Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Profil Karakteristik Peternakan Sapi Potong di Daerah Dataran Rendah (Studi Kasus di Desa Nonotbatan Kecamatan Biboki Anleu Kabupaten Timor Tengah Utara) Nailape, Merliana Kolo; Sahala, Josua; Usboko, Nofriana; Feka, Wolfhardus Vinansius; Banu, Marselinus; Usboko, Novriana; Manek, Humbelina Fega
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18551

Abstract

The purpose of this study: 1). to determine the characteristics of beef cattle breeders. 2). the beef cattle maintenance system in Nonotbatan Village, Biboki Anleu District, North Central Timor Regency. This study was conducted in August-September 2024 in Village Nonotbatan, Biboki Anleu District, North Central Timor Regency. The method used is a survey method using quantitative descriptive analysis techniques to collect secondary data and primary data from respondents. This study used a purposive sampling technique and the variables observed were characteristics based on age, gender, ownership status, number of livestock, occupation, livestock experience, number of family dependents, monthly income, land ownership. The results of this study are the profile of the characteristics of beef cattle farming in lowland areas (Case Study in Nonotbatan Village, Biboki Anleu District, North Central Timor Regency) based on the age of the farmers, most of them are over 60 years old (29.4%), gender is generally 93.5% male, education level is mostly elementary school graduates (66.7%), livestock ownership status is 100% owned by themselves, the average number of livestock is 66.6%, the most is 2-5 heads, the main job is 97.4% as farmers, livestock experience is 71.8% on average ≥5 years, monthly income is mostly 55.1%, namely IDR 0-250/month, average land ownership is ≥0.50 Ha, namely 66.7%, the number of family dependents is mostly 4-6 people, namely 62.8%, The livestock maintenance system is semi-intensive for 68 people (87.2%).
Persepsi Peternak Terhadap Kinerja Penyuluh di Desa Atmen Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Sekab, Januario Resky Alexandro; Simamora, Ture; Matoneng, Ody Wolfrit; Sahala, Josua
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.5935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik peternak di Desa Atmen, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara dan menganalisis persepsi peternak terhadap kinerja penyuluh di desa tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus hingga September 2024 di tiga kelompok tani di Desa Atmen. Populasi penelitian mencakup seluruh anggota kelompok tani yang masih aktif, sementara sampel penelitian terdiri dari 60 responden yang dipilih menggunakan metode sensus. Jenis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan persentase. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert, wawancara, observasi, dan pencatatan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak berdasarkan usia didominasi oleh kelompok usia produktif (20-64 tahun), dengan persentase sebesar 88,33%. Dari segi pendidikan, tingkat pendidikan peternak tergolong sangat rendah, karena sebagian besar hanya menempuh pendidikan hingga tingkat sekolah dasar. Mayoritas peternak memiliki tanggungan keluarga sebanyak tiga orang atau kurang. Sementara itu, kepemilikan ternak sebagian besar berkisar tiga ekor atau kurang, dengan persentase sebesar 51,67%. Dari segi pengalaman beternak, mayoritas peternak telah memiliki pengalaman lebih dari 16 tahun. Kinerja penyuluh diukur berdasarkan tiga indikator utama, yaitu responsivitas, responsibilitas, dan kualitas layanan penyuluhan. Hasil penelitian mengungkap bahwa persepsi peternak terhadap materi, metode, dan media penyuluhan sudah sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebanyak 100% dari 60 responden menerima materi tentang pengolahan limbah, sementara 93,33% responden menyatakan puas terhadap metode penyuluhan dan materi yang disampaikan. Kata Kunci: Persepsi Peternak, Kinerja Penyuluh
Persepsi Peternak terhadap Kinerja Penyuluh di Desa Letmafao Kecamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara Dan, Gregoriana; Simamora, Ture; Matoneng, Ody Wolfrit; Sahala, Josua
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.5970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik peternak di Desa Letmafo serta menilai persepsi mereka terhadap kinerja penyuluh peternakan. Metode yang digunakan adalah survei dan observasi lapangan, dengan instrumen berupa kuesioner berskala Likert untuk mengukur variabel-variabel yang diteliti. Karakteristik peternak yang dianalisis mencakup usia, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, jumlah kepemilikan ternak, dan pengalaman beternak. Selain itu, aspek penyuluhan yang dikaji meliputi materi, media, dan metode yang digunakan, serta responsivitas, tanggung jawab, dan kualitas layanan penyuluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peternak berada dalam usia produktif (15–64 tahun), berpendidikan minimal enam tahun, memiliki tanggungan 3–4 orang, kepemilikan ternak 3–4 ekor, dan pengalaman beternak 5–10 tahun. Materi penyuluhan yang paling banyak diterima mencakup manajemen pakan (96,9%), strategi pemasaran (98,5%), dan pengendalian penyakit ternak (95,4%). Sebagian besar peternak menilai bahwa materi penyuluhan sesuai dengan kebutuhan mereka. Tingkat kepuasan terhadap responsivitas penyuluh mencapai 80,7%, tanggung jawab penyuluh 83,1%, dan kualitas layanan 96,9%. Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja penyuluh di Desa Letmafo dinilai sangat baik dan berkontribusi positif terhadap pengembangan usaha peternakan rakyat. Kata kunci: persepsi petenak, kinerja penyuluh peternakan
Persepsi Peternak Terhadap Kinerja Penyuluh di Desa Oenbit Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara Bimolo, Maria Yohana; Simamora, Ture; Matoneng, Ody Wolfrit; Sahala, Josua
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.5933

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui bagaimana kerakteristik peternak yang ada di Desa Oenbit Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara. 2) Untuk mengetahui bagaimana persepsi peternak terhadap kinerja penyuluh peternakan yang ada di Desa Oenbit Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan September 2024 di kelompok tani yang ada di Desa Oenbit Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara yaitu kelompok tani Oemanu, kelompok tani Tuinbatan dan kelompok tani Moenmuni. Sampel yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah para peternak dengan jumlah responden sebanyak 61 responden. Jenis dan sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, observasi, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian di Desa Oenbit Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara maka disimpulkan bahwa: 1) Karakteristik responden berdasarkan umur peternak terbanyak adalah golongan umur 15-64 tahun dengan jumlah responden 55 orang atau (90,16%). Karakterisik responden berdasarkan tinggkat perndidikan peternak mayoritas berpendidikan dari umur 1-6 tahun dengan jumlah responden 45 orang atau (73,77%). Berdasarkan pengalaman beternak terbanyak adalah 11-15 tahun dengan jumlah responden 33 orang atau (54,09%). Berdasarkan jumlah kepemilikan ternak terdapat 2 golongan jumlah ternak yang tertinggi, yaitu jumlah ternak 5-6 tahun dengan jumlah responden 19 orang atau (31,14%) dan jumlah ternak >6 dengan jumlah responden 19 orang atau (31,14%). Karakteristik responden berdasarkan jumlah tanggungan keluarga terbanyak adalah 5-6 orang dengan jumlah responden 27 orang atau (44,26%). 2) Persepsi peternak terhadap kinerja penyuluh di Desa Oenbit Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara, disimpulkan bahwa rata-rata peternak berpendapat baik terhadap kinerja penyuluh. Hal ini dapat dilihat dari persepsi peternak terhadap metode dan media dengan jumlah responden 39 orang atau (63,93%), sedangkan berdasarkan persepsi peternak terhadap sarana, prasarana, pembinaan dan motivasi sebanyak 33 orang atau (54,09%) dan sebanyak 56 orang atau (91,80%) yang sangat puas dengan kualitas layanan dari penyuluh. Kata Kunci: Persepsi, Kinerja, Penyuluh, Karakteristik Peternak
KAJIAN USAHA PETERNAKAN BABI DAN PEMASARANNYA DI KOTA KEFAMENANU, KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA (STUDI KASUS DI PETERNAKAN INDOMOR FARM) (Study of Pig Farming and Marketing in Kefamenanu City, Timor Tengah Utara Regency - Case Study at Indomor Farm) Hembi, Yulius; Kadju, F. Y.D.; Sahala, J.; Simamora, T.; Gusri, R.
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 12 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v12i1.23143

Abstract

The development of the livestock sub-sector generally aims to increase farmers' income, accelerate the availability of quality food, and ensure meat quality, especially pork, so that it can be consumed by the community with optimal nutritional content. Pig farming is one of the livestock businesses that has long been popular among the people in the province of East Nusa Tenggara, especially in Kefamenanu City, Timor Tengah Utara Regency. The objective of this study is to identify pig farming businesses and their marketing systems in Kefamenanu City. The research was conducted at Indomor Farm as a case study of pig farming businesses in Kefamenanu City. The method used in this study was a survey analyzed descriptively with a quantitative approach. Based on the analysis results, it can be concluded that: (1) There is only one marketing channel pattern for pork in Kefamenanu City, namely: Farmer - Livestock Slaughterer/Retailer - Consumer; and (2) The margin per kilogram of output produced by the pork marketing institution is Rp63.555,55 for farmers and Rp8.855,84 for livestock slaughterers/retailers. Overall, the pig farming business in Kefamenanu City is a viable and profitable venture to undertake.
PROFIL KARAKTERISTIK PETERNAK KAMBING RAKYAT DI KECAMATAN INSANA UTARA (Studi Kasus Di Desa Wini, Oesoko, Oekolo Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara) Beyleto, Veronika Yuneriati; Thaal, Maria Elisa; Sahala, Josua; Simamora, Ture; Pasi, Maria Selfiana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.18843

Abstract

This study aims to determine the characteristics of goat farmers in North Insana District, North Central Timor Regency, This research was conducted in July-September 2024 in Wini, Oekolo and Oesoko villages, North Insana District, North Central Timor Regency. This study uses a survey method by applying quantitative descriptive analysis techniques to collect secondary data and primary data from respondents. This study applied the purposive sampling method and the research variables were as follows. characteristics based on age, gender, formal education, non-formal education, occupation, ownership scale, experience of livestock farming, cosmopolitan level, and motivation for livestock farming. The results of this study are profiles of the characteristics of goat farmers (case study in Winniekolo village, North Insana District, North Central Timor Regency) based on the age of most farmers 21-35 years old 90.1%, gender 69.7%, male level of formal education 56.3%, elementary school level of non-formal education 95, 1% have never participated in training, employment of 58.5% of long-term farmers raising livestock 45.1% 0-5 years, livestock ownership 68.3% have 1-10 livestock, Cosmopolitan level 57% leave the village 0-5 times per month, watch TV 100% 0-5 times, listen to the radio 100% 0-5 times, meet practitioners 100% have never met, motivation to raise livestock 100% increase income.
Karakteristik Peternak Kambing Di Kecamatan Bikomi Utara Kabupaten Timor Tengah Utara Seran, Lorensia; Beyleto, Veronika Yuneriati; Sahala, Josua; Simamora, Ture; Pasi, Maria Selfiana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.18844

Abstract

The purpose of this study is to identify the characteristics of the goat farmer in the north central timor district of the bikomi region. The study has been carried out in the months of juni-september 2024 in the villages of banain a, banain b, banain c, faenake, sainoni, tests, and napan denunciations north of timorr central district of Syria. The number of samples taken in this study is 99 individuals. The type of data used in the study are primary and secondary data. Analysis shows that the characteristic of the farmer in the age category is dominated by the breeders with a particularly productive 21-65 years of 93 people (94.38%). The gender of the farmer shows that the male breeders are as many as 56 (56.6%). Formal education levels for those in the low category graduate school by 62 (62.6%). The level of nonformal education for respondents in the seven villages who have never had training is as many as 89 (89.9%). The type of work of respondents was dominated by the work of a farmer of 52 people (52.5%). The average farmer's experience is dominated by a very low category of 0-5 years of which is 61 people (61.6%). The reduced ownership of respondents in the low category of 1-10 as many as 87 (87.9%). A cosmopolitan rancher of 99 (100%). The respondents' educational motivation is to increase additional income and income.
Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Peternakan Sapi Potong Kepemilikan Rakyat pada Wilayah Lahan Kering Sekitar Pinggiran Hutan (Studi Kasus pada Kampung Maslete, Kecamatan Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur). Sahala, Josua; Banu, Marselinus; Kadju, Fransiskus Yulius Dhewa; Chrisinta, Debora; Chamdi, Achmad Nur
AGRIMOR Vol 9 No 1 (2024): AGRIMOR - January 2024
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v9i1.2343

Abstract

This study aims to determine the potential for developing people's beef cattle farming business, to determine the livelihood capital assets of farmers including social capital, human capital, and physical capital, and the level of involvement and empowerment of farmers in the process of empowerment in dryland areas and to formulate an empowerment model in Maslete Village. This research was completed from July until August 2023 in Maslete Village, Kefamenanu District, North Central Timor Regency. The research used a purposive sampling method (intentionally) by taking all beef cattle breeders in Maslete village as many as 28 respondents. The data collection technique uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) technique. Model formulation using Focus Group Discussion (FGD). The results showed that physical capital includes an assessment of the availability of medium production facilities (53.57%), an Assessment of the Availability and Ease of Access to medium educational facilities (67.86%), an Assessment of the status of livestock ownership, an assessment of good (100%), Assessment of inadequate communication facilities. good (12%) and the assessment of transportation facilities as poor (96.43%). Human capital includes an assessment of the level of education as poor (71.43%) and an assessment of the level of health as good (71.43%). Social Capital includes a moderate assessment of involvement in social organization activities (71.43%) and a good social network assessment (92.86%). The level of farmer empowerment includes moderate knowledge (75%), medium attitude (24%), and medium skills (82.14%). Community empowerment model with an integrated system on agricultural land, livestock, and land around the edge of the forest.
Analisis Bibliometrik tentang Tantangan dan Peluang dalam Penelitian Pertanian Organik Dalam Mewujudkan Keberlanjutan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Sahala, Josua; Jamin, Fitriah Suryani; Mokoginta, Meity Melani
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 04 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i04.1106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis bibliometrik tentang tantangan dan peluang dalam penelitian pertanian organik, dengan fokus pada dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pertanian organik telah menjadi sorotan utama dalam upaya mencapai keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat, sebagai respons terhadap kekhawatiran akan dampak negatif pertanian konvensional. Namun, meskipun peningkatan minat dan praktik pertanian organik, masih banyak tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat di masa depan. Melalui pendekatan analisis bibliometrik, penelitian ini mengidentifikasi tren penelitian, fokus penelitian, dan perkembangan ilmiah dalam domain pertanian organik, serta memberikan wawasan tentang peluang-peluang baru untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui pendekatan pertanian organik.
EDUKASI PENERAPAN INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK BABI DI LINO FARM DESA MAUBESI Stella Atok, Yohana; Pasi, Maria Selfiana; Sahala, Josua; Dethan, Agustinus Agung; Ture Simamora; Kapitan, Maria Magdalena
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5796

Abstract

Protein merupakan makromolekul paling melimpah di dalam sel dan menyumbang lebih dari separuh berat kering pada hampir semua organisme hidup. Senyawa ini tersusun atas asam amino sebagai unit penyusunnya, yang saling terhubung melalui ikatan peptida membentuk rantai polipeptida panjang. Struktur protein yang kompleks menjadikannya komponen esensial dalam tubuh makhluk hidup, berperan tidak hanya sebagai sumber energi tetapi juga sebagai zat pembangun jaringan dan pengatur berbagai proses biologis. Ternak yang berkontribusi besar terhadap penyediaan protein tersebut adalah babi. Salah satu contoh pengembangan peternakan babi dapat ditemukan di Lino Farm di Desa Maubesi yang memiliki potensi besar untuk pengembangan usaha ternak babi. Salah satu teknologi yang terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas ternak adalah inseminasi buatan (IB). Penerapan teknologi IB di Desa Maubesi bertujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan ternak babi, meningkatkan efisiensi konversi pakan, menghasilkan keturunan yang lebih unggul, serta memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai manfaat teknologi reproduksi ini dalam menunjang perekonomian lokal. Proses inseminasi buatan pada babi dilakukan dengan cara memasukkan kateter ke dalam saluran reproduksi induk babi betina. Kateter diputar perlahan berlawanan arah jarum jam hingga melewati bagian serviks, kemudian semen segar disemprotkan secara perlahan sampai habis. Setelah proses selesai, kateter dikeluarkan kembali dengan hati-hati searah jarum jam. Pengamatan terhadap hasil IB biasanya dilakukan sekitar 21 hari setelah proses pelaksanaan, untuk memantau tanda-tanda kebuntingan pada induk babi. Berdasarkan hasil pelaksanaan di Lino Farm, penerapan inseminasi buatan terbukti memberikan hasil yang positif, ditandai dengan meningkatnya produktivitas ternak, lahirnya keturunan yang lebih unggul, serta meningkatnya pendapatan masyarakat setempat. Dengan demikian, penerapan teknologi inseminasi buatan dapat dianggap sebagai solusi berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ternak babi, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Desa Maubesi.
Co-Authors Achmad Nur Chamdi Afdhal Chatra Perdana Agustina Viktoria Tae Agustinus Agung Dethan Agustinus Palmarius Tae Abi Agustinus Yoseph Leu Aldianus Bria Ananda, Febryandhie Andi Sabirin Baso Aristo Kurniawan Sio Atok, Marsiana Damaris Bernadina Metboki, Bernadina Bimolo, Maria Yohana Chamdi, Achmad Nur Chrisinta, Debora Christofel John Bernhard Sendow Dan, Gregoriana Dian Artanti Arubusman Edhie Budi Setiawan, Edhie Budi Febrya Christin Handayani Buan Fek, Wolfhardus Vinansius Feka, Wolfhardus V. Feka, Wolfhardus Vinansius Fitriah S. Jamin Frans Sudirjo Frans Sudirjo Fransiskus Yulius Dhewa Kadju Gusri, Rahmat Hembi, Yulius Hutubessy, Aditya imamora, Ture S Indra Budaya, Indra Januario Resky A. Sekab Jumansyah, L.M. Risman Dwi Kadju, F. Y.D. Kosat, Aloysius Kristian Kristoforus Wilson Kia Lukas Pardosi Manalu, Adelya I Manek, Humbelina Fega Maneno, Regolinda Margareta Mamuit Ninu Maria Ernalinda Seran Maria M. Kapitan Maria Metriana Seran Marselinus Banu Matoneng, Ody Wolfrit Mokoginta, Meity M Muhammad Yusuf Nahak, Adrianus Nailape, Merliana Kolo Naisau, Angela Cristina Neonnub, Jefrianus Nugroho Noto Diharjo Obe, Leonardus Frengky Pasi, Maria Selfiana Rahma Saiyed Rani Eka Arini Rival Pahrijal Sainul Hamid Sekab, Januario Resky Alexandro Seran, Lorensia Simamora, T. Simamora, Ture Simarmata, Justin Eduardo Stella Atok, Yohana Thaal, Maria Elisa Tuas, Maria Angelina Tulus Martua Sihombing Ture Simamora Usboko, Nofriana Usboko, Novriana Venantius Oskar Nahak Veronika Yuneriati Beyleto Yos Bobi A. Olla Yuliana Kolo Zaenal Abidin Zainal Abidin