Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Tentang Angkutan Kereta Api Jabodetabek Syaiful, Syaiful; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 3 No. 2 (2014): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v3i2.816

Abstract

Kereta api sebagai sarana transportasi massal masih sangat diperlukan mengingat bahwa volume laulintas perjalanan orang dari daerah sekitrar menuju Jakarta sangat tinggi. Hal ini mempunyai nilai strategis yang tinggi pula mengingat suatu penilaian manfaat dan kebutuhan untuk memberikan layanan yang baik dan bagus. Agar subsidi pemerintah tepat sasaran maka diperlukan regulasi pengetatan pentarifan dan pelayanan jasa angkutan kereta api. Pengelolaan transportasi massal harus memberikan ruang lingkup yang cukup bagi pemerintah untuk mengatur dan mengambil keputusan. Keberhasilan operasional jasa kereta api tidak terlepas dari sikap mental dan ketegasan penyedia jasa yang terlibat didalamnya.
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN DAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN GARENDONG-JANALA Baharudin, Sudarman; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 4 No. 1 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i1.820

Abstract

PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN DAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN GARENDONG-JANALA. Jalan raya adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari suatu tempat ke tempat yang lain. Arti lintasan disini dapat diartikan sebagai tanah yang  diperkeras  atau  jalan  tanah  tanpa  perkerasan,  sedangkan  lalu  lintas  adalah semua  benda  dan  makhluk  hidup  yang  melewati  jalan  tersebut  baik  kendaraan bermotor, tidak bermotor, manusia, ataupun hewan. Jalan fungsi arteri merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanannya jarak jauh, dengan kecepatan rata-rata  tinggi, dan jumlah jalan masuk ke jalan ini sangat dibatasi secara berdaya guna. Jenis jalan dari Desa Garendong – Desa Janala merupakan jalan arteri dengan spesifikasi jalan arteri kelas II, lebar perkerasan 7 m, dengan kecepatan rencana 40 km/jam. Pada sudut PI1 direncanakan jenis tikungan Spiral-Spiral dengan jari-jari lengkung rencana 200 m, dan sudut PI2 direncanakan jenis tikungan Spiral-Circle-Spiral dengan jari-jari lengkung rencana 250 m. Untuk mendapatkan keseimbangan antara galian dan timbunan, pada alinemen vertikal jalan Desa Garendong – Desa Janala direncanakan 7 PVI, mulai dari STA 0 + 000 dan berakhir di STA 3 + 200. Perkerasan jalan Desa Garendong – Desa Janala  menggunakan jenis perkerasan lentur berdasarkan volume LHR yang ada dengan jenis bahan yang di pakai yaitu laston (Surface Course), batu pecah CBR 80% (Base Course), sirtu CBR 50 % (Sub Base Course). dengan perhitungan didapatkan dimensi dengan tebal dari masing-masing lapisan yaitu Surface Course 5 cm, Base Course 20 cm dan Sub Base Course 15 cm.
KAJIAN TENTANG HUBUNGAN KECEPATAN, VOLUME DAN KEPADATAN MENGGUNAKAN METODE BELL (STUDI KASUS JALAN PAJAJARAN, SUKASARI-BARANANG SIANG) Sulaeman, Ujang; Rulhendri, Rulhendri; Syaiful, Syaiful
ASTONJADRO Vol. 4 No. 1 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i1.821

Abstract

Semakin meningkatnya kebutuhan manusia, mengakibatkan terjadinyapeningkatan pergerakan manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam beraktivitasdan otomatis memerlukan alat transportasi untuk mencapai tempat beraktivitasseperti kantor, sekolah, dan pusat perbelanjaan sehari-hari. Untuk kelancaran transportasi maka kinerja ruas jalan harus baik, kinerja simpul dan ruas dapat diketahui berdasarkan arus lalu lintas ( Flow/V ),  kerapatan kendaraan ( Density / Konsentrasi / D ) dan kecepatan ( Speed / Us ). Ketiga variabel lalu lintas tersebut semakin hari semakin mendapat perhatian khusus dimana kesemuanya inidisebabkan pertambahan pendapatan seiring peningkatan kepemilikan kendaraan dan arus urbanisasi mengakibatkan peningkatan arus lalu lintas.Jalan Pajajaran merupakan jalan dengan status jalan nasional dan funsi jalan merupakan arteri primer yang minimal akses yang mengutamakan kecepatan dan kelancaran.Karakteristik arus dan hubungan antara kecepatan, volumeserta kepadatan yang terjadi di jalanPajajaransangat menarik untuk diteliti. Pengambilan data jalan Pajajaran diambil penggal arah dari Sukasari menuju arah Baranang Siang, dengan kondisi sangat bervariasi dari lengang sampai kondisi sangat rapat.Hubungan antara kecepatan, kepadatan dan volume lalu lintas ini dengan menggunakan metode Bell. Hubungan matematisnilai korelasi yang berkisar antara -0,79 - -0,96,dari grafik juga dapat dilihat data tersebar. Kondisi dijalan antara kecepatan dan kepadatan sangat saling mempengaruhi pada kondisi lenggang sampai padat.Mendapatkan nilai kecepatan dan kepadatan mendekati nol, dimana  nilai  kecepatan pada hari senin berkisar antara 26 - 30 km/jam, sedangkan untuk kepadatan berkisar antara 152 - 232 smp/km, hari sabtu untuk kecepatan arus bebas berkisar antara 27 – 32 km/jam, sedangkan untuk kepadatan maksimal berkisar antara 177- 254 smp/jam, untuk hari minggu kecepatan arus bebas berkisar antara 34 - 36 km/jam, sedangkan untuk kepadatan maksimal berkisar antara 152 - 161, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk hari senin kondisi lalu lintas ruas jalan pajajaran dari arah sukasari menuju arah baranang siang mengalami kemacetan pada waktu-waktu tertentu.
TINJAUAN VOLUME PEMELIHARAAN TAHUNAN JALAN REL BERDASARKAN HASIL TRACK QUALITY INDEX (TQI) (Studi kasus: Lintas Manggarai - Bogor) Kurniawan, Wahyu; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 4 No. 2 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i2.823

Abstract

TINJAUAN VOLUME PEMELIHARAAN TAHUNAN JALAN REL BERDASARKAN HASIL TRACK QUALITY INDEX (TQI). Jalan rel jalur ganda lintas Manggarai-Bogor diawali dari km 9+890 s/d km 54+810 sepanjang 89,840 km pada jalur hulu dan hilir yang berada di dalam wilayah Daerah Operasi/DAOP I Jakarta dan merupakan lintas utama dengan lebar sepur sempit (1067 mm), melayani operasional lebih dari 200 rangkaian kereta api/hari untuk kereta penumpang dan 4 kali perjalanan kereta barang. Untuk itu maka diperlukan perencanaan volume pemeliharaan tahunan jalan rel jalur ganda lintas Manggarai-Bogor yang sesuai dengan standar kebutuhan pemeliharaan jalan rel berdasarkan daya angkut lintas (passing tonnage) dan klasifikasi jalan kereta api (golongan UIC/Union Internationale des Chemins defer dan kelas jalan rel Indonesia) agar kinerja jalan rel tetap dalam kondisi aman dilewati kereta api selama umur pelayanan rel. Dalam penelitian ini dilakukan analisis volume pemeliharaan jalan rel berdasarkan hasil nilai Track Quality Index (TQI) dari hasil pengukuran Kereta Ukur EM-120 untuk menentukan prosentase kategori masing- masing  nilai TQI dan panjang kategori masing-masing nilai TQI. Setelah itu dilakukan analisis volume pemeliharaan tahunan jalan rel berdasarkan daya angkut lintas/passing tonnage dan klasifikasi jalan kereta api (golongan UIC/Union Internationale des Chemins defer dan kelas jalan  rel  Indonesia).  Hasil  analisis  data  kereta  ukur  lintas  Manggarai-Bogor  berdasarkan kategori nilai TQI jelek (TQI > 50) adalah petak jalan UI-Poc dengan rata-rata nilai TQI 52,03 dengan prosentase 11,24% dan petak jalan dengan kategori nilai TQI baik sekali (TQI < 20) adalah patak jalan Tnt-Lna dengan rata-rata nilai TQI 3,03 dengan prosentase 0,65%. Nilai rata- rata TQI pada petak jalan Ui-Poc berdasarkan type device WSL, LK, LRS, JPL dan BH berturut- turut yaitu 67,20, 42,28, 32,28, 72,00 dan 46,40. Sedangkan nilai rata-rata TQI pada petak jalan Tnt-Lna berdasarkan type device WSL, LK, LRS, JPL dan BH berturut-turut yaitu 0,00, 0,00,15,13, 0,00 dan 0,00. Volume perawatan tahunan didasarkan pada kerusakan petak UI-Poc yaitu sepanjang 1204 m'sp dengan panjang kerusakan pada WSL sepanjang 62,00 m'sp, LK sepanjang 459,00 m'sp, LRS sepanjang 648,00 m'sp, JPL sepanjang 20 m'sp dan BH sepanjang 15,00 m'sp. Untuk mendapatkan hasil perawatan yang sempurna maka perlu dilakukan pemecokan sebanyak 0,70 kali/tahun dan penggantian rel sepanjang 1204 m'sp karena dari hasil hitungan umur rel sudah melebihi batas toleransi.
STUDI TENTANG PENENTUAN NILAI VOLUME LALULINTAS MAKSIMUM MENGGUNAKAN MODEL GREENSHIELD PADA RUAS JALAN Km 4 Suyanto, Erwan Eka; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 4 No. 2 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i2.827

Abstract

Jalan Pajajaran merupakan jalan dengan status jalan Nasional , merupakan arteri primer yang minimal akses yang mengutamakan kecepatan dan kelancaran pengguna jalan tersebut. Karakteristik arus dan kapasitas (volume maksimum) serta pada kondisi lalu lintas , volume maksimum terjadi di jalan Pajajaran sangat menarik untuk diteliti. Pengambilan data jalan Pajajaran diambil penggal arah dari Baranang Siang menuju arah Sukasari dengan kondisi sangat bervariasi dari lengang sampai kondisi sangat rapat. Analisis karakteristik arus lalu lintas untuk suatu ruas jalan dapat dilakukan dengan mempelajari hubungan matematis antara kecepatan (S), arus (V), dan kepadatan (D) lalu lintas yang terjadi pada ruas jalan tertentu. Lalu lintas yang ada pada suatu ruas jalan pada kenyataannya tidak homogen. Aliran lalu lintas yang terjadi merupakan gabungan antara gerakan-gerakan dari moda dengan karakteristiknya masing-masing. Sehingga keanekaragaman ini membentuk perilaku yang berbeda-beda untuk setiap komposisi dan berpengaruh pula terhadap arus lalu lintas secara keseluruhan. Dari hasil nilai hubungan antar variabel didapat untuk hari senin ada hubungan tetapi sangat kecil, sedangkan hari sabtu dan minggu hubungan cukup kuat antar variabel karakteristik lalu lintas tersebut. Berdasarkan grafik kepadatan dengan kecepatan dapat dilihat data mengumpul diujung pada posisi kecepatan tinggi dan kepadatan rendah(data tidak tersebar dari kepadatan rendah sampai tinggi.
PERENCANAAN PERKERASAN DAN PENINGKATAN GEOMETRIK JALAN Rulhendri, Rulhendri; Nurdiansyah, Nurdiansyah
ASTONJADRO Vol. 5 No. 1 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i1.829

Abstract

Pemerintahan Kabupaten Sukabumi telah merencanakan tempat pengelolaan sampah, lokasi pembangunan tersebut tepatnya di desa Cidadap Kecamatan Simpenan. Jalan akses menuju TPST 3R mempunyai panjang 2370 m, jalan akses menggunakan perkerasan lentur dengan lebar jalan sebesar 3 m. Rencana kendaraan yang beroprasi mempunyai spesifikasi berat 8 ton dengan lebar kendaraan 2,5 meter, sehingga dibutuhkan minimal lebar 5,5 meter untuk Dump Truck bersilangan atau berpapasan. Dengan demikian untuk menunjang berjalanya kegiatan pengelolaan sampah diperlukan juga perencanaan peningkatan geometrik dan perkerasan jalan lentur untuk mempermudah akses jalan Dump Truck bongkar muat sampah memasuki wilayah TPST 3R. Dengan metode Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya Tahun 1970 yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga untuk geometriknya dan metode Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisis Komponen Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga untuk perkerasan lenturnya. Data trase jalan, penitikan koordinat jalan, dan tebal perkerasan yang diolah dalam perhitungan ini didapat dari survei lapangan. perncanaan alinyemen horisontal dengan spesifikas jalan kelas III C, lebar perkerasan 2 x 2,75 m, jenis jalan perbukitan dengan nilai 6,32%, kecepatan rencana 50 km/jam. Terdapat 33 tikungan dengan sudut 7? sampai dengan 67?, jenis tikungan di dapat jenis full circle, spiral-spiral, dari perhitungan tikungan terdapat penambahan ketebalan dari alinyemen horizontal. Pada perencanaan perkerasan jalan lentur tidak diketahui tebal perkerasan existing jalan yang ada, shingga perkerasan direncanakan ulang dengan spesifikasi perkerasan jalan lentur dengan jenis bahan Laston (Surface Course)= 5 cm, Lapis Pondasi Atas (Base Course)= 15 cm, Lapis Pondasi Bawah (Sub Base Course)= 20 cm.
ANALISIS VOLUME LALU LINTAS KENDARAAN DAN PENYEBERANG JALAN DALAM PENENTUAN JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG (STUDI KASUS: JALAN MARGONDA RAYA DEPOK STA. 0+750 – 1+250) Idris, Mochamad; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 5 No. 2 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i2.836

Abstract

Studi kasus Jalan Margonda Raya Kota Depok sta. 0+750 – 1+250, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui layak atau tidaknya jembatan penyeberangan orang pada ruas jalan tersebut. Dari data survei lalu lintas didapat hasil perhitungan volume lalu lintas rata-rata selama satu minggu pada jalan Margonda Raya depok dari Sta. 0+750 – 1+250, untuk V rata-rata sebesar 8.531, P  rata-rata sebesar 1.251, dan PV²rata-rata sebesar  >1010, dan standar persyaratan  pembangunan fasilitas pejalan kaki yang direkomendasikan oleh Dinas Bina Marga untuk pemilihan penyeberangan tidak sebidang, bahwa V > 3.500, P > 1.250 dan PV² > 1010. Dari hasil perhitungan dan rekomendasi dari Dinas Bina Marga dapat disimpulkan bahwa jalan tersebut telah memenuhi standar persyaratan pembangunan fasilitas pejalan kaki , maka fasilitas penyeberangan ini sangat tepat dibangun JPO dengan volume kendaraan dan  volume pejalan kaki yang menyeberang ruas jalan pada asumsi jam sibuk sangat tinggi.
KAJIAN VOLUME LALULINTAS DAN PEJALAN KAKI DALAM PENENTUAN FASILITAS PENYEBERANG JALAN ( STUDI KASUS: JALAN PADJAJARAN KOTA BOGOR STA. 0+000 – 0+250 ) Saefudin, Saefudin; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 6 No. 1 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i1.2257

Abstract

Studi kasus di jalan Padjajaran Sta 0+00 – 0+250 penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak jumlah  kendaraan  bermotor  yang  melalui  jalan  Padjajaran  dengan  meninjau  hambatan samping yang terjadi akibat dari pergerakan untuk menyeberang dengan memotong jalan, pengambilan data dilakukan melalui survei langsung secara langsung dilokasi pengamatan dengan menggunakan sistem acak pada hari libur dan hari kerja sehingga akan menghasilkan nilai P atau hambatan samping (penyeberang jalan) nilai V atau jumlah rata-rata kendaraan yang melintas pada waktu tersibuk dilokasi pengamatan dan hari kerja, dengan menggunakan rumus PV2 = P x V2 sesuai standar acuan yang dikeluarkan oleh Dinas Bina Marga dalam pemilihan fasilitas penyeberangan di perkotaan. Berdasarkan  hasil  perhitungan  dari  data  yang  diperoleh menghasilkan nilai PV2 sebesar 2,5 x 109  maka fasilitas penyeberangan yang direkomendasikan adalah Zebra Cross sesuai dengan kondisi di lapangan.
KAJIAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA TRANSPAKUAN BOGOR (Studi kasus: Pelayanan di Halte dan Pelayanan di dalam Bus Transpakuan Bogor) Savitri, Aris; Murtejo, Tedy; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 6 No. 2 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i2.2266

Abstract

Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa pelanggan yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya. pengukuran kinerja merupakan alat atau metode yang digunakan untuk memberikan penilaian seberapa besar tingkat prestasi kerja atau capaian tujuan dan sasaran  yang telah ditentukan. Bus Tran s Pakuan kota Bogor adalah bus rapit transit di kota Bogor, yang diresmikan pada tanggal 3 Juni 2007 melayani Koridor Cidangiang-Bubulak, Koridor Cidangiang– Harjasari, Koridor Cidangiang-Bellanova dan lain-lain. Analisis dilakukan dengan metode Customer Satisfaction Index dan didapat karakteristik penumpang Trans Pakuan Bogor didominasi oleh wanita (52%), usia antara 18-28 tahun (54,3%), jenis pekerjaan adalah pelajar/mahasiswa (47,9%), status keluarga belum bekeluarga (62,4%), dan pendapatan < Rp. 1.000.000 (34,6%). Dari metode Customer Satisfaction  Index  didapat  kepuasan  dan kepentingan  pelanggan  terhadap  kinerja Trans Pakuan Bogor dalam pelayanan Halte diperoleh nilai sebesar 48% (di antara 35,00%  -  50,99%)  bahwa  menandakan  pengguna  kurang  merasa  puas  terhadap tingkat   standard   pelayanan   halte   dan   tingkat   kepuasaan   pelanggan   terhadap pelayanan  di  dalam  Bus diperoleh nilai sebesar  51%  (di antara  51%  - 65,99%) menunjukan bahwa menandakan pengguna cukup puas terhadap tingkat standard pelayanan bus. Analisis ini juga menggunakan metode Importance-Satisfaction Analysis yaitu dengan membandingkan kinerja Transpakuan Bogor berdasakan metode Importance-Satisfaction Analysis menunjukkan bahwa aspek yang perlu dipelihara pada Pelayanan Halte adalah Aksebilitas, fasilitas penutup halte, fasilitas penerangan, kenyamanan tempat duduk, fasilitas kebersihan dll dan Pada Pelayanan di dalam Bus adalah waktu operasional bus, kenyamanan didalam bus, petugas keamanan, fasilitas pegangan tangan, akses turun naik disabilitas.
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN RAYA BOGOR (Studi Kasus: Jalan Raya Bogor) Hasan, Agus; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 7 No. 1 (2018): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v7i1.2273

Abstract

Tingginya tingkat pembangunan di kawasan jalan Raya Bogor sangat berpengaruh terhadap kapasitas ruas jalan dan kecepatan kendaraan. Seperti berdirinya sebuah Tempat pembelanjaan atau Cibinong City Mall ( CCM ) cenderung sering menimbulkan dampak kemacetan yang tinggi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan hasil kinerja ruas jalan Raya Bogor tersebut pada hari libur dan hari kerja  diantaranya, adalah untuk mendapatkan  kinerja ruas jalan Raya Bogor dan tingkat pelayanan pada jalan Raya Bogor sesi 1 kilometer dari CCM kearah Cibinong dan 1 kilometer kearah Bogor. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah survey lapangan yang kemudian analisis datanya mengacu pada MKJI. Dari hasil analisis data diketahui lalulintas harian rata – rata LHR pada segmen ruas jalan Raya Bogor, untuk kedua yaitu arah Cibinong dan arah Bogor, hari libur arah Cibinong 382, arah Bogor 296 dan hari kerja untuk arah Cibinong 337, arah Bogor 293 Berdasarkan hasil penghitungan, maka didapatkan nilai derajat kejenuhan tertinggi yaitu 0,81. hal ini menunjukan kondisi di jalan Raya Bogor pada hari libur jam 16.00-17.00 WIB dinyatakan arus mendekati tidak stabil kecepatan rendah sehingga tingkat pelayanan pada jam tersebut D.
Co-Authors ., Supriana Abdul Rahman Achmad Syaifudin Agus Hasan Ahmad Suhaedi Ahyani, Zaenudin Al Bahry, Syah Razad Lutfhy Al Munawar, Muhammad Agil Aldy Maulana, Aldy Alimuddin Alimuddin Alimuddin, Alimuddin Amalia Fajar, Risma Ari Setiawan Arief Goeritno Arif, Januar Ariyanto, Riki Aryanti, Reska Asep Maulana, Asep Awaludin, Muhamad Miftah Azhari, Denny Azka fadilla setiawan Baharudin, Sudarman Budiawan, Teddy Chayati, Nurul Damiana, Salma Leandra Darmayuda, Trisna Dede Gunawan, Dede Dian Wulandari Eko Hadi Purwanto Eliansyah, Kelvin Fachriandi, Muhamad Fadhila Muhammad Libasut Taqwa Feril Hariati Gibran, Reza Haldiana, Haldiana Handrianto, Yayan Herman Herman Hidayah, Khoiron Ida Hayati, Noor Idris, Mochamad Iis Nurhasanah Ilmi Dian Rachmawati Insan, Muhammad Khaerul Irfan Kurniawan Iryanto Iryanto Jafar Sidik Jodi Sumarno, Ajie Karlinda, Dea Ayu Khodam Fauzi, Muhamad Lestari, Dini Hari Mulya Lestari, Puri Anita Luluk Dianarini Marguna, Abas Maulana, Miftah Mubarak, Maudiawan Muhamad Lutfi Muhammad Nanang Prayudyanto Muhammad Yulianto, Muhammad Mustika Mustika Mutiasari Oktavia Nabila, Aqies Naili Nanang Prayudyanto, Muhamad Nirwan, Ade Novianto, Dicky Nugraha, Martin Jafar Nurdiansyah Nurdiansyah Nurohman, Anggi Qoimah, Nur Rahadian, Muhamad Luthfi Ramadan, Fahreza Rahmatsyah Ramadan, Riki Natanael Renea Shinta Aminda Ria Fitri Rifaldi, Reza Ritzkal, Ritzkal Rizky Aulia Rahmah Robby Bastian Roy Waluyo Rudi Irawan Saefudin Saefudin Salam, Ro'yu Awwalul Mu'minul Quddus Sambodo, Sambodo Savitri, Aris Sudrajat, Adriyanto Sudrajat, Endang Sulaeman, Ujang Sunandar, Nandar Susanto Hariyadi, Eri Susanto Haryadi, Eri Suyanto, Erwan Eka Syafrudin, Dindin Syaiful . Syaiful Syaiful Syaja'ah, Siti Kholifah Syekhan Aria Putu Siradz Tedy Murtedjo Tedy Murtejo Wahyu Kurniawan Wardhani, Asri Kusuma Winara, Agriatama Hegar Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono WS, Andriyanto Zein, Anggi Muskita