Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PERMASALAHAN DAN RENCANA PELEBARAN SALURAN DRAINASE DI DAERAH JALAN CIMAHPAR Mutiasari Oktavia; Rulhendri Rulhendri
SINKRON: Jurnal Pengabdian Masyarakat UIKA Jaya Vol. 1 No. 3 (2023): SEMUA ARTIKEL TERBIT SECARA ONLINE
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpmuj.v1i3.1918

Abstract

Flood control buildings or commonly known as drainage channels are a global element of the legacy of infrastructure to help facilitate community activities and are a major component of road support construction. The Jalan Cimahpar area which is the main road that connects to Jalan Pandu Raya, an area where the majority of the people sell and pass through the road is still facing various problems. Problems that are quite disturbing to the community are when there is high rainfall, there is a puddle of water on the shoulders and road bodies as a result of overflowing drainage channels that are not functioning properly, as a result, the busyness of the community and road users falters. The slope of the road and the accumulated sediment is also one of the factors that causes the drainage water to not function properly. Thus, it is necessary to expand the drainage channel that is able to accommodate puddles of water during high rainfall.
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN TRANSYOGI SESI TRANSPARK-CITRA MALL Ariyanto, Riki; Murtejo, Tedy; Rulhendri, Rulhendri
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v2i2.1554

Abstract

Jalan Transyogi merupakan jalan yang menghubungkan 5 pemerintahah daerah yaitu DKI Jakarta, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi. Daerah dengan tingkat pertumbuhan tinggi untuk wilayah Kabupaen Bekasi, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bogor karena menghubungkan pusat-pusat wisata di Jawa Barat. Untuk jalan Transyogi sesi Transpark-Citra Mall berjarak 2.89 km dan berada di dua wilayah pemerintahan daerah yaitu Kota Depok dan Kota Bekasi, Untuk mengetahui kinerja ruas jalan Transyogi sesi TransparkCitra Mall dalam konteks transportasi maka perlu diadakannya analisis kinerja ruas jalan tersebut dengan metode (MKJI 1997). Menurut MKJI 1997 jalan perkotaan merupakan segmen jalan yang mempunyai perkembangan secara permanen dan menerus sepanjang seluruh atau hampir seluruh jalan, minumum pada satu sisi jalan, apakah berupa perkembangan lahan atau bukan. Penelitian yang dilakukakan yaitu survey jumlah kendaraan (Traffic counting), survey data hambatan samping, dan survey geometrik jalan. Untuk survey jumlah kendaraan (traffic counting) di lakukan pada hari kamis untuk mewakili hari kerja dan hari minggu untuk mewakili hari libur. Data hasil survey kemudian di olah dengan menggunakan metode (MKJI 1997),untuk jalan perkotaan seperti di jalan Transyogi sesi Transpark-Citra Mall. Kinerja ruas jalan, di jalan Transyogi sesi Transpark-Citra Mall dengan LOS di hari kerja B, sedangkan untuk hari libur LOS nya adalah C terkecuali untuk segmen 7 yaitu untuk hari kerja adalah mempunyai LOS C dan hari libur LOS nya adalah D disebabkan oleh adanya aktifitas mall dan simpang kranggan dengan APIL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) yang menimbulkan tundaan dan antrian panjang
EVALUASI KINERJA SIMPANG JALAN M.H. THAMRIN, SENTUL CITY KABUPATEN BOGOR WS, Andriyanto; Murtejo, Tedy; Rulhendri, Rulhendri
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v1i1.3739

Abstract

Jalan MH. Thamrin adalah jalan utama yang langsung menerima kendaraan dari semua arah pintu toll, baik itu dari arah jakarta ataupun arah bogor. Jalan MH. Thamrin ini menjadi salah satu titik pusat kemacatan di daerah perumahan Sentul City karena jalan tersebut merupakan muara kendaraan yang akan masuk dan keluar dari dareah Sentul City. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja simpang tak bersinyal dan membuat pola yang efektif untuk meningkatkan kinerja simpang dengan sesuai Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Adapun hal yang perlu dihitung antara lain Kapasitas (C), Derajat Kejenuhan (DS), Tundaan, Peluang Antrian (QP%), Volume Capacity Rasio (VCR). Adapun data-data pendukung untuk pengerjaannya antara lain kondisi geometri jalan, kondisi lalu lintas, kondisi lingkungan. Evaluasi dilakukan pada hari kerja dan hari libur, serta pola pengaturan yang efektif. Dari hasil analisis dan data hasil survei pada hari kerja, didapat DS pada kawasan Simpang Belanova tertinggi pada pukul 11.00-12.00 dengan derajat kejenuhan (DS) =0.103 dan nilai peluang antrian (QP%) yaitu 1,16 – 4,71,sedangkan pada Simpang Karimata pada pukul 07.00-08.00 dengan derajat kejenuhan(DS) = 0.118 dan peluang antrian (QP%) yaitu 1,36 – 5,36. Dari hasil analisis dan data hasil survei pada hari libur didapat DS pada kawasan Simpang Belanova tertinggi pada pukul 16.00-17.00 dengan Derajat Kejenuhan (DS)= 1,105 dan nilai peluang antrian (QP%) yaitu 49,39 – 98,86 dan pada Simpang Karimata tertinggi pada pukul 17.00-18.00 dengan Derajat Kejenuhan (DS)= 0.831 dan nilai peluang antrian (QP%) yaitu 27,76 – 54,96. Adapun pada pengaturan pola lalu lintas pada Simpang Belanova didapat hasil analisis dan data hasil survei, didapat DS tertinggi pada pukul 16.00-17.00 dengan derajat kejenuhan (DS) = 0.677 dan nilai peluang antrian (QP%) yaitu 18.83 – 38.51, sehingga penerapan pola pengaturan pada lebih efektif dalam memecah masalah kapasitas.
STUDI PERENCANAAN GEDUNG PARKIR SEPEDA MOTOR DI AREA FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR Lutfi, Muhamad; Rulhendri, Rulhendri; Salam, Ro'yu Awwalul Mu'minul Quddus
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v4i1.3749

Abstract

ABSTRAKLahan parkir Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor memiliki luas lahan 345,15m2dan hanya mampu menampung 80 untuk sepeda motor. Kondisi lahan parkir tersebut sangat terbatas untuk menampung sepeda motor di jam-jam puncak, sehingga seringkali bahu jalan digunakan sebagai tempat parkir kendaraan. Jumlah sepeda motor setiap durasi parkir dapat dapat diketahui melalui survei dengan metode berdasarkan selisih terbesar antara kedatangan dan keberangkatan sepeda motor. Jumlah sepeda motor yang masuk lahan parkir setiap durasi adalah beragam dan puncak sepeda motor yang masuk terjadi pada pukul 08:00 - 11:00 WIB. Tersedianya gedung parkir bertingkat merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi ketersediaan lahan parkir. Gedung parkir tersebut direncanakan 4 lantai dengan luas bangunan 26mx13m dapat menampung 288 sepeda motor. Pemodelan struktur menggunakan software ETABS dengan standarisasi yang berlaku yaitu SNI-2847-2013, SNI-1726-2012 serta PPPURG-1987. Material yang digunakan adalah beton bertulang dengan mutu beton K-250 dengan kolom 500/500mm dengan tulangan utama 8D20 dan tulangan geser í˜10-150. Balok utama dengan dimensi 300/500mm dengan tulangan tarik 6D16, tulangan tekan 5D16, tulangan geser í˜10-200mm dan untuk balok anak dengan dimensi 200/400 mm dengan tulangan tarik 4D16, tulangan tekan 3D16, tulangan geser í˜10-150mm. Tebal plat 15cm dengan tulangan D13-250mm. Pengecekan kolom menggunakan software PCACOL.Kata Kunci: kapasitas parker, gedung parkir bertingkat, pemodelan struktur, aplikasi ETABS.ABSTRACTThe parking area for the Faculty of Engineering and Science, Universitas Ibn Khaldun Bogor with area of 345.15m2 can only accommodate 80 motorbikes. Parking lot capacity is very limited to accommodate motorbikes at peak hours, so often that, the road is used as a parking area. The number of motorbikes per parking duration can be determined through a survey with a method based on the largest difference between motorbike arrivals and departures. The number of motorbikes that enter the parking lot for each duration varies and the peak of the incoming motorbikes occurs at 08:00 - 11:00 WIB. The availability of multi-stories parking buildings is the right solution to overcome the limited capacity of parking lots. The parking building is designed with 4 stories, 26x13 m2 area, which can accommodate 288 motorbikes. Structural modeling used ETABS software with applicable standards, namely SNI-2847-2013, SNI-1726-2012 and PPPURG-1987. The material used is reinforced concrete with K-250 concrete quality with 500/500mm columns with 8D20 main reinforcement and í˜10-150 shear reinforcement. Main beam with dimensions 300 / 500mm with 6D16 tensile reinforcement, 5D16 compressive reinforcement, shear reinforcement í˜10-200mm and for joist with dimensions 200/400 mm with tensile reinforcement 4D16, compressive reinforcement 3D16, shear reinforcement í˜10-150mm. 15cm thick concrete plate with D13-250mm reinforcement. the column integrity is controlled using PCACOL software.Keywords: parking capacity, multi-stories parking building, structural modelling, ETABS software.
STUDI PENGEMBANGAN JALAN RIGID PAVEMENT, DI JALAN KUMBANG KECAMATAN BOGOR TENGAH, KOTA BOGOR Awaludin, Muhamad Miftah; Lutfi, Muhamad; Rulhendri, Rulhendri
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i2.3751

Abstract

Abstrak: Jalan Kumbang merupakan jalan alternatif dari jalan Padjajaran ke Jalan Sancang dan Jalan Lodaya. Kerusakan jalan diakibatkan oleh tingginya lalu lintas kendaraan, banykaknya kendaraan berat yang melintas, juga akibat saluran drainase yang tidak dapat menampung volume air sehingga air melimpas ke jalan. Proses perawatan (maintenance) berupa penambalan dengan aspal (overlay) sudah dilakukan oleh Dinas Bina Marga Kota Bogor akan tetapi hal tersebut belum maksimal. Solusi terbaik adalah dengan metode rigid pavement berdasarkan perhitungan dengan metode NAASRA (1979). Metode perencanaan perkerasan meliputi pengumpulan data primer seperti hasil pengukuran jalan eksisting dan data pengamatan volume lalulintas harian rata-rata, sedangkan data sekunder seperti: data CBR tanah dan data angka pertumbuhan lalulintas tahunan dari DLLAJ Kota Bogor. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode NAASRA, tebal perkerasan minimum yang digunakan adalah 15 cm, digunakan tebal perkerasan sebesar 20 cm. Penulangan menggunakan D12 mm dengan jarak 250 mm dan tulangan melintang tulangan D16 dengan jarak 300 mm. Dowel atau Ruji yang dipakai dengan diamater 250 mm, panjang 450 mm, dan jarak 300 mm, Penulangan tie bar maksimum yang digunakan sesuai metode ASSHTO bila jarak 3 meter dengan besi D12 maka jarak maksimum adalah 120 mm.Kata Kunci: perencanaan perkerasan, tebal perkerasan kaku, metode NAASRA 1979, data lalu lintas harian.Abstract: Jalan Kumbang is an alternative road from Padjajaran Street to Sancang Street and Lodaya Street. Road damage is caused by high vehicle traffic, the large number of heavy vehicles passing through, as well as the drainage channel that cannot accommodate the volume of water so that water spills over to the road. The maintenance process in the form of patching with asphalt (overlay) has been carried out by the Bogor City Highways Agency but this has not been optimal. The best solution is the rigid pavement method based on calculations using the NAASRA method (1979). Pavement planning methods include primary data collection such as the measurement results of existing roads and observation data of average daily traffic volume, while secondary data such as land CBR data and annual traffic growth rate data from DLLAJ Bogor City. Based on the results of calculations using the NAASRA method, the minimum pavement thickness used is 15 cm, 20 cm thick pavement is used. Reinforcement using D12 mm with a distance of 250 mm and cross-reinforcing reinforcement D16 with a distance of 300 mm. Dowel or bars are used with a diameter of 250 mm, a length of 450 mm, with distance of 300 mm, the maximum tie bar reinforcement used is according to the ASSHTO method if the distance is 3 meters with D12 iron, the maximum distance is 120 mm.Keywords: pavement planning, rigid pavement, NAASRA 1979 method, daily traffic data.
Studi Pengembangan Jalan Rigid Pavement, pada Ruas Jalan Arzimar, Kota Bogor Budiawan, Teddy; Lutfi, Muhamad; Rulhendri, Rulhendri
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v5i1.4754

Abstract

ABSTRAKJalan merupakan prasarana transportasi darat yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan mobilitas keseharian. Kondisi Jalan Arzimar sekarang ini mengalami kerusakan di beberapa titik diantaranya kerusakan jalan yang berlubang akibat limpahan air dari saluran drainase yang tidak berfungsi dengan baik, keretakan jalan dan pengelupasan lapisan aspal. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi eksisting kerusakan jalan dan tebal rencana perkerasan kaku yang sesuai dengan kondisi lalu lintas yang ada. Analisis perkerasan kaku jalan menggunakan standar Metode NAASRA (National Association of Australian State Road Authorities), serta perhitungan anggaran biaya menggunakan Harga Satuan Pekerjaan Kota Bogor tahun 2019. Berdasarkan hasil analisis diperoleh perkerasan kaku dengan tebal plat 20 cm, tulangan memanjang D12-250 mm dan tulangan melintang D16-710 mm. Dowel atau Ruji yang dipakai dengan diameter 25 mm, panjang 450 mm, dan jarak 300 mm. Tie bar dengan diameter 16 mm, panjang 600 mm dan jarak 250 mm. Biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan pelaksanaan peningkatan jalan beton ini adalah sebesar Rp 2.245.923.015,00.Kata Kunci: perencanaan perkerasan, tebal perkerasan kaku, metode NAASRA 1979, data lalu lintas harian. ABSTRACTRoads are the most widely used land transportation infrastructure for people to carry out their daily mobility. The condition of Arzimar Road is currently experiencing damage at several points including potholes due to overflow of water from drainage channels that are not functioning properly, asphalt cracking, and peeling. This study aims to obtain a description of the existing road damage conditions and the thickness of the rigid pavement plan, following existing traffic conditions. Analysis of rigid pavement using the standard method of NAASRA road (National Association of Australian State Road Authorities), and budget estimation using work unit price. Based on the results obtained by analysis of rigid pavement with a plate thickness of 20 cm, D12-250 mm, and a longitudinal reinforcement transverse reinforcement D16-710 mm. The estimated cost for pavement at Arzimar road is Rp 2.245.923.015,00.  Keywords: pavement planning, rigid pavement thickness, NAASRA 1979 method, daily traffic counting.
Efektifitas Polisi Tidur (Road Humps) dalam Mereduksi Kecepatan pada Ruas Jalan H.M. Syarifudin di Kota Bogor Setiawan, Ari; Rulhendri, Rulhendri; Alimuddin, Alimuddin; Chayati, Nurul
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jurnal komposit.v7i1.8029

Abstract

Polisi tidur (road humps) merupakan salah satu fasilitas rekayasa lalu lintas yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan bermotor yang melewati suatu ruas jalan. Polisi tidur adalah peninggian melintang permukaan jalan yang digunakan untuk mengendalikan kecepatan kendaraan. Jenis-jenis polisi tidur antara lain speed bump, speed hump, dan speed tables. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas polisi tidur yang berfungsi sebagai pereduksi kecepatan kendaraan pada suatu ruas pada jalan dan apakah dimensi sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No PM 14 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode analisis survei untuk pengambilan data dengan metode pengamatan kecepatan pengendara pada saat melewati polisi tidur dan pada saat tidak melewati polisi tidur. Pada jalan Jalan H.M. Syarifudin di Kota Bogor diperoleh kecepatan rata-rata sepeda motor pada saat melewati polisi tidur 13,59 km/jam dan pada saat tidak melewati polisi tidur 34,57 km/jam sedangkan untuk mobil pada saat melewati polisi tidur 11,28 km/jam dan pada saat tidak melewati polisi tidur 31,49 km/jam. Hal tersebut menunjukkan hasil yang tidak efektif karena dapat dinyatakan efektif apabila kecepatan rata-rata berkurang sebesar 8 km/jam.
Peningkatan Jalan Menggunakan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) pada Ruas Jalan Letnan Sukarna Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Winara, Agriatama Hegar; Rulhendri, Rulhendri; Alimuddin, Alimuddin; Lutfi, Muhamad
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i1.8031

Abstract

ABSTRACT: Road is the main land transportation infrastructure to move from one place to another places for every traffic user who passes through it, so the volume of vehicles on these roads must be able to be supported by adequate road pavement. Letnan Sukarna road is the connecting access for Rancabungur and Ciampea sub-districts. The existing condition of the road is in the form of Flexible Pavement, however there are several points that can be categorized as moderate to heavily damaged roads. The damage is in the form of longitudinal cracking and potholes that is caused by excessive vehicle loads, malfunctioning of drainage channels and high rainfall. In this study, a comparison of rigid pavement calculations uses the 1993 AASHTO and Bina Marga 2003 methods on Letnan Sukarna Road, Ciampea District, Bogor Regency. This study aims to obtain data on existing conditions and to find out the comparison of rigid pavement thickness. From the calculation results of the AASHTO 1993 method, the thickness of the pavement is 20 cm with transverse connections using dowels with a diameter of 13 mm, length 635 mm, a distance of 1117 mm, a longitudinal connection using a tie bar with a diameter of 25 mm, a length of 450 mm and a distance of 300 mm. Whereas with the Bina Marga 2003 Method, that is obtained a thickness of 18 cm with a transverse connection using a dowel with a diameter of 25 mm, length of 450 mm, a distance of 300 mm, a longitudinal connection using a tie bar with a diameter of 16 mm, a length of 750 mm and a distance of 700 mm. The difference in pavement thickness is quite small, namely 2 cm. It is influenced by differences in the input parameters of the two methods.
Efektifitas Pita Penggaduh (Rumble Strips) dalam Mereduksi Kecepatan pada Ruas Jalan Achmad Adnawijaya Kota Bogor Rahadian, Muhamad Luthfi; Rulhendri, Rulhendri; Chayati, Nurul; Sudrajat, Endang
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i1.8034

Abstract

Abstrak: Pada masa kini, kebutuhan akan jalan yang harmonis telah menjadi sesuatu yang esensial mengingat pentingnya fungsi jalan, terutama jalan besar bagi masyarakat, dimana ketidak harmonisan ketika berkendara di jalan raya akan menciptakan efek berantai akan menghambat kegiatan di masyarakat. Mengingat penting adanya jalan yang harmonis karena itu diciptakan beberapa alat pengaman di jalan raya salah satunya adalah pita penggaduh (rumble stirps). Penelitian ini akan dilakukan di Jalan Achmad Adnawijaya Kota Bogor bertepatan dengan persimpangan arah putar balik, Jalur ini merupakan Jalan Achmad Adnawijaya memang bisa menjadi sebuah alternatif  bagi anda yang sedang mencoba mengarah ke Utara atau Selatan Kota Bogor. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan stopwatch setelah itu dilakukan pencatatan waktu tempuh sesuai titik yang sudah di tentukan untuk mendapatkan data kecepatan kendaraan. Metode Statistik diperlukan untuk mengetahui seberapa signifikan perbedaan antara kecepatan sebelum pita penggaduh dan sesudah pita penggaduh. Data yang diperlukan adalah karakteristik lalu lintas, kapasitas jalan dan kecepatan kendaraan pada ruas jalan. Pada akhirnya didapatkan hasil kecepatan rata-rata lalu lintas kendaraan ringan sebelum pita penggaduh adalah 20 km/jam dan setelah pita penggaduh 13 km/jam untuk kendaraan berat kecepatan sebelum pita penggaduh adalah 14 km/jam dan setelah pita penggaduh 12 km/jam dan untuk kendaraan ringan kecepatan sebelum pita penggaduh adalah 29 km/jam dan setelah pita penggaduh adalah 16 km/jam dan untuk besar pengaruh pita penggaduh dalam mereduksi kecepatan kendaraan ringan sebesar 34% untuk kecepatan kendaraan berat hanya 18% dan untuk kendaraan motor sebesar 39%
Perencanaan Tebal Perkerasan Kaku pada Ruas Jalan Lingkar Laladon, Kabupaten Bogor Al Bahry, Syah Razad Lutfhy; Rulhendri, Rulhendri; Chayati, Nurul; Lutfi, Muhamad
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i2.8041

Abstract

ABSTRAK: Jalan merupakan prasarana transportasi darat paling banyak digunakan oleh masyarakat dalam melakukan mobilitasnya. Jalan Dramaga merupakan jalan di Kabupaten Bogor yang mempunyai tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, telah dilakukan pengembangan ruas jalan pada tahun 2018 yang menghubungkan jalan Dramaga dan jalan Ciomas dalam rangka mengurangi kemacetan. Namun ruas jalan alternatif tersebut pada saat ini mengalami kerusakan, jalan alternatif yang mengalami kerusakan adalah ruas jalan Lingkar Laladon. Kerusakan di akibatkan tidak terpeliharanya lingkungan sekitar dan buruknya saluran drainase. Telah dilakukan beberapa kali penanganan dalam perbaikan kerusakan tersebut, namun hasilnya tidak sampai bertahan lama dan rusak Kembali. Oleh karena itu perlu adanya suatu penanganan yang tepat yakni dengan meningkatkan jalan menjadi perkerasan kaku (Rigid Pavement) yang dapat bertahan lama dan melakukan analisis geometric jalan dalam meningkatkan arus lalu lintas. Dalam penelitian ini dihasilkan tebal perkerasan sebesar 20 cm dari hasil perhitungan menggunakan metode AASHTO 1993, dengan tulangan memanjang dan melintang D12-300, dengan sambungan melintang menggunakan dowel yang digunakan diameter 12 dengan Panjang 450mm dan dari hasil analisis geometrik didapatkan 2 tikungan dengan menggunakan jenis full circle yaitu tikungan PI-1 dengan panjang lengkung tikungan sebesar 198,34m, tikungan PI-2 dengan panjang lengkung tikungan sebesar 139,64m. Kata kunci: Perkerasan kaku (Rigid Pavement), geometric jalan, tebal perkerasan  ABSTRACT Roads are the most widely used land transportation infrastructure by the community in carrying out their mobility. Dramaga Street is a road in Bogor Regency which has a high level of traffic density, a road segment has been developed in 2018 that connects Dramaga road and Ciomas road in order to reduce congestion. However, the alternative road is currently damaged, the alternative road that is damaged is the Laladon Ring Road. The damage is caused by the non-maintenance of the surrounding environment and poor drainage channels. Several treatments have been carried out to repair the damage, but the results did not last long and were damaged again. Therefore, it is necessary to have an appropriate treatment, namely by increasing the road into a rigid pavement that can last a long time and conducting a geometric analysis of the road in increasing traffic flow. In this study, a pavement thickness of 20 cm was obtained from the results of calculations using the 1993 AASHTO method, with longitudinal and transverse reinforcement D12-300, with transverse joints using dowels with a diameter of 12 with a length of 450mm and from the results of geometric analysis obtained 2 bends using the full type. circle, namely the PI-1 bend with a bend length of 198.34m, the PI-2 bend with a bend length of 139.64m. Key word: Rigid Pavement, geometric road, pavement thickness
Co-Authors ., Supriana Abdul Rahman Achmad Syaifudin Agus Hasan Ahmad Suhaedi Ahyani, Zaenudin Al Bahry, Syah Razad Lutfhy Al Munawar, Muhammad Agil Aldy Maulana, Aldy Alimuddin Alimuddin Alimuddin, Alimuddin Amalia Fajar, Risma Ari Setiawan Arief Goeritno Arif, Januar Ariyanto, Riki Aryanti, Reska Asep Maulana, Asep Awaludin, Muhamad Miftah Azhari, Denny Azka fadilla setiawan Baharudin, Sudarman Budiawan, Teddy Chayati, Nurul Damiana, Salma Leandra Darmayuda, Trisna Dede Gunawan, Dede Dian Wulandari Eko Hadi Purwanto Eliansyah, Kelvin Fachriandi, Muhamad Fadhila Muhammad Libasut Taqwa Feril Hariati Gibran, Reza Haldiana, Haldiana Handrianto, Yayan Herman Herman Hidayah, Khoiron Ida Hayati, Noor Idris, Mochamad Iis Nurhasanah Ilmi Dian Rachmawati Insan, Muhammad Khaerul Irfan Kurniawan Iryanto Iryanto Jafar Sidik Jodi Sumarno, Ajie Karlinda, Dea Ayu Khodam Fauzi, Muhamad Lestari, Dini Hari Mulya Lestari, Puri Anita Luluk Dianarini Marguna, Abas Maulana, Miftah Mubarak, Maudiawan Muhamad Lutfi Muhammad Nanang Prayudyanto Muhammad Yulianto, Muhammad Mustika Mustika Mutiasari Oktavia Nabila, Aqies Naili Nanang Prayudyanto, Muhamad Nirwan, Ade Novianto, Dicky Nugraha, Martin Jafar Nurdiansyah Nurdiansyah Nurohman, Anggi Qoimah, Nur Rahadian, Muhamad Luthfi Ramadan, Fahreza Rahmatsyah Ramadan, Riki Natanael Renea Shinta Aminda Ria Fitri Rifaldi, Reza Ritzkal, Ritzkal Rizky Aulia Rahmah Robby Bastian Roy Waluyo Rudi Irawan Saefudin Saefudin Salam, Ro'yu Awwalul Mu'minul Quddus Sambodo, Sambodo Savitri, Aris Sudrajat, Adriyanto Sudrajat, Endang Sulaeman, Ujang Sunandar, Nandar Susanto Hariyadi, Eri Susanto Haryadi, Eri Suyanto, Erwan Eka Syafrudin, Dindin Syaiful . Syaiful Syaiful Syaja'ah, Siti Kholifah Syekhan Aria Putu Siradz Tedy Murtedjo Tedy Murtejo Wahyu Kurniawan Wardhani, Asri Kusuma Winara, Agriatama Hegar Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono WS, Andriyanto Zein, Anggi Muskita