Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Peran Kreativitas Ilmiah dalam Pemahaman Suhu dan Kalor di Kalangan Siswa Menengah Atas Mizilfa, Nazhira; Aritonang, Yanti Seniawati; Sihite, Amisha; Siregar, Elisa; Bunawan, Wawan; Mihardi, Satria
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5690

Abstract

Pemahaman konsep suhu dan kalor merupakan aspek fundamental dalam fisika yang memiliki peran penting dalam berbagai bidang ilmu dan kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep ini akibat metode pembelajaran yang kurang interaktif dan minimnya eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kreativitas ilmiah dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap suhu dan kalor melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan survei terhadap siswa kelas X SMA yang telah mempelajari suhu dan kalor. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan kuesioner kreativitas ilmiah, yang kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas ilmiah berkontribusi positif terhadap pemahaman konsep suhu dan kalor. Meskipun sebagian besar butir soal dalam instrumen asesmen memiliki validitas dan reliabilitas yang baik, beberapa butir perlu direvisi untuk meningkatkan akurasi pengukuran. Diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, seperti eksperimen laboratorium, simulasi interaktif, dan penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari, agar siswa dapat memahami materi dengan lebih baik.
Workshop Produksi Kopi Mangrove di Desa Tanjung Rejo Roza, Destria; Bunawan, Wawan; Syarifuddin, Syarifuddin; Sihombing, Junifa Layla
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i3.178

Abstract

Desa Tanjung Rejo memiliki Hutan Mangrove (bakau) yang cukup luas. Salah satu tanaman bakau yang terkenal adalah adalah bakau merah (Rhizopora stylosa). Ekstrak bakau merah menunjukkan efek antioksidan, antibakteri, antikanker, dan antidiabetes, serta aktivitas sitotoksik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara pembuatan kopi mangrove, sebagai upaya dalam mengoptimalkan potensi lokal yang ada di desa. Metode pelaksanaan kegiatan melalui penyuluhan dan pelatihan tentang kandungan dan metode pembuatan kopi mangrove. Adapun hasil kegiatan pelatihan pembuatan kopi mangrove ini, 93 % peserta mengatakan bahwa kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Seluruh peserta (100%) berniat untuk untuk mengembangkan usaha dibidang kuliner dan 93% darinya memperkirakan kopi mangrove dapat meningkatkan usaha kuliner di wilayah wisata mangrove Desa Tanjung Rejo.
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MATERI GERAK LINIER Cahyaningrum, Wuri; Bunawan, Wawan
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol. 12 No. 2 (2024): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/inpafi.v12i2.60240

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X di salah satu SMAN di Kota Medan pada materi gerak lurus berdasarkan indikator Facione. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas X MIPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa pada indikator penjelasan sebesar 84,3% (sangat kritis), evaluasi sebesar 82,2% (sangat kritis), pengaturan diri sebesar 71,7% (kritis), interpretasi sebesar 68,3% (cukup kritis), analisis sebesar 58,8% (kurang kritis) dan penyimpulan sebesar 58,3% (kurang kritis). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas X di salah satu SMAN di Kota Medan pada materi gerak lurus adalah cukup (70,6%). Keterampilan berpikir kritis siswa masih kurang atau rendah disebabkan oleh beberapa faktor utama, siswa belum terbiasa dilatih soal-soal keterampilan berpikir kritis, kurang teliti dan siswa masih mengalami kesulitan dalam menganalisis dan memberikan gagasan.Kata kunci: analisis, keterampilan berpikir kritis, gerak linier
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS STEM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN 4C SISWA Nisya, Khairun; Derlina, Derlina; Bunawan, Wawan
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.26739

Abstract

Bahan ajar perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan karena dapat membantu guru dalam menyampaikan materi. Pembelajaran perlu didukung oleh ketersediaan bahan ajar, begitu juga pembelajaran STEM. Pembelajaran di abad-21 tidak hanya berpusat pada kemampuan kognitif, tetapi juga mencakup sejumlah keterampilan personal dan sosial. Keterampilan tersebut dikenal dengan istilah  4C. Peneltian ini untuk menganalisis kelayakan, keefektifan dan kepraktisan bahan ajar fisika berbasis STEM, dan untuk mengetahui peningkatan sebagian keterampilan 4C siswa yang diajarkan menggunakan bahan ajar fisika berbasis STEM. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA MAS Ponpes Darul Qur™an. Instrumen dan teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi bahan ajar oleh tim ahli materi dan desain, lembar penilaian keefektifan bahan ajar, dan lembar penilaian kepraktisan bahan ajar. Hasil penelitian diperoleh bahwa bahan ajar fisika berbasis STEM yang dikembangkan dalam kategori sangat layak menurut ahli materi dan desain, sangat efektif ditinjau dari hasil belajar dan penilain guru terhadap bahan ajar fisika berbasis STEM, dan sangat praktis ditinjau dari respon siswa dan penilaian para ahli terhadap bahan ajar fisika berbasis STEM. Hasil belajar siswa yang di uji dengan analisis N-gain menunjukkan bahwa bahan ajar fisika berbasis STEM mampu meningkatkan sebagian keterampilan 4C siswa. Jadi bahan ajar fisika berbasis STEM telah memenuhi kriteria layak, efektif, praktis, dan mampu meningkatkan sebagian ketrerampilan 4C siswa kelas XI MIA MAS Ponpes Darul Qur™an sebagai sumber belajar pendukung dalam proses pembelajaran materi suhu dan kalor.
Profil Keterampilan Mengajar Calon Guru Fisika pada Mata Kuliah Microteaching dengan Pembelajaran Berbasis Proyek Derlina, Derlina; Bunawan, Wawan; Sabani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.5422

Abstract

This study aims to analyze the improvement of teaching skills of prospective physics teachers in Unimed Physics Education Study Program. The research method used is classroom action research method with Kemmis and Mc. Taggart model by applying project-based learning model in microteaching course. The research stages consist of planning, action, observation and reflection.  The research subjects were 2020 batch students who took microteaching courses in the even semester of 2022/2023 year academic as many as 10 people. This research consists of 3 cycles with 2 meetings in each cycle. The instruments used in this study were questionnaires, teaching skills assessment rubrics and learning observation sheets. Data collection was carried out by giving questionnaires and direct observation of learning activities carried out by prospective teacher students. Data analysis techniques were carried out with gain test analysis. The average score of prospective teachers' teaching skills at the time of cycle 1 was 36.9 in the very unskilled category, to 81.6 in the skilled category in cycle 3, experiencing an increase in scores from cycle 1 to cycle 3 with an N-gain score = 0.7 in the moderate category.  Based on the results of the study, it can be concluded that project-based learning in microteaching courses can improve the teaching skills of prospective physics teachers in microteaching courses.
PORTRAIT OF STUDENTS™ MISCONCEPTIONS USING FOUR-TIER MULTIPLE CHOICE DIAGNOSTIC TEST ON ROTATIONAL DYNAMICS MATERIAL IN CLASS XI SENIOR HIGH SCHOOL Lubis, Salsabila Khairusysyifa; Bunawan, Wawan
Journal of Learning and Technology in Physics Vol. 5 No. 1
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jltp.v5i1.56266

Abstract

Misconception is a mismatch between the understanding of the concept known by students and the actual concept. Physics is a science that has several concepts. The profile of misconceptions on physics concepts must be identified so that students have an appropriate understanding of the concepts. The purpose of this research is to analyze students™ concept understanding and misconceptions of Rotational Dynamics material using a four-tier multiple choice diagnostic test. The type of research used is descriptive with qualitative and quantitative approaches. This research was conducted in one of the high schools in Medan in Grade XI IPA. The population in this research was grade XI students majoring in IPA. The research sample was obtained by using purposive sampling technique as many as 64 students of grade XI IPA 2 and XI IPA 3. Sampling based on certain criteria from population participants. The criteria are classes whose students have finished learning Rotational Dynamics material and have not been tested on Rotational Dynamics material. Data collection techniques in the form of diagnostic tests response questionnaires and interviews. The test used is a four-tier multiple choice diagnostic test that has been validated by experts. The diagnostic test consists of 18 valid items with a reliability of 0.912 including a very high category, good differentiating power, and moderate difficulty level. The results showed that students' concept understanding of Rotational Dynamics material was categorized as moderate with 44.88% of students understood the concept, 50.17% of students had misconceptions, and 4.95% of students did not understand the concept, and students' responses to the use of four-tier multiple choice diagnostic tests obtained 80% with good criteria.
Kesadaran Lingkungan Calon Guru Kimia sebagai Nilai Karakter Pendidikan Lingkungan: Bahasa Indonesia Ridho, Dimas; Bunawan, Wawan; Barus, Eviyona Laurenta
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November: In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.11377

Abstract

Environmental awareness among preservice teachers is an essential component of environmental education, yet its development is often influenced by limited knowledge and insufficient integration of environmental issues in higher education. This study aims to analyze the level of environmental awareness of prospective chemistry teachers based on three dimensions: knowledge, attitude, and behavior. A quantitative descriptive design was employed involving 127 students selected through purposive sampling. Data were collected using a validated questionnaire with a 5-point Likert scale, and analyzed descriptively by determining mean scores and category levels. The results showed that environmental awareness was in the moderate category for the knowledge aspect (M = 3.31) and in the high category for both attitude (M = 3.72) and behavior (M = 3.67). These findings indicate that students demonstrate positive attitudes and environmentally responsible behavior despite having limited conceptual knowledge. The study concludes that strengthening environmental knowledge through integrated instructional strategies, exposure to scientific literature, and collaborative environmental programs is essential. Further research should explore intervention-based models to enhance environmental literacy and examine factors influencing awareness development across different teacher education programs.
Co-Authors Alkhafi Maas Siregar Aloysius Rusli Amelia Sitompul Annisa Arnun Aritonang, Yanti Seniawati Ayuhan, Dwitya Baringbing, Samuel Batubara, Muhammad Khairi Dahlan Batubara, Rizki Salsabila Bintang, Andreas Derlina Derlina . Dilla Syauqiyah Nurjihan Ely Djulia Ely Djulia Eviyona Laurenta Br Barus Fadly, M Fajar Solidman Larosa Febrianto Bayu Anggara Saputra Gomes, Margareth Jacoba da Hani Diana Sipayung Hasibuan, A Rivaldi Hijriati Hijriati Hileri F. Situmorang Irham Ramadhani Junifa Layla Sihombing, Junifa Layla Karya Sinulingga Laksana, Akum Laksono Trisnantoro Lingga, Loni Ignasia Liza Ayu Khairani Liza Ayu Khairani Lubis, Salsabila Khairusysyifa Mangasi Holong Rajagukguk Manik, Agnes Viola Marningot H Silalahi Melly Palentina Miftahul Jannah Mira Surya Ningsih Mizilfa, Nazhira Nahadi . Napitupulu, Jeremia Andi Sahputra Nawawi, Puji Ningsih, Mira Surya Nisya, Khairun Nur Hasanah Nur hasanah Nurlita, Nurlita Pardomuan Sitompul Partogi A.T. Hutapea Purba, Jujur Marholong Rabiyatul Adawiyah Rahmadani, Novita Rahmatsyah Rahmatsyah, Rahmatsyah Rahmayani, Pepi Rajo Hasim Lubis Rangkuti, Khairina Retno Dwi Suyanti Reza T.D. Sitompul Ridwan Abdullah Sani Roza, Destria Sabani Sabani Sabani Sagala, Maulida Rahmi Sahyar Sahyar Sahyar Sahyar Sahyar Satria Mihardi Sibarani, Choms Gary Ganda Tua Sihite, Amisha Simanjorang, Arya Sandro Simatupang, Hizkia Natanael Simbolon, Elisabeth Endang Permata Siregar, Elisa Siti Habibah Sitompul, Amelia Syarifuddin Syarifuddin Trisnawati Hutagalung Tuti Hardianti Usman, Khairul Wuri Cahyaningrum, Wuri Yarni Laoli Zuraida, Novita