Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DALAM MENINGKATKAN KESADARAN LINGKUNGAN SISWA Noprika Rahmadhini; Susy Amizera; Rahmi Susanti
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan lingkungan di sekolah sering kali hanya bersifat teoritis dan kurang menyentuh pada aspek praktik nyata. Padahal, pendekatan berbasis pengalaman langsung lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran dan empati siswa terhadap isu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan kesadaran lingkungan siswa di lingkungan sekolah. Melalui metode studi literatur dengan  pendekatan kualitatif deskriptif menganalisis  jurnal ilmiah dan laporan penelitian yang relevan, dikaji berbagai aktivitas ekstrakurikuler yang terbukti mampu membentuk sikap dan perilaku ramah lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan di luar jam pelajaran formal dapat meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap isu-isu lingkungan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menjaga kebersihan, mengelola sampah, melakukan penghijauan, dan memahami pentingnya keberlanjutan. Dengan demikian, ekstrakurikuler berperan sebagai media pendidikan nonformal yang efektif dalam membentuk karakter peduli lingkungan di kalangan pelajar. 
STUDI LITERATUR STUDI LITERATUR: ANALISIS PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SEKOLAH ADIWIYATA Ash Shiddiqy, Ahmad Agung; Bayumi, Karina Dhelvia; Susanti, Rahmi; Amizera, Susy
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 16 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v16i1.899

Abstract

Studi literatur : analisis pengelolaan ruang terbuka hijau dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar di sekolah adiwiyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar biologi di SMA, serta menilai apakah RTH masih relevan digunakan pada kondisi saat ini. Populasi penelitian adalah SMA di Indonesia yang mewakili enam pulau besar, dengan sampel antara lain SMA Negeri Plus 17 Palembang (Sumatera); SMA Negeri 3 Tasikmalaya, SMA Negeri 2 Banguntapan, SMA Korpri Bekasi, SMA Negeri 11 Semarang, dan SMA Negeri 1 Nglames (Jawa); SMA Negeri 5 Denpasar (Bali); SMA Negeri 5 Samarinda dan SMA Negeri 7 Balikpapan Timur (Kalimantan); MAN Enrekang Makassar (Sulawesi); serta SMA Negeri 3 Merauke dan SMA Negeri 3 Nabire (Papua). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan studi kasus, menggunakan sumber data dari jurnal ilmiah, pedoman, dan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai program Adiwiyata. Analisis dilakukan melalui kategorisasi berdasarkan jumlah peserta didik dan pemanfaatan RTH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTH bermanfaat sebagai media kontekstual dalam pembelajaran biologi, terutama pada materi keanekaragaman hayati, pertumbuhan, dan perkembangan tumbuhan. Selain itu, RTH masih relevan hingga saat ini karena dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik sekaligus mendukung pendidikan lingkungan berkelanjutan. Jumlah peserta didik berpengaruh terhadap kebutuhan luas RTH agar pemanfaatannya lebih optimal.
Laju dan Kapasitas Infiltrasi pada Berbagai Tipe Habitus Tumbuhan di Taman Pendidikan Universitas Sriwijaya Damayanti, Luthfi Mei; Amizera, Susy; Santri, Didi Jaya
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.19767

Abstract

Alih fungsi lahan mengakibatkan kawasan hutan yang semula berfungsi secara alamiah sebagai penyangga ketersediaan air bersih kini berubah menjadi kawasan pemukiman hingga perindustrian. Hal ini mengakibatkan gangguan pada siklus hidrologi dan berdampak negatif terhadap keseimbangan lingkungan. Penelitian ini menganalisis dan membandingkan laju infiltrasi pada berbagai tipe habitus tumbuhan serta mengkaji hubungannya dengan faktor-faktor lingkungan di Taman Pendidikan Universitas Sriwijaya. Dilaksanakan selama Desember 2024 hingga Januari 2025, penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengujian laju infiltrasi menggunakan double ring infiltrometer. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode Horton. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada laju infiltrasi antar tipe habitus yang diteliti. Kapasitas infiltrasi tertinggi terjadi pada habitus pohon (148,76 cm/jam), diikuti semak (67,09 cm/jam), dan herba (36,03 cm/jam), yang semuanya tergolong dalam kategori sangat cepat. Sementara itu, lahan terbuka tanpa tutupan tumbuhan memiliki kapasitas infiltrasi terendah (19,76 cm/jam) dan hanya termasuk dalam kategori cepat. Variasi laju dan kapasitas infiltrasi pada setiap habitus dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kadar air tanah, tekstur tanah, suhu tanah, kelembaban tanah, dan pH tanah. Penelitian ini membuktikan bahwa keberadaan vegetasi dengan tipe habitus berbeda berperan penting dalam meningkatkan laju infiltrasi tanah, dengan habitus pohon menunjukkan kemampuan terbaik dalam memfasilitasi proses infiltrasi air ke dalam tanah.
Development of Electronic Student Worksheets Integrating Scientific Numeracy Literacy Content for Ecosystem Topics Putri Dewi; Elvira Destiansari; Susy Amizera; Putri Setioningrum
Journal of Mathematics Science and Computer Education Vol 6, No 1 (2026): MAY 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jmscedu.v6i1.18574

Abstract

Scientific and numeracy literacy are essential competencies for students in the 21st century, as they enable learners to interpret data, solve contextual problems, and apply scientific concepts in everyday life. However, Indonesian students continue to demonstrate relatively low achievement in these areas, partly due to the limited availability of learning resources that integrate numeracy literacy with science instruction, especially in biology topics such as ecosystems. Therefore, this study aimed to develop an electronic student worksheet integrating scientific and numeracy literacy content on the ecosystem subtopic. This study employed a Research and Development approach using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The developed product was validated by three experts, while its practicality was assessed by three teachers and twelve students using Likert-scale questionnaires. The validation results showed that the electronic student worksheet achieved an average score of 91.42%, indicating a very valid category. In addition, the practicality test revealed scores of 88.79% from students and 96.35% from teachers, both categorized as very practical. These findings indicate that the developed electronic student worksheet is a feasible and practical learning resource for biology instruction. It also offers an innovative alternative for integrating scientific and numeracy literacy into ecosystem learning to better support students’ competency development.
Implementasi Lembar Kerja Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Peserta Didik Kelas V SD Maitreyawira Palembang Rizki Septiyadi; Susy Amizera; Juliana S
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi: Juni
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/twwff496

Abstract

Permasalahan utama dalam proses pembelajaran terletak pada rendahnya partisipasi peserta didik akibat pendekatan yang masih berpusat pada guru (teacher-centered), sehingga hasil belajar mereka belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas VA di SD Maitreyawira Palembang melalui penerapan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus mengikuti model Kurt Lewin, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik, dari 50% yang mencapai ketuntasan pada siklus I menjadi 69% pada siklus II. Peningkatan ini dicapai setelah diterapkannya berbagai perbaikan strategi pembelajaran, seperti pendekatan Problem Based Learning, Teaching at the Right Level (TaRL), dan Culturally Responsive Teaching (CRT). Meskipun target ketuntasan 85% belum tercapai, penggunaan LKPD berbasis masalah terbukti mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perbaikan pada waktu pengelolaan, pendampingan diskusi, serta penyederhanaan soal agar hasil pembelajaran dapat lebih maksimal.
Pendampingan Penyusunan E-LKPD berbasis PBL Berbantuan Liveworksheet untuk Menunjang Pembelajaran Melalui Nearpod Di SMP Negeri 13 Palembang Mgs Mhd Tibrani; Susy Amizera; Khoiron Nazip; Ermayanti Ermayanti; Nike Anggraini; Muhammad Khoirul Antony; Putri Cahyaningrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3610

Abstract

Salah satu pendekatan yang relevan dalam pembelajaran abad ke-21 adalah Problem-Based Learning (PBL), yang menekankan pemecahan masalah nyata untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, serta kolaboratif. Untuk mengimplementasikan PBL secara optimal, diperlukan media digital interaktif seperti E-LKPD yang terintegrasi dengan platform Liveworksheet dan dipadukan dengan penyajian materi melalui Nearpod. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Palembang yang memiliki potensi besar dalam mengadopsi pembelajaran inovatif. Hasil identifikasi kebutuhan menunjukkan bahwa guru masih terbatas dalam menyusun LKPD berbasis PBL dan belum terbiasa menggunakan media digital interaktif. Selain itu, guru memerlukan pendampingan teknis untuk memanfaatkan platform Liveworksheet dan Nearpod secara efektif dalam pembelajaran. Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan dan workshop intensif penyusunan E-LKPD berbasis PBL berbantuan Liveworksheet, serta pelatihan integrasi E-LKPD ke dalam Nearpod. Tahapan kegiatan mencakup pelatihan konsep dasar PBL dan digitalisasi LKPD, praktik langsung penyusunan E-LKPD, serta presentasi produk. Evaluasi dilakukan melalui tes awal dan akhir, observasi praktik, serta kuesioner respon peserta. Liveworksheet digunakan untuk mengubah LKPD konvensional menjadi format digital interaktif, sedangkan Nearpod berfungsi sebagai media penyajian materi yang dinamis dan partisipatif. Luaran kegiatan meliputi modul pelatihan, template LKPD berbasis PBL, minimal sepuluh produk E-LKPD interaktif, akun aktif guru pada kedua platform, serta produk presentasi pembelajaran interaktif. Selain itu, diharapkan terbentuk komunitas guru pengembang E-LKPD dan tersusun video praktik baik. Program ini mendukung SDGs poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar dan IKU pendidikan tinggi, serta berkontribusi pada peningkatan kapasitas profesional guru dan literasi digital siswa.
Inovasi Bahan Ajar Digital Berbasis PjBL & PBL untuk Mendukung Implementasi Deep Learning bagi Guru Sekolah Menengah Dalam Menuju Pendidikan Berkualitas Susy Amizera; Khoiron Nazip; Kodri Madang; Ermayanti Ermayanti; Putri Setioningrum; Miftahul Khairah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 7 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i6.210

Abstract

Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta didik menuntut adanya perencanaan pembelajaran yang sistematis serta inovatif. Artikel ini bertujuan menggambarkan pengembangan dan implementasi bahan ajar digital berbasis Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL) sebagai strategi peningkatan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada deep learning. Konteks penelitian ini berada di SMA Srijaya Negara Palembang yang tengah melakukan transformasi menuju Lab-school Unsri, sehingga memerlukan penguatan praktik pembelajaran melalui bahan ajar digital yang kontekstual, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, workshop, dan pendampingan intensif bagi guru. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep deep learning (mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning) serta keterampilan dalam menyusun bahan ajar digital berbasis PjBL dan PBL. Identifikasi masalah di lapangan menunjukkan tiga isu utama: rendahnya pemahaman guru tentang deep learning, terbatasnya bahan ajar digital berbasis PjBL dan PBL, serta kurangnya integrasi bahan ajar digital dengan konsep deep learning. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pemahaman konsep, validasi produk bahan ajar digital, serta observasi implementasi pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi guru, ditandai dengan 80% guru mencapai nilai post-test ≥70, 50% mampu menghasilkan bahan ajar digital yang layak, dan 50% berhasil mengintegrasikan bahan ajar digital dengan prinsip deep learning dalam pembelajaran. Dengan demikian, program ini terbukti efektif mendorong transformasi pembelajaran menuju model yang lebih partisipatif, bermakna, dan berkualitas.