p-Index From 2021 - 2026
10.34
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Intuisi

RELAKSASI GUIDED IMAGERY UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN BERTANDING PADA ATLET PENCAK SILAT Nurjanah, Ulfah; Andromeda, Andromeda; Rizki, Binta Mu’tiya
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i1.17385

Abstract

Abstrak. Situasi pertandingan yang bersifat kompetitif akan memunculkan kecemasan bagi atlet pencak silatseperti perasaan takut, tegang, gelisah, sulit berkonsentrasi dan gangguan pencernaan sehinggamengganggu performa atlet menjelang pertandingan. Salah satu upaya sederhana dan mudah yang dapatdilakukan atlet untuk mereduksi atau menurunkan kecemasan adalah dengan melakukan kegiatankegiatanmenyenangkan dan menenangkan, salah satunya dengan melakukan Relaksasi Guided Imagery.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Relaksasi Guided Imagery efektif untuk menurunkankecemasan bertanding pada atlet. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet pencak silat yangtergabung dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Purbalingga yang akan mengikutipertandingan usia pra-remaja atau setingkat SMP/MTS sederajat. Sampel penelitian yang digunakanadalah 28 atlet pencak silat yang kemudian dibagi ke dalam kelompok eksperimen (14 Atlet) dankelompok kontrol (14 Atlet) dengan teknik randomisasi. Desain penelitian yang peneliti gunakan adalahpretest-posttest control group design. Data penelitian diambil menggunakan skala kecemasan yangdimodifikasi dari Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk pretest dan posttest yang terdiri dari 43aitem dengan koefisien validitas aitem antara 0,273 sampai dengan 0.802 dan koefisien reliabilitassebesar 0,942. Uji hipotesis dengan analisis statistik Independent Sample T-Test dapat diketahui bahwaterdapat penurunan yang signifikan dari mean dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Nilaimean kelompok eksperimen sebesar 43.7143 sedangkan pada kelompok kontrol hasilnya menjadi10.7143. Sementara itu pada uji t-test diperoleh hasil nilai t sebesar -2,797 dengan taraf signifikansisebesar p = 0,010. Maka dapat dikatakan bahwa hipotesis diterima karena nilai signifikansi p = 0,010lebih kecil daripada α 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat efek dari pemberian relaksasiguided imagery terhadap penurunan kecemasan pada kelompok eksperimen. Abstract. Competitive situations will create anxiety for pencak silat athletes such as fear, tension, anxiety,difficulty concentrating and indigestion that disrupt the performance of the athlete ahead of the game.One of the simple and easy efforts which can be done by the atheletes to reduce anxiety is by doing funand calm activities, one of them is by doing guided imagery. The purpose of this research is to find outwhether guided imagery relaxation is effective to reduce the anxiety of match on the athlete. Thepopulation of this research is all of the pencak silat athletes which join Persaudaraan Setia Hati Terate(PSHT) branch Purbalingga that will follow pre-teen competition or junior high school level. Thesample which is used is 28 pencak silat athletes and then it is divided into experimental group (14athletes) and control group (14 athletes) by using randomization technique. The research design whichis used is pretest-posttest control group design. The data were collected by using anxiety scale which isadapted from HARS to pretest and posttest consists of 43 items with coefficient validity is between 0.273to 0.802 and coefficient reliability is 0.942. The hypothesis analyzed by using independent sample t-testfound that there is a significant decrease from the mean from experimental group and control group.Mean score of the experimental group was 43.7143 while control group was only 10.7143. Besides, on ttestresult, it is obtained that t was -2,797 with significant level p= 0.010. therefore, it can be concludedthat the hypothesis is accepted since the significant value p = 0.010 is smaller that a 0.05. It can beconcluded that there is an effect from guided imagery relaxation towards the reduction of anxiety onexperimental.
Stress Management Trainin untuk Menurunkan Stres Pengasuhan Pada Ibu Yang Memiliki Anak Difabel Andromeda, Andromeda
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 3 (2018): November 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i3.18868

Abstract

Abstrak. Ketidakberfungsian peran orangtua sebagai pengasuh (family functioning) dalam literatur psikologi dikenal sebagai stres pengasuhan.Stres pengasuhan yang muncul pada orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus atau difabel, dapat menurun dengan strategi coping stress. Sumber-sumber yang dapat berperan menjadi fasilitator sebagai coping stress terbagi menjadi dua tipe, yaitu sumber coping internal dan sumber coping eksternal.Kemampuan coping internal inilah yang belum dikuasai oleh orangtua dan menjadi permasalahan yang harus segera ditangani.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas stress management training untuk menurunkan stres pengasuhan ibu yang memiliki anak difabel. Mengunakan pendekatan eksperimental One Group Pre Test Post Test Design,pelatihan manajemen stres pengasuhan meliputi empat hal :(1). Mengatur Gaya Hidup dan Pikiran Sehat; (2). Strategi Modifikasi Perilaku; dan (3). Teknik Relaksasi. Hasil yang diperoleh melalui perbandingan mean sebelum dan sesudah perlakuan, terdapat perbedaan mean, dimana mean saat pre test sebesar 70,4667 sedangkan mean post test sebesar 43,1333. Hal tersebut menunjukkan ada penurunan tingkat stres pengasuhan paska diberi pelatihan manajemen stres. Kata Kunci : stress-management training, stres pengasuhan, difabel Abstract. Parenting stress that appears to parents who have children with special needs or disabilities, can decrease with stress coping strategies. Sources that can act as facilitators as stress coping are divided into two types, namely internal coping sources and external coping sources. This internal coping ability is not yet mastered by parents and becomes a problem that must be addressed immediately. This study aims to determine the effectiveness of stress management training to reduce the stress of parenting mothers who have children with disabilities. Using the experimental approach of the One Test Pre Test Post Design, stress management parenting training covers four things: (1). Manage Healthy Lifestyle and Mind; (2). Behavior Modification Strategy; and (3). Relaxation Technique. The results obtained through comparison of mean before and after treatment, there are mean differences, where the mean at pre test is 70.4667 while the mean post test is 43.13. This shows that there is a decrease in the stress level of post-care given stress management training.
Hubungan Antara Adult Attachment Style dan Kesiapan Menjadi Orang Tua pada Masa Dewasa Awal Izza, Yauma Syifa'ul; Andromeda, Andromeda
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.7354

Abstract

Kesiapan menjadi orang tua pada individu dewasa awal dipengaruhi oleh berbagai hal. Salah satu faktor yang diprediksi mempengaruhi kesiapan individu menjadi orang tua adalah adult attachment style. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adult attachment style dan kesiapan menjadi orang tua pada individu dewasa awal. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, penelitian ini melibatkan 150 wanita dewasa awal di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang terpilih melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data penelitian diambil dengan skala adult attachment style, yang terdiri dari tiga tipe yaitu secure, avoidant, ambivalent dan skala kesiapan menjadi orang tua. Selanjutmya, data dianalisis dengan teknik korelasi spearman non parametric. Penelitian menemukan bahwa hasil uji korelasi secure attachment style dan kesiapan menjadi orangtuamenghasilkan nilai rs 0,089 dengan taraf signifikansi p=0,279 dimana p>0,05. Hasil inimenunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara secure attachment style dan kesiapan menjadi orang tua pada individu dewasa awal. Namun demikian, hasil uji korelasi avoidant attachment style dan kesiapan menjadi orangtua menghasilkan nilai rs -0,225 dengan taraf signifikansi p=0,006 dimana p<0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara avoidant attachment style dan kesiapan menjadi orangtua pada individu dewasa awal. Sama halnya dengan hasil uji korelasi ambivalent attachment style dankesiapan menjadi orangtua diperoleh rs -0,248 dengan taraf signifikansi p=0,002 dimana p<0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara ambivalent attachment style dan kesiapan menjadi orangtua pada individu dewasa awal.Readiness for parenting in early adulthood is affected by several factors. One of the factors probably affecting the readiness for parenting is adult attachment style. This reserach is aimed to investigate the correlation between adult attachment style and readiness for parenting in early adulthood. Used descriptive quantitative approach, 150 early adulthood women on Brebes Regency, Central Java ilvolved as the subjects of this research. The subjects were selected by using purposive sampling technique. The data were obtained by using adult attachment style scale which consist of three types these are: secure, avoidant, ambivalent; and readiness for parenting scale. The data were analyzed by using spearman non parametric correlation technique. The result of correlation between secure and readinessfor parenting reveals rs 0,089 with significance level of p=0,279 in which p>0,05. It suggests that there is no correlation between secure with readiness for parenting. Avoidant andreadiness for parenting correlation test reveals rs -0,225 with significance level of p= 0,006 in which p<0,05. That result suggests that there is a negative relation between avoidant with readiness for parenting. The result of correlation between ambivalent and readiness forparenting reveals rs -0,248 with significance level of p=0,002 in which p<0,05. That result indicates that there is a negative relation between ambivalent and readiness for parenting.
E-DARLINK Guru AUD (Upaya untuk Meningkatkan Perilaku Kesadaran Lingkungan pada Anak Usia Dini) Rizki, Binta Mu'tiya; Delia, Sri Maryati; Andromeda, Andromeda; Narendra, Aura
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i3.23665

Abstract

Persoalan lingkungan merupakan salah satu isu terpenting di Indonesia. Persoalan tersebut tentunya tidak terlepas dari perilaku kesadaran individu terhadap pelestarian lingkungan. Kegiatan untuk meningkatkan perilaku sadar lingkungan sejak dini perlu untuk diupayakan, salah satunya yaitu melalui E-Darlink (Edukasi Sadar Lingkungan). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi lingkungan dan kesempatan pada guru untuk berdiskusi terkait metode pembelajaran yang dapat diterapkan pada anak usia dini. Subjek dalam kegiatan ini adalah guru-guru anak usia dini yaitu guru TK (Taman Kanak-Kanak) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)/ KB (Kelompok bermain). Metode yang digunakan adalah psikoedukasi, yang terdiri dari beberapa sesi, diantaranya adalah pretest, pemberian materi, diskusi, simulasi alat peraga sadar lingkungan dan posttest. Instrumen pengukuran yang digunakan dalam kegiatan ini berupa alat tes untuk mengetahui kemampuan peserta terkait masalah kesadaran lingkungan dan metode belajar yang nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan pada anak usia dini. Hasil analisis data diperoleh adanya perbedaan yang signifikan pada pengetahuan tentang kesadaran lingkungan antara sebelum dan sesudah kegiatan. Dengan menggunakan software statistik, uji perbedaan menggunakan uji t (paired test), diketahui nilai t= 6,424 dan p= 0,000 (p<0,001), dengan taraf signifikansi p < 5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan E-Darlink berlangsung efektif untuk meningkatkan pengetahuan guru mengenai kesadaran lingkungan. Manfaat lain dari kegiatan ini para Guru juga mengalami peningkatan pengetahuan tentang metode belajar untuk menanamkan kesadaran lingkungan pada anak usia dini.Environmental issues are one of the most important issues in Indonesia. The issue is certainly inseparable from the behavior of individual awareness of environmental preservation. Environmental awareness behavior needs to be sought early, one of which is through E-Darlink (Environmental Awareness Education). The purpose of this study was to determine the effectiveness of the E-darlink Activity in increasing the environmental awareness of the Early Childhood Teachers. Subjects in this study were early childhood teachers, namely kindergarten teachers (kindergarten) and PAUD (Early Childhood Education) / KB (playgroup). The method used in this study is a quantitative experiment with one group pretest posttest design. The treatment given is in the form of psychoeducation, which consists of several sessions, including pretest, giving material, discussion, simulation of environmental conscious props and posttest. The instrument used to determine the effectiveness of this activity was in the form of tests to measure participants' knowledge related to environmental awareness and learning methods to increase environmental awareness in early childhood. The sampling technique uses purposive sampling, with data analysis techniques using the t test (paired test). The results of data analysis using data processing software obtained the value of t = 6.424 and p = 0,000 (p <0.001), with a significance level of p <5%. Based on the results of data analysis, there are significant differences in knowledge about environmental awareness between before and after the activity, so it can be concluded that the E-Darlink activity can increase teacher knowledge about environmental awareness and learning methods which can later be used to increase environmental awareness in Early Childhood.
Apakah Mahasiswa Yang Tidak Resilien Rentan Mengalami Kesepian Selama Masa Pandemi Covid-19? Hardiani, Riska; Andromeda, Andromeda
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i3.26201

Abstract

Virus Corona (covid-19) saat ini masih menyebar luas sehingga menyebabkan pemerintah menerapkan kebijakan stay at home dan social distancing kepada seluruh masyarakat termasuk para mahasiswa untuk belajar di rumah. Kebijakan tersebut tentu berdampak pada berbagai aspek kehidupan mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesejahteraan psikologis masyarakat. Salah satu permasalahan psikologis yang muncul adalah kesepian. Menurut beberapa literatur psikologi, ketahanan yang baik dibutuhkan untuk menghadapi kondisi yang sulit dan mengubahnya menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. Inilah yang disebut sebagai resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan kesepian pada mahasiswa selama masa social distancing pandemi Covid-19. Survei online dilakukan dengan menggunakan dua skala, yaitu skala kesepian dan skala resiliensi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik convenience sampling. Subjek yang terlibat adalah sebanyak 355 mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dengan teknik korelasi Rank Spearman, diperoleh koefisien korelasi antar variabel sebesar -0,558 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 sehingga p<0,01. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara resiliensi dan kesepian pada mahasiswa selama masa social distancing yang mereka jalani. Maknanya adalah semakin tinggi resiliensi maka akan semakin rendah kesepian pada mahasiswa di masa social distancing pandemi Covid-19, dan begitupun sebaliknya.The corona virus (covid-19) is currently still widespread, its causing the government has implemented to stay at home and social distancing for the entire community including students to study at home. This policy certainly has an impact on various aspect of life from the economy, education, to the psychological well-being of society. One of the psychological problems that emerge is loneliness. According to some psychological literature, good resilience is needed to face difficult conditions and turn them into something that is normal to overcome. This is what known as resilience. This study aimed to determine the relationship between resilience and loneliness in students during the social distancing period of the covid-19 pandemic. The online survey conducted using two scales; they were the loneliness and the resilience scale. The technique used in this study was the convenience sampling technique. The participants were 355 subjects. According to the results of data analysis performed using the Spearman Rank correlation technique, the correlation coefficient of -0.558 with a significance value of 0,000 so that p<0.01. The result showed that there was a significant negative relationship between resilience and loneliness in students during the social distancing they live. The negative direction of the relationship means that the higher the resilience, the lower the loneliness of students during the social distancing of the Covid-19 pandemic, and vice versa.
Co-Authors Afriandi, Muhammad Al Muhania, Al Muhania Alfarishi, Muhammad Miftahul Amalia, Fifi Anita Nofrida Annisatul Aulia Aristo Hardinata Aspari, Nabila Tricia Azka Hanifa Bayharti . Bayharti Bayharti Bayharti Bayharti Bayharti Bayharti Bayharti Bayharti Bintang Mara Setiawan Bintang Mara Setiawan, Bintang Mara Buntoro, Joseph Dharmadi Chesa Defista Defista, Chesa Delia, Sri Maryati Depitra Wiyaguba Diana Zulyetti Dita Yumarni Lase Effendi, Novicha Eka Sovia Elda Safarina Ellizar ellizar Elsa Aprilli Erman, Sylvia Dwi Ermina Sari Ewangga, Bayu F Febriyandi Fadhillah Fadhillah Fadila Gusman Faizah Qurrata Aini Fajriah Azra Fanny Rahmatina Rahim Fatmawati, Mira Fatni Mufid Fatni Mufit Fitri Arsih Ghery Priscylio Gusmadila Rahma Gevi Guspatni Guspatni Hafiza, Ufaira Hakimul Syukra Haowraida, Haowraida Hardeli - Hardeli Hardeli Hardiani, Riska Hasanti, Selvia Hendri, Jhon Herina Ramadhani Harahap Hurriyah Hurriyah Husna Rosma Ifan Rivaldo Ilham Malindo Putra Indang Dewata Intan Permata Muchlis Irham Ramadhani Iryani Iryani Iryani Iryani Iwefriani Iwefriani Iwefriani, Iwefriani Izza, Yauma Syifa'ul J, Nurul Maulidia JELITA, FARAH Juanda, Chinta Khaira, Maynitul Kurniawan, Rahmi Ladisa Fergie Imanah Laksminawati Yunaz Lala Denada Latisma Latisma Leli Astuti Listia, Herfina Liza Widyaningrum Lufri Lufri Maharani, Windy Maida, Margarita Claudya Margarita Claudya Maida Martala Sari Maynitul Khaira Mira Fatmawati Monica Prima Sari Mubarokah Mubarokah Nada Fadhilah Antris Nadya UP Narendra, Aura Nofri Yuhelman Nofrida, Anita Nurhamida Nurhamida Nurul Hartini Palembang, Nur Nazila Fajriani Parida Eriani Putra, Ilham Malindo Putri Berlian Fauzi Rafshanzany, Muhammad Luthfi Rahadian Zainul Rahlia Ayu Putri Rahmatania, Finny Rahminawati, Rahminawati Ramadhani Ramadhani Rani Dewita Raudhah Awal Refjuandani, Anggun Reni Oktarina Rikizaputra Rikizaputra Rini Fath Marsya Rini Puspita Sari Rizki, Binta Mu'tiya Rizki, Binta Mu’tiya Rizky, Aulia Roza, Media Safira, Annisa Safitri, Dara Cyntia Shelvy WA Shiva Atika Suri sopia, Eka Sovia, Eka Sukoasih, Yuni Dwi Sulaiman, Phooja Layla Suryanto Suryanto Suryelita . Swaraswati, Yogi Syafrilianto, Syafrilianto Syaza Syahana Syukra, Hakimul Tasya Dwi Azka Konita Titis Wulandari Tri Esti Budiningsih Tri Esti Budiningsih Ulfah Nurjanah, Ulfah Umi Salamah Viola Dwicha Asda Wahyuni, Puja Sri Yeri Mardesi Yerimadesi . Yerimadesi Yerimadesi Yerimadesi Yerimadesi Yerimadesi Yerimadesi Yofita Yulmasari Yul Ifda Tanjung Yulia Asri Warlinda Yulmasari, Yofita Zahratunnura, Zahratunnura Zikra Effendi Zonalia Fitriza Zuwita, Ariani