadap delapan siswa menunjukkan tanggapan sangat positif dengan skor rata-rata 91%, terutama pada aspek kejelasan konsep, ketertarikan desain alat, dan pengalaman belajar yang interaktif. Hasil ini menunjukkan bahwa alat peraga kapal otok-otok berbasis STEAM dapat menjadi media pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan unsur teknologi dan budaya lokal, serta berpotensi meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep energi kinetik secara konkret dan menyenangkan. 
Pengembangan Alat Peraga Mikrohidro untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Energi Mekanik Siswa SMP Lusia Lala; Matsun Matsun; Lia Agraeni
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2025: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v0i0.115653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menilai kelayakan alat peraga Mikrohidro sebagai media pembelajaran IPA pada materi energi mekanik ditingkat SMP. Prosedur pengembangan merujuk pada model ADDIE yang diimplementasikan hingga tahap pengembangan. Rangkaian tahapan ini mengcakup analisis kebutuhan sebagai dasar perancangan, pengembangan prototipe alat peraga, serta dilaksanakan validasi oleh ahli media dan ahli materi guna mengevaluasi kelayakan isi, tampilan, dan fungsionalitas alat peraga secara komprehensif. Validasi ahli media menilai aspek ketahanan alat, keakuratan alat, efisiensi alat, estetika, dan keamanan. Sementara itu validasi ahli materi mencakup aspek keterkaitan dengan bahan ajar. Hasil validasi menunjukan bahwa alat peraga tergolong sangat layak dengan rata-rata skor 89% dari ahli media dan 84% dari ahli materi. Uji coba terbatas terhadap dua puluh lima siswa menunjukan tanggapan yang sangat setuju dengan skor rata-rata 84%, terutama pada aspek motivasi belajar dan pemahaman konsep, tampilan dan estetika alat peraga, pengoperasian. Hasil ini menunjukan bahwa alat peraga Mikrohidro dapat menjadi media pembelajaran inovatif yang meningkatkan unsur teknologi dan meningkatan pemahaman siswa terhadap konsep energi mekanik secara konkret dan menyenangkan.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Arduino Pada Mata Kuliah STEM Adi Pramuda; Dwi Fajar Saputri; Matsun Matsun; Soka Hadiati
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran (JIPP)
Publisher : LPD Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jipp.v5i1.10687

Abstract

The industrial revolution 4.0 demands the integration of technology into the learning process so that STEM courses require technology-based media. This study aims to develop Arduino-based learning media in STEM courses. The specific objectives of this study are to determine; 1) the validity of Arduino-based learning media in STEM courses; 2) the practicality of Arduino-based learning media in STEM courses. The method used in this study is the research and development method with a 4D design. The research subjects consisted of development subjects, namely material experts and media experts, while the trial subjects were students of the Physics Education study program at IKIP PGRI Pontianak Semester IV who took STEM courses. Data collection tools were in the form of validation sheets and response questionnaires to measure the practicality of the developed media. Data analysis techniques used percentages with predetermined feasibility and practicality criteria. The results of the study showed that Arduino-based learning media had met the feasibility criteria with a High category, Arduino-based learning media was practical to use based on student assessments with a high category, and students gave a good response to Arduino-based learning media.