Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN PRODUK EMAS DIGITAL DAN CICILAN EMAS DI BANK SYARIAH INDONESIA Daffa Rezaldo, Ahmad; Warsiyah, Warsiyah; Pandahayesti Saputeri, Noorikha; Fakhrurozi, Moh
Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/jdes.v12i1.1201

Abstract

This study aims to compare digital gold products and gold installments offered by Bank Syariah Indonesia, focusing on their advantages, disadvantages, and relevance to customer needs. The scope of the research includes an analysis of the characteristics, transaction mechanisms, and consumer preferences for the two products. The method used is qualitative descriptive with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results show that digital gold offers transaction flexibility and high liquidity, while gold installments provide physical ownership and protection against price fluctuations. However, digital gold is more susceptible to technological risks, while gold installments require a long-term commitment to payment. The conclusion of this study states that both products have advantages that can be adjusted to the goals and risk profile of each customer, so it is important for Bank Syariah Indonesia to continue to improve services and education related to gold investment.
Implementasi Kegiatan Jumat Amal dalam Menumbuhkan Karakter Kepedulian Sosial Bagi Peserta Didik Tingkat Sekolah Dasar Hartono, Hartono; Warsiyah, Warsiyah
BUDAI: MULTIDISCIPLINARY JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai - Nilai Islam Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/budai.4.1.59-74

Abstract

Kemajemukan masyarakat Indonesia berpotensi menimbulkan perbedaan pandangan yang dapat memicu konflik sosial. Oleh karena itu, penanaman nilai kepedulian sosial sejak dini menjadi krusial untuk membentuk generasi yang toleran dan harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi kegiatan Jumat Amal dalam membentuk karakter kepedulian sosial pada siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan di SDN Muktiharjo Kidul 04 Semarang dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi; wawancara dilakukan secara mendalam kepada guru dan siswa, sementara observasi difokuskan pada aktivitas Jumat Amal yang berlangsung di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Jumat Amal berkontribusi positif terhadap pembentukan sikap kasih sayang, tanggung jawab, dan hidup harmonis pada siswa. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam perilaku toleransi, tolong-menolong, empati terhadap teman, serta disiplin di sekolah. Penanaman karakter kepedulian sosial dilakukan melalui pembiasaan amal baik seperti infak, sedekah, berbagi, dan makan bersama setiap hari Jumat. Guru berperan sebagai model teladan yang konsisten, sehingga perilaku siswa terbentuk melalui proses imitasi dan internalisasi nilai. 
Pola Integrated Learning Pembelajaran PAI dalam Membentuk Multiple Intelligence Siswa MTs Salafiyah Syafa'atun, Tria; Warsiyah, Warsiyah
BUDAI: MULTIDISCIPLINARY JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai - Nilai Islam Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/budai.4.1.87-96

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keresahan akan pembelajaran agama yang hanya menggunakan model pembelajaran klasik pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas. Dalam penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu (1) mengetahui perencanaan pola integrated learning pada pembelajaran PAI dalam membentuk multiple intelligence siswa, (2) mengetahui implementasi pola integrated learning pada pembelajaran PAI dalam membentuk multiple intelligence siswa, (3) mendeskripsikan evaluasi penggunaan pola integrated learning pada pembelajaran PAI dalam membentuk multiple intelligence siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan peneliti bertindak sebagai pengumpul data, instrument kunci, pengamat dan reporter. Hasil dari penelitian ini adalah (1) telah berhasil mengetahui bahwa pola integrated leaarning dapat membentuk multiple intelligence siswa pada mata pelajaran PAI, (2) pola integrated learning diaplikasikan dengan baik oleh guru mapel pada pembelajaran PAI, (3) berhasil mendeskripsikan evaluasi penggunaan pola integrated learning pada pembelajaran PAI dalam membentuk multiple intelligence siswa. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pola integrated learning pada pembelajaran PAI sudah tepat untuk meningkatkan minat dan semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, serta membentuk multiple intelligence siswa secara alami.
A Project-Based Collaborative Learning Model in Islamic Religious Education to Strengthen 21st Century Skills of University Students Warsiyah, Warsiyah; Qomalasari, Nor
TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 1 (2025): Educational Issues
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpai.8.1.126-141

Abstract

The demands of globalization and the Fourth Industrial Revolution require university students to master 21st century skills, including critical thinking, creativity, communication, and collaboration (4C). Islamic Religious Education (IRE) courses hold strategic potential to cultivate these skills when supported by innovative learning models. This study aims to develop and implement a Project-Based Collaborative Learning model in IRE courses to enhance students’ 21st century skills. Employing a modified Borg and Gall research and development design, the study involved five stages: needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. The participants were 30 undergraduate students at Sultan Agung Islamic University (UNISSULA). Data were collected through observation sheets, 21st century skills questionnaires, and in-depth interviews. The findings indicate that the developed model effectively improves students’ critical thinking, teamwork collaboration, creative problem-solving, and academic communication. The average score of students’ 21st century skills increased from the “moderate” to the “high” category after the model’s implementation. These results highlight that project-based collaborative learning in IRE courses not only strengthens religious competencies but also plays a significant role in preparing students to face the challenges of the 21st century global context.
Urgensi Literasi Digital bagi Pendidik dalam Meningkatkan Keterampilan Mengelola Pembelajaran warsiyah, warsiyah; Madrah, Muna Yastuti; Muflihin, Ahmad; Irfan, Agus
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2022.221.10042

Abstract

The spread of the Covid-19 virus requires human interaction to be mediated by information and communication technology, including education. Educators must adapt to this change to become role models quickly. However, not all educators can use technology in online learning. For educators in the village who had never used information and communication technology for education, this adaptation process needed guidance in the acceleration, as a necessity of educators with ICT mastery capabilities in the information age and amid the pandemic situation. It takes a mentoring program for educators to improve their ability and competence on digital technology for learning management both luring and online. This program is intended for educators in MI Al-Hikmah Source of Simo Boyolali through a participatory approach. The training began by doing a pretest and continued FGD to map the potential and problems faced by the teacher. Based on the pretest and FGD,  we decided to conduct digital literacy training to improve educator competencies in managing online learning and luring. Penyebaran virus Covid-19 mengharuskan interaksi manusia termediasi oleh teknologi informasi dan komunikasi termasuk dalam bidang pendidikan. Pendidik dituntut untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan ini agar tetap mampu menjadi role model. Namun demikian belum semua pendidik mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran daring. Bagi pendidik yang berada di desa yang sebelumnya tidak pernah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran, bimbingan dalam percepatan proses adaptasi ini perlu dilakukan. Sebagai sebuah keniscayaan pendidik dengan kemampuan penguasaan TIK di era informasi dan ditengah situasi pandemic.  Dibutuhkan program pendampingan bagi pendidik untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi pendidik terhadap pemanfaatan teknologi digital untuk pengelolaan pembelajaran baik luring maupun daring. Program ini ditujukan untuk pendidik di MI Al Hikmah Sumber Simo Boyolali melalui pendekatan partisipatoris. Pelatihan dimulai dengan melakukan pretes dan dilanjutkan FGD untuk memetakan potensi dan masalah yang dihadapai guru. Berdasarkan hasil pretest dan FGD kemudian diputuskan untuk melakukan pelatihan literasi digital untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengelola pembelajaran daring dan luringKata kunci: Urgensi; Literasi Digital; Keterampilan; Pendidik; Pembelajaran 
Penerapan Teknologi Penggulungan Benang Mas dan Implementasi Digital Marketing Pengrajin Tapis Lampung Huwaina, Mashdaria; Sari, Mutiara; Jeckson, Jeckson; Warsiyah, Warsiyah; Saputeri, Noorikha Pandayahesti
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 02 (2025): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2025.6.02.294-301

Abstract

UMKM Ari Anggraini Tapis Lampung menghadapi tantangan dalam efisiensi produksi dan keterbatasan pemasaran digital, meskipun memiliki potensi budaya dan ekonomi tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM melalui penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan digital marketing. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan mesin penggulung benang emas dan bordir digital, pelatihan pencatatan keuangan, serta pendampingan pemasaran digital. Hasil menunjukkan peningkatan efisiensi waktu produksi hingga 66%, penurunan biaya bordir 50%, dan peningkatan omzet hingga 30%. Mitra juga mulai menggunakan aplikasi keuangan dan aktif di marketplace. Kegiatan ini berhasil mentransformasi proses produksi manual menjadi lebih modern, meningkatkan keterampilan pengrajin, serta memperluas jangkauan pasar. Kesimpulannya, intervensi teknologi dan digitalisasi manajerial terbukti efektif dalam memperkuat keberlanjutan dan daya saing UMKM berbasis budaya lokal.
Village Head’s Leadership Style to Improve Village Development: Study on Durian Village, Padang Cermin District, Pesawaran Regency Putri, Martharia; Suryani, Eny Inti; Wati, Yonna; Warsiyah, Warsiyah
Pancasila International Journal of Applied Social Science Том 3 № 03 (2025): Pancasila International Journal of Applied Social Science
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/pancasila.v3i03.1990

Abstract

The village government has the main obligation to carry out physical development in order to improve the welfare of the village community. The role of the village head as a leader greatly determines the success of development, especially in creating equity and encouraging community participation. This study aims to analyze the leadership style of the Head of Durian Village, Padang Cermin District, Pesawaran Regency, in improving the physical development of the village in 2021. The research used a qualitative approach with data collection techniques through interviews with nine informants consisting of village officials and communities. The results of the study show that the leadership style applied tends to be participatory, shown by the involvement of the community in village development planning deliberations (Musrenbang) and direct communication between village heads and residents. However, the application of this participatory style is not optimal because there is still a development gap between hamlets, especially between the more advanced Tegal Arum Hamlet and the underdeveloped Pakuan Hamlet. Low levels of awareness, differences in education and economic conditions, and the apathy of the community are also obstacles to participation. The conclusion of this study confirms that although participatory leadership has been sought, its effectiveness is still limited and has not been able to evenly distribute development as a whole. The implication of these findings is the need for a more adaptive, communicative, and inclusive leadership strategy so that community participation can increase and village development can run more evenly and sustainably.
Penerapan Teknologi Feeder Untuk Pewarna Kain Dan Strategi Pemasaran UMKM Batik Tulis Assyafa Lampung Warsiyah, Warsiyah; Asniar, Immawati; Afrida, Yenni; Sari, Mutiara
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v4i2.399

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing UMKM Batik Tulis ASsyafa di Lampung melalui penerapan teknologi feeder untuk pewarnaan kain dan pengembangan strategi pemasaran yang efektif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui dua tahap utama: pertama, implementasi sistem feeder otomatis untuk proses pewarnaan kain, disertai dengan pelatihan penggunaan dan pemeliharaan sistem kepada karyawan; kedua, pengembangan dan implementasi strategi pemasaran komprehensif, meliputi analisis pasar, perancangan strategik digital, pengembangan branding, dan pelatihan keterampilan pemasaran. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi produksi, dengan penghematan waterglass mencapai 60% dan pengurangan waktu produksi yang substansial. Strategi pemasaran yang diterapkan menghasilkan peningkatan visibilitas produk di pasar digital, pertumbuhan penjualan online sebesar 30% dalam tiga bulan, dan perluasan jangkauan pasar. Signifikansi hasil ini terletak pada peningkatan daya saing UMKM dalam industri batik, efisiensi penggunaan sumber daya, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Penerapan teknologi dan strategi pemasaran modern dalam industri tradisional batik mendemonstrasikan potensi integrasi inovasi untuk melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan keberlanjutan ekonomi UMKM di era digital.
Muslim Youth Religiosity: in Terms of Gender Differences and Educational Environment Warsiyah, Warsiyah
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i1.7842

Abstract

AbstractThis study aims to determine differences in the religiosity of Muslim adolescents regarding differences in the educational environment and gender. Data analysis was performed by the score collected by questionnaire, which was developed to measure the level of adolescent religiosity consisting of four dimensions: faith, intellectual, ritual and social. The study involved 97 Muslim teenagers taken random cluster sampling from an affordable population of students studying at SMA N and MA in Simo district Boyolali district. The results showed that subject scores varied and were above the theoretical averages, indicating that Muslim youth in Simo had a high degree of religiosity. The result of t-test analysis shows that there is a difference of religiosity level between adolescents studying in heterogeneous and homogenous institutions. The value of t-count is 2,668 bigger than t criterion (t-Table = 2.010) at 5% significance level.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dalam religiusitas remaja Muslim dalam hal perbedaan di lingkungan pendidikan dan jenis kelamin. Analisis data dilakukan berdasarkan skor yang dikumpulkan melalui kuesioner, yang dikembangkan untuk mengukur tingkat religiusitas remaja yang terdiri dari empat dimensi: iman, intelektual, ritual dan sosial. Penelitian ini melibatkan 97 remaja Muslim yang diambil melalui tehnik sampel gugus (cluster random sampling) dari populasi siswa yang belajar di Sekolah Menengah Atas Negeri dan Madrasah Aliyah di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor subjek bervariasi dan berada di atas rata-rata teoritis, menunjukkan bahwa pemuda Muslim di Simo memiliki tingkat religiusitas yang tinggi. Hasil analisis uji-t menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat religiusitas antara remaja yang belajar di lembaga-lembaga yang heterogen dan remaja yang belajar di lembaga-lembaga yang homogen. Nilai t-count adalah 2.668 lebih besar dari kriteria t (t-Tabel = 2.010) pada tingkat signifikansi 5%.How to Cite : Warsiyah. (2018).  Muslim Youth Religiosity: With the References of Gender Differences and Educational Environment. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 19-29. doi:10.15408/tjems.v5i1.7842.
Literasi CERIA Pada Pembentukan Karakter Religius Pada Anak (Studi Pada TPQ At-Taubah Bangetayu Kulon, Kec. Genuk, Kab. Semarang) Setiana, Leli Nisfi; Warsiyah, Warsiyah; Arsanti, Meilan; Wardani, Oktarina Puspita
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.3664

Abstract

ABSTRACTProviding CERIA (Children's Islamic Stories) digital literacy assistance to children will create a generation with a religious character. Character education can be formed from an early age so that it can fortify children in facing various life challenges. The environment has the second biggest role after the family. When children leave the house to study at TPQ, the learning activities carried out are positive, such as reciting the Koran, praying, and other role models for children. In this way, children will get positive activities in every element of their daily life. The aim of this community service is to find out the religious character of children at TPQ At-Taubah through CERIA digital literacy learning. Basically, the golden age mindset is very good for learning, understanding, and accepting every positive thing that one gets inside and outside the classroom. The method applied is descriptive qualitative. The result of this community service activity is to describe the form of religious character based on CERIA digital literacy, namely children learning to give alms, shake hands, pray and recite the Koran.Keywords: Digital Literacy, Children's Islamic Stories, Religious Characters`) ABSTRAKPendampingan literasi digital CERIA (Cerita Islam Anak) pada anak dengan baik, akan menciptakan generasi yang memiliki karakter religius. Pendidikan karakter dapat dibentuk sejak dini agar dapat membentengi anak dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Lingkungan memiliki peran besar kedua setelah keluarga. Ketika anak keluar rumah untuk belajar di TPQ, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan adalah bersifat positif seperti mengaji, bersholawat, serta tauladan lainnya kepada anak. Dengan demikian, anak akan mendapatkan kegiatan positif disetiap unsur kehidupan sehari-harinya. Adapun tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengetahui karakter religious anak pada TPQ At-Taubah melalui pembelajaran literasi digital CERIA. Pada dasarnya, pola pikir usia golden age sangat bagus untuk belajar, memahami, dan menerima setiap hal positif yang dia peroleh di dalam maupun di luar kelas. Adapun metode yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mendeskripsikan bentuk karakter religius berdasarkan literasi digital CERIA yaitu anak belajar bersedekah, bersalaman, berdoa, dan mengaji.Kata Kunci: Literasi Digital, Cerita Islam Anak, Karakter Religius