Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK KEMAMPUAN KINERJA SISWA DALAM PRAKTIKUM PADA MATERI GETARAN HARMONIK Rahmadani, Novita; Bunawan, Wawan
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 4 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v4i1.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kinerja siswa dalam praktikum pada materi getaran harmonic. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sample sebanyak 68 siswa kelas X . Instrument penilaian yang digunakan menunjukkan tingkat kelayakan instrumen memperoleh kohen kappa sebesar 1,00 dengan kategori sangat memuaskan (excellent). Hasil reliabilitas pada hasil kinerja siswa di peroleh pada kelas pertama sebesar 0,875 dan pada kelas kedua sebesar 0,857 dalam kategori reliabilitas bagus. Data yang dianalisis menggunakan analisis validasi cohen kappa dan uji reliabilitas. Kemampuan kinerja yang digunakan dalam penelitian ini meliputi persiapan kegiatan praktikum berupa merencanakan kegiatan, mempersiapkan alat dan bahan, dan memperhatikan keselamatan kerja, pada pelaksanaan kegiatan praktikum dilakukan berupa merangkai alat dan bahan, melakukan pengamatan,  mencatat data hasil pengamatan dan menganalisis data, pada kegiatan mengakhiri kegiatan praktikum dilakukan penilaian berupa kedisiplinan dalam kegiatan praktikum, membereskan alat, bahan dan tempat setelah kegiatan, laporan praktikum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis persentase, hasilnya menunjukkan bahwa semua tahap kegiatan praktikum di atas 90% berada pada ketegori baik.
Analisis Validitas dan Reliabilitas Soal Uraian Berbasis Google Form Dalam Menilai Kreativitas Ilmiah Siswa SMA Simbolon, Elisabeth Endang Permata; Lingga, Loni Ignasia; Gomes, Margareth Jacoba Da; Jannah, Miftahul; Batubara, Rizki Salsabila; Mihardi, Satria; Bunawan, Wawan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5681

Abstract

This study aims to analyze the validity and reliability of Google Form-based descriptive questions in assessing the scientific creativity of high school science students. Scientific creativity is an essential skill in science learning that includes flexibility of thinking, originality of ideas and elaboration in developing concepts and solving problems. By increasing the use of digital technology in learning evaluation, Google form becomes one of the platforms that offers convenience in compiling questions, collecting data in real-time and analyzing results systematically. This study uses a quantitative descriptive method by testing the validity and reliability of the descriptive question instrument through statistical analysis. The results of this study indicate that the Google Form-based assessment instrument has high validity with an average correlation value above 0.5 and good reliability with a consistency level above 0.7. In addition, this instrument is able to measure students' scientific creativity in answering questions based on three main indicators, namely flexibility, originality, and elaboration. This study shows that Google form can be used as a valid and reliable evaluation tool in assessing the scientific creativity of high school science students, but collaboration with other assessment methods is still needed to optimize the measurement of aspects of idea exploration and problem solving in more depth.
Analisis Peran Kreativitas Ilmiah dalam Pemahaman Suhu dan Kalor di Kalangan Siswa Menengah Atas Mizilfa, Nazhira; Aritonang, Yanti Seniawati; Sihite, Amisha; Siregar, Elisa; Bunawan, Wawan; Mihardi, Satria
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5690

Abstract

Pemahaman konsep suhu dan kalor merupakan aspek fundamental dalam fisika yang memiliki peran penting dalam berbagai bidang ilmu dan kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep ini akibat metode pembelajaran yang kurang interaktif dan minimnya eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kreativitas ilmiah dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap suhu dan kalor melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan survei terhadap siswa kelas X SMA yang telah mempelajari suhu dan kalor. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan kuesioner kreativitas ilmiah, yang kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas ilmiah berkontribusi positif terhadap pemahaman konsep suhu dan kalor. Meskipun sebagian besar butir soal dalam instrumen asesmen memiliki validitas dan reliabilitas yang baik, beberapa butir perlu direvisi untuk meningkatkan akurasi pengukuran. Diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, seperti eksperimen laboratorium, simulasi interaktif, dan penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari, agar siswa dapat memahami materi dengan lebih baik.
Analisis Komparatif Soal Pilihan Ganda LOTS dan HOTS dalam Mengukur Kreativitas Ilmiah Siswa dalam Pelajaran Fisika Melalui Google Form Hasibuan, A Rivaldi; Manik, Agnes Viola; Zuraida, Novita; Baringbing, Samuel; Mihardi, Satria; Bunawan, Wawan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas soal pilihan ganda berbasis Lower Order Thinking Skills (LOTS) dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam mengukur kreativitas ilmiah siswa pada mata pelajaran fisika menggunakan Google Form. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi komparatif. Data diperoleh dari 32 siswa kelas XI yang mengerjakan soal LOTS dan HOTS melalui Google Form. Analisis dilakukan berdasarkan validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soal memiliki tingkat kesukaran dalam kategori mudah hingga sedang, dengan daya beda yang baik hingga sangat baik. Skor rata-rata siswa pada soal LOTS lebih tinggi dibandingkan dengan soal HOTS, yang mengindikasikan bahwa mereka lebih terbiasa dengan soal yang menguji pemahaman dasar daripada soal yang menuntut analisis dan evaluasi. Google Form terbukti efektif sebagai media evaluasi digital yang fleksibel dan efisien dalam pengumpulan data serta analisis hasil asesmen.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pelajaran Fisika Tingkat Menengah Atas Fadly, M; Simatupang, Hizkia Natanael; Simanjorang, Arya Sandro; Purba, Jujur Marholong; Mihardi, Satria; Bunawan, Wawan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa tingkat menengah atas dalam pelajaran fisika. Kemampuan berpikir kritris merupakan keterampilan penting dalam memahami konsep-konsep fisika yang kompleks dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena alam. Penelitian ini menggunakan pendekatakan kualitatif deskriptif dengan sampel 20 siswa dari tingkat menengah atas. Data dikumpulkan melalui wawancara dan teks menulis esai yang diberikan kepada siswa yang kemudia dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa bervariasi, dengan beberapa siswa menunjukkan kemampuan yang baik dalam menganalisis dan mengevaluasi informasi fisika, sementara yang lain masih mengalami kesulitan dalam menginterprestasikan dan menarik kesimpulan. Faktor-faktir seperti metode pengajaran, motivasi belajar, dan latar belakang akademik siswa tampaknya memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menyarankan agar guru fisika menerapkan pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik melalui Penerapan LKPD Berbasis Discovery learning Dilla Syauqiyah Nurjihan; Wawan Bunawan
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3133

Abstract

Rendahnya capaian hasil belajar peserta didik sering kali menjadi indikator perlunya evaluasi terhadap strategi pembelajaran yang digunakan di kelas. Salah satu tantangan yang dihadapi di MTS Al-Ittihad Aek Nabara adalah rendahnya pemahaman siswa dalam mata pelajaran IPA, yang tercermin dari nilai akademik yang belum memenuhi standar. Kondisi ini mendorong perlunya alternatif pendekatan pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta memperkuat penguasaan konsep secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis discovery learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VII. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain satu kelompok perlakuan, di mana peserta didik diberi tes awal dan tes akhir untuk mengukur perubahan yang terjadi. Sampel penelitian terdiri atas 30 siswa yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan statistik deskriptif dan inferensial, dimulai dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, serta uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 34,67 menjadi 85 setelah perlakuan diberikan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menandakan peningkatan tersebut bersifat signifikan. Hasil temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model discovery learning yang dipadukan dengan LKPD tidak hanya memberikan dampak positif terhadap peningkatan capaian akademik peserta didik, tetapi juga berkontribusi besar dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Melalui pendekatan ini, siswa dilibatkan secara aktif dalam proses berpikir reflektif dan eksploratif yang relevan dengan konteks kehidupan nyata. Dengan demikian, model ini layak dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran inovatif dalam pembelajaran IPA, khususnya di jenjang SMP, untuk mendorong terciptanya suasana belajar yang dinamis, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik melalui Penerapan LKPD Berbasis Discovery learning Dilla Syauqiyah Nurjihan; Wawan Bunawan
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3133

Abstract

Rendahnya capaian hasil belajar peserta didik sering kali menjadi indikator perlunya evaluasi terhadap strategi pembelajaran yang digunakan di kelas. Salah satu tantangan yang dihadapi di MTS Al-Ittihad Aek Nabara adalah rendahnya pemahaman siswa dalam mata pelajaran IPA, yang tercermin dari nilai akademik yang belum memenuhi standar. Kondisi ini mendorong perlunya alternatif pendekatan pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta memperkuat penguasaan konsep secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis discovery learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VII. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain satu kelompok perlakuan, di mana peserta didik diberi tes awal dan tes akhir untuk mengukur perubahan yang terjadi. Sampel penelitian terdiri atas 30 siswa yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan statistik deskriptif dan inferensial, dimulai dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, serta uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 34,67 menjadi 85 setelah perlakuan diberikan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menandakan peningkatan tersebut bersifat signifikan. Hasil temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model discovery learning yang dipadukan dengan LKPD tidak hanya memberikan dampak positif terhadap peningkatan capaian akademik peserta didik, tetapi juga berkontribusi besar dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Melalui pendekatan ini, siswa dilibatkan secara aktif dalam proses berpikir reflektif dan eksploratif yang relevan dengan konteks kehidupan nyata. Dengan demikian, model ini layak dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran inovatif dalam pembelajaran IPA, khususnya di jenjang SMP, untuk mendorong terciptanya suasana belajar yang dinamis, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.
Analisis Komparatif Soal Pilihan Ganda LOTS dan HOTS dalam Mengukur Kreativitas Ilmiah Siswa dalam Pelajaran Fisika Melalui Google Form Hasibuan, A Rivaldi; Manik, Agnes Viola; Zuraida, Novita; Baringbing, Samuel; Mihardi, Satria; Bunawan, Wawan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas soal pilihan ganda berbasis Lower Order Thinking Skills (LOTS) dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam mengukur kreativitas ilmiah siswa pada mata pelajaran fisika menggunakan Google Form. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi komparatif. Data diperoleh dari 32 siswa kelas XI yang mengerjakan soal LOTS dan HOTS melalui Google Form. Analisis dilakukan berdasarkan validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soal memiliki tingkat kesukaran dalam kategori mudah hingga sedang, dengan daya beda yang baik hingga sangat baik. Skor rata-rata siswa pada soal LOTS lebih tinggi dibandingkan dengan soal HOTS, yang mengindikasikan bahwa mereka lebih terbiasa dengan soal yang menguji pemahaman dasar daripada soal yang menuntut analisis dan evaluasi. Google Form terbukti efektif sebagai media evaluasi digital yang fleksibel dan efisien dalam pengumpulan data serta analisis hasil asesmen.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pelajaran Fisika Tingkat Menengah Atas Fadly, M; Simatupang, Hizkia Natanael; Simanjorang, Arya Sandro; Purba, Jujur Marholong; Mihardi, Satria; Bunawan, Wawan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa tingkat menengah atas dalam pelajaran fisika. Kemampuan berpikir kritris merupakan keterampilan penting dalam memahami konsep-konsep fisika yang kompleks dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena alam. Penelitian ini menggunakan pendekatakan kualitatif deskriptif dengan sampel 20 siswa dari tingkat menengah atas. Data dikumpulkan melalui wawancara dan teks menulis esai yang diberikan kepada siswa yang kemudia dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa bervariasi, dengan beberapa siswa menunjukkan kemampuan yang baik dalam menganalisis dan mengevaluasi informasi fisika, sementara yang lain masih mengalami kesulitan dalam menginterprestasikan dan menarik kesimpulan. Faktor-faktir seperti metode pengajaran, motivasi belajar, dan latar belakang akademik siswa tampaknya memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menyarankan agar guru fisika menerapkan pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa.
Analisis Validitas dan Reliabilitas Soal Uraian Berbasis Google Form Dalam Menilai Kreativitas Ilmiah Siswa SMA Simbolon, Elisabeth Endang Permata; Lingga, Loni Ignasia; Gomes, Margareth Jacoba Da; Jannah, Miftahul; Batubara, Rizki Salsabila; Mihardi, Satria; Bunawan, Wawan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5681

Abstract

This study aims to analyze the validity and reliability of Google Form-based descriptive questions in assessing the scientific creativity of high school science students. Scientific creativity is an essential skill in science learning that includes flexibility of thinking, originality of ideas and elaboration in developing concepts and solving problems. By increasing the use of digital technology in learning evaluation, Google form becomes one of the platforms that offers convenience in compiling questions, collecting data in real-time and analyzing results systematically. This study uses a quantitative descriptive method by testing the validity and reliability of the descriptive question instrument through statistical analysis. The results of this study indicate that the Google Form-based assessment instrument has high validity with an average correlation value above 0.5 and good reliability with a consistency level above 0.7. In addition, this instrument is able to measure students' scientific creativity in answering questions based on three main indicators, namely flexibility, originality, and elaboration. This study shows that Google form can be used as a valid and reliable evaluation tool in assessing the scientific creativity of high school science students, but collaboration with other assessment methods is still needed to optimize the measurement of aspects of idea exploration and problem solving in more depth.
Co-Authors Alkhafi Maas Siregar Aloysius Rusli Amelia Sitompul Annisa Arnun Aritonang, Yanti Seniawati Ayuhan, Dwitya Baringbing, Samuel Batubara, Muhammad Khairi Dahlan Batubara, Rizki Salsabila Bintang, Andreas Derlina Derlina . Dilla Syauqiyah Nurjihan Ely Djulia Ely Djulia Eviyona Laurenta Br Barus Fadly, M Fajar Solidman Larosa Febrianto Bayu Anggara Saputra Gomes, Margareth Jacoba da Hani Diana Sipayung Hasibuan, A Rivaldi Hijriati Hijriati Hileri F. Situmorang Irham Ramadhani Junifa Layla Sihombing, Junifa Layla Karya Sinulingga Laksana, Akum Laksono Trisnantoro Lingga, Loni Ignasia Liza Ayu Khairani Liza Ayu Khairani Lubis, Salsabila Khairusysyifa Mangasi Holong Rajagukguk Manik, Agnes Viola Marningot H Silalahi Melly Palentina Miftahul Jannah Mira Surya Ningsih Mizilfa, Nazhira Nahadi . Napitupulu, Jeremia Andi Sahputra Nawawi, Puji Ningsih, Mira Surya Nisya, Khairun Nur hasanah Nur Hasanah Nurlita, Nurlita Pardomuan Sitompul Partogi A.T. Hutapea Purba, Jujur Marholong Rabiyatul Adawiyah Rahmadani, Novita Rahmatsyah Rahmatsyah, Rahmatsyah Rahmayani, Pepi Rajo Hasim Lubis Rangkuti, Khairina Retno Dwi Suyanti Reza T.D. Sitompul Ridwan Abdullah Sani Roza, Destria Sabani Sabani Sabani Sagala, Maulida Rahmi Sahyar Sahyar Sahyar Sahyar Sahyar Satria Mihardi Sibarani, Choms Gary Ganda Tua Sihite, Amisha Simanjorang, Arya Sandro Simatupang, Hizkia Natanael Simbolon, Elisabeth Endang Permata Siregar, Elisa Siti Habibah Sitompul, Amelia Syarifuddin Syarifuddin Trisnawati Hutagalung Tuti Hardianti Usman, Khairul Wuri Cahyaningrum, Wuri Yarni Laoli Zuraida, Novita