p-Index From 2021 - 2026
11.808
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Komunikasi FPIPS Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Jurnal The Messenger Jurnal Studi Komunikasi PRofesi Humas Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi PROSIDING KOMUNIKASI NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi) Media Karya Kesehatan Prologia Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Manajemen Komunikasi Business Journal : Jurnal Bisnis Dan Sosial Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Ekspresi dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Jurnal Ranah Komunikasi Jurnal Inovasi Penelitian Journal of Servite ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Informatio: Journal of Library and Information Science juremi: jurnal riset ekonomi Jurnal Minfo Polgan (JMP) Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Innovation Research and Knowledge SWARNA Marcommers : Jurnal Marketing Communication and Advertising Jurnal Komunikasi Global Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Comdent: Communication Student Journal Joong-Ki Journal Of Digital Communication Science SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JP2N: Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara J-CEKI Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Ulil Albab Joong-Ki PESHUM Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan JIMEK Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Kewirausahaan Brilliant International Journal of Management and Tourism International Journal of Economics and Management Research
Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI DAN MEDIA KOMUNIKASI PARIWISATA KEMENTERIAN PARIWISATA EKONOMI KREATIF Renata Anisa; Rachmaniar Rachmaniar
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.19957

Abstract

Pariwisata adalah bagian yang integral dan tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang berkaitan erat dengan kehidupan sosial dan ekonomi. Sektor pariwisata telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional. Kemenparekraf dalam menjalankan fungsinya berfokus pada mengembangkan destinasi pariwisata kelas dunia dan melakukan pemasaran dengan berorientasi kepada wisatawan. Untuk mencapai objektif tersebut, Kemenparekraf mengaplikasikan berbagai strategi dan menggunakan media komunikasi pariwisata untuk mendorong tingkat kunjungan wisatawan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi dan media komunikasi pariwisata yang digunakan Kemenparekraf. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pariwisata yang digunakan Kemenparekraf adalah mengidentifikasi komunikator, menyusun pesan yang efektif menentukan media yang digunakan, menetapkan komunikan atau sasaran, dengan dampak yang diharapkan adalah impact secara langsung kepada pelaku industri pariwisata dan destinasi pariwisata. Kemenparekraf mengoptimalisasikan penggunaan media baru yakni website, facebook, youtube, twitter, Instagram, dan tiktok untuk menyampaikan informasi pariwisata dengan menarik. Setiap informasi yang diunggah, Kemenparekraf mampu menjangkau lebih dari 1,8 juta pengguna media sosial. Kemenparekraf telah menggunakan strategi dan media komunikasi pariwisata yang disesuaikan dengan target dan sasaran dalam menyampaikan informasi pariwisata.
PEMANFAATAN PROGRAM IMPLEMENTASI PROMOSI KESEHATAN : PROMOSI KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA Yustikasari Yustikasari; Renata Anisa; Retasari Dewi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.860

Abstract

Model pendidikan sekarang mengacu pada sistem yang ditujukan untuk memberdayakan masyarakat, dan dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas manusia sebagai individu melalui pendidikan. Bagaimana masyarakat yang tinggal di lingkungan perguruan tinggi dapat secara optimal dan efektif memanfaatkan kemampuannya dan berpartisipasi dalam tantangan hidup di lingkungan sosial. Perguruan tinggi berperan dalam meningkatkan kualitas manusia. WHO menjadikan kesehatan mental sebagai isu utama. Dengan demikian, Gerakan Global 2013-2020 memiliki empat tujuan utama. Artinya, manajemen kepemimpinan dan kesehatan mental yang efektif. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan jiwa dan sosial yang terpadu dan menyeluruh bagi masyarakat. Menerapkan strategi promotif dan preventif serta memperkuat sistem informasi . Dalam hal ini kampus diharapkan dapat merencanakan dan melaksanakan dengan menyadari pentingnya mengurangi masalah kesehatan jiwa. Untuk mencapai tujuan pendidikan menghasilkan generasi yang tangguh dan berkualitas, kami, Tim PPM KKNM Integrasi 2022-Universitas Padjadjaran menyelenggarakan 'Pemanfaatan Pelaksanaan Program Promosi Kesehatan: Kesehatan Jiwa Remaja . Kegiatan tersebut terdiri dari menjelaskan pentingnya informasi dan apa yang penting diketahui tentang kesehatan jiwa, khususnya bagi remaja. Diharapkan setelah kegiatan ini para remaja mampu secara mandiri menjaga kondisi mental dan emosionalnya. Hal ini karena dapat mempengaruhi seseorang untuk bertindak efektif di lingkungannya, mencapai tujuannya, dan mengembangkan kepribadian yang baik.
Penggunaan Message Appeals Dalam Siaran Pers Berbasis Sains Tentang Covid-19 Nayla Erzani; Diah Fatma Sjoraida; Renata Anisa
Jurnal Komunikasi Global Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v13i1.35149

Abstract

Pandemi COVID-19 telah melahirkan berbagai inisiatif masyarakat dalam rangka meringankan beban satu sama lain. Salah satunya adalah LaporCovid-19, sebuah inisiasi yang melakukan diseminasi pesan-pesan advokasi berbasis sains terkait situasi pandemi COVID-19 di Indonesia melalui siaran pers. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan, cara pengembangan, serta aspek pendukung dan penghambat penggunaan daya tarik pesan dari siaran pers LaporCovid-19. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan tiga orang dari pihak internal LaporCovid-19 serta seorang triangulator ahli, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siaran pers LaporCovid-19 menggunakan tiga jenis daya tarik pesan, yaitu rasional, emosi negatif, dan emosi positif, untuk mengomunikasikan pentingnya penanganan pandemi berdasarkan hak atas kesehatan secara ilmiah. Daya tarik rasional yang berupa pemaparan fakta dan data primer berdasarkan hasil laporan warga menjadi kelebihan karena dapat meningkatkan pemahaman dan penerimaan audiens. Sementara itu, daya tarik emosi negatif berupa penggambaran dampak buruk pandemi justru menjadi tantangan karena memperoleh respons berupa sikap defensif pemerintah serta kejenuhan masyarakat sipil.The COVID-19 pandemic has sparked various community initiatives aimed at alleviating each other's burdens. One such initiative is LaporCovid-19, which disseminates science-based advocacy messages regarding the COVID-19 pandemic situation in Indonesia through press releases. This research aims to analyze the reasons, development process, as well as the supporting and inhibiting aspects regarding the use of message appeals in LaporCovid-19's press releases. Employing data collection techniques such as interviews with three LaporCovid-19 members and an expert triangulator, as well as literature review. The research findings revealed that LaporCovid-19's press releases employed three types of message appeals: rational, negative emotion, and positive emotion. These appeals were used to emphasize the importance of addressing the pandemic from a scientific viewpoint, rooted in the public right to health. Furthermore, the use of rational appeal, using factual citizen-based data, boosts understanding and acceptance. Meanwhile, the negative emotional appeal depicting pandemic impacts often prompts defensive government reactions and societal fatigue.
SOSIALISASI KONSEP PARIWISATA HALAL MELALUI RADIO KOMUNITAS Susie Perbawasari; Dian Wardiana; Yanti Setianti; Renata Anisa; Aat Ruchiat Nugraha
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i2.32

Abstract

Perkembangan pariwisata di Indonesia mendorong wilayah destinasi wisata lainnya untuk meningkatkan akses dan fasilitas publik. Indonesia kini sedang mengembangkan potensi wisata halal di sepuluh daerah yang dijadikan percontohan bagi wilayah lainnya yang dipersiapkan menuju destinasi wisata halal. Salah satu visi pemerintah pusat adalah pengembangan wisata halal bagi provinsi Jawa Barat yang dinilai memenuhi kriteria sebagai destinasi halal yang variatif dan kreatif. Jawa Barat memiliki potensi untuk pengembangan konsep pariwisata halal. Untuk mewujudkan Jawa Barat sebagai destinasi wisata halal maka masyarakat perlu mengetahui dan memahami konsep pariwisata halal melalui sosialisasi dengan memanfaatkan radio komunitas. Metode pendekatan yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Sasaran utama dari sosialisasi ini adalah pengelola radio komunitas. Setelah dilaksanakan sosialisasi, peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan mengenai konsep wisata halal dan peran radio komunitas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Sosialisasi Pemanfaatan Mitos dalam Komunikasi Kesehatan kepada Masyarakat Desa Selasari Pangandaran Perbawasari, Susie; Sjoraida, Diah Fatma; Anisa, Renata; Masrina, Dwi
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 3 No 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i1.1065

Abstract

The socialization activity on the use of myths in health communication through community service programs in Selasari Village, Parigi District, Pangandaran Regency was carried out to give understanding to the Selasari Village community that not all health myths provide health benefits. The method used is a hybrid lecture method that utilizes the Zoom platform application. Two teams organize activities, namely the online team and the offline team. In this activity, two central themes were presented. The first is health myths and facts. Besides that, Covid-19 myths and facts are discussed. The second theme is the benefits and dangers of health myths. The author conducted a pre-test and post-test to the activity participants to measure the level of participants' knowledge of the material presented by the two resource persons. The results of this community service activity showed an increase in participants' knowledge about health myths. Kegiatan sosialisasi pemanfaatan mitos dalam komunikasi kesehatan melalui program pengabdian masyarakat di Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dilakukan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Selasari bahwa tidak semua mitos kesehatan memberikan manfaat bagi kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah hybrid yang memanfaatkan aplikasi Zoom. Terdapat dua tim yang mengatur jalannya kegiatan, yaitu tim daring dan tim luring. Di dalam kegiatan ini dipaparkan dua tema penting. Yang pertama adalah mitos dan fakta umum kesehatan, selain itu dibahas pula mitos dan fakta Covid-19. Tema yang kedua adalah manfaat dan bahaya mitos kesehatan. Penulis melakukan pre-test dan post-test kepada peserta kegiatan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang disampaikan oleh dua narasumber. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai mitos-mitos kesehatan.
STRATEGI KOMUNIKASI KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN BEKASI DALAM PROGRAM KOTA SAHABAT KUSTA (KOTAKU): (Studi Kasus Strategi Triple Zero dalam Mencegah dan Mengendalikan Kusta di Kabupaten Bekasi tahun 2022—2024) Tasha Suciati Amanda Putri; Susanne Dida; Renata Anisa
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i8.5058

Abstract

Kabupaten Bekasi, dengan kepadatan penduduk tinggi, menghadapi prevalensi kusta yang signifikan, dengan 227 kasus baru pada tahun 2022. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi meluncurkan Program Kotaku (Kota Sahabat Kusta) sebagai inisiatif strategis dengan Strategi Triple Zero yang mencakup Zero Transmission (nihil penularan), Zero Disability (nihil disabilitas), dan Zero Exclusion (nihil eksklusi). Penelitian ini bertujuan menggali latar belakang, implementasi, dan hambatan dalam penerapan strategi tersebut menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus berdasarkan Strategi Komunikasi Kesehatan dan Model Perencanaan Komunikasi KAP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi non-partisipan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kotaku di Kabupaten Bekasi ini berhasil mengurangi penularan kusta, mencegah disabilitas, dan menghilangkan stigma. Kegiatan yang dilakukan meliputi workshop bagi dokter, pelatihan petugas puskesmas, lokakarya untuk kader dan tokoh masyarakat, kerja sama dengan organisasi profesi, kegiatan screening, penyuluhan, testimonial mantan pasien kusta, dan aktivasi konten di media sosial. Tantangan yang dihadapi termasuk partisipasi rendah dari dokter dalam workshop, suspek yang masih menolak untuk diperiksa, tidak adanya kerja sama untuk aktivasi media sosial, hingga keterbaasan sumber daya. Untuk meningkatkan keberhasilan program, direkomendasikan penguatan insentif dan alokasi sumber daya yang lebih efisien. Program Kotaku yang dijadikan sebagai pilot project di Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi model yang berhasil dan dapat direplikasi di daerah lain.
LITERASI DIGITAL PENCEGAHAN CYBERBULLYING DI LINGKUNGAN SISWA SMP Prihandini, Puji; Rachmaniar, Rachmaniar; Anisa, Renata
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i2p149-156

Abstract

LITERACY DIGITAL CYBERBULLYING PREVENTION IN THE STUDENT ENVIRONMENT JUNIOR HIGH SCHOOL The synergy report on the women's violence database, compiled by the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection, indicates that the highest number of victims of violence, categorised by age, is within the teenage range, specifically 13-17 years old. One of the most prevalent forms of violence is cyber violence, which is commonly referred to as cyberbullying. Cyberbullying can be defined as the intimidation of an individual or group through digital technology. The relatively low digital literacy index in Indonesia may be a contributing factor to the continued prevalence of cyber violence in the country. One potential strategy for the prevention of cyberbullying is the promotion of digital literacy and its role in the prevention of such behaviour. A programme of counselling on digital literacy in the context of cyberbullying prevention was conducted at YPKP Middle School in Bandung City. The educational materials provided covered the development of social media, its characteristics, benefits, and impacts of using social media, as well as knowledge of cyberbullying, its impact, prevention, and how to deal with it. The results of these activities demonstrated that the majority of students already own mobile phones and that all students have access to social media. While the majority of students have heard the term cyberbullying, few are equipped with the necessary knowledge to respond effectively when they encounter or experience cyberbullying. Laporan sinergi database kekerasan terhadap perempuan yang disusun oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan bahwa jumlah korban kekerasan tertinggi, yang dikategorikan berdasarkan usia, berada dalam rentang usia remaja, khususnya 13-17 tahun. Salah satu bentuk kekerasan yang paling banyak terjadi adalah kekerasan di dunia maya, yang biasa disebut dengan cyberbullying. Cyberbullying dapat didefinisikan sebagai intimidasi terhadap individu atau kelompok melalui teknologi digital. Indeks literasi digital yang relatif rendah di Indonesia dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap prevalensi kekerasan siber yang terus meningkat di negara ini. Salah satu strategi potensial untuk pencegahan cyberbullying adalah dengan mempromosikan literasi digital dan perannya dalam pencegahan perilaku tersebut. Sebuah program penyuluhan tentang literasi digital dalam konteks pencegahan cyberbullying dilakukan di Sekolah Menengah Pertama YPKP di Kota Bandung. Materi penyuluhan yang diberikan meliputi perkembangan media sosial, karakteristik, manfaat, dan dampak dari penggunaan media sosial, serta pengetahuan tentang cyberbullying, dampak, pencegahan, dan cara mengatasinya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa telah memiliki telepon genggam dan semua siswa memiliki akses ke media sosial. Meskipun mayoritas siswa pernah mendengar istilah cyberbullying, hanya sedikit yang memiliki pengetahuan yang cukup untuk merespon secara efektif ketika mereka menemukan atau mengalami cyberbullying.
Media Dan Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Di Kabupaten Purwakarta Anisa, Renata; Yustikasari, Yustikasari; Dewi, Retasari
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 3 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i3.5048

Abstract

Media is a tool used by companies or institutions to convey information to the public. The media has an important role in the success of a promotional program. Hospitals have the function of improving public health status by conveying information and health education in accordance with the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 44 of 2018 concerning the implementation of health promotion. This study aims to determine the media and health promotion program at the Regional General Hospital in Purwakarta Regency. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques of observation, interviews, and literature study. The results showed that the RSUD in Purwakarta Regency used internal media including audio and visual media, posters, leaflets and banners for health promotion to patients, patient families and hospital human resources. Meanwhile, for health promotion targeting the external public, hospitals utilize digital media such as websites, Instagram, Facebook and YouTube. Health promotion programs implemented by the hospital include education on healthy lifestyles, drug use, dental care, and other health education related to the top ten diseases in hospitals. The hospital periodically evaluates health promotion activities.
Strategi marketing public relations PT Sinergi Informatika Semen Indonesia Putri, Tasha Suciati Amanda; Anisa, Renata
Comdent: Communication Student Journal Vol 1, No 2 (2023): November 2023 - April 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v1i2.51775

Abstract

Latar Belakang: PT Sinergi Informatika Semen Indonesia telah berhasil mengimplementasikan sejumlah strategi guna menghadapi tantangan era bisnis digital yang terus berkembang. Fokus utama perusahaan ini adalah mencapai audiensnya dengan efektif dalam konteks pemasaran hubungan masyarakat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memahami secara lebih mendalam strategi MPR yang telah diterapkan oleh PT Sinergi Informatika Semen Indonesia. Metode: Metodologi penelitian ini didasarkan pada pendekatan deskriptif, dengan penekanan khusus pada penggambaran strategi push, pull, dan pass sesuai dengan konsep yang diusulkan oleh Harris dan Whalen (2006). Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi kepustakaan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Sinergi Informatika Semen Indonesia telah mengadopsi keberagaman strategi MPR. Strategi push perusahaan terwujud melalui aktivasi iklan Google dan email marketing, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan personal dengan pelanggan dan mendorong produk ke pasar. Sementara itu, strategi pull memanfaatkan penulisan artikel, penulisan konten website, employer branding, dan joint-planning session untuk mencapai klien dengan skala yang lebih besar. Di sisi lain, strategi pass diimplementasikan melalui hubungan masyarakat komunitas, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dan sponsorship sebagai bentuk komitmen moral perusahaan. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengindikasikan bahwa PT Sinergi Informatika Semen Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan seluruh alat yang tersedia dalam konsep MPR. Potensi pengembangan lebih lanjut dalam penerapan strategi MPR menjadi hal yang perlu dipertimbangkan agar perusahaan dapat terus tumbuh dan berkembang di era bisnis digital yang dinamis.
Strategi efektif dalam manajemen event venue Timezone di Mall Margocity Depok Aprilia, Adinda Putri; Anisa, Renata
Comdent: Communication Student Journal Vol 1, No 2 (2023): November 2023 - April 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v1i2.51773

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini menekankan pentingnya strategi pemasaran melalui acara sebagai sarana krusial bagi perusahaan atau merek dalam menarik minat konsumen serta membangun hubungan positif melalui public relations, khususnya dalam marketing public relations. Public relations diidentifikasi sebagai fungsi manajemen yang sangat efektif dalam kegiatan komunikasi perusahaan. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan menganalisis pelaksanaan acara pembukaan venue Timezone Margocity dengan mengacu pada model tahapan Goldblatt. Fokusnya termasuk riset, desain, perencanaan, koordinasi, dan evaluasi sebagai aspek utama dalam pelaksanaan acara tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis tahapan Goldblatt. Riset dilakukan untuk merencanakan acara pembukaan venue dengan mempertimbangkan preferensi pengunjung Timezone. Desain acara dirancang dengan mempertimbangkan konsep yang unik untuk menarik perhatian pengunjung. Perencanaan melibatkan pengadaan main event seperti press conference dan flash sale booth. Tahap koordinasi memastikan pelaksanaan acara berjalan lancar, sementara tahap evaluasi memberikan penilaian terhadap kesuksesan acara. Hasil: Hasil penelitian ini menyoroti betapa pentingnya tahapan riset, desain, perencanaan, koordinasi, dan evaluasi dalam suksesnya acara pembukaan venue Timezone Margocity. Identifikasi peluang, konsep desain yang unik, rencana perencanaan yang detail, koordinasi yang efektif selama acara, dan evaluasi yang cermat menjadi faktor kunci kesuksesan. Penelitian ini memperlihatkan bahwa strategi pemasaran melalui acara memainkan peran yang signifikan dalam menarik minat guest serta membangun hubungan positif melalui public relations. Hal ini menunjukkan bagaimana perusahaan dapat mengidentifikasi, mengejar, dan memanfaatkan peluang dengan memanfaatkan model tahapan Goldblatt.