Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan UMKM Melalui Program Digitalisasi Lokasi dan Pembuatan Banner Menggunakan Media Canva di Desa Sam Sam Hidayat, Samsul; Hajar, Andi; Nur, Syarif; Rianti, Marlia; Agustang
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1823

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sam Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau melalui program digitalisasi lokasi dan pembuatan banner promosi menggunakan media Canva. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan kemampuan dalam membuat media promosi yang menarik serta kurangnya pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Metode kegiatan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan pembuatan peta lokasi digital di Google Maps dan desain banner menggunakan Canva dengan pendekatan pendampingan langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pelaku UMKM dalam mendesain media promosi, memahami digitalisasi lokasi usaha, serta meningkatnya visibilitas usaha di platform digital. Program ini juga berdampak positif terhadap peningkatan penjualan dan kesadaran pelaku terhadap pentingnya transformasi digital dalam pengembangan usaha. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis teknologi sederhana dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat daya saing UMKM lokal di era digital.
Volleyball Tournaments as a Medium for Strengthening Community Social Cohesion: A Qualitative Community Service Study in Sialang Sakti Village Ira Firna; Maria Herlinda Dos Santos; Andi Ogo Darmianto; Andi Hajar
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 5 No. 3 (2025): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v5i3.2106

Abstract

Social engagement in rural communities continues to face challenges in building solidarity, cooperation, and active citizen participation. This study aims to analyze the role of volleyball tournaments as a medium for strengthening community social cohesion within community service activities in Sialang Sakti Village. The research employed a qualitative approach with a case study design, utilizing participatory observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The findings indicate that volleyball tournaments are able to enhance social interaction, strengthen togetherness, and instill values of cooperation, discipline, sportsmanship, and social responsibility. However, several limitations were identified, including variations in participation levels among different age groups and the lack of program sustainability. These findings confirm that community sports function not only as recreational activities but also as important instruments for building social networks and internalizing collective values. Active community participation through such activities can serve as strategic social capital for sustainable village development. Therefore, the development of a more structured and sustainable sports-based community service model is necessary to strengthen long-term social impacts and ensure equitable involvement of all community groups.
PERCEPTION OF BUSINESS ENGLISH COMMUNICATION STUDENTS’ TOWARDS THE DUOLINGO APPLICATION AS A MEDIUM FOR LEARNING ENGLISH VOCABULARY Nurul Aulia; Riny Jefri; Andi Hajar
International Journal of Business English and Communication Vol 4 No 1 (2026): January
Publisher : Bahasa Inggris Program Sarjana Terapan, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijobec.v4i1.3005

Abstract

The purpose of this study was to determine the perceptions of Business English Communication students towards Duolingo as a medium for learning English vocabulary. This research uses a descriptive quantitative method, with a sample of 23 Business English Communication students. This study used questionnaires and interviews as data collection tools. The results of this study show that students' perceptions of Duolingo are very positive, in its use students agree that Duolingo is easy, effective, and interesting to use as a medium for learning English vocabulary. In addition, the use of Duolingo also proved to have a positive impact on their learning.
DARI LILIN MENJADI PELUANG: PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI UNTUK KREATIVITAS DAN BISNIS Andi Hajar; Novia, Lely; Fadillah, Nur; Adewiah, Adewiah; Pindan, Naomi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas mahasiswa melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi. Latar belakang kegiatan ini adalah semakin tingginya minat masyarakat terhadap lilin aromaterapi, baik sebagai sarana relaksasi maupun sebagai peluang usaha kreatif dengan nilai ekonomi yang menjanjikan. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari di salah satu rumah kost peserta dengan metode ceramah, diskusi, praktik, dan presentasi hasil karya. Peserta yang terlibat adalah mahasiswa Program Business English Communication kelas A yang berjumlah lima orang. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai bahan, teknik pencampuran, penambahan aroma, hingga pengemasan lilin aromaterapi. Selain itu, peserta mampu menghasilkan karya lilin aromaterapi dengan variasi aroma dan desain yang berbeda, sehingga menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, serta wawasan kewirausahaan. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil menjadi sarana pemberdayaan yang tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi mahasiswa.
ANALYZING THE CAUSES OF STUDENTS’ DIFFICULTIES IN ENGLISH SPEAKING AMONG BUSINESS ENGLISH COMMUNICATION STUDENTS Musdalifah Ahmad; Riny Jefri; Andi Hajar
International Journal of Business English and Communication Vol 4 No 2 (2026): April
Publisher : Bahasa Inggris Program Sarjana Terapan, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/gxz8q073

Abstract

This study aims to analyse Business English Communication students' difficulties in speaking English with a focus on linguistic and social factors and explore strategies that can be applied to improve their speaking ability. The research method used is qualitative with a descriptive approach, where data is collected through observation, interviews, and questionnaires of purposely selected students. The research stages included planning, data collection, data analysis, and interpretation and conclusion. The results showed that limited vocabulary, pronunciation errors, and grammatical constraints are the main factors that hinder students' fluency in speaking English. In addition, social factors such as low self-confidence and lack of motivation also contribute to their difficulties in communicating effectively. Therefore, creating a supportive learning environment and implementing structured speaking practice can help students overcome these challenges, increase their confidence, and improve their speaking skills.
THE INFLUENCE OF DIGITAL MARKETING ON INCREASING SALES OF FASHION PRODUCTS ON FACEBOOK Miftahul Jannah; Seny Luhriyani Sunusi; Andi Hajar
International Journal of Business English and Communication Vol 4 No 2 (2026): April
Publisher : Bahasa Inggris Program Sarjana Terapan, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/gk32m389

Abstract

This study aims to analyze the influence of digital marketing through the Facebook platform on increasing sales of fashion products in Lasusua, Kolaka Utara. The research is motivated by the limited utilization of digital tools by MSME actors, despite the significant potential offered by Facebook. The research gap lies in the lack of studies focusing on rural areas. A descriptive quantitative method was employed, with 40 business actors participating as respondents. Pearson correlation and regression analysis revealed a very strong relationship (r = 0.956), with 91.4% of the variation in sales being explained by digital marketing. The regression coefficient (0.601) indicates that a one-point increase in digital marketing activity results in a 0.601-point rise in sales. However, usage remains limited to photo uploads; Facebook Live and Ads are rarely used. Cash on delivery (COD) remains the primary payment method. These findings highlight the need for capacity building among business actors to optimize their digital marketing efforts. This research makes a practical contribution to the development of digital strategies for rural MSMEs.
Integrasi Pendidikan Lingkungan melalui Budidaya Maggot sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Ekologi Siswa Sekolah SMP Negeri 2 Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak Takbiratul Fitra; Romi Adiansyah; Erwing; Andi Hajar
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1975

Abstract

Kegiatan integrasi pendidikan lingkungan dengan budidaya maggot dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran ekologi siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik. Program ini dilaksanakan melalui sesi sosialisasi, praktik langsung budidaya maggot, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan desain one-group pretest–posttest. Sebanyak 30 siswa kelas IX terlibat dalam kegiatan ini dan diberikan pengukuran tingkat kesadaran ekologis menggunakan instrumen skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan kesadaran lingkungan siswa setelah mengikuti intervensi. Selain peningkatan nilai, observasi juga memperlihatkan perubahan perilaku ekologis yang lebih baik, seperti kebiasaan memilah sampah dan ketertarikan terhadap proses biokonversi maggot. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman langsung mampu memberikan dampak nyata terhadap literasi lingkungan siswa dalam waktu relatif singkat. Kegiatan budidaya maggot juga terbukti efektif sebagai media edukasi karena bersifat kontekstual, mudah dilakukan, dan relevan dengan permasalahan sampah di lingkungan sekolah. Dengan demikian, integrasi pendidikan lingkungan melalui budidaya maggot dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran berkelanjutan di sekolah.
KURANGNYA PENGGUNAAN BAHASA INGGRIS LISAN DI KALANGAN MAHASISWA JURUSAN BAHASA INGGRIS Andi Hajar; Lely Novia; Rifasya Rifky Fahtani; Az-Zahri Reysaldi Razak
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki kurangnya penggunaan bahasa Inggris dalam keterampilan berbicara di kalangan mahasiswa jurusan Bahasa Inggris serta mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi terbatasnya penggunaan bahasa Inggris lisan dalam konteks akademik maupun sosial. Meskipun mahasiswa jurusan Bahasa Inggris diharapkan mampu berkomunikasi secara aktif menggunakan bahasa Inggris, banyak dari mereka masih mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa tersebut secara konsisten dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan desain mixed-methods yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 11 responden serta wawancara dengan beberapa partisipan terpilih untuk meneliti frekuensi berbicara, kepercayaan diri, kecemasan, dan lingkungan belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis seperti kecemasan berbicara, ketakutan melakukan kesalahan tata bahasa, rendahnya rasa percaya diri, dan kekhawatiran terhadap pelafalan secara signifikan memengaruhi kemauan mahasiswa untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris. Faktor linguistik, khususnya keterbatasan kosakata, juga berkontribusi terhadap keengganan mahasiswa dalam melakukan komunikasi lisan. Selain itu, mahasiswa cenderung lebih sering menggunakan bahasa ibu mereka karena faktor kebiasaan dan kenyamanan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurangnya penggunaan bahasa Inggris dalam keterampilan berbicara di kalangan mahasiswa jurusan Bahasa Inggris dipengaruhi oleh kombinasi faktor psikologis, linguistik, dan lingkungan. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan mendorong aktivitas berbicara yang dapat membangun rasa percaya diri sangat penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lisan mahasiswa
STRATEGI KOMUNIKASI MAHASISWA DENGAN LATAR BELAKANG LINGUISTIK BERBEDA PADA PROGRAM STUDI BUSINESS ENGLISH COMMUNICATION Andi Hajar; Andi Muhammad Aidil Navriansyah; Qalbi Salima Binti Nasir; Nur Cantika Kasih Rahmat
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi antarindividu dan menganalisis strategi yang digunakan mahasiswa dalam mengatasi perbedaan latar belakang bahasa di Program Studi BEC. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terbuka yang dibagikan kepada 10 mahasiswa BEC 2024. Kuesioner tersebut mencakup data demografis responden, hambatan komunikasi yang dialami, dan strategi komunikasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan terbesar yang dialami mahasiswa adalah perbedaan kosakata dan pengucapan, yang dirasakan oleh 7 responden. Hambatan ini sering menyebabkan kesalahpahaman dalam interaksi sehari-hari, terutama dalam percakapan santai dan situasi yang paling dominan. Strategi yang digunakan mahasiswa meliputi penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, menyederhanakan bahasa, mempelajari kosakata baru, meminta klarifikasi, dan memanfaatkan teknologi seperti ChatGPT. Strategi-strategi ini dianggap efektif oleh sebagian besar responden dalam mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan kelancaran komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hambatan komunikasi bagi mahasiswa BEC berasal dari perbedaan bahasa ibu, bukan dari Bahasa Inggris. Dengan demikian, Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pemersatu di kampus.
PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL MELALUI TIKTOK DAN INSTAGRAM UNTUK PEDAGANG KECIL DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN DAN POPULARITAS PRODUK DI AREA TIDUNG KOTA MAKASSAR Nur Rezki Aulia Arif; Ulpi Aryanti; Andi Hajar; Andi Muhammad Aidil Navriansyah
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasaran digital menjadi penting pada era saat ini karena dapat membantu produk menjangka u lebih banyak orang melalui media sosial. Beberapa pedagang kecil di Tidung masih bergantung pada cara tradisional sehingga perlu mempelajari penggunaan platform digital untuk mempromosikan produk mereka. Instagram dan TikTok adalah dua platform populer yang dapat meningkatkan visibilitas dan pendapatan jika digunakan dengan baik. Pada Instagram, materi pembelajaran menjelaskan pentingnya testimoni, cara mengambil foto produk yang baik, mengatur tampilan feed, dan menulis caption. Pada TikTok, materi menjelaskan cara membuat video pendek yang kreatif serta alasan mengapa platform ini efektif untuk promosi. Proses pembelajaran dilakukan melalui penjelasan dan contoh sehingga pedagang dapat memahami cara menerapkan pemasaran digital. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan pengetahuan baru, tetapi juga memberikan cara sederhana dan bermanfaat bagi pedagang kecil untuk meningkatka n popularitas dan pendapatan produk mereka.