Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Pascabencana Gempa Bumi : Studi Pada LKSA Budi Luhur Kabupaten Cianjur Iskandar Iskandar; Taufiqurokhman Taufiqurokhman; Evi Satispi
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v4i1.1740

Abstract

Prinsip dasar penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana yaitu, mendahulukan kepentingan kelompok rentan seperti lansia, perempuan, anak dan penyandang cacat. Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) mempunyai peranan praktis dalam mitigasi khususnya pascabencana yang mana lingkup komunitasnya mengarah langsung kepada anak - anak terlantar. Tantangan dalam menanggapi pascabencana dapat di kelola dengan mengembangkan, penguatan etitas dan peningkatan kapasitas sdm, potensial yang ada. Diantaranya LKSA yang mempunyai peran praktis yang dinamis dalam berbagai situasi dan kondisi, Dimana dalam kondisi tidak terjadi bencana LKSA menjalankan fungsinya sebagai rumah bagi anak - anak rentan/terlantar, dan dalam situasi pascabencana LKSA dismping sebagai rumah anak-anak rentan/terlantar pada umumnya, juga bagi anak-anak terlantar korban bencana. Penelitian ini melibatkan metode pendekatan kualitatif Field Research pada LKSA Budi Luhur Kabupaten Cianjur. Bertujuan untuk menggambarkan peran Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) selaku stakeholder dari pemerintah dalam menanggapi anak-anak telantar korban bencana gampa bumi Cianjur 2022. Diharapkan penelitian ini menjadi salahsatu upaya menghadapi Tantangan dan Peluang bagi Ketahanan Nasional.
Evaluation of Policy Providing Lactation Rooms in Public Spaces of Palembang City (Review of Palembang City Regional Regulation Number 2 of 2014) Dewi Ratih Anggraini; Evi Satispi; Endang Sulastri
Journal Of Social Science (JoSS) Vol 5 No 6 (2026): Journal of Social Science
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/g10a1r37

Abstract

This study aims to evaluate the policy on the provision of lactation rooms in public spaces in Palembang City, based on Regional Regulation Number 2 of 2014. The research focuses on three main aspects: (1) policy evaluation using William N. Dunn's framework, (2) program implementation effectiveness analyzed through Riant Nugroho’s “five right” model, and (3) inter-actor collaboration examined from the perspective of Ansell and Gash’s Collaborative Governance theory. The study employs a descriptive qualitative approach with a case study strategy. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis from relevant agencies. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model, allowing for systematic data reduction, display, and verification. The results indicate that the implementation of the lactation room provision policy in Palembang City has not been fully effective or efficient. The availability of lactation rooms remains limited and fails to meet the technical standards outlined in Minister of Health Regulation Number 15 of 2013. Coordination among agencies is suboptimal, supervision mechanisms are not sustainable, and public participation remains low. Moreover, collaborative governance practices are still primarily administrative, lacking meaningful engagement among stakeholders. Based on these findings, the study proposes a Public Space Adaptive Collaboration Model. This model positions the government as a facilitator, the private sector as a service provider, and the community as a co-creator of policy. Such a framework is intended to enhance policy implementation, promote stakeholder participation, and ensure the sustainable provision of lactation rooms in public spaces.
Analisis Implementasi Kebijakan Rekrutmen Tenaga Kerja Disabilitas di Badan Usaha Milik Daerah DKI Jakarta Fajri Hidayatullah; Khaerul Umam Noer; Muhammad Kadarisman; Evi Satispi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4131

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas mengenai implementasi UU 8/2016 dikaitkan dengan UU 13/2003 dan Peraturan Daerah DKI Jakarta 10/2011 tentang tenaga kerja bagi orang dengan disabilitas. Kebijakan dan regulasi terkait hak tenaga kerja terhadap penyandang disabilitas di Indonesia sudah cukup memadai, namun jika dilihat secara keseluruhan belum berjalan optimal pada pelaksanaannya. Hasil penelitian di BUMD Jakarta selaku pemberi kesempatan kerja, belum mempekerjakan penyandang disabilitas sesuai dengan ketentuan regulasi yang ada dan belum melaksanakan kewajibannya dengan memberikan pemenuhan hak – hak pekerja disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi untuk mengetahui dan menanalisis mengenai kebijakan perekrutan pekerja disabilitas di BUMD Jakarta. Dengan menggunakan metode kualitatif, hasil dari penelitian menunjukan bahwa implementor belum menjalankan ketentuan regulasi yang telah ada, sehingga realita yang terjadi dalam perekrutan tenaga kerja disabilitas belum berjalan dengan maksimal, secara perekrutan dan penempatan, serta tidak terpenuhinya kuota yang telah ditentukan bagi penyandang disabilitas. BUMD belum melaksanakan pemenuhan hak – hak penyandang disabilitas dalam hal memberikan peluang kerja, memberikan pelatihan keterampilan dan mendapatkan pekerjaan yang layak tanpa adanya diskriminasi. Kata Kunci: Tenaga Kerja, Penyandang Disabilitas, Regulasi Tenaga Kerja, Hak Kesejahteraan Abstract This study focuses on analyzing the implementation of Law 8/2016 in relation to Law 13/2003 and DKI Jakarta Regional Regulation 10/2011 concerning employment for people with disabilities. Policies and regulations related to labor rights for persons with disabilities in Indonesia are adequate, but overall they have not been implemented optimally. The results of the research in Jakarta Regional Owned Enterprises as job opportunity providers, have not employed persons with disabilities in accordance with existing regulations and have not carried out their obligations by providing fulfillment of the rights of disabled workers. This study aims to provide information to identify and analyze policies regarding the recruitment of disabled workers. By using a qualitative method, the results of the study show that the implementor has not implemented the existing regulatory provisions, so that the reality that occurs in the recruitment of disabled workers has not run optimally, in terms of recruitment and placement, and the quota has not been fulfilled for persons with disabilities. Companies in Jakarta Regional-Owned Enterprises have not implemented the fulfillment of the rights of persons with disabilities in terms of providing job opportunities, providing skills training and getting decent jobs without discrimination. Keywords: manpower, person with disability, manpower regulation, welfare rights
Co-Authors Abdul Rahman Abdul Rasyid Afifah Aisah Rahman Agusinta, Lira Ahmad Jamil Pasaribu Akhmad Taufan Maulana Andrean Alan Kusuma Andriansyah Andriansyah Andriansyah Andriansyah Andriansyah Andriansyah Andriansyah Andriansyah ANDRIANSYAH ANDRIANSYAH Andriansyah Andriansyah Ari Sujatmiko Arie Kurniawan Arih Setyaningrum Asep Kurnia Aulia Wijayasita Azhari Aziz Samudera Azhari Aziz Samudra Budi Yuliantoro Daya Cipta Sukmajati Devia Andiani Devia Andiani Dewi Ratih Anggraini Dewi, Maya Puspita Diaz Tarakarti Gusman Djoni Gunanto Dwiky Lucky Adiyasha Dwiky Lucky Adiyasha Eko Adi Wibowo Endang Sulastri Endang Sulastri Fajri Hidayatullah Fathani, Aqil Teguh Halimah Abdul Manaf Harmonis Hikmat Hikmat Holiseh Holiseh I Gede Ria Mahendra Intan Setyaningrum Iskandar Iskandar Izzatusholekha Izzatusholekha Izzatusholekha Khaerul Umam Noer Kurniasih Mufidayati Lusi Andriyani Ma'mun Murod Mamun Murod Mawar Mawar Maya Puspita Dewi Ma’mun Murod Albarbassy Misriandi, Misriandi Muh. Kadarisman Muhamad Taslim Muhammad Kadarisman Muhammad Khoirul Anwar Muhammad Sahrul Muhammad Taslim M’amun Murod Nani Nurani Muksin Nany Widiastuti Nida Handayani Nurhayati Phimlikid Kaewhanam Qumayratul Layliyah Rahmat Salam Retnowati Tuti Retnowati Wahyuning DyasTuti Retnowati WD Tuti Retnowati WD Tuti Risya Amalia Salsabilla Putri Rahmadhany Shafira Azahra Shinta Wahyuni chairuddin Sirikanya Seti Sundi, Venni Herli Syifa Astasia Utari Taufiqurokhman Taufiqurokhman Taufiqurokhman TAUFIQUROKHMAN TAUFIQUROKHMAN Taufiqurokhman, Taufiqurokhman Tiara Nurul Hidayah Tria Patrianti Urip Urip W.A. William Yani Winda Dwi Astuti Zebua yasef firmansyah Yuma Iza Yusuf Agil Pamungkas Zahriatul Aini